Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

Hello guys, lama tak menyapa, haha. Sayang ya baru dua postingan tahun ini, padahal 2019 bisa dikatakan tahun yang luar biasa untuk saya, Alhamdulillah.

Akhir Juli lalu saya berkesempatan ikut training ke Turki. Judulnya sih Training for ASEAN Young Diplomats, awalnya saya skeptis berangkat karena kantor saya hanya mendapat jatah 2 orang. Alhamdulillah, ternyata Kemlu Turki memutuskan tiga orang dari kantor saya berhak mengikuti training ini. Alhamdulillah.

Berita gembira lain...

I'm going to get married! Woohooo!!!

Hmm, well. Haha. In my imagination, aka, masih belum kelihatan hilalnya (kapan dan siapanya). Wkwk. Postingan ini sebenernya mau cerita tentang pengalaman saya hari ini yang melakukan medical check up untuk paket pra-nikah calon istri.

Jadi ceritanya, saya rencana mau konsul ke dokter orthopedi sembari menunggu Bapak saya fisioterapi. Ndilalah, dokter orthopedinya sudah ga terima pasien lagi karena jam kerjanya sudah habis. Jadilah saya melakukan medical check up (MCU)sebagai plan B. Saya sebenernya juga sudah rencana mau medical check up sebelum saya lelarian lagi bulan ini.

Nah, pas dateng ke bagian MCU di RS Suyoto, saya diberikan beberapa pilihan paket MCU, ada paket standar (Rp 800rb),  standar plus (Rp 920rb), dan beberapa paket lainnya yang harganya lebih mahal dari itu. Eh, kok saya tertarik sama paket MCU pra-nikah ya, haranya cuma Rp 800rb ("cuma" karena sebelumnya saya biasa MCU di RS Swasta yang harganya Masya Allah), dapet cek darah lengkap dan USG Ginekologi. Aha! Pas banget.

Mulailah saya daftar, pas daftar ditanya sama petugas administrasinya "Mbak, datengnya sendiri? Biasanya yang ke sini sih sama pasangannya, pasangannya TNI ya mbak? Nikahnya kapan?"

Hmm, hahaha. gw bingung asli jawabnya, padahal mbak2 petugas administrasinya sendiri tau kalo sebenernya gw tadi bingung milih paket MCU, jadi gw jawab aja, "iya mbak, sendiri, calon suami saya di luar negeri, hehe", "wah, bule dong calonnya? nikahnya kapan?", "ngga mba, nikahnya insya Allah awal tahun depan."

I guess, ini doa gw hahaha, dari hati yang terdalam. Sambil mempersiapkan diri, #avinamencarijodoh harus tetap jalan, Wkwk.

Ya udah akhirnya administrasi selesai, gw ambil darah di Lab dan sample urine juga. Selanjutnya balik ke MCU, makan nasi goreng yang sudah disediakan, lalu konsultasi ke dokter umum.

Pad konsul ke dokter ditanya, "ada keluhan apa?". Gw bilang punggung kaki gw yang bagian kanan akhir2 ini sering sakit. Dokternya mengira mungkin sakitnya karena tubuh gw kegemukan, kakinya sakit menahan beban tubuh. Bisa jadi sih. Ya, untuk lebih jelasnya gw minta foto rontgen, ga apa-apa gw bayar sendiri deh (toh bisa diganti sama kantor jg, hehe #marrymegotasecbenefit).

Pas sesi konsul itu lah dokternya kayak curhat ke gw, "anak saya juga gemuk lho kayak mbak, tapi mbak enak udah ada jodohnya, anak saya masih SMA berat udah 80kg sekian..."

dalam hati gw "wtfbjnjiosnijkjwiohwiojei" wkwkwk. Dia ga tau aja, gw ambil paket MCU ini bukan karena gw udh menemukan jodoh, jodoh saya juga masih belum kelihatan bu dok! Wkwk.

Yaudah lah ya, habis sesi konsul itu, gw ke klinik kebidanan. Tapi nunggu dokternya lamaaa banget, akhirnya gw foto rontgen kaki dulu ke radiologi. Gw liat di layar sih punggung kaki gw ga kenapa2, semoga beneran ga kenapa2 yaa. Hasilnya baru bisa diambil dua hari lagi, haha, beda sama rspi atau rspb yang bisa saat itu juga tau hasilnya (harganya jg beda Bu!).

Akhirnya, sampailah gw ke sesi pemeriksaan bersama dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Alhamdulillah, dokter tidak menemukan kejanggalan dari bagian rahim, indung telur dan saluran2nya. Dokter bilang rahim gw ngadep ke belakang posisinya, jadi kalau mau hamil, penetrasi harus dilakukan dari belakang atau kalau dari depan bisa diganjel bantal (wkwkwk, apalah ini,, buat #calonsuami saya catet ya!). Gw bilang ke dokter kalau pas masa subur suka keluar darah, dokter bilang itu hal yang ga biasa sih, terus dokternya jg bilang kalo kista bartholin yang dulu pernah gw alami ga ngaruh sama kesuburan gw. Ngaruhnya pas berhubungan mungkin akan sakit (noted dok, paksu catat lagi ya, haha).

Di dokter SpOG ini gw juga jadi tahu bahwa pengaruh kegemukan, itu bisa menyebabkan PCOS. Hormon testosteron dan estrogen yang tinggi bisa ngaruh banget jd PCOS, beliau menghimbau gw supaya menurunkan berat badan sesuai IMT yang ideal, yang mana gw harus menurunkan sekitar 45 kg, HAHAHA! Tapi, dokternya juga bilang kalo yang normal itu menurunkan bb ga lebih dari 10% dalam 3 bulan. Semoga gw bisa menjalani pola hidup yang lebih sehat ya, olahraga min. 30 menit, 3x seminggu, no gorengan, no gula, batasi nasi dan perbanyak makan serat dan protein.

Nah, setelah dari dokter SpOG karena sudah 2 jam, gw ambil darah lagi untuk mengukur gula darah puasa 2 jam, alhamdulillah hasilnya masih di range normal 101. Semoga pas gw ambil hasil minggu depan, semua indikatornya menunjukkan nilai yang baik ya.

Amin ya rabbal alamin.

Dan semoga gw segera menemukan jodoh ya guys, biar beneran MCU pra-nikah, wkwkwk.

Salam,

Avina
Read More
Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Husnuzon, sebuah kata dalam bahasa arab yang kira-kira artinya "berprasangka baik". Biasanya kata hunuzon dipakai untuk menyatakan prasangka baik kepada Allah SWT.

Hari ini saya diberikan anugrah oleh Allah berupa "peringatan" dari bos saya mengenai kerjaan. Alhamdulillah, setidaknya ada hal yang bisa saya perbaiki dan saya tingkatkan ke depannya.

Hari ini juga saya memasu siklus haid di hari pertama. Alhamdulillah diberikan Allah kesempatan untuk memaksimalkan ibadah di 10 malam terakhir, insya Allah.

Jujur saja, respon saya ketika mendapat "peringatan" dan mengetahui saya haid di pukul 14.30 WIB adalah kecewa dan sedih. Wajarkan namanya manusia, sudah menjalankan sebaik-baiknya amanah ternyata hasil tidak sesuai yang diharapkan. Memang berharap yang paling tepat hanya kepada Allah SWT semata.

Insya Allah diri ini terus berbenah, senantiasa berprasangka baik terhadap setiap anugrah Allah SWT dan bersyukur atas semua yang telah diberikanNya. Insya Allah.

Salam,

Avina
Read More
Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Haloooo, lama tak jumpa ya, lebih dari 5 bulan sejak tulisan terakhir dan saya belum menulis apapun di blog ini sejak pergantian tahun.
Alhamdulillah, masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu bulan Ramadhan 1440H, semoga senantiasa dimudahkan dan dilancarkan dalam menjalankan ibadah serta berbuat amal kebaikan di bulan suci ini.

Target puasa saya kali ini, saya ingin puasa saya maksimal dan berkualitas. Bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga mengontrol diri dari hal2 yang tidak perlu seperti bergosip, negative thinking dan malas. Ah ya, soal ini, masih banyak pe er untuk diri saya, saya juga ingin lebih mindful dalam menjalana kehidupan sehari-hari.

Istilah "Mindfulness" pertama kali saya dengar dari Mba Tala, sebuah kajian dalam bidang psikologi yang mendorong manusia untuk bersikap lebih bijak dan "mindful" dengan segala hal yang dia lakukan. "Mindfulness" mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan menikmati detik kehidupan. Beberapa literatur yang saya baca juga mengajarkan "Mindfulness" sebagai hal yang dapat mengontrol tindakan manusia dari "impulsiveness" dan buru-buru. Dua hal yang juga tidak dianjurkan dalam Islam.

Saya rasa bulan Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk melatih kebiasaan "Mindfulness" ini. Selamat berpuasa ya teman-teman :)

Salam,

Avina
Read More
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Salam dari Madinah, di penghujung tahun 2018 ini saya ingin mengucapkan syukur atas segala karunia dan berkah yang telah Allah limpahkan kepada saya dan keluarga. Alhamdulillah, malam pergantian tahun kali ini bisa dilalui lagi di kota suci.

Tadinya mau nulis banyak, haha.

Tahun ini banyak banget hal yang dialami. Bulan pertama dan kedua kehilangan 3 orang anggota keluarga dr pihak Bapak sekaligus karena kecelakaan lalu lintas. Bulan pertama juga Bapak kembali masuk rumah sakit karena serangan stroke kedua, sedih banget dalam waktu yang bersamaan dapat ujian seperti itu, semoga tahun 2019 Bapak ga harus masuk rumah sakit lg karena stroke atau penyakit lain ya Allah, amin.

Bulan kedua, aku akhirnya bisa memastikan langkah selanjutnya untuk pindah ke kantor yang sekarang. Akhirnya, Allah juga yang menakdirkan saya bisa berkantor di Jl. Sisingamangaraja No. 70A. Walaupun setelah dijalani tidak semua hari ada pelanginya, tapi alhamdulillah dapat lingkungan kerja yang nyaman dan aman. Semoga berkah atas pekerjaan dan rizki yang diberikan, amin.

Bulan ketiga, bulan terakhir di DPR. Bulan ulang tahun dirayakan dengan surprise dari sahabat2 tersayang. Alhamdulillah. Hari ulang tahun juga menjadi hari saya berikan surat resign ke bu NAA yang dibalas dengan "bukannya resign harus dikasih tau 3 bulan sebelumnya?"... Zzz drama, mana beliau ga kasih gw berangkat ke Korsel, just because gw mau resign haha. Hamdalah, drama dpr selesai pindah ke asec ;)

Bulan keempat, gw finish half marathon kedua di KL, waktu lebih lama haha, tp lebih ga painful thanks to Mas Deny dan Sali yang jadi temen lari dan coach selama tiga bulan. Bulan ini gw juga race 10k di Jogja, yang kalo di website ditulisnya DNF tp alhamdulillah tetap bisa dapat medali, sama kayak gw di KL sebenernya udh cot tp ttp dpt finisher medals haha. Oh ya, ini bulan pertama di asec, udh dpt jatah 2 meeting sendiri. Mulai berpikir apa gw ga nerusin probation ya gegara nature of worknya ga challenging haha. Ternyata salah, gw belajar banyak dari tempat kerja baru gw ini.

Bulan kelima, mulai sibuk sama project, terus nyiapin first mission juga yang ndilalah dapetnya ke Seoul! Mulai bisa adaptasi sama gaya kerja di kantor, masih banyak friksi sama kepala divisi gw. Bulan Mei, mulai puasa di akhir sampai bulan Juni, gw ngerasa kurang khusyu gegara banyak kerjaan haha (alasan gw aja ga bisa bagi waktu).

Bulan Juni, it is a hopeful month. Gw ngurus visa multiple business ke Korea hampir gagal gegara baru dimasukim sehari sebelum libur panjang cuti bersama lebaran. Alhamdulillah, berkat kuasa Allah dan bantuan Mission dan MOFA ROK, jadi juga itu visa satu hari. Kalo ga gagal deh gw mission pertama haha. So the first mission was done like 3 days after Lebaran haha, pergi sendiri pulang sendiri, bawa masker banyak dr Korea dan PR berupa mission report dan draft summary record ke Jakarta.Bulan ini lebaran keluarga Bapak datang semua ke Jakarta. Surprisingly, Tante Dita membawa kabar bahagia bahwa beliau akan mengakhiri masa lajangnya pada bulan Juli. Alhamdulillah.

Bulan Juli, kesehatan ga bersahabat, dua kali ambil cuti sakit termasuk kepala pening gegara draf summary record, haha. Bulan ini ke Surabaya untuk pernikahan tante Dita, what a day! Akhir bulan ini kalo ga salah gw mulai gabung di grupnya RFI Bintaro, yang sampai sekarang gw jarang lari bareng mereka tapi seringnya jadi silent reader yang memanfaatkan info2 terbaru ttg lari. Haha.

Bulan Agustus, gw ke Jogja dan Bali untuk nikahannya Danar dan Asti. Jujur, ambiencenya beda banget pas ke Jogja kayak masih gloomy galau entah karena apa, pas di Bali lebih relaks. Haha. Pas di Bali ketemu Bunda Tatty yang sharing kalau FIM baru buka posko dan rumah belajar di Desa Dangiang, Lombok. Jadilah gw beli tiket ke Lombok untuk berangkat di minggu pertama bulan September di hari libur kejepit, haha.

Bulan September, menghabiskan waktu bersama relawan FIM di Lombok, alhamdulillah juga dikasih kesempatan main sama Riza dan keluarga serta alumni2 kelarpm haha. September juga mengulang pertemuan dengan kakak alumni US yg tetiba minta tolong sesuatu sama gw.

Oktober, gw ga ke mana2 sih, haha. Oh, I broke the 10k record 1:40s mins at Tjanting Run 2018! Alhamdulillah, bisa break the limit 1:10, walaupun abis itu engkel kanan sakittt. Dasar gendut, dah badan 90.5kg dibawa lari 10kilo. Haha. Oh ya, berat gw naik signifikan di tahun 2018 ini dr 82kg di awal tahun, skg jadi 92kg. Mampus deh gw, makin susah nyari baju, makin dibully banyak orang makin susah dapet jodoh (KATANYA!)

November, I forgot haha. 2 temen sedivis resign, gw kelimpahan ngurus Jepang setelah itu (yang ternyata ribet banget). Oh ya, gw selesai les Bahasa Spanyol, level A2. Mulai kursusnya dari Bulan Agustus, nama gurunya John dari Kolombia. Gw berhasil menyelesaikan satu tugas buat video dalam bahasa Spanyol yang bisa kalian search di Youtube!

Desember, tiap minggu ke kawinan, minggu pertama ke Surabaya jadi panitia nikahan Ardhyan (first of the time, jd penjaga souvenir), minggu kedua nikahan Dira dan Ferly, minggu ketiga nikahan Mila.  Alhamdulillah minggu ke empat ga ada nikahan, cuma pergi ke suatu tempat yang semoga doa2 yang dipanjatkan semua diijabah, semoga segera datang laki2 sholeh yang tepat utk menikahi saya, amin.

Bicara soal nikah, gw mau share, 2018 adalah tahun di mana fans2 gw menikah, haha. Alhamdulillah ya, rezeki ga ke mana. Jodoh sudah ditakdirkan, ga perlu diplot sama manusia, semua udh tertulis di Lauhul Mahfudz, siapa, di mana, kapan dan dengan cara apa. Semoga yang belum ketemu jodoh (termasuk saya) bisa segera dipertemukan dengan jodoh terbaik dengan cara dan waktu yang tepat. Amin.



Read More
1. Tired

I must admit that my body (and mind) are getting older, thus there are problems came up when I go home late night, lack of sleep and rarely doing sport. It's not good when you realized that you are now 3 years ahead of 30 years old, yet your body age is 52 years old (because I am currently obese, type 3). I am tired like every day, even when what I did is just go for work and directly go back home. Why oh why?

2. Lose of self-control (about time and food)

I am not a discipline kind of person. I go to bed late and wake up late. I hardly control what I eat, thus my weight increase 9% from earlier this year. In addition, I am very dependent on the external factors i.e. food served from my offices, friends' invitation to go hang out, family gathering, etc. Ah, I should be more discipline. Perhaps, I should write every day-week-month agenda and plan what to eat for a day. What do you think?

3. Blank of life targets

If you read my blog post since 10 years ago, you may found some posts that list on specific targets. About being or achieving something in my college's days or just a short trip to where. But, for now, the list is not there anymore. I am still writing my life targets, but not publishing it here, I published it on my mind. Hahaha.
Yeah, I was so terrible about what is going to happen in my life haha.
Maybe because at this age, I haven't achieved the job that I am dreaming of or the partner that I can look up to. Ah, I know, life is too short if you keep complaining. So, just enjoy and be grateful every day.

Cheers,

Avina
Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda