komen gw yang pertama:

"Been there done that!" 
#eh #curcol #biasaajakali

ceritanya ciamik  bro, messagenya dapet banget. Emang sih ceritanya itu terkesan "biasa" dan yah pasti banyaklah orang yang ngalamin hal kayak di film ini. Justru karena ceritanya yang terlalu "biasa" jadi buat film ini luar biasa.

Dari film ini gw berkesimpulan bahwa:

1. Pacaran itu ga penting, akhirnya cuma makan hati dan bikin GALAU! Secara lo akan terus menuntut "pasangan" lo untuk tampil sempurna dan dia pun juga demikian.
2. Cewek akan selalu tampil drama ketika dia sudah "mendapatkan" cowok yang di"cinta"inya. Karakter cewek itu kalo udah merasa memiliki cowok, bawaannya pasti dia akan berkelakuan semena2, semau dia. Ga ada lagi istilahnya "manis2"an or whatever di depan cowok yang dia suka karena toh cowok itu udh "jadi" sama dia.
3. Semua cowok itu pada dasarnya ingin mencari cewek yang "Sempurna" buat dia. Mereka akan terus mencoba, mencoba, dan mencoba sampai menemukan cewek yang "pas". Sayangnya, mereka lupa, kesempurnaan hanya milik Allah dan ketidaksempurnaan adalah hal yang lumrah bagi manusia. Gw sejujurnya sebel banget sama cowok yang tipe "coba-coba". Coba sana, coba sini, dengan alasan "mencari yang terbaik", tapi mereka ga sadar kalo mereka sebenernya udah nyakitin hati cewek yang mereka "cobain".

Ah ya, pada akhirnya, jodoh itu udah ditentukan, ga perlu deh pake galau2 segala. Sekarang, fokus aja meraih cita-cita dan mimpi lo, ga perlu dengerin omongan orang yang ngomporin lo cari pacar atau nyuruh nikah cepet2. Selama lo ga enjoy, hubungan apapun yang lo jalin ga akan bisa ngebahagiain lo. Cuma lo yang tau dan bisa menyetir arah hidup lo. Just do the best and let Allah do the rest.

Salam Super :D
Read More
Hari ini Alhamdulillah gw berkesempatan makan di dua restoran Indonesia di Singapura. Pertama, makan siang di Es Teller 77 di Cineleisure, daerah Somerset-Orchard. Gw pesen es teler seharga $3.50 dan mie ayam baso seharga $6.00. Es telernya standar, malah menurut gw lebih minimalis daripada yang di Indonesia. Isinya ada kelapa, nangka, alpukat, susu kental manis putih, sama es serut. Mie ayam dan basonya juga standar, rasanya cukup Indonesia lah.

Sorenya, gw makan di Ayam Penyet Ria sama Emir, Afu, Kiki, Ory dan adeknya Ory. Kita mesen tahu telor dan gado-gado buat dimakan rame-rame. Tahu telornya lumayan dan gado-gadonya manis banget. Buat yang kangen masakan Indonesia kalo di SG bisa ke tempat ini, walaupun rasanya mungkin agak kurang sesuai sama yang diharapkan lidah.

Selain dua restoran di atas, beberapa makanan Indonesia yang terkenal di Singapura antara lain rumah makan padang di daerah Masjid Sultan. Ada Minang House, Pariaman, dan Sabar Menanti. Selain itu ada ada restoran Surabaya di Lucky Plaza (recommended), Ayam Bakar Wong Solo di Far East Plaza, Ayam Malioboro di Jurong Point dan Java Kitchen di daerah Outram Park. Mungkin masih banyak restoran Indonesia lain yang belum gw jamah, ada yang tau?


gggggggggggggggg
Read More

Udah lama banget ga nulis resume tentang kajian2 keislaman begini, terakhir kali ya pas di asrama PPSDMS, itupun terpaksa karena tugas, haha. Setelah dipikir-pikir lagi memang bagus ya kalau “ilmu yang telah kita dapatkan diikat dengan menulis’ (Umar bin Khattab). So, mulai hari ini kalau ada catatan seminar/kajian, insya Allah akan saya ketik ulang dan diupload di tumblr/blog. Insya Allah.
Resume ini diambil dari kegiatan Saung Istiqamah yang diadakan oleh IMAS di masjid KBRI Singapura, 20 Januari 2012.
Tema : Ayo Berinteraksi dengan Al-Qur’an
Pembicara : Ust. Hilman Rosyad
Definisi Al-qur’an adalah “kalam Allah yang diturunkan ke hati nabi Muhammad SAW, melalui malaikat Jibril, membacanya bernilai ibadah, mutawattir (mengandung kebenaran mutlak, mustahil dusta), dimulai dari surat Al-Fatihah sampai surat An-Nas, diturunkan untuk menjadi petunjuk bagi manusia.”
Menurut Ust. Hilman Rosyad, Al-Qur’an sebagai kalam Allah yang juga berarti sebagai firman Allah di mana pada Al-Qur’an terletak segala sifat ke-Maha-an Allah SWT yang wajib kita imani. 
Dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an secara fisik ada adabnya. Membaca Al-Qur’an dalam keadaan bersih, bebas dari hadas besar maupun hadas kecil, menempatkannya di tempat yang aman, bukan di tempat kotor seperti kamar mandi/WC. Smartphone/Tab yang memiliki aplikasi Al-Qur’an di dalamnya boleh dibawa ke kamar mandi selama kita tidak mengaktifkan fitur/membuka kontennya. Perempuan haid diperbolehkan membaca tafsir Al-Qur’an dan kumpulan hadist nabi untuk mengganti ketidakbolehan membaca mushaf Al-Qur’an.
Secara lengkap, ust. Hilman memaparkan 7 poin, bagaimana cara berinteraksi dengan Al-Qur’an:
1. Membacanya, dalam membacal Al-Qur’an yang harus diperhatikan antara lain kualitas bacaan (makhraj dan tajwid) serta frekuensi bacaan (min. 1 hari 1 juz). Orang yang mahir membaca Al-Qur’an disejajarkan dengan malaikat-malaikat pilihan. Orang yang belajar Qur’an mendapatkan dua pahala sekaligus, membaca dan mempelajarinya. 1 huruf Al-Qur’an yang dibaca bernilai 10 kebaikan.
2. Menghafal, patut dicatat, kemuliaan dan keagungan semua ayat Al-Qur’an itu sama, tidak ada ayat yang bernilai lebih istimewa dari yang lain.
3. Menghayati isinya (Tadabbur), menjadikan Al-Qur’an sebagai khatta’, seolah-olah seperti berbicara kepada kita ketika sedang membacanya.
4. Memahami Al-Qur’an dengan membaca tafsir
5. Mengamalkan isinya, dalam hadist disebutkan “Sampaikanlah (amalkanlah) walau hanya satu ayat)
6. Mengajarkan kepada orang lain, dalam sebuah hadist disebutkan bahwa “Sebaik-baik manusia ialah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya pada orang lain”. 
7. Membela dan menjaga kehormatannya.
Semoga tulisan ini bermanfaat :)
Read More
Ceritanya hari ini gw males ngapa2in. Kayak lagunya Bruno Mars, "Today I feel like not doing anything, I just wanna lay in my bed...". Secara hujan di luar dari pagi sampe sore, mengurungkan niat gw untuk "ngerjain tugas" di kampus. Jadi, sampai malam ini, gw belum menghasilkan "karya" apapun.

Karena ngerem di kamar aja bikin bete, pengen keluar males, akhirnya gw masak deh. Masak apa tebak? Indomie? Tentu tidak! Gw masak nasi dan telor rebus, haha. Berbekal magic jar yg gw beli di Giant seharga $21 saja, voila, makanan gw hari ini nasi+asam pedas+sambel pete+telur rebus siap dilahap :D asam pedas sama sambel pete tentu saja dikasih dari Mba Yenny, haha.

Untuk makan malamnya, gw makan nasi+telur rebus+sambal terasi+dendeng. Cukup menghemat uang makan hari ini, sayangnya ga ada sayur. Sebenernya pengen banget nyoba masak2 gitu, tapi karena ga punya dapur sendiri ga mungkin dong eksperimen yang aneh2, hehe.

Kalo di Indo, jadi anak kos enak banget ya, ada warteg dan warung di mana2. Di SG? Hmm, harus jalan sekitar 5 menit dulu untuk ketemu "warung" nasi lemak Ananas, itupun makanannya gitu2 aja, kalo mau yg lebih variatif paling naik MRT/bus ke Jurong Point. Alhasil, pengeluaran untuk makanan dua minggu terakhir membengkak, sebengkak badan saya :p

Ah, iya nih, gw melebar banget banget banget sejak di sini ga mulai olahraga lagi. Kemarin jadinya gw daftar kelas senam khusus cewek tiap kamis dan jumat selama 5 minggu ke depan, mudah2an bisa "istiqamah" dan paling ngga ngebantu jaga pola makanan gw yang luar biasa ga kekontrol :s

Pengen banget bisa puasa rutin, either senin-kamis atau puasa daud, untuk detoks jasmani dan rohani, tapi rasa males banget dan suka tergoda kalo gw ga sempat sahur. Mudah2an mulai minggu depan bisa rajin puasa, amin...

Tesis, belum ada progres, not even a single world :s bahkan sekarang tugas gw nambah untuk CPE, di mana gw diharuskan bikin paper KUANTITTIF! karena gw ga punya SPSS, dosen gw "menyarankan" gw untuk memakai sistem programming R, untuk analisa kuantitatif yang bisa didapet secara gratis di internet itu (baca: open source). Kelas Cina, hari senin sempat bikin bete karena nilai make up dictation gw ga terlalu bagus. Alhamdulillah, kuis hari selasa bisa dikerjakan dengan baik. Mudah2an gw bisa mengerjakan project video dan UAS dengan lancar, sukses, dan SEMPURNA! aaammmiiinnn....

Beberapa hari ini gw mulai acara job hunting, apply semua posisi yg bisa gw apply di JobStreet.com. Minggu depan bakal ada career fair di NTU, mudah2an bisa dapet banyak info dan kesempatan kerja di perusahaan2 multinasional.

Guess what?

Gw mulai mempertanyakan passion gw di bidang akademis. Apakah gw seberbakat dan sepengen itu menjadi researcher, academician, lecturer, etc.? Atau justru gw lebih cocok kerja kantoran, jadi banker atau analyst mungkin di perusahaan multinasional? Or maybe I was born to be a diplomat?

This is something that I should figure it out, SOON!




Read More
Before turning to 20, I should write something about anything. What it feels like to deliver a baby? what it feels like to be a pregnant woman? what it feels like to be a mother? something I can't really imagine happening for myself, in the near future...
Read More
Kemarin saya baru kenalan dengan Mbak Margie, yang baru saja diterima menjadi salah satu Research Analyst di RSIS.

Beliau ini adalah lulusan Mechanical Engineering di NUS, yang kemudian melanjutkan masternya di Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) dan King's College, London. Sebagai peraih dua gelar master dan lulusan Teknik Mesin di NUS, tentu saja keahlian dan tingkat kecerdasan beliau tidak usah kita pertanyakan lagi.

Sayangnya, di usia mbak Margie yang mungkin 10 tahun di atas saya, beliau masih single. Pernyataan ini tiba-tiba terlontar, setelah pak Ardian, rekan saya dari TNI bertanya, apakah setelah ini mau melanjutkan S3 langsung atau ke mana. Mbak Margie yang mungkin terdesak oleh social pressure dan merasa membutuhkan seorang pendamping dengan segera menjawab, "tentu saja menikah dulu Pak..."

Diskusi pun berlanjut dengan tanggapan Pak Paulus, salah seorang rekan dari TNI juga yang berkelakar, "wah, sudah punya 2 gelar master agak susah lho Mbak untuk mencari yang sesuai (pantas dan se'kufu'), laki-laki mana berani untuk melamar gadis yang lebih 'tinggi' dari dia..."

Hmm... sebetulnya saya ingin menimpali pendapat Pak Paulus, sebab saat ini masih banyak laki-laki (Indonesia) yang sudah memegang (sedang menempuh pendidikan) S3 dan saya rasa tingkat pendidikan tidak menjadi masalah dalam hal mencari pasangan. Ya, asalkan tingkat pendidikannya tidak jauh berbeda ya.

Ah, lagi-lagi saya teringat pembicaraan dengan beberapa teman FIM ketika di Maleber, yang mengingatkan saya agar "segera menikah" sebelum menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi (S3). Saya sendiri sempat mengubah pemikiran saya untuk tidak terlalu mengejar karir dan pendidikan melainkan fokus untuk "mempersiapkan diri" menuju jenjang pernikahan. hahaha.

Tapi, lagi-lagi, saya rasa menunda melanjutkan karir/pendidikan untuk menikah adalah hal yang wajar. Itu adalah pilihan masing-masing orang. Sampai saat ini, saya tidak strict dan menutup diri agar harus S3 dulu baru menikah atau sebaliknya. Memang, dalam life plan saya, saya ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dan menyelesaikan dengan cepat sehingga ketika saya berkeluarga nanti saya sudah selesai dengan kewajiban saya di dunia akademik. Saya rasa saat ini saya tidak terlalu pusing dengan pilihan menikah atau S3 dulu, sebab saya yakin bahwa hidup ini dinamis dan belajar adalah proses yang berkesinambungan seumur hidup. Walaupun saya sudah meraih gelar S3 nantinya, saya tetap harus belajar di mana pun, dari mana pun, dan kapan pun.

Lain halnya soal menikah. Menikah itu pilihan dan sampai saat ini pilihan tersebut belum menjadi prioritas bagi diri saya. Kalau pada saat ini saya mendapatkan tawaran S3, tentu saja akan saya ambil langsung sebab saat ini belum ada yang memberikan tawaran untuk menikah dengan saya #eh. hahaha.

Intinya, mau menikah dulu, karir dulu, atau kuliah dulu semuanya tergantung pilihan dan kesempatan. Satu hal yang perlu diingat, Allah akan memberikan kita pilihan dan kesempatan jika memang kita dirasa layak untuk mendapatkannya. Niatkan semua yang kita lakukan hanya untuk mengejar ridha dan beribadah kepadaNya. Insya Allah semua yang kita kerjakan akan bernilai pahala dan berkah :)

Have a nice day :)
Read More
Baru-baru ini terdengar kabar bahwa salah seorang calon hakim agung, M. Daming Sunusi, melontarkan satu pernyataan seksis ketika sedang menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI. Ketika ditanya salah satu anggita komisis III dari Partai Amanat Nasional mengenai pendapatnya tentang hukuman mati bagi pemerkosa, Daming secara spontan menjawab, "pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama menikmati, jadi saya kira hukuman mati harus ditinjau ulang."

Apa yang Anda rasakan ketika mendengar pernyataan tersebut terlontar? Sebagai perempuan, jelas-jelas saya marah dan kesal. Bagaimana mungkin jika judulnya perkosaan, orang yang diperkosa juga ikut menikmati. Jelas-jelas pada kasus perkosaan ada unsur pemaksaan di sana. Tentu saja, yang menjadi korban perkosaan adalah perempuan yang tidak berdaya (walaupun dalam beberapa kasus perkosaan laki-laki juga bisa menjadi korban).

Pernyataan yang dilontarkan Hakim Pengadilan Tinggi Banjarmasin itu menurut saya menunjukkan betapa seksisnya sang calon Hakim Agung. Mengutip pernyataan Eva Sundari, anggota Komisis III DPR RI, Bagaimana mungkin seorang Hakim Agung yang sejak dipikirannya saja tidak adil (terhadap perempuan) dapat memutuskan perkara yang berkaitan dengan perempuan seperti KDRT, perdagangan orang, pelecehan seksual, bahkan tindak pemerkosaan?

Jangan-jangan jika ada kasus pemerkosaan, pelaku yang disidang justru dibebaskan tanpa syarat!

Fenomena pejabat seksis ini lebih lanjut bisa kita saksikan dari tanggapan anggota Komisi III yang tertawa ketika Daming melontarkan pernyataan tersebut. Perilaku yang jelas-jelas tidak etis ditunjukkan oleh mereka yang mengaku sebagai wakil rakyat. Dikutip dari Kompas.com, salah satu anggota Komisi III dari PKS menyebutkan bahwa respon anggota Komisi III tersebut adalah "respon spontan karena mereka sedang tidak sadar, tertawa bukan berarti setuju dengan pernyataan yang diucapkan Daming."

Hello Pak, pernyataan Anda sepertinya lebih layak untuk ditertawakan, bagaimana orang yang tidak setuju jelas-jelas tertawa ketika ucapan bernada merendahkan korban pemerkosaan itu dilontarkan?

Jelas, setelah anjuran Walikota Lhokseumawe yang tidak membolehkan wanita duduk mengangkang pada saat membonceng di motor, kasus bupati Aceng Fikri yang dengan mudahnya kawin-cerai dalam hitungan jam, serta anjuran salah satu Bupati di Jambi agar dilakukan tes keperawanan kepada para murid perempuan di sekolah, kasus Daming Sunusi memperlihatkan kepada kita bahwa para pejabat di Indonesia masih banyak yang bermental seksis. Mereka menganggap perempuan hanya sebagai objek seks, tidak lebih, tidak kurang.

Mau di bawa ke mana Indonesia jika para pejabatnya bermental seksis?

*) Seksis diambil dari kata bahasa Inggris yakni sexist, manurut kamus Miriam Webster, sexist merupakan kata sifat / pro-noun dari sexism yang memiliki definisi prejudice or discrimination based on sex; especially :discrimination against women.
Read More
Banyak orang yang bertanya2,  bagaimana cara gw bisa mendapatkan beasiswa, S2 ke luar negeri?
Hmm, pertanyaan yang sebetulnya bisa dijawab dengan jawaban yang berbeda-beda dari bermacam-macam orang. Alhamdulillah, gw diberi kesempatan oleh Allah untuk melanjutkan kuliah di Singapura dengan full beasiswa. Persiapan gw untuk melanjutkan kuliah ini sebetulnya kurang lebih gw siapkan sejak 6 bulan sebelumnya. Pertama, cari-cari info tentang syarat2 untuk S2 di luar negeri. Rata-rata aplikasi untuk S2 atau S3 di luar negeri udah dibuka di akhir tahun sampai awal tahun berikutnya (November - April). Karena dulu gw kepengen banget kuliah di Oxford, jadi patokan gw untuk apply S2 ya ke sana. Masing-masing universitas punya syarat pendaftaran yang beda-beda. Umumnya, untuk jurusan sosial, jurusan semacam HI, politik lebih tepatnya, cuma butuh nilai TOEFL/IELTS, surat rekomendasi, esay dan ijazah. Alhamdulillah banget, gw waktu itu dapet contoh surat rekomendasi dan esay buat apply S2 dari kak Rully, mapres UI 2011 yang kebetulan satu delegasi sama gw pas ikut MTQ Mahasiswa di Makassar. Pas banget waktu itu beliau baru saja keterima di Lee Kuan Yew School of Public Policy NUS dengan full beasiswa. Nah, gw contek "habis-habisan" deh tuh contoh surat rekomendasi dan esaynya :p

Selain cari-cari info tentang sekolah, gw jg mempersiapkan diri untuk ikut tes IELTS. Kenapa gw milih IELTS? Simply karena tesnya ga terlalu grammar based kayak TOEFL dan lebih practical, karena materinya tentang percakapan sehari-hari. Persiapan bahasa Inggris ini penting banget lho teman2. Buat kalian yang mau belajar di negara orang, penguasaan bahasa adalah harga mati yang ga bisa ditawar-tawar lagi. Gimana lo bisa belajar kalo komunikasi aja ga bisa? Nah, waktu itu gw belajar IELTS dan masang target yang cukup tinggi, yaitu 8.0 (dari 9.0) sesuai dengan standar syarat penguasaan bahasa Inggris yang diminta Oxford. Sayangnya, karena gw kurang latihan di Writing dan Speaking, nilai IELTS gw ga sampai segitu. Tapi, alhamdulillah, nilainya masih cukup untuk apply di universitas2 luar negeri. Standar IELTS yang diminta masing-masing universitas juga beda-beda. Tergantung, di negara mana universitas itu berada dan apakah bahasa Inggris jadi bahasa pengantar utama pas kuliahnya atau bukan. Rata-rata universitas minta IELTS antara 5.5-8.0 sebagai batas minimum calon mahasiswa untuk lolos seleksi. Kita bisa latihan sendiri dengan beli buku IELTS ataupun ikut mock test yang banyak tersedia di Internet. Gw dulu beli buku IELTS yang penerbitnya oke, coba aja googling jenis-jenis buku IELTS yang sangat ngebantu buat tes.

karena gw ngantuk, lanjutin besok ya ceritanya. See you!


Read More

Harusnya nulis itu ga usah pake mikir ya, apakah nanti tulisan lo bakal dibaca orang lain, disukai orang lain atau bahkan sampe mikir apakah tulisan lo layak dipublikasikan di koran...

Harusnya nulis itu ga usah pake khawatir ya, apakah tulisan lo akan memuaskan keingintahuan pembaca atau sekedar curhat masalah pribadi...

Harusnya nulis itu ga usah pake takut ya, mau tulisan lo dibredel sama pemerintah, diboikot ormas tertentu sampe diteror karena nulis yang aneh-aneh...

kan tangan, pikiran dan ide itu semua ada di lo....

menurut gw, menulis itu kebebasan berekspresi, ga usah dipaksa-paksa, ga usah mengikuti aturan yang pakem (kecuali kalo diminta membuat tugas dengan jenis tulisan tertentu), selanjutnya, terserah Anda :)    


 
Read More
I'm writing this post in the morning on January 2nd, 2013.
Firstly, I want to thank to Allah almighty who give me, my family, my friends, techers, collagues and all of the creatures in the world to come to the new year of Masehi. May He blesses and guides us to be better day to day.
2012 has been away. The year of ups and downs in academic, social, including love life. The year has taught me too much things, from how to deal with your feelings, catch up your dreams, making a lot friends from different cirles and standing up when you have been hurted by someone. Alhamdulillah, I learn a lot from it.
2012 was also my benchmark. I graduated from bachelor degree at HI UI and continue my study at RSIS NTU. I traveled a lot and also worked in Public Relations consultant. I learn how to manage heart and time wisely. My travel list in 2012 including:
January: Bromo, Malang, Surabaya (Suramadu, ITS), Puncak, Bandung
February: Bandung, Jakarta Night City Tour (monas-masjid Istiqlal)
March: Kota Tua, Ragusa
April: Bogor (kebun raya-IPB)
May: Bandung, Jogja (Merapi, Sunmor, Benteng Vreederburg, Masjid Agung, Malioboro, Sarkem :p)
June: Semarang, Anyer-Cilegon
July-October: Singapore! City Tour, Barbeque at Labrador Park, Sentosa Island, Crossing the border (Johor, Malaysia), Indonesia
November: Bandung, Chinese Garden, Melacca
December: Penang, Temanggung, Semarang

For 2013, I want to add ASEAN, Europe and US trip if God will, aminnnn....

In 2013, I hope to be better person, graduate with satisfactory mark, join conferences, exchanges, publish article in newspaper and journal, work at research center such as ISEAS, ARI, or at RSIS, travel a lot more and be more productive. I hope me, my family, my friends, and all creatures stay healthy and long live. I hope our dreams come true in this year.

Amen!



Read More