Tanggal 4 Desember 2016 merupakan hari yang bersejarah dalam hidup saya.

Alhamdulillah, saya berhasil menyelesaikan "perlombaan lari" BRI RUN sejauh 10 km. Angka yang tidak sedikit, namun jauh dari kata "Full-Marathon".

Sebetulnya, ini lari kedua saya untuk jarak 10k. Sebelumnya, pada tanggal 13 November 2016 saya mengikuti perlombaan lari "Combi Run" dengan jarak yang sama dan catatan waktu yang lebih singkat.

Namun, untuk BRI RUN ini, sangat spesial hingga saya bersyukur sekali bisa menyelesaikan perlombaan lari tersebut walaupun catatan waktunya lebih lama dan saya menjadi peserta dengan juara ketiga dari belakang :p

Saya sempat de-motivasi melihat rute jarak yang harus ditempuh, harus berjibaku dengan parade "Kita Indonesia" dan orang-orang lain di Car Free Day, menempuh jarak yang menurut saya lebih jauh, sempat hampir tidak finish karena tidak melihat papan petunjuk...

Dan akhirnya ketika saya berhasil finish dan diberikan TOSS oleh teman-teman IMRunners yang menunggu saya di garis finish, saya merasa bersyukur sekali. Alhamdulillah. Saya masih bisa menyelesaikan perlombaan lari ini di bawah 2 jam :D

Semoga tahun 2017 saya bisa berlari lebih cepat, lebih kuat dan lebih semangat lagi ya :)
Read More
Saya baru membaca artikel mengenai pernikahan (lagi? katanya mau berhenti ngomongin nikah :p), yang menurut saya bagus dan pas banget sama kondisi saya sekarang. Judulnya "Marriage is a Marathon" (https://fitriariyanti.com/2016/10/19/marriage-is-a-marathon/).

Saya suka dengan pengandaian yang disampaikan oleh Mbak Fitri, bahwa
Pernikahan adalah marathon. Ia yang punya persiapan dan nafas lebih panjang, yang akan sampai garis finish. Sampai garis finish dengan senyum manis, bersama pasangan dan anak-menantu-cucu.
Sepertinya itu diambil dari sebuah kutipan dari seseorang. Melalui tulisan blognya, Mbak Fitri menyebutkan pentingnya persiapan sebelum pernikahan. Hal ini sangat saya amini, bahwa pernikahan butuh persiapan yang panjang karena menyangkut komitmen, kesadaran dan segala konsekuensi yang ada di dalamnya.

Tapi, saya sebenarnya juga ingin mengkritik, kalo lari marathon kan sendirian Mbak, sementara menikah itu berdua :p

Just kidding, haha.

Intinya dari tulisan tersebut saya membaca bahwa pernikahan adalah "sebuah tahap perkembangan manusia". Hanya manusia-manusia yang sudah "kokoh akar dirinya" yang siap melaju ke jenjang pernikahan. Hal ini membuat saya berefleksi kembali, sudah kokoh kah akar diri saya?

Saya ingat sewaktu pelatihan FIM, Ibu Elly Risman dan Bunda Tatty Elmir berkali-kali mengatakan bahwa, kenali konsep diri dan potensi dengan baik.

Ya, banyak dari kita yang sebenarnya belum tahu "siapa kita"?

Kalau ditanya orang, Avina Nadhila Widarsa itu siapa sih? Hal pertama yang akan saya jawab adalah apa pekerjaan saya sekarang, saya tinggal di mana, asal daerah/suku orang tua, sekolah di mana, dan lain sebagainya.

Saya tidak akan menjawab Avina adalah anak yang individualis, suka galau dan sering malu terhadap dirinya sendiri karena "kebodohan" yang sering dia lakukan. Padahal memang itu ya :p

Oke, punya konsep diri yang baik, berarti tau potensi dan "kelemahan" diri. Saya mulai mengenal diri saya sejak kecil dan hingga saat ini saya masih terus belajar untuk menghargai diri saya apa adanya.

Apakah diri saya sudah memiliki akar yang kokoh? Saya rasa untuk memiliki "akar diri yang kokoh", saya harus selesai dengan diri saya. Seperti kata mbak @retnohening kepada bulek @sundarihana "Apa lagi yang mau dicari? Saya sudah selesai dengan diri saya, oleh karena itu saya mau menikah?"

Ah, rasanya kalau definisi "akar diri yang kokoh" berarti "selesai dengan diri sendiri" (untuk meminta), saya masih jauh. Saya masih belajar bagaimana saya bisa memberi sebanyaknya tanpa menerima balasan apapun. Saya masih belajar untuk sabar, toleran dan mendengarkan. Kemampuan empati saya juga masih harus diasah. Saya kurang peka dan saya sadar hal tersebut, saya ingin berubah menjadi lebih peka, peduli dan sadar. Saya harus bisa menjalankan komitmen yang sudah saya canangkan, termasuk dalam berlari dan menulis.

Semoga diri ini cepat kokoh akarnya ya :)
Read More
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda