Assalamualaikum Wr. Wb.

Akhir2 ini, gw suka mellow sendiri
bukan soal cowok
tp soal Mama...

ada apa dengan mama?
sebenernya nggak ada apa2 sih
alhamdulillah, mama baik2 aja, sehat wal afiat, semoga selalu :)

Gw ga tau ini sindrom apa ya?
Bermula dari pas gw sakit, gw agak menjauh dr Allah, sholat ga khusyuk, ga tadarusan, ga taraweh, ga QL, dll.
Gw sakit tipes kemarin...
jadi gw bed rest di rumah selama kurang lebih 1,5 minggu
ngerasain banget gmana kasih sayang mama, bapak, dan adik2

suatu hari, tiba2 gw bangun dengan perasaan "sangat kangen mama"
entah kenapa pagi2 itu, gw bawaannya mau nangiss terus
dan yah
gw nangis aja gitu
sampe sasa yg lg pulang dr Bandung nanyain "apa gw masih sakit?"
arrrgghh

gw juga jadi semakin labil
ga mau kehilangan mereka
gw mau sama mereka terus
akhirnya
pagi2 ini gw bangun dngan perasaan yang sama

arrggghhh
dan gw nelpon mama
nangis aja gitu
alibinya, gw bilang aja sakit lagi
dan mama dengan baiknya nyamperin gw ke Depok
nah, karena gw labil
ga jadi pulang deh gw hari ini

mama ngeliat kamar gw "pantesan kamu sakit, org kamar kayak kapal pecah gini"


argghhh, mama, I love you <3

Ya Allah, berikanlah umur yang panjang dan kesehatan, serta keberkahan dan kesejahteraan selalu pada mama.
Karuniakanlah Ia dengan anak2 yg hebat an bisa membanggakannya serta berilah kesabaran yang luar biasa dlm menghadapi sgala persoalan...

amin...


apa mungkin ini sindrom gw yang takut mama pergi lagi buat tugas haji ke Arab selama 3 bulan (Oktober-Desember) kayak tahun 2008 ya?

oke, GW HARUS KUAT!
Ga boleh labil
inget! Mama pasti kembali dengan selamat, sehat wal afiat tanpa kekurangan satu apapun...aminnn ya rabbal alamin


with hugs
Nana
Read More
Thursday, 12 August 2010
KOTA yang nyaman merupakan dambaan semua warga masyarakat. Sayangnya, aspek kenyamanan tersebut masih sangat kurang diperhatikan pemerintah daerah setempat sehingga banyak terjadi masalah yang terkait dengan aspek kenyamanan dari warga kota.


Kemacetan merupakan salah satu masalah yang menjadi makanan sehari-hari masyarakat kota,terutama di kotakota besar seperti Jakarta.Tercatat 46 kawasan dengan 100 titik simpang rawan macet di Jakarta, belum lagi di daerah-daerah lain. Masalah kemacetan yang tak kunjung usai, bahkan bertambah parah, boleh jadi telah dianggap sebagai suatu hal yang wajar bagi masyarakat.Waktu yang dihabiskan di jalan menjadi lebih banyak dibandingkan waktu yang digunakan untuk beraktivitas. Banyak waktu terbuang sia-sia akibat kemacetan yang melanda kota-kota di Indonesia.Padahal,waktu tersebut dapat digunakan lebih efisien untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Mengatasi masalah kemacetan memang bukan hal yang mudah dan instan. Perlu upaya dari seluruh stakeholder yang tinggal di perkotaan untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah daerah sebagai stakeholder utama pengelola kota selayaknya mengeluarkan kebijakan- kebijakan yang holistis dan berkelanjutan.Pembangunan dan perbaikan sistem serta sarana transportasi seharusnya diarahkan pada transformasi jangka panjang. Tata kelola jalan, pembatasan volume kendaraan, perbaikan sarana transportasi umum, serta pemakaian pajak kendaraan sesuai dengan kebutuhan pengguna jalan merupakan upaya-upaya transformasi yang dapat dilakukan pemerintah dalam jangka pendek dan menengah untuk menciptakan kota yang nyaman dan bebas dari kemacetan.

Pertanyaannya sekarang, apakah pemerintah memang beriktikad baik menyelesaikan masalah ini secara menyeluruh? Di sinilah peran masyarakat sebagai sektor ketiga dalam memberikan masukan, mengawasi, serta mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap belum mengakomodasi kebutuhan untuk menciptakan kota yang nyaman. Advokasi terhadap pemerintah, pembukaan ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, penciptaan diskursus mengenai masalah kemacetan di media massa adalah upaya-upaya yang bisa dilakukan masyarakat agar pemerintah menyadari kebutuhan warganya.

Selain itu, masyarakat sendiri harus sadar untuk mengurangi masalah kemacetan dimulai dari diri mereka sendiri. Mengurangi pemakaian kendaraan pribadi, memilih untuk jalan kaki daripada naik kendaraan bermotor ke tempat- tempat yang dekat,serta mulai menggunakan sarana transportasi umum merupakan hal-hal kecil yang dapat dilakukan oleh individu dalam rangka menyelesaikan permasalahan kemacetan secara menyeluruh. Jika individu-individu tergerak untuk melakukan hal yang sama, masalah kemacetan sedikit demi sedikit dapat diatasi. Peran stakeholder lain, yakni sektor swasta, juga sangat penting sebagai investor dalam membangun dan memperbaiki sarana transportasi.

Sumbangan sektor swasta terhadap pembangunan, khususnya di kota, sebaiknya diarahkan untuk memperbaiki sistem transportasi mulai dari pembangunan dan pelebaran jalan, perbaikan sarana transportasi umum (bus, kereta api, angkutan kota) hingga pembangunan flu-over dan jalan tol. Sektor swasta menjadi sangat vital perannya ketika pemerintah dan masyarakat membutuhkan modal untuk perbaikan sistem transportasi. Sektor swasta pun pada akhirnya akan mendapatkan keuntungan, sebab dengan tidak adanya kemacetan, waktu yang digunakan untuk berbisnis dapat lebih efektif dan efisien. Masalah kemacetan yang lazim terjadi di perkotaan sebetulnya dapat diatasi dengan mudah melalui upaya-upaya dan iktikad baik dari seluruh stakeholder yang terlibat.

Pemerintah dapat melakukan terobosan- terobosan kebijakan dengan melakukan kerja sama dengan sektor swasta dan didukung oleh partisipasi masyarakat untuk menciptakan transformasi pada sistem transportasi dan tata kelola perhubungan yang ada di perkotaan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dari seluruh stakeholder baik dari pemerintah, masyarakat maupun sektor swasta dalam membuat transformasi sistem transportasi sehingga terwujud kota yang nyaman dambaan semua warga.(*)

Avina Nadhila Widarsa
Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, Staf Pusgerak BEM UI
Read More
Berawal dari pembicaraan di takor, mendorong2 si dwi jd maju buat jd PO. Berlanjut kebimbangan menerima amanah yg disodorkan melalui sms malam2 ketika mengajar Viana. Besoknya bidding setelah ambil visa dr kantor dagang Taiwan sampe jam 10 malem, seninnya diumumkan jd pemenang dengan catatan akan ada perubahan struktur. Seminggu ditinggal ke Taipei, pulang2 harus ngurusin konsep acara yg ga boleh main2 dan dipastikan tema Nasionalisme dengan judul "Melahirkan Generasi Merah Putih yang Kritis, Kreatif dan Kontributif". Berpacu dengan waktu, oprec staff, publikasi PWC, masalah2 kecil yg kadang ganggu, bentrok jadwal ngumpul dan rapat, duit yg masih jauh dr anggaran hingga keinginan utk resign sudah gw alami selama 6 bulan ke belakang. Alhamdulillah, akhirnya OIS 2010 berjalan SUKSES! Dengan beberapa catatan disana sini. Gw bersyukur, alhamdulillah udh dikasih kesempatan sm Allah menggawangi kegiatan ini dengan kehebatan dr tim acara yg super gaol : disa, afu, kiki, tora, catur, fasya, ipeh, nico, bagus, imung, rozin, michael, candini, ayunda, mutiara, desma, ucha, desta, darang, irin, uta, fitri, sawindri, risa, afifah, ochi, dan segenap tim yg mendukung kerjaan acara seperti aswin, tama, dll. Smg ois tahun ini bisa jd pelajaran berharga buat kita semua. I love you all :*
Apresiasi tertinggi buat teman2 BPH : Dwi, Indah, Putri, Dila, Agung, Mephy, Gita,Nafi, Isnen, tmn2 LO, Akons, Fahmi, Lesly, Wening, David, dan anak2 kestari.
Special buat korlap terheboh : Rizqan sama Febri, SC : Zaky, Fauzan, Gilang, Rekan2 BEM FISIP 2010 : Natih, Ucup, Tri, Tephy, Dhacil
Big hugs :*

Mudah2an nasionalisme bukan hanya slogan, tp terimplementasikan dengan kenyataan.
Read More