Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

@radiogalaufm

komen gw yang pertama:

"Been there done that!" 
#eh #curcol #biasaajakali

ceritanya ciamik  bro, messagenya dapet banget. Emang sih ceritanya itu terkesan "biasa" dan yah pasti banyaklah orang yang ngalamin hal kayak di film ini. Justru karena ceritanya yang terlalu "biasa" jadi buat film ini luar biasa.

Dari film ini gw berkesimpulan bahwa:

1. Pacaran itu ga penting, akhirnya cuma makan hati dan bikin GALAU! Secara lo akan terus menuntut "pasangan" lo untuk tampil sempurna dan dia pun juga demikian.
2. Cewek akan selalu tampil drama ketika dia sudah "mendapatkan" cowok yang di"cinta"inya. Karakter cewek itu kalo udah merasa memiliki cowok, bawaannya pasti dia akan berkelakuan semena2, semau dia. Ga ada lagi istilahnya "manis2"an or whatever di depan cowok yang dia suka karena toh cowok itu udh "jadi" sama dia.
3. Semua cowok itu pada dasarnya ingin mencari cewek yang "Sempurna" buat dia. Mereka a…

Makanan Indonesia di Singapura

Hari ini Alhamdulillah gw berkesempatan makan di dua restoran Indonesia di Singapura. Pertama, makan siang di Es Teller 77 di Cineleisure, daerah Somerset-Orchard. Gw pesen es teler seharga $3.50 dan mie ayam baso seharga $6.00. Es telernya standar, malah menurut gw lebih minimalis daripada yang di Indonesia. Isinya ada kelapa, nangka, alpukat, susu kental manis putih, sama es serut. Mie ayam dan basonya juga standar, rasanya cukup Indonesia lah.

Sorenya, gw makan di Ayam Penyet Ria sama Emir, Afu, Kiki, Ory dan adeknya Ory. Kita mesen tahu telor dan gado-gado buat dimakan rame-rame. Tahu telornya lumayan dan gado-gadonya manis banget. Buat yang kangen masakan Indonesia kalo di SG bisa ke tempat ini, walaupun rasanya mungkin agak kurang sesuai sama yang diharapkan lidah.

Selain dua restoran di atas, beberapa makanan Indonesia yang terkenal di Singapura antara lain rumah makan padang di daerah Masjid Sultan. Ada Minang House, Pariaman, dan Sabar Menanti. Selain itu ada ada restoran Sur…

Berinteraksi dengan Al-Qur'an - Ust. Hilman Rosyad

Udah lama banget ga nulis resume tentang kajian2 keislaman begini, terakhir kali ya pas di asrama PPSDMS, itupun terpaksa karena tugas, haha. Setelah dipikir-pikir lagi memang bagus ya kalau “ilmu yang telah kita dapatkan diikat dengan menulis’ (Umar bin Khattab). So, mulai hari ini kalau ada catatan seminar/kajian, insya Allah akan saya ketik ulang dan diupload di tumblr/blog. Insya Allah. Resume ini diambil dari kegiatan Saung Istiqamah yang diadakan oleh IMAS di masjid KBRI Singapura, 20 Januari 2012. Tema : Ayo Berinteraksi dengan Al-Qur’an Pembicara : Ust. Hilman Rosyad Definisi Al-qur’an adalah “kalam Allah yang diturunkan ke hati nabi Muhammad SAW, melalui malaikat Jibril, membacanya bernilai ibadah, mutawattir (mengandung kebenaran mutlak, mustahil dusta), dimulai dari surat Al-Fatihah sampai surat An-Nas, diturunkan untuk menjadi petunjuk bagi manusia.” Menurut Ust. Hilman Rosyad, Al-Qur’an sebagai kalam Allah yang juga berarti sebagai firman Allah di mana pada Al-Qur’an terle…

Makanan Anak Kos, de el el.

Ceritanya hari ini gw males ngapa2in. Kayak lagunya Bruno Mars, "Today I feel like not doing anything, I just wanna lay in my bed...". Secara hujan di luar dari pagi sampe sore, mengurungkan niat gw untuk "ngerjain tugas" di kampus. Jadi, sampai malam ini, gw belum menghasilkan "karya" apapun.

Karena ngerem di kamar aja bikin bete, pengen keluar males, akhirnya gw masak deh. Masak apa tebak? Indomie? Tentu tidak! Gw masak nasi dan telor rebus, haha. Berbekal magic jar yg gw beli di Giant seharga $21 saja, voila, makanan gw hari ini nasi+asam pedas+sambel pete+telur rebus siap dilahap :D asam pedas sama sambel pete tentu saja dikasih dari Mba Yenny, haha.

Untuk makan malamnya, gw makan nasi+telur rebus+sambal terasi+dendeng. Cukup menghemat uang makan hari ini, sayangnya ga ada sayur. Sebenernya pengen banget nyoba masak2 gitu, tapi karena ga punya dapur sendiri ga mungkin dong eksperimen yang aneh2, hehe.

Kalo di Indo, jadi anak kos enak banget ya, ada wa…

S3 atau Nikah dulu?

Kemarin saya baru kenalan dengan Mbak Margie, yang baru saja diterima menjadi salah satu Research Analyst di RSIS.

Beliau ini adalah lulusan Mechanical Engineering di NUS, yang kemudian melanjutkan masternya di Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) dan King's College, London. Sebagai peraih dua gelar master dan lulusan Teknik Mesin di NUS, tentu saja keahlian dan tingkat kecerdasan beliau tidak usah kita pertanyakan lagi.

Sayangnya, di usia mbak Margie yang mungkin 10 tahun di atas saya, beliau masih single. Pernyataan ini tiba-tiba terlontar, setelah pak Ardian, rekan saya dari TNI bertanya, apakah setelah ini mau melanjutkan S3 langsung atau ke mana. Mbak Margie yang mungkin terdesak oleh social pressure dan merasa membutuhkan seorang pendamping dengan segera menjawab, "tentu saja menikah dulu Pak..."

Diskusi pun berlanjut dengan tanggapan Pak Paulus, salah seorang rekan dari TNI juga yang berkelakar, "wah, sudah punya 2 gelar master agak susah lho Mbak untuk m…

Seksis, itulah pejabat kita...

Baru-baru ini terdengar kabar bahwa salah seorang calon hakim agung, M. Daming Sunusi, melontarkan satu pernyataan seksis ketika sedang menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI. Ketika ditanya salah satu anggita komisis III dari Partai Amanat Nasional mengenai pendapatnya tentang hukuman mati bagi pemerkosa, Daming secara spontan menjawab, "pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama menikmati, jadi saya kira hukuman mati harus ditinjau ulang."

Apa yang Anda rasakan ketika mendengar pernyataan tersebut terlontar? Sebagai perempuan, jelas-jelas saya marah dan kesal. Bagaimana mungkin jika judulnya perkosaan, orang yang diperkosa juga ikut menikmati. Jelas-jelas pada kasus perkosaan ada unsur pemaksaan di sana. Tentu saja, yang menjadi korban perkosaan adalah perempuan yang tidak berdaya (walaupun dalam beberapa kasus perkosaan laki-laki juga bisa menjadi korban).

Pernyataan yang dilontarkan Hakim Pengadilan Tinggi Banjarmasin itu menurut saya menunjukkan betapa seksisnya sa…

Persiapan Kuliah di Luar Negeri (part 1)

Banyak orang yang bertanya2,  bagaimana cara gw bisa mendapatkan beasiswa, S2 ke luar negeri?
Hmm, pertanyaan yang sebetulnya bisa dijawab dengan jawaban yang berbeda-beda dari bermacam-macam orang. Alhamdulillah, gw diberi kesempatan oleh Allah untuk melanjutkan kuliah di Singapura dengan full beasiswa. Persiapan gw untuk melanjutkan kuliah ini sebetulnya kurang lebih gw siapkan sejak 6 bulan sebelumnya. Pertama, cari-cari info tentang syarat2 untuk S2 di luar negeri. Rata-rata aplikasi untuk S2 atau S3 di luar negeri udah dibuka di akhir tahun sampai awal tahun berikutnya (November - April). Karena dulu gw kepengen banget kuliah di Oxford, jadi patokan gw untuk apply S2 ya ke sana. Masing-masing universitas punya syarat pendaftaran yang beda-beda. Umumnya, untuk jurusan sosial, jurusan semacam HI, politik lebih tepatnya, cuma butuh nilai TOEFL/IELTS, surat rekomendasi, esay dan ijazah. Alhamdulillah banget, gw waktu itu dapet contoh surat rekomendasi dan esay buat apply S2 dari kak …

Harusnya Nulis itu...

Harusnya nulis itu ga usah pake mikir ya, apakah nanti tulisan lo bakal dibaca orang lain, disukai orang lain atau bahkan sampe mikir apakah tulisan lo layak dipublikasikan di koran...

Harusnya nulis itu ga usah pake khawatir ya, apakah tulisan lo akan memuaskan keingintahuan pembaca atau sekedar curhat masalah pribadi...

Harusnya nulis itu ga usah pake takut ya, mau tulisan lo dibredel sama pemerintah, diboikot ormas tertentu sampe diteror karena nulis yang aneh-aneh...

kan tangan, pikiran dan ide itu semua ada di lo....

menurut gw, menulis itu kebebasan berekspresi, ga usah dipaksa-paksa, ga usah mengikuti aturan yang pakem (kecuali kalo diminta membuat tugas dengan jenis tulisan tertentu), selanjutnya, terserah Anda :)    


Hello 2013

I'm writing this post in the morning on January 2nd, 2013.
Firstly, I want to thank to Allah almighty who give me, my family, my friends, techers, collagues and all of the creatures in the world to come to the new year of Masehi. May He blesses and guides us to be better day to day.
2012 has been away. The year of ups and downs in academic, social, including love life. The year has taught me too much things, from how to deal with your feelings, catch up your dreams, making a lot friends from different cirles and standing up when you have been hurted by someone. Alhamdulillah, I learn a lot from it.
2012 was also my benchmark. I graduated from bachelor degree at HI UI and continue my study at RSIS NTU. I traveled a lot and also worked in Public Relations consultant. I learn how to manage heart and time wisely. My travel list in 2012 including:
January: Bromo, Malang, Surabaya (Suramadu, ITS), Puncak, Bandung
February: Bandung, Jakarta Night City Tour (monas-masjid Istiqlal)
March: …