Kemarin ketika dalam perjalanan pulang dari makan siang dengan keluarga besar dari pihak nenek, saya baru menyadari satu hal.

Nenek adalah sosok yang istimewa. Ia mengalami pernikahan poligami. Ia juga merupakan anak yang lahir dari pernikahan poligami. Ia juga mempunyai anak laki-laki yang menjalankan pernikahan poligami.

Poligami, sebuah kata yang menakutkan banyak perempuan, menjadi candaan dan niat banyak laki-laki. Poligami adalah memiliki istri lebih dari satu. Tidak semua orang sanggup hidup di-poligami, karena pernikahan ideal hanya terjadi antara satu laki-laki dan satu perempuan. Poligami membutuhkan keadilan, kesabaran dan jiwa yang besar. Hal ini juga menyangkut keturunan dan harta warisan di masa depan.

Jujur, saya merasa nenek saya adalah perempuan tangguh dan hebat. Alih-alih ia minta cerai dari suaminya yang menikah lagi, ia tetap membersamai sampai ajal kakek saya tiba. Ia juga berbesar hati menerima keputusan anak laki-lakinya yang ternyata memiliih untuk menikah lagi. Pun sebagai anak yang terlahir dari istri kedua, ia tidak pernah putus bersilaturahmi dengan saudara se-bapaknya dari istri pertama.

Nenek tidak pernah menunjukkan "kelemahannya". Ia selalu tampil menjadi perempuan independen, mandiri dan kuat apapun persoalan yang menimpanya. Ia juga yang mengajarkan kami bahwa hidup tidak boleh terlalu bergantung pada orang lain, fokus berusaha dan berdoa. Nenek juga lah yang selalu mengingatkan saya untuk menikah, walaupun ia mengalami kehidupan rumah tangga yang tidak "ideal".

Semoga saya bisa mewujudkan impian nenek untuk menikah dalam waktu dekat :)


Jakarta,

31072017
Read More
1. Rumah

Saat ini saya berdomisili di Bintaro, JAKARTA SELATAN!


Iya, hampir setiap orang yang saya temui kalo tahu rumah saya di Bintaro, mereka akan mengira itu di Tangerang (selatan).

Well, Bintaro sebenernya terbagi dua, ada yang masih masuk ke daerah administratif Kota Jakarta Selatan. Sebagian besar lainnya masuk ke wilayah Tangerang Selatan, Banten. Kemarin pas pilkada DKI saya memiliki hak pilih karena domisili KTP saya di Jakarta Selatan, wkwk.

Jadi, harap dicatat, saya adalah warga sah DKI Jakarta yang berdomisili di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan.


2. Kampus

Saya menyelesaikan pendidikan S2 di sebuah kampus di Singapura, yakni S. Rajaratnam School of International Studies, NANYANG TECHNOLOGICAL UNIVERSITY (NTU). Banyak teman saya (dan bahkan dosen saya) yang selalu ketuker antara NTU dan NUS. Haha. Saya sering banget dapet pengakuan sebagai alumni NUS, LKYSPP. Padahal itu, dua sekolah yang berbeda dengan jurusan yang berbeda, wkwk. Mungkin karena tampang saya anak NUS? #eh Padahal, kemarin nyoba daftar ke sana pun ngga, tapi emang pas di Sg sering main ke LKY sih dan banyak temen saya (alumni UI) yang lanjut kuliah di sana.

Jadi, saya mau tekankan lagi ya, saya bukan alumni LKY NUS, tapi alumni RSIS NTU, wkwk.

  
Read More