Alkisah, dua tahun yang lalu, tergabunglah puluhan orang hebat dari seluruh penjuru negeri untuk bergabung dalam sebuah organisasi. Mereka adalah orang-orang terpilih yang memiliki semangat dan integritas tinggi, untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Organisasi yang tadinya mayoritas diisi dari golongan tertentu ini kemudian bertransformasi menjadi organisasi yang lebih berwarna, terbuka, dan penuh dengan romansa.

Setiap orang punya kisah cintanya masing-masing. Pun dengan orang-orang di organisasi ini. Tulisan ini hanya   sebagai refleksi, perjalanan cinta beberapa pejuang di organisasi yang saya kira patut kita apresiasi.

1. Namanya X, beliau memegang jabatan sebagai koordinator bidang yang membawahi bagian sosial politik. Satu tahun yang lalu, beliau mengalami kegalauan yang luar biasa karena kisah cintanya selama 3 tahun di kampus berakhir begitu saja. Tuhan ternyata berikan X yang terbaik. Tidak sampai 6 bulan kemudian, X sudah mendapatkan penggantinya dan beberapa hari yang lalu, X telah melangsungkan pernikahan dengan gadis pujannya yang ternyata dulu sama-sama menjadi pengurus organisasi ini. Jodoh memang tidak kemana dan Tuhan berikan X pengganti jauh yang lebih baik dari yang sebelumnya.

2. Namanya Y, dahulu dia adalah seorang yang sangat ceria, mudah bergaul dan cerdas. Dua tahun yang lalu, dia memiliki kekasih yang sama-sama berada di organisasi tapi beda divisi. Mereka terlihat sangat akrab dan serasi sampai-sampai pada saat wisuda, tak segan-segan mereka berfoto berdua bersama keluarga. Sayangnya, kisah cinta Y berakhir pula. Bulan depan, sang gadis akan melangsungkan pertunangan dengan pria lain, bukan Y. Kalian bisa membayangkan bagaimana kondisi Y saat ini. Y menjadi orang yang tidak seceria dan se"ceplas-ceplos" dulu lagi. Namun demikian, Y berusaha mengalihkan kegalauannya dengan hal-hal positif, terutama membantu kegiatan untuk pemberdayaan masyarakat sesuai dengan passionnya.

3. Namanya Z, ia adalah sosok yang misterius. Kisah cintanya jarang terendus publik, padahal ia merupakan salah satu pria idaman di organisasi ini. Sekalinya terekspos, ia ternyata memiliki kisah cinta yang tidak kalah mengenaskan. Diam-diam Z jatuh cinta dengan teman sepermainannya. Mereka sangat dekat karena setiap minggu memiliki kegiatan bersama. Gadis ini merupakan kolega organisasi, sementara Z menduduki jabatan kedua tertinggi di salah satu divisi. Z yang juga satu organisasi dengan si gadis di tempat lain berencana menyatakan cintanya satu saat. Sayangnya si gadis menganggap hal itu bercanda dan telah memilih pria lain sebagai pujaan hatinya. Bulan depan si gadis akan melangsungkan lamaran dan jika Tuhan mengizinkan, 5 atau 6 bulan setelahnya akan dilangsungkan pernikahan. Kisah cinta yang berakhir tidak sesuai harapan, seperti yang ada di novel-novel persahabatan.

Selain ketiga kisah cinta di atas, masih banyak lagi kisah cinta di organisasi ini. Ada kisah cinta tapi beda (agama), kisah cinta jarak jauh yang menguji kesetiaan hingga kisah cinta antar bangsa. Ah, semuanya memiliki kesan tersendiri. Semoga kita semua dapat mencintai dan dicintai dengan orang yang tepat di waktu dan tempat yang tepat :)
Read More
Pertanyaan kritis gw pertama kali setelah bangun tidur menyadari hari ini tanggal 22 Desember adalah

"Kenapa hari ini dijadikan sebagai hari nasional tanpa libur yang kita sebut dengan 'Hari Ibu'?"

Padahal, sejarahnya tanggal 22 Desember ini adalah awal mula Kongres Wanita (gw lebih suka menulisnya dengan kata perempuan) I di Indonesia. Logikanya, tidak semua perempuan adalah seorang Ibu, tapi kenapa hari ini dijadikan hari Ibu?

Makna "Hari Ibu" yang ditetapkan oleh Presiden Soekarno berdasarkan Keppres No. 316/1959 menurut gw mereduksi peran perempuan itu sendiri sebagai "Ibu Rumah Tangga". Artinya, semangat hari Ibu yang dimaksud presiden Soekarno menurut gw ga sejalan dengan semangat perempuan yang berjuang menorehkan tinta sejarah perjuangan sosial politiknya sejak Kongres Perempuan I tahun 1928 di Yogyakarta.

Sekarang kita lihat banyak orang di media sosial berceloteh tentang betapa hebat Ibu mereka, betapa sayang mereka pada Ibunya. Tapi, saya khawatir ini hanyalah selebrasi semata, seperti ungkapan kasih sayang di hari Valentine. Seharusnya, di hari ini kita (para perempuan khususnya) melakukan refleksi atas perjuangan para perempuan-perempuan hebat bangsa Indonesia yang memperjuangkan hak-haknya. Kita juga patut bersyukur bahwa di hari ini, 84 tahun yang lalu, perempuan-perempuan Indonesia berhasil menunjukkan eksistensinya di ranah publik. Di tengah budaya patriarki bangsa Indonesia, para perempuan tersebut dapat dengan tegas menyuarakan keinginannya sehingga perempuan saat ini tidak lagi terkungkung dengan budaya konco wingking.

Well said than done, masih banyak perlakuan-perlakuan tidak adil yang dialami oleh perempuan karena mereka perempuan. Ya, karena sesungguhnya menurut pola pikir jadul nan kuno, perempuan hanyalah pelayan laki-laki, warga kelas satu di negara dan dunia ini. Perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, karena toh akhirnya hanya jadi Ibu Rumah Tangga. Buat apa perempuan ke luar rumah? Tempat terbaik bagi perempuan adalah di rumah, mengerjakan segala pekerjaan rumah tangga.

Hmm, buat saya pikiran-pikiran seperti itu adalah pikiran jadul nan kuno. Di saat perempuan sudah jauh lebih tinggi pendidikannya di atas laki-laki bukan berarti mereka tidak bisa berperan ganda sebagai Ibu Rumah Tangga dan Pelayan Masyarakat. Kontribusi perempuan seharusnya tidak dibatasi pintu pagar rumah tangga.   Menjadi Istri, Ibu, Perempuan Karir ataupun Ibu Rumah Tangga adalah pilihan masing-masing perempuan, jangan karena terpaksa mereka menjalani peran tersebut. Sebab saya yakin, potensi perempuan tidak hanya terbatas menjadi Ibu bagi anak-anaknya ataupun Istri bagi suaminya. Lebih dari itu, perempuan bisa menjadi pelayan masyarakat, pemimpin bangsa hingga pemain global dalam segala bidang.


Jadi, selamat hari perempuan untuk para perempuan di seluruh (dan yang berbangsa) Indonesia :)

referensi: http://historia.co.id/artikel/5/613/Majalah-Historia/Hari_(Perjuangan)_Ibu
Read More
Kemarin ILC TVOne ngebahas tema itu. Lagi-lagi bupati Aceng Fikri yang jadi sorotan. Entah kenapa, pembahasan tentang nikah siri ujung-ujungnya ke masalah Poligami boleh atau ngga? Jelas2 nikah siri secara agama sah, tapi secara hukum ga sah. Kalau menurut kalian gimana?

"Menikah itu nasib, mencintai itu takdir"- @soedjiwotedjo
Read More
Kemarin gw nonton "Bidadari-Bidadari Surga", film adaptasi novel Tere Liye dengan judul yang sama. Filmnya drama banget sih, tapi makna pesannya dalem banget. Pengorbanan tanpa pamrih, kecantikan hati  jauh lebih berharga dari kecantikan fisik, istiqamah, konsisten, bersyukur, berbesar hati dan sebagainya... Cuma banyak keanehan yang gw tangkep dari film itu. Contohnya, plat nomer mobil B yang jelas2 mereka ambil setting film di daerah Sumatera :p

Hari Minggu gw nonton film "5 cm", lagi-lagi adaptasi film dengan judul yang sama dari Donny Dirghantoro. Novelnya udah gw baca pas SMA, keren, terutama kutipan2nya. Gw sendiri hampir lupa gimana jalan ceritanya. Intinya sih tentang cinta, persahabatan, dan TEKAD. Yup, tekad. Kalau kamu sudah punya cita-cita, gantungkan cita2 tersebut 5 cm di depan kening kamu, yang kamu perlukan tinggal kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..

(http://www.goodreads.com/author/quotes/700880.Donny_Dhirgantoro)

 Lalu, saya diterjang euphoria ingin naik gunung. Ah ya, ceritanya gw punya keinginan naik gunung sebelum lulus (mendaki gunung lebih tepatnya, ga harus Semeru sih) semoga kesampean ya :)

Satu lagi, hari Kamis minggu lalu sebelum gw balik ke Indo, gw sama Emir, Diandra dan Raisa nonton film "Life of Pi", lagi-lagi adaptasi novel karya Yann Martel. Ini film mengajarkan tentang pencarian makna Tuhan, bagaimana seorang anak yang survive di laut sendirian sama sekor harimau bisa bertahan hidup dan melakukan perjalanan panjang. Gw sangat suka dengan quote yang satu ini: 

"and above all, don't lose hope"

Ketiga film yang baru-baru ini gw tonton sebetulnya cuma punya 1 inti pesan, hidup itu adalah kombinasi antara sabar dan syukur. Tetap semangat, pantang menyerah, jangan buat hidupmu sia-sia. Buatlah rencana, tujuan dan strategi yang matang. Laksanakanlah, jangan putus asa, sebab akan ada jalan dari yang Maha Kuasa untuk mengantarmu mencapai impian-impian tersebut.

"Keep our dreams alive, and we will survive.."

Salam,

Vina
Read More
Hi all,

kemarin saya baru saja dari perpustakaan Bank Indonesia, dengan tujuan, apalagi kalau bukan untuk penelitian tesis saya yang berjudul "The Role of Central Bank Independence in Outcoming Financial Crisis: Case Study Bank Indonesia in AFC and GFC". 

Saya senang sekali menghabiskan waktu di sana, seharian membaca dan mencari bahan yang bisa saya gunakan untuk penulisan tesis. Oke, saya juga tiba2 kepikiran, kenapa gw ga kerja di BI aja? :D

ps: supervisor sudah membalas e-mail, he said, go ahead and try to put another view (criticism on Central Bank Independence, lets go ahead :D) 
Read More
susah banget buat merangkai kata2 menjadi kalimat buat tesis saya. hua, bagaimana ini, deadline outline satu minggu lagi, sampai detik ini baru 1-2 paragraf terketik. butuh motivasi. banget. akhir2 ini jadi sering galau ga jelas. gw suka merasa bersalah karena kemarin2 kebanyakan libur dan males2an. besok mau ke luar negeri pula. jumat udh beli tiket balik. ;(

Allahumma yassir, wa la tuassir, ya Allah mudahkan, jangan persulit ;o)
Read More