salah satu kelemahan gw adalah dalam hal berkomunikasi dan bergaul. sampe saat ini gw masih takut untuk memulai sebuah pertemuan dengan ngomong duluan. apalagi ama orang yg blm gw knal. bahkan sama org yg gw kenal (tapi orang itu ga knal gw, contohnya anak2 2006) ga pernah sekalipun gw nyapa duluan. knapa ya bisa demikian? pada akhirnya hal2 seperti itu bikin gw jadi males bergaul dengan mereka, merasa mereka nyeremin, dan klo gw ga ada temen gw ga berani berinteraksi sama mereka.
bahkan di bem pun demikian. coba aja lo tanya adakah yang kenal sama Avina Nadhila Widarsa di BEM FISIP UI 2009? pasti kurang dari 30 orang yang tau gw..huhuhu..miris amat deh idup gw. ga kenal banyak orang. ga bisa berinteraksi dengan orang secara berkelanjutan.
oh, jangan jauh2 di HI aja paling yang tau gw cuma anak 2008, sebagian 2007, dan mungkin 2005. bahkan gw ga populer di mata dosen. ohohohoh...di SMA pun demikian, apalagi di SMP...
uh, bukan masalah sekolah aja. di lingkungan keluarga gw juga demikian. sikap ke-introvert-an gw menjadi masalah banget dalam menjalin komunikasi dengan keluarga. jangankan keluarga jauh.bahkan sama nyokap, bokap, n adek2 gw suka ga paham sama apa yg gw omongin. apalagi gw makin nervous klo disuruh ngadepin om, tante, n sepupu gw...apalagi klo ngomong sama sodaranya nenek gw, spupunya nyokap gw, atau anaknya sepupunya nyokap gw...


hhhaaahhhaaaa



percaya ga lo?
Read More
In the Name of Allah
Assalamualaikum wr.wb.

Hai2, setelah beberapa postingan yang lalu gw tidak banyak menceritakan tentang kehidupan pribadi gw, sekarang saatnya untuk -----CURhatCOLongan------hehehe

Libur, sampe Agustus ini gw isi dengan kegiatan yang insya Allah bermanfaat :
>>SP (tadinya sempat agak menyesal, liburan gw terenggut buat SP, tapi akhirnya gw bersyukur ikut SP. Selain ngurangin beban buat semester depan, ngisi waktu libur buat kegiatan yang bermanfaat gak salah kan?hhe)
>>Kajian (yah, you know lah, sejak Feri bilang "hidup lo gak ada satu hari pun yang gak bakal disibukkan dengan kastrat" *lebay*, jadi konsekuensi gw masuk departemen ter----- di bem fisip ini yah harus dijalankan, setiap jumat pasti ada kajian2 unik ttg permasalahan2 yg ada di bangsa ini, yang insya Allah bakal gw terbitin jadi jurnal =)
>>Nulis (nulis....apa aja, update blog ini terutama, gw juga pingin ikut lomba essay yg hadiahnya ke Jepang itu lho..doain ya..hehehe..trus oh, ya nulis buat KSM, Kastrat (buat dikirim koran nih..hhe), sm edit2 ada deh..)
>>Mengaji (akhirnya gw kembali ke jalan yg bnar =)
>>Nonton debat capres (sebagai calon ahli politik, yang satu ini wajib lah gw lakukan, baik on-air maupun off-air, liputannya tunggu ya di blog ini)
>>Main2 sama adek2 n sepupu2 gw (bermanfaat, soalnya klo ga libur rasanya gw jaaauuuuhhhhh bgt ama mereka)

yah mungkin segitu dulu agenda gw..bisa jadi besok gw ubah lagi...

ngomong2 soal liburan, gw agak iri dengan nyokap dan adek2 gw. Tadi pagi nyokap dah berangkat ke Malaysia buat liburan sama temen2nya (hikss...gw ga diajak dengan alasan kamu kan mau ke Vienna =(, trus adek2 gw mau ke Bali sabtu depan.
Gw diatwarin sih ke Bali, cuma masih ragu aja, soalnya gw denger2 di Bali udah ada 1 WN Inggris yang kena SWINE FLU..hiii...mana perginya tanggal 4-6, which means gw harus mengorbankan sehari untuk bolos SP...(eh2, gw ga pernah bolos lho klo kuliah, kecuali untuk hal2 tertentu =)
aduh2...swine flu ini makin meresahkan aja..bahkan di Jakarta udah ada yg kena (seorang pilot yg bru pulang dri Australia...)

gara2 flu H1n1 ini gw jg mikir2 lagi buat ke Vienna...dari awal sih sebenernya gw juga mikir2 bakal jalan gak nih rencana ikut VIMUN, secara lo tau kan berapa duit yang mesti keluar buat ke sana? ah..gw pikir2 mending ditabung buat rencana yang lain...
makanya gw sekarang gak terlalu mikirin bakal ke sana bangetbangetbanget

emang sih this is such a great opportunity, cuma yah...gtu deh...mana ada banjir2 sgala di sana..udah bikin gw serem aja...(faktor utamanya sih masalah finansial)

huhuuuuhuu..ya udah deh klo ga jadi gapapa..smoga Allah ngasih gw yg lebih baik dari ini..amin...


Wassalamualaikum Wr.Wb.
Read More
Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamualaikum Kawan! hari ini gw lagi mencari2 file tentang 20 ciri2 laki2 idaman versi Qawat, tapi gak nemu..adanya ini..dibaca yah..hehe =)

Lelaki acuan Al-Quran ialah seorang lelaki yang beriman
Yang hatinya disaluti rasa taqwa kepada Allah SWT
Yang sentiasa haus dengan ilmu
Yang sentiasa dahaga dengan pahala
Yang salatnya adalah maruah dirinya
Yang tidak pernah takut berkata benar
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu
Lelaki acuan Al-Quran adalah lelaki yang menjaga tutur katanya
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya
Yang sentiasa berbuat kebaikan kerana sifatnya yang pelindung
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jembalang
Lelaki acuan Al-Quran ialah lelaki yang menghormati ibu bapaknya
Yang sentiasa berbakti kepada kedua orangtua dan keluarga
Yang bakal menjaga keharmonisan rumah tangga
Yang akan mendidik anak dan isteri mendalami agama Islam
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan
Kerana dunia baginya adalah rumah sementara menunggu akhirat
Lelaki acuan Al-Quran sentiasa bersedia untuk agamanya
Yang hidup dibawah naungan al-Quran dan mencontohi sifat Rasulullah SAW
Yang bisa diajak berbincang dan berbicara
Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya
Lelaki acuan Al-Quran tidak pernah membazirkan masa
Matanya kepenatan kerana kuat membaca
Yang suaranya lesu karena penat mengaji dan berzikir
Yang tidurnya lena dengan cahaya keimanan
Bangun subuhnya penuh dengan kecerdasan
Kerana sehari lagi usianya bertambah penuh kematangan
Lelaki acuan Al-Quran sentiasa mengingati mati
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat
Yang mana buah kehidupan itu perlu dipertahankani dan dijaga
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian
Lelaki acuan Al-Quran ialah lelaki yang tidak mudah terpesona
Dengan buaian dunia
Kerana dia mengimpikan Syurga
Disitulah rumah impiannya
Bersama wanita acuan al-Quran
(sumber: internet, dengan perubahan)
Read More
assalamualaikum wr. wb.
bismillahirrahmanirrahim

jadi, tadi pagi saya lewat Kesehatan Raya sewaktu mau berangkat ke kampus bersama bapak saya tercinta, ketika si Bapak sedang berkeluh kesah tentang si Nenek, saya terhenyak melihat poster " Pasangan Nusantara, silahkan plih Istri berjilbab atau yang tidak berjilbab " dengan foto JK-Wiranto plus istri2nya yang katanya istri solehah itu dan dibawahnya ada pas foto kecil ukuran 3X4 (yah kecil deh pokoknya) foto SBY dan istri serta Boediono dan istri yang gak memakai jilbab....
PARAH BANGET deh kampanyenya sekarang

makanya tim SBY-Boediono langsung meminta JK untuk menegur tim suksesnya....
maenannya udah agama lagi...mana di Medan isu tentang istri Boediono seorang katolik santer berhembus dan langsung dibantah Ny. Herawati Boediono dengan perkataan : Saya sholat 5 waktu kok...(TVone)

ah, mana yang bener mana yang salah yg jelas kampanye dalam pemili presiden 2009 ini sudah semakin kotor saja (baca:tak beretika)

PS: Tulisan ini saya buat bukan untuk mendukung ataupun menghancurkan salah satu pasangan capres-cawapres, just SHARE idea...hheheehee
Read More
sakit hati.sakit jiwa.sakit batuk.sakit pilek.sakit gigi.sakit gila.benar2 sakit...


menunggu tanpa harapan. sia-sia dengan kekosongan. tak mampu lagi bermimpi. bahkan sekedar punya keinginan.

ingin mati saja rasanya. tapi tidak boleh. karena hal itu dilarang tuhan.

bersyukur sajalah. semoga ada jalan. semoga yang baca ga cuma sekedar lewat. tapi juga berkomentar...
Read More
Lebih dari satu bulan yang lalu pasangan SBY-Boediono mendeklarasikan keikutsertaan mereka dalam pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan berlangsung pada 8 Juli mendatang. Deklarasi yang dilakukan pasangan ini bertempat di Sasana Budaya Ganesha, Bandung. Pemilihan gedung tersebut memiliki makna tersendiri bagi calon presiden dan calon wakil presiden ini. Pun begitu dengan masyarakat Indonesia dan mahasiswa ITB pada khususnya. Pemilihan gedung yang bertempat tidak jauh dari kampus ITB tersebut (bahkan dalam gedung milik ITB) membuat kontroversi di kalangan mahasiswa. Dipilihnya Sasana Budaya Ganesha yang merupakan balairungnya ITB, bagi khalayak umum dapat diintrepretasikan sebagai keberpihakan pihak kampus ITB kepada salah satu pasangan capres-cawapres. Inilah yang kemudian membawa kontoversi baik dalam kampus dan di luar kampus. Pada hari itu sebagian mahasiswa ITB menggelar aksi unjuk rasa menolak adanya politisasi kampus. Dalam salah satu spanduk yang dibentangkan tertulis "Netralitas Kampus, Harga Mati!". Bahkan, untuk menyanggah pendapat yang berkembang di masyarakat umum, pihak KM-ITB dalam websitenya (12/6) mengeluarkan pernyataan bahwa sebagai institusi pendidikan, kampus ITB (terutama mahasiswanya) tidak pernah menunjukkan keberpihakan kepada capres-cawapres tertentu. Jadi, rumor mengenai pernyataan rektorat ITB yang mendukung pencalonan pasangan SBY-Boediono tidak benar.

Dari kasus tersebut dapat kita lihat bahwa kampus memiliki peran strategis dalam kampanye politik para calon presiden dan calon wakil presiden. Dukungan dari kalangan kampus (baik itu rektorat maupun mahasiswanya) merupakan modal politik yang dapat menjadi sebuah kekuatan untuk meraih suara dalam pemilu presiden nanti. Dari kampus banyak dilahirkan ahli-ahli dan pengamat-pengamat dalam berbagai bidang terutama dalam bidang sosial, politik, dan ekonomi yang tentu saja sangat diperlukan analisanya menjelang pilpres ini. Mahasiswa, sebagai kelompok terbesar yang berada dalam kampus juga memiliki peran yang sangat penting sebagai agen pembawa perubahan dan pencipta opini publik. Apabila pasangan calon presiden dan wakil presiden sudah mendapat dukungan dari mahasiswa, dapat diperkirkan perjalanannya menuju tampuk kepemimpinan (dan pada saat ia memimpin nantinya) akan mulus, jauh dari aksi unjuk rasa. Betapa strategisnya peran kampus, sehingga kampus sangat rentan dengan politisasi dari pihak-pihak tertentu. Salah satu cara untuk meraih dukungan dari pihak kampus ialah dengan mendukung isu-isu tertentu yang sedang hot-hotnya di kalangan civitas akademika seperti penolakan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP)yang diajukan pasangan Megawati-Prabowo. Hal ini cukup menarik karena sebagian besar civitas akademika dalam kampus menolak adanya UU BHP. Keberpihakan Mega-Pro terhadap penolakan UU BHP dapat dijadikan sebagai alat menjaring dukungan dan simpati dari seluruh civitas akademika dalam kampus. Inilah yang dapat menjadi cikal bakal politisasi dalam kampus.

Oleh sebab itu, DPR kemudian membuat UU No. 10 Tahun 2008 mengenai pemilu yang salah satu pasalnya berbunyi bahwa lembaga maupun institusi pendidikan harus bebas dari kampanye. Diharapkan adanya pelarangan kampanye (yang termasuk di dalamnya dialog terbuka, debat kandidat, dan mimbar bebas) dalam kampus tersebut dapat menghindari adanya upaya politisasi pihak-pihak tertentu dan menjada netralitas kampus dalam pemilu 2009. Tak heran, di pintu masuk kampus UI menjelang kampanye pemilihan anggota DPR, DPRD, dan DPD beberapa waktu lalu dibentangkan spanduk "Peserta Kampanye Dilarang Masuk Kampus". Pertanyaannya sekarang, apakah kampus harus benar-benar tertutup dari hingar bingar pesta demokrasi tahun 2009?

Sebagai institusi pendidikan, baik itu perguruan tinggi, sekolah menengah maupun sekolah dasar memang harus bebas dari upaya politisasi. Secara etis, lembaga maupun institusi pendidikan memang tidak pantas dijadikan sebagai alat politik. Sebagai tempat menimba ilmu, kampus dan lembaga pendidikan lain selayaknya tidak boleh 'dinodai' oleh intrik-intrik busuk politik. Namun, di sisi lain kampus juga seharusnya menjadi tempat pendidikan untuk semua bidang ilmu, termasuk pendidikan politik. Adanya UU No.10/2008 tersebut menutup kesempatan pihak kampus untuk memberikan sebuah pendidikan politik terhadap warganya. Ambil contoh, pelarangan debat capres-cawapres dalam kampus. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat disayangkan, karena kampus sebagai tempat berkumpulnya para intelektual muda tidak diberikan kesempatan untuk melihat seberapa besar kualitas calon presiden dan calon wakil presiden yang akan mereka pilih nanti. Adanya dialog terbuka dengan para kandidat calon presiden dan calon wakil presiden juga merupakan sebuah pendidikan politik yang baik bagi seluruh civitas akademika.

Memang, di sisi lain kita tidak dapat mengelak, jika kepentingan-kepentingan politik dalam pilpres ini masuk ke dalam kampus melalui kampanye politik, kenetralitasan kampus akan dipertanyakan. Namun, apabila pihak kampus memberikan kesempatan yang sama kepada semua capres-cawapres kemungkinan stereotipe bahwa kampus memihak calon tertentu mungkin tidak akan ada. Hal ini lebih baik daripada kampus hanya membuka pintunya untuk capres-caawapres tertentu, seperti yang dilakukan ITB sehingga menimbulkan stereotipe negatif di masyarakat.
Read More

Yth.

Bapak Susilo Bambang Yudhoyono

Ditempat

Assalamualaikum, wr wb

Perkenalkan nama saya Sarah Tavia, saya ingin menyampaikan beberapa pertanyaan dan saran.

Mudah-mudahan, jika bapak terpilih, saran saya dapat membantu bapak agar menjadikan Indonesia menjadi negara yang terus berkembang dan maju.

- Apakah visi dan misi bapak, jika bapak terpilih menjadi presiden lagi nantinya?

- Menurut saya, pembagian BLT kurang merata. Juga termasuk pengamanannya. Warga banyak yang berdesak-desakan bahkan meninggal hanya karna pembagan BLT yang kurang pengamanan. Bagaimana pemecahannya?

- Di Indonesia pengangguran banyak sekali. Sekiranya, jika bapak terpilih, dapat menyediakan lapangan pekerjaan gratis bagi para pengangguran.

- Dari dulu, saya bercita-cita membangun sebuah tempat penampungan bagi semua manusia yang berada dibawah garis kemiskinan. Saya berharap bapak dapat membuat penampunan itu.

- Apa yang mendorong bapak untuk menjadi presiden Indonesia kembali?

- Mengapa bapak memilih pak Boediono menjadi wakil bapak?

- Banyak janji-janji yang diberikan calon presiden. Di antara itu, yang dipentingkan hanyalah pendidikan dan ekonomi kerakyatan. Saya mohon dengan sangat, pendidikan dan pembagian BLT lebih ditingkatkan.

Pendapat saya tentang bpak SBY:

- Keluarga saya berkata, bahwa bapak sudah pantas menjadi presiden Indonesia. Bapak mebuktikan banyak kemajuan.

- Menurut saya, bapak sangat adil dan bijaksana. Dan cepat mengambil tindakan.

- Bapak baik terhadap rakyat yang membutuhkan uluran tangan bapak. BLT makin meningkat sejak bapak terpilih menjadi presidn RI.

Cukup sekian surat dari saya, sekiranya dapat diterima. Pokoknya bapak tetap menjadi pilihan saya, dan …Lanjutkan!

Wassalamualikum, wr wb.




iya, ini surat yang dibuat adek sepupu gw yang masih duduk di bangku kelas V SD. Bayangin, anak kelas V SD udah bisa nentuin orientasi politiknya sendiri -ada pengaruh dari ortunya jg sih..hehehe-


Jadi inget dulu gw waktu SD emang udah tertarik banget sama dunia politik. Apalagi waktu jaman2nya pergantian orde dari orde baru ke orde reformasi, pas tahun1998. Gw ngikutin setiap detil perkembangannya dan mencoba menganalisis berbagai sisi politis dari sudut pandang seorang anak kelas 2 SD =)

Selain itu, keluarga gw juga suka banget ama berita2 politik (terutama bokap n nenek gw, they always have encourage to talk about politics..hhahhaa)

Gak heran kan kenapa gw memilih Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebagai kampus gw saat ini...=)


Read More
JK : " UU BHP itu sangat bagus, karena kampus dan lembaga pendidikan lain bisa langsung mengelola keuangannya sendiri, secara otonom sehingga tidak perlu lagi berurusan dengan birokrasi yang sulit jika ingin meminta dana untuk penelitian dan pengembangan IPTEK serta SDM dalam kampus"

Seorang mahasiswa kemudian nyeletuk " Kalo urusannya cuma birokrasi, kenapa mesti mengorbankan kepentingan rakyat untuk mendapatkan akses pendidikan. Apakah dengan BHP pemerintah tidak sedang menerapkan pendidikan yang tidak bisa diakses untuk rakat miskin dengan menetapkan 20% jatah untuk mereka dalam BHP, mengapa tidak membiarkan seluruh rakyat miskin bebas masuk perguruan tinggi 100%?"

JK: "Wah, anda tidak bisa begitu juga donk. Kalo 100% rakyat miskin yang menikmati, yang kaya bagaimana? Ini juga diskriminasi namanya" (Jadi inget gw sama kasus IC..hhiihiiihii)

Dialog interaktif yang diadakan Suara Mahasiswa UI itu pun terasa hambar. Bahkan ketika saya bertanya mengenai "apa makna pendidikan bagi seorang JK?" Ia hanya menjawab pelan, "ya..pendidikan itu kan untuk mengangkat harkat martabat bangsa, melalui pendidikan, kita ciptakan teknologi yang bisa menghasilkan pendapatan melalui pemanfaatan teknologi tersebut secara ekonomis dan membuka lapangan kerja"

Dalam hati, saya hanya bisa berkata...yah, sudah lah capres ini memang tidak terlalu pusing tentang masalah pendidikan. Semua bidang dia kaitkan dengan ekonomi. Science for profit. Gak ada yang salah sih, namanya juga Saudagar.

Tiba2 di akhir acara ada sseorang mahasiswi yang dengan lantang berbicara "INTERUPSI! Walaupun Bapak setuju dengan UU BHP namun saya dan teman2 tetap akan memperjuangkan JR BHP dan INGAT! walaupun kami di sini berjaket kuning bukan berarti kami simpatisan GOLKAR!"

Kemudian JK dan beberapa orang di belakangnya hanya terkekeh " Yah, saya juga kesini diundang, hanya untuk dialog, jadi tidak kampanye sebenarnya".....disambung dengan ketawa kecil gak jelas...

Terbukti kan, suara mahasiswa ga dianggap sama orang nomer dua di Indonesia.....

*Catatan kecil dari Dialog INteraktif mengenai UU BHP bersama JK di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, 16 Juni 2009
Read More
Hari ini aku memang berencana pulang ke rumah naik kereta. Seperti yang kalian tahu, sebenarnya jarak dari depok ke bintaro bisa ditempuh setengah jam perjalanan jika tidak macet dan menggunakan mobil. Kalau naik deborah pun paling lama hanya satu jam (Sampai Lebak Bulus).Sementara, jika naik kereta, aku membutuhkan waktu satu sampai dua jam, karena harus memutar dahulu mengelilingi ibukota. Tidak ada sambungan rel kereta yang langsung dari Depok-Serpong. Namun, hari ini aku memilih naik kereta. Mode transportasi murah, bebas macet, paling disukai banyak kalangan. Dari eksekutif muda sampai mbak2 SPG. Dari anak sekolah sampai pedagang beras. Semuanya ada di kereta.
Selain itu, juga untuk menghindari kemacetan parah di dekat gerbatama gara2 perbaikan jembatan yang macetnya sampai ke Depok, sehingga pintu masuk UI pun dibuka untuk umum demi mengalihkan kemacetan teresebut.

Alhamdulillah, begitu sampai di stasiun UI, tak lama menunggu kereta jurusan tanah abang datang. Tak ada pilihan lain, kereta itu penuh dengan penumpang sehingga aku harus berdiri di tengah berbagai macam manusia. Memang, perjalanan Depok-Tanah Abang aku tempuh menggunakan kereta ekonomi. Realitas sosial yang tidak jauh beda aku alami jika pulang-pergi ngajar ke Citayam menggunakan KRL ekonomi tujua Bogor. Masih ada penjual minuman, pedagang asongan (mulai dari buah, buku, aksesoris), pengamen (baik yang masih sehat maupun yang -kurang sehat-), dan lain-lain. Tapi, kali ini tidak ada anak kecil peminta2 yang suka "membersihkan" lantai kereta. Tidak ada lagi ibu2 yang berpura2 jadi gila meminta sesuap nasi. Yang ada "hanya" pengamen2 yang menggunakan kaset dangdut yang ia putar keras2 dng 'sound systemnya' dan pedagang2 tahu, buah, dan buku yang mondar-mandir kesana kemari sepanjang gerbong.

Setidaknya, perjalananku kali ini cukup menyenangkan dengan KRL ekonomi, karena tidak banyak 'pengganggu' yang memintaku berpikir dua kali untuk mengeluarkan segenggam logam. Ya, teman. Aku memang bukan orang yang mudah untuk 'beramal' terlebih kepada peminta2. Bukannya aku pelit, tapi sampai sekarang aku belum bisa menemukan jawaban bahwa memberikan mereka uang, adakah faedahnya? Mungkin hanya untuk beberapa saat, sebelum uang itu masuk kembali ke kantong bos2 mereka, atau dibelikan rokok (seperti pengamen yg tadinya ingin kuberikan tapi tidak jadi). Paling banter masuk ke dalam perut mereka melalui nasi bungkus yang dibei di warteg. Ahh...sudahlah..kalau berbicara tentang fenomena sosial di dalam kereta pasti tak ada habisnya...nanti aku lanjutkan lagi...
Tapi, tunggu dulu. AKu masih menyimpan cerita selanjutnya. Perjalananku dengan kereta tidak berhenti di stasiun Tanah Abang. Dari Tanah Abang aku masih harus melanjutkan perjalanan sampai stasiun Pondok Ranji. Kali ini tidak lagi naik KRL ekonomi, melainkan naik ekonomi AC Ciujung yang harganya 45k rupiah. Setidaknya lebih nyaman karena ada AC dan ga ada pengamen, pedagang asongan, atau peminta2 yang lewat dalam kereta.

Tak disangka sebelum naik kereta, di stasiun aku bertemu teman lama. Yah, sebut saja Mr. X. Dia teman SDku. Wajahnya tak banyak berubah.hny postur tubuh yang nampak lebih atletis (karena trnyt dia sering fitness) dan lebih cempreng suaranya. Tapi, klakuannya masih seperti anak SD..menyebalkan,aneh, tp suka bikin ketawa=)

Ah, tapi aku cerita ini bukan berarti ada apa2nya lo sama dia....

Sebelum naik kereta, ternyata sudah bannnnyyyaaakk IBU2 yang menunggu untuk naik kereta yang sama. Si Mr. X bilang "Jangan ampe kalah ama ibu2, soalnya mereka ganas2 klo berebutan kursi, gw aja pernah dihadang pake tangan biar ga masuk duluan"..hhhee..dalam hati aku bilang, ah itu sih, aku udah tau. Wong ibuku juga kayak gituu klo naik kereta..hhhheee

Perjalanan pun dilanjutkan, akhirnya aku dapat tempat duduk dan kusediakan tempat di sebelah juga tempat untuknya.(Bahkan ibu2 di sebelahku sengaja ngetake tempat dng bed cover yg bru ia beli dr pasar..wuih..niat banget nih ibu). Sebenernya ini cuma omong2 biasa. Cerita tentang kampus. Mr. X sekarang kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di bilangan Jakarta Barat di jurusan teknik. Saya terinspirasi dari kisahnya untuk menulis notes ini.

Alkisah, sewaktu Mr. X kelas 3 SMA dia berniat melanjutkan kuliah di sekolah tinggi penerbangan. Namun, sama ayahnya tidak boleh. Alasannya menurut saya kurang logis dan kurang bisa diterima : "klo jadi Air Crew itu ga boleh cacat sama sekali, sekalinya cacat kamu diGrounded untuk selamanya". Begitu kira2 alasan ayahnya. Teman saya itu tentu saja tidak terima karena alasannya hanya begitu. Karena ia sudah niat, maka pada waktu dibuka pendaftaran bersama temannya ia nekat untuk daftar dan mengikuti tes di dekolah penerbangan itu. Bahkan sampai merogoh koceknya sendiri. Tahapan demi tahapan ia lalui, dan akhirnya ia BERHASIL diterima di sekolah penerbangan tersebut. Ia pikir dengan adanya bukti bahwa ia mampu masuk ke sekolah tersebut ia dapat meluluhkan hati ayahnya. Ternyata TIDAK kawan. Ayahnya tetap teguh pendirian melarang anaknya masuk ke sekolah penerbangan. Padahal, ayahnya juga seorang Air Crew. Perdebatan panjang pun berlangsung, dan akhirnya tetap dimenangkan oleh sang Ayah dengan alasan yang sama seperti sebelumnya. Sang Ibu pun sudah angkat tangan. Sang ayah tetap tidak membolehkan Mr. X masuk ke sekolah penerbangan padahal ia sudah diterima. Ayah Mr. X kemudian menyarankan agar anaknya mengambil jurusan teknik perminyakan di sebuah perguruan tinggi negeri terkenal di Indonesia, namun sayangnya Mr.X gagal masuk ke perguruan tinggi tersebut, sehingga harus kuliah di tempatnya sekarang. Mr. X. sebenarnya sudah dapat membuktikan bahwa kekhawatiran ayahnya tentang kemungkinan dia di-grounded sangat kecil. Terbukti, dirinya tidak memiliki cacat fisik sama sekali, tidak merokok, no alcohol, dan sangat menjaga kebugaran tubuhnya dengan fitnes (bahkan waktu saya ketemu dia mau pergi fitness).
Ahhhh...miris saya mendengar cerita Mr. X. Sebuah cita2 harus kandas karena keinginan orang tua. Saya jadi teringat kisah saya setahun yang lalu, di mana saya keukeuh pingin masuk HI UI, tapi ibu saya (dan nenek serta kakek saya) masih berharap saya melanjutkan ke kedokteran. Sementara Om saya menyarankan masuk ke hukum, dan bapak saya masih ingin anaknya mencoba masuk di jurusan teknik ITB.

Memang, terkadang orang tua punya maksud sendiri mengapa mereka memilihkan jurusan untuk anaknya. Pun begitu, mengapa mereka tidak membolehkan anaknya memasuki bidang tertentu. DI lain pihak, anak juga tentu memiliki sebuah cita2 besar yang belum tentu sejalan dengan pikiran kedua orang tuanya. Kejadian seperti ini juga menimpa teman saya semasa SMA, yang bercita2 menjadi seorang ******* eh malah masuk *******. Jauhhh sekali dari bidang yang ingin ia tekuni. Menjadi dilema, ketika di satu sisi kita ingin membahagiakan dan berbakti kepada orang tua, sementara di sisi lain kita juga punya cita2 dan idealisme yang sesuai dengan minat dan bakat kita.

Cerita2 ini mungkin sangat banyak terjadi di sekitar kita. Saya hanya bisa bersyukur karena orang tua saya pengertian dan bisa memahami keinginan anaknya. Sekarang, malah mereka SANGAT mendukung bidang yang saya tekuni. Kuncinya cuma satu : KOMUNIKASI, ya komunikasilah yang harus dilakukan agar tercapai win-win solution, sehingga orang tua tidak perlu memaksakan kehendak kepada anaknya dan sang anak dapat mengakomodasi keinginan orang tuanya....

=)
Read More
http://www.facebook.com/note.php?note_id=88587394737

Aku juga punya nenek...
dia yang udah ngebantu aku (lebih secara finansial tepatnya, mulai dari aku lahir sampai segede ini)
aku sayang sama nenekku....
walaupun beliau kolot
kata2nya suka gak dikontrol
bahkan adek aku sangat benci denganya (karena mulut nenekku yg orang padang itu emang kadang gak suka mikir perasaan orang lain)
kadang (sering) keras kepala
kata ayahku "kemauannya sukar ditebak"
beliau memang menjadi seorang pribadi yang keras
mungkin karena tempaan hidupnya membuat beliau sangatttt bertangan besi
mandiri, berusaha senantiasa tidak merepotkan orang lain
klo ada orang yang boleh aku kasih penghargaan "the lifetime achivement award"
mungkin dia orangnya
atas pengabdiannya pada keluarga
kasih sayangnya -yang kadang sulit diterjemahkan oleh anak, mantu, maupun cucu2nya-
bahkan caranya kadang-sering-selalu membuat kami menggeleng2kan kepala, gak tahan dengan sikapnya...
kadang saya juga merasa nenek terlalu mengistimewakan saya dan khalid sebagai cucu pertama dari anak perempuannya...tapi, yah namanya juga orang padang...hubungan matrilineal tidak bisa dipisahkan dari hidupnya...di zaman modern skalipun

sayapun sudah pernah membicarakan hal ini dengannya
mudah2an dia mau mengerti dan mengubah sikapnya...

makasih nek....

-cucumu tersayang, smoga bisa selalu jadi kebanggaan
Read More
sedang mencoba untuk memahami bahwa belajar tidak harus mengharapkan nilai SEMPURNA, berorganisasi tidak harus mengharapkan jabatan TERTINGGI, mencintai tidak harus mengharapkan untuk MEMILIKI..
Read More
VIENNA INTERNATIONAL MODEL UNITED NATIONS
OKK UI?
SIMPOSIUM/SEMINAR NASIONAL "MEMBANGUN VISI INDONESIA KE DEPAN"
THE HANDBOOK OF STUDENT MOVEMENT
JURNAL KASTRAT
KADAIS
PEMIRA UI 2009 (PO?hahahaha)
ada tambahan lg?

Read More
assalamualaikum
bismillahirrahmanirrahim

gw cuma mau cerita, hari minggu yg lalu gw diajak om dan tante gw ke salah satu pernikahan anak menteri (yg skg SANGAT2 mendukung...apa jng2 jd CMny si Bapak LANJUTKAN!) di JHCC
WUIH!Itu pernikahan termewah yang pernah gw liat...mana undangannya banyak banget lagi...denger2 nyampe 10000 orang...lo bayangin aja, udah kayak nonton konser deh pokoknya..salaman aja ngantrinya bisa setengah jam (lebih kali klo lo ga pake "jalur EXPRESS"..ehehehe)
Jadi ceritanya gw mau pulang dri Bandung hari Minggu kmaren, skalian aja diajak om&tante gw ke pesta itu. Bahkan gw ga bawa baju pesta, akhirnya gw pake baju tante gw. Sepatunya? Dibelii baru dong..hhheee (MAKASIH TANTE:)
nyampe2 gw masih sempet sholat maghrib..udah mepet bgt tuh pdhl...
o, ya sebelum itu karena om&tante gw bukan penganut orang-yang-rela-antri-lama, pas kita liat ada mobil menteri (RI 22, masuk lewat jalur khusus kita ikutin aja ke dalem,..hhhe, sayangnya krn kt blm ganti baju jd ga bisa langsung turun deh..)
malem itu gw belajar banyak hal..
Oh, gini klo anak menteri plus anak salah satu kerabat keraton yg nikah, undangannya banyak banget cuy...gw kasian sama mempelai n kdua ortunya..capek bgt kali berdiri buat nyalamin 10000 undangan..hhhe.yah, tapi salah dia sendiri ngapain ngundang org bnyk2 (gengsi juga kali masa anak menteri pestanya cuma "segitu")
Pas gw liat kdua mempelainya emang TOP banget, yang satu GANTENG (lucu lebih tpatnya) yang satu CANTIK (manis lebih tpatnya). Ah, pokoknya kawinan sodara gw yg di bidakara KALAH JAUH sama yg ini...lo tau ga MCnya siapa? Helmy Yahya bokk..plus diiringin musik dri Purwacaraka Big Band...gile...berapa miliar yang diabisin buat semalem? Blm lagi undangannya yang super-duper besar nan elegan..mahal bgt tuh pasti biaya kluar
kata om gw : gak semuanya kok mereka tanggung, kan ada sponsornya juga dr tmen2 mreka..lha, emangnya ini konser musik ada sponsor2an sgala?
Ah, satu hal yg gw sesali..banyak2 org2 hebat yg gw temuin tp GW GAK BERANI NYAPA.Termasuk Tina Talisa yang jadi announcer di TVone.pAdahal dia baik banget kayaknya...sayang, padahal klo bisa gw dapet kontaknya dia kan lebih enak. siapa tau bisa diajak kerjasama buat OIS atau Seminar / Simposium kastrat. Ada juga sih Haykal Kamil, tapi gw ga tertarik untuk knalan lebih lanjut...

Satu pelajaran berharga yang gw ambil dari sini : GW GA AKAN NGUNDANG 10000 UNDANGAN klo gw NIKAH nanti..secara bokap gw bukan menteri. Kalopun gw harus ngundang banyak orang. GW GA AKAN MISAH2in antara TAMU ISTIMEWA/KELUARGA/TAMU BIASA...apalagi bikin pernikahannya eksklusif...aduh jangan sampe deh...
Read More
Yesterday, I was attending a SUPERB wedding party, with a enormous number of guest.

Pestanya anak Hatta Rajasa yang pertama, ngabisin berapa miliyar buat perhelatan satu malam?
Read More
gw pikir, semester ini ga ada yg dpt nilai dibawah A-
ternyata gw ga bisa lepas dari kenyataan
bahwa usaha yang gw lakukan selama mengikuti kelas MPK bahasa Inggris hanya membuahkan nilai JAUH DIBAWAH HARAPAN GW

kecewa....BANGET,,,,
SYOK banget! sebenernya gw berharap banyak karena gw udah BERUSAHA jauh lebih maksimal pas UAS
tapi,,ternyata hasilnya belum cukup memuaskan


mungkin Allah punya rencana lain di balik itu semua
menguji gw dengan nilai rendah
sebelum dikasih hadiah terindah di semester ini
ALHAMDULILLAH
apapun yang Dia kasih, gw syukuri...baik buruknya...
itu emang udah yang terbaik buat gw....

sabar ya vin...
mungkin belum saatnya lo dapet nilai SEMPURNA
tapi gw yakin semua ini ada rewardnya
berarti gw harus lebih berusaha lagi di semester yang akan datang


Semoga Allah mengganti kekecewaan ini dengan kebanggan tak ternilai
Memudahkan jalan untuki mengikuti VIMUN 2009

...amin...
Read More

0806352220 - Avina Nadhila W

Mata Kuliah UUI11010 - MPK Bahasa Inggris
Nilai Akhir 74.8
Nilai Huruf B

Range Nilai dan Nilai Komponen

Nilai Min Max
A 86 100
A- 81 86
B+ 76 81
B 71 76
B- 66 71
C+ 61 66
C 56 61
C- 51 56
D 41 51
E 0 41
Komponen Nilai
Mid-Term Test 68.00
Final Test 76.00
Peer evaluation 80.00
Teacher evaluation 80.00
Paragraph & Summary 70.00
Essay 80.00
Reading Journal 80.00
Read More


Nothing is impossible, it's just the matter wheter you wanna make it true or not

kali ini ada yg bru dri kampus

bukan lg anak satu fakultas, apa lagi satu jurusan

but still too high for me

hahahahaha

Read More

Hari Minggu, 31 Mei 2009, rencananya akan diterjunkan sekitar 100 satuan petugas untuk menyebar teror antirokok di kampus Universitas Indonesia, Depok. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka hari tembakau sedunia 31 Mei 2009.

Pasukan teror akan membagikan stiker yang memuat bahaya merokok. Stiker mengeksploitasi visual dampak buruk merokok seperti gambar bibir yang terpapar kanker mulut, dan gambar tenggorokan yang terbuka akibat kanker.

Berdasarkan pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 81 tentang Kawasan Dilarang Rokok, Universitas Indonesia merupakan salah satu kawasan wajib bebas asap rokok. Sebab itu UI ingin melakukan langkah nyata dalam menumbuhkan kesadaran bahaya rokok dan mewujudkan 2012 sebagai tahun UI Bebas Rokok.

Selain menerjunkan pasukan teror antirokok, peringatan hari tembakau juga akan diisi seminar. Tema-tema yang akan dikupas antara lain, ‘Pictorial Health Warning & Second Hand Smoke’, ‘Gambaran Perokok di Kampus UI’. Rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan Pembentukan Pokja serta penyematan pin “Pendukung UI Bebas Rokok 2012″.(VIVAnews.com, dr TVone.com)

Berita itu baru saya baca tadi pagi di situs tv0ne. Menanggapi tulisan tersebut, saya berpendapat menjadikan UI sebagai kawasan bebas rokok memang tidak mudah. Pasalnya, banyak sekali warga kampus UI (mahasiswa,dosen,karyawan) yang sangat sukar untuk disadarkan tentang bahaya merokok ini. Di fakultas saya sendiri (FISIP), hampir tiada hari tanpa asap rokok, terutama di kantin dan di koridor bawah gedung Koentjaraningrat. Wacana tentang adanya kawasan bebas rokok di kampus (FISIP terutama) memang sudah mengemuka akhir-akhir ini, namun saya rasa masih banyak sekali kalangan yang menentang adanya kawasan bebas rokok.

Sebagai seorang yang tidak merokok, tentu saja saya setuju adanya kawasan bebas rokok di UI. Sayangnya, beberapa teman saya (terutama yang merokok) menganggap hal itu sebagai bentuk pendiskriminasian bagi mereka. Mereka berpikir bahwa adanya kawasan bebas rokok hanya menambah jelek image perokok di mata masyarakat. Mereka berargumen merokok merupakan hak pribadi mereka dan tidak bisa diubah lagi karena sudah merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan.

Kampus yang nyaman dan bersih merupakan impian kita semua. Tanpa lingkungan yang nyaman, berakivitas di kampus pasti terasa tidak enak. Adanya upaya rektorat untuk menjadikan UI sebagai kawasan bebas rokok merupakan usaha yang patut diacungi jempol, walaupun hal ini perlu waktu yang cukup lama. Asap rokok bagi banyak orang memang cukup mengganggu, namun kita tidak bisa menganggap suara dari para perokok sebagai angin lalu. Saya rasa harus ada forum komunikasi yang melibatkan seluruh komponen dan stakeholder warga kampus UI dengan pihak rektorat agar kawasan bebas rokok di UI ini bisa terwujud, tanpa ada pihak yang merasa dirugikan ataupun didiskriminasikan.



bebaskan UI dari ASAP ROKOK!

Read More

Hari Minggu, 31 Mei 2009, rencananya akan diterjunkan sekitar 100 satuan petugas untuk menyebar teror antirokok di kampus Universitas Indonesia, Depok. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka hari tembakau sedunia 31 Mei 2009.

Pasukan teror akan membagikan stiker yang memuat bahaya merokok. Stiker mengeksploitasi visual dampak buruk merokok seperti gambar bibir yang terpapar kanker mulut, dan gambar tenggorokan yang terbuka akibat kanker.

Berdasarkan pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 81 tentang Kawasan Dilarang Rokok, Universitas Indonesia merupakan salah satu kawasan wajib bebas asap rokok. Sebab itu UI ingin melakukan langkah nyata dalam menumbuhkan kesadaran bahaya rokok dan mewujudkan 2012 sebagai tahun UI Bebas Rokok.

Selain menerjunkan pasukan teror antirokok, peringatan hari tembakau juga akan diisi seminar. Tema-tema yang akan dikupas antara lain, ‘Pictorial Health Warning & Second Hand Smoke’, ‘Gambaran Perokok di Kampus UI’. Rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan Pembentukan Pokja serta penyematan pin “Pendukung UI Bebas Rokok 2012″.(VIVAnews.com, dr TVone.com)

Berita itu baru saya baca tadi pagi di situs tv0ne. Menanggapi tulisan tersebut, saya berpendapat menjadikan UI sebagai kawasan bebas rokok memang tidak mudah. Pasalnya, banyak sekali warga kampus UI (mahasiswa,dosen,karyawan) yang sangat sukar untuk disadarkan tentang bahaya merokok ini. Di fakultas saya sendiri (FISIP), hampir tiada hari tanpa asap rokok, terutama di kantin dan di koridor bawah gedung Koentjaraningrat. Wacana tentang adanya kawasan bebas rokok di kampus (FISIP terutama) memang sudah mengemuka akhir-akhir ini, namun saya rasa masih banyak sekali kalangan yang menentang adanya kawasan bebas rokok.

Sebagai seorang yang tidak merokok, tentu saja saya setuju adanya kawasan bebas rokok di UI. Sayangnya, beberapa teman saya (terutama yang merokok) menganggap hal itu sebagai bentuk pendiskriminasian bagi mereka. Mereka berpikir bahwa adanya kawasan bebas rokok hanya menambah jelek image perokok di mata masyarakat. Mereka berargumen merokok merupakan hak pribadi mereka dan tidak bisa diubah lagi karena sudah merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan.

Kampus yang nyaman dan bersih merupakan impian kita semua. Tanpa lingkungan yang nyaman, berakivitas di kampus pasti terasa tidak enak. Adanya upaya rektorat untuk menjadikan UI sebagai kawasan bebas rokok merupakan usaha yang patut diacungi jempol, walaupun hal ini perlu waktu yang cukup lama. Asap rokok bagi banyak orang memang cukup mengganggu, namun kita tidak bisa menganggap suara dari para perokok sebagai angin lalu. Saya rasa harus ada forum komunikasi yang melibatkan seluruh komponen dan stakeholder warga kampus UI dengan pihak rektorat agar kawasan bebas rokok di UI ini bisa terwujud, tanpa ada pihak yang merasa dirugikan ataupun didiskriminasikan.



bebaskan UI dari ASAP ROKOK!

Read More