Today, I went to office in the afternoon, because I had to take my diploma and ask an official recommendation from my thesis adviser. So, when I park my car in Pondok Indah Mosdue, suddenly the rain falls. I had to use an umbrella to get into my office. Of course, when the rain falls, usually the children who live around my office will offer their service of "Ojek Payung", where the people who trapped in the rain can use their umbrella and pay them for some thousand rupiah. They came from less advantage family, so when it rains, it becomes a grace for them, because they can add some money for their family. Hopefully, someday, the "Ojek Payung" children will get a better future... amin...
     picture taken from : http://i.okezone.com/tv/photos/2010/07/08/215/836_large.jpg
Read More
Do you know about "Guilty Pleasure"? Yes, it's a kind of feeling when you do something, that is actually not really good for you but your heart feel so great after you do it. For example, you go to shopping center and buy certain luxurious products even though you aren't sure your salary will cover your credit card enough because you want to buy those things. The extreme example one like you are hugging and kissing your boyfriend, it maybe feels so good, but you know you supposed not to do it, because you aren't married yet. Guilty pleasure is a feeling that may cause a sin, but you really enjoy to do it, really happy to do it. It makes a "guilty" and "pleasure" feeling in the same time. A few days ago, I was feeling the "guilty pleasure". When I was eating the "Red Velvet Cupcake" made by Less Bakery. The cake was so delicious, especially the cheese cream. slurppp. That was a pleasure. I was imagining, that taste like a DC Cupcake :9 But yeah, after I ate that cake, I felt so guilty. You know, I supposed to be on diet or not eat after 6 o'clock (ideally, but I always break this rule :p). It made me so guilty, I just break my rule that was made by myself (again!). I think it's normal to do some "guilty pleasure" activity, but remember not to put it as your habit. It's far better if we can limit our self not to do such kind of sin. Have a nice day everyone :D
Read More
Dua hari kebelakang, media ramai memberitakan kisah "Istri Simpanan" yang ada di buku pelajaran kelas 2 SD. Kisah istri simpanan ini tentu saja menjadi heboh di masyarakat, pasalnya anak kelas 2 SD yang biasanya belajar "Ini Ibu Budi, Ibu Budi pergi ke pasar", sekarang malah disuguhkan dengan cerita yang tidak sesuai dengan perkembangan usianya. Astaghfirullahaladzim....

Sebetulnya, saya pernah menemukan kasus serupa di buku pelajaran bahasa Inggris kelas 4 SD ketika saya masih menjadi tutor di BBIS Citayam. Waktu itu saya menemukan satu bab berjudul "Love". Menurut Anda, apa isinya? Ternyata tentang pernyataan cinta dari seorang laki - laki kepada seorang perempuan (anak SD) serta permintaan laki-laki tersebut untuk menjadi pacar anak perempuan itu.

Ternyata zaman sudah berubah, bahkan anak kelas 2 SD sudah diajak mengenal "Istri Simpanan" dan anak kelas 4 SD sudah lazim pacaran....

Semoga masih ada orang - orang yang setia dan gigih berjuang untuk mengembalikan moral anak bangsa, karena mereka akan menjadi pemimpin bangsa ini di masa yang akan datang...
Read More
Transjakarta, atau dikenal dengan istilah "Busway" adalah salah satu alat transportasi terpopuler di ibukota. Dengan menggunakan bis ini, kita bisa keliling kota Jakarta, dari ujung utara (Pluit) sampai ujung timur (Pinang Ranti), dari ujung barat (kalideres) sampai ujung selatan (Lebak Bulus), hanya dengan Rp 3.500,- saja.

Sayangnya, moda transportasi ini semakin hari semakin tidak nyaman untuk digunakan. Pengelolaan yang kurang baik, disamping membludaknya jumlah penumpang menjadi dua alasan mengapa bus transjakarta saat ini, bisa saya bilang, menjadi tidak nyaman. Adanya kasus pelecehan seksual, sehingga saat ini bagian depan dibuat khusus untuk perempuan, membuktikan bahwa bus transjakarta tidak lepas dari tindakan yang membuat penumpang kurang nyaman.

Pertama kali saya naik bus transjakarta, waktu itu, pada tahun 2004, bersama teman SD dan SMP saya yakni Titis dan Claudia. Kami naik bus transjakarta jurusan Blok M - Kota, satu-satunya rute saat itu, pada masa percobaan. Kalau tidak salah, kami tidak bayar, atau hanya membayar Rp 2.500,- saat itu, saya juga agak lupa.

Sejak saat itu, setiap saya ada keperluan ke daerah Sudirman - Thamrin, bus Transjakarta selalu saya gunakan sebagai moda transportasi yang mudah, murah, aman dan nyaman.

Sempat bertapa selama 3 tahun di Serpong, saya kembali mengakrabi bus Transjakarta pada saat kuliah. Kali ini, jumlah koridor busway sudah ada 10. Saya menggunakan bus ini, khususnya setelah naik kereta dan turun di Stasiun Manggarai serta ketika mendapat tawaran menjadi penonton di acara xxxx, di sebuah stasiun televisi swasta yang letaknya di daerah Jakarta Barat.

Dan hari ini, saya kembali menggunakan bus Transjakarta, dari halte Pancoran. Tujuan awal saya ingin kembali ke kantor menggunakan bus ini. Namun, ternyata setelah transit, saya tak kunjung mendapatkan bus tujuan Lebak Bulus yang searah dengan kantor saya. Padahal, bus Transjakarta jurusan Kali Deres sudah lewat lebih dari 5 kali. Dengan langkah gontai pun saya kembali ke bus Transjakarta jurusan Pinang Ranti, dan turun di Petamburan kemudian melanjutkan perjalanan naik 102.


Read More