29 Januari 2016.

Ruang Tenaga Ahli BKSAP, Gedung Nusantara 3 lantai 4. Kompleks Gedung DPR/DPR/MPR RI, Jakarta.

Bagaimana saya bisa sampai di sini?

Sudah dua bulan saya menempati sebuah kursi di ruangan ini. Perjalanannya panjang, lebih dari satu semester proses sejak memasukan berkas berupa CV dan surat lamaran kerja, ke gedung ini.

Proses berlanjut dengan mengirimkan berkas-berkas tambahan: IELTS, Ijazah, Transkrip dan beberapa sertifikat. Sempat pesimis, ternyata saya dipanggil untuk mengikuti tes tertulis yang bertepatan dengan hari terakhir saya di Bappenas, 4 September 2015.

ini tes lamaran  pekerjaan tersusah yang pernah saya ikuti. tugasnya membuat pidato dalam bahasa Inggris sebanyak kurang lebih 2.000 kata dan menjawab 5 pertanyaan esai terkait isu internasional dalam waktu 2,5-3 jam. susah. saya pesimis.

Takdir ternyata berkata lain, di akhir bulan, di tengah kegalauan saya setelah proyek CPL-GIZ ini saya mau ke mana, e-mail itu datang, memberitahukan jadwal wawancara dengan pimpinan BKSAP.

dan saya pun diwawancara, oleh Ibu. Sebentar saja, tidak sampai 15 menit. Saat itu saya yakin, mungkin inilah jawaban doa-doa saya selama ini.

Alhamdulillah.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bulan Januari ini banyak sekali yang patut disyukuri. Pendakian pertama saya ke Gunung (beneran) Papandayan di awal bulan bersama Nicko, Alfa, Ina, Mba Roro dan Frengki berjalan lancar. Walaupun mama marah ketika mengetahui anaknya naik gunung, saya senang. Badan pegal seharian setelah saya pulang, counterpain dan pijat menjadi solusi yang efektif, sejenak. Berjibaku dengan TU TA tentang gaji yang belum cair, semoga minggu depan betul-betuk cair untuk dua bulan, seperti yang dijanjikan, amin. Refleksi Komsos PM XII. Sharing Alumni OPP PM IX. Halsel Squad gathering di rumah.

Lalu, ada perjalanan wedding crashers Andini-Biqi, Icha dan Bahrul di hari Minggu. Event Grand Launching SabangMerauke 2016. Akhirnya sign up di FitnessFirst Senayan City.

Beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan: APPF, PUIC, GKSB Thailand dan Parliamentary Network on World Bank and IMF Field Visit.

dan beberapa kegalauan yang saya paksa hentikan.
Read More
Yesterday was so furious. A bomb (and several other fire shots) blasted in Sarinah and its vicinity. The tension was high, in the noon, however the police managed to calm it down before night.

This week is not as packed as last week. Last week, I had several meetings with Sabang Merauke Raising Awareness Team, Komsos PM XII, meet up with my fellow PM 7 Majene, sharing alumni and Halsel Squad welcoming party. *drained mode on*

This week, I just met several friends and go home early almost everyday.

I went to ATM machine last night and found out that there was a mistransaction which cut my balance off. While the fund was so limited, I haven't got any transferred salary for last month. The TU TA said it will be "dirapel" and transferred along the salary for this month. Hopefully, it will be transferred as early as possible and well. Ameen.

And yeah, the idea of listing my activities hampered my initial ideas to write a note about The Theory of Developed Country by Pak Arief Havas Oegroseno, one of the calibre diplomat of Indonesia. According to my friend, Pak Havas as he always called, though that there are three criteria that a country should pose to be a developed country. At least, a country should pose two out of three criteria to be considered as a developed country. Those criteria are:

1. A small territory
2. Have four seasons
3. Less democratic government.

And yeah, Singapore-China-US (to some extent) fit to these criteria. Haha.

Well, those criteria reminded me of Pak Anies criteria for choosing a job:

1. Socially impactful
2. Intellectually developed
3. Sufficient salary.

If you get an offer from a company or institution, which entails two out of three criteria, then go accept it!

So, this is just a small note from a meeting with my friend.

terima kasih untuk waktu dan traktirannya ya :)





Read More