Tman2, sudah sering dengar kan mengenai masalah-masalah perbatasan di Republik kita tercinta ini? Mulai dari masalah Sipadan-Ligitan, Amblat, dan kasus-kasus pulau terluar di Indonesia, semua menjadi masalah yang sampai saat ini masih belum ditemukan jalan keluar yang terbaik. Alih-alih menyelesaikan masalah, satu-satu pulau terluar kita hilang begitu saja. Nah, mau tau kira2 strategi apa aja yang cocok diterapkan untuk menjaga perbatasan kita? Bagaimana peran pemerintah seharusnya dalam melakukan diplomasi dan strategi pertahanan dalam menjaga perbatasan?

Yuk, ikutan....

Seminar Nasional "Behind The Enemy Lines" : Refleksi Strategi Diplomasi dan Pertahanan dalam Menjaga Kedaulatan NKRI

Pembicara :
1. Ali Mochtar Ngabalin (Anggota Komisi I DPR RI periode 2004-2009)
2. Prof. Hikmahanto Juwana, SH, LL.M, Ph.D (Guru Besar FHUI)

Waktu :
Kamis, 1 Oktober 2009
Pukul 10.00 - 13.00

Tempat : Auditorium Pusat Studi Jepang, UI Depok

O, ya seminar ini FREE OF CHARGE

Jadi, buat yang bingung kamis siang ga ada acara, ga ada kuliah, daripada bengong sendiri mending ikutan seminar aja yuk! Kan sekalian bisa nambah pengalaman, nambah ilmu, juga bisa nambah kenalan XD

Kami tunggu kehadirannya :-)

-Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya Universitas Indonesia- (KSM EP UI)
Read More
esai buat OIM tapi ga lolos...hehehe


DKI Jakarta merupakan kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2006, jumlah penduduk di wilayah DKI Jakarta tercatat sebesar 8,96 juta jiwa dan diperkirakan pada tahun 2011 jumlah penduduk tersebut akan membengkak menjadi 9,1 juta jiwa. Sementara itu, wilayah DKI Jakarta termasuk Kepulauan Seribu hanya sebesar 7.659,02 km2 . Wilayah daratan DKI Jakarta sendiri hanya sebesar 661,52 km2 . Itu Berarti pada tahun 2006 kepadatan penduduk di DKI Jakarta sebesar 13.545 penduduk per kilometer persegi dan kemungkinan pada tahun 2011 kepadatan penduduk tersebut naik menjadi 13.756 per kilometer persegi.

Kondisi yang demikian membuat pemerintah DKI Jakarta harus menyusun sebuah tata kelola perkotaan dan rencana pembangunan perkotaan yang baik. Selain dijadikan sebagai ibukota negara, Jakarta juga dijadikan sebagai pusat bisnis dan ekonomi di Indonesia. Artinya, banyak sekali aktivitas pemerintahan maupun perdagangan yang terjadi di wilayah DKI Jakarta. Kelancaran aktifitas tersebut tentu sangat dipengaruhi oleh tersedianya sarana infrastruktur seperti jalan raya dan gedung perkantoran yang baik. Selain itu, DKI Jakarta juga selayaknya menjadi sebuah kota yang nyaman bagi para penduduk yang tinggal di wilayah ini.
Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta 2010
Untuk mewujudkan suatu kota yang aman dan nyaman bagi para penduduknya, pemerintah daerah DKI Jakarta tentu perlu menata kotanya dengan baik. Rencana tata kota di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan istilah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) perlu dirumuskan oleh pemerintah daerah untuk mengatur daerahnya sehingga bisa dijadikan sebagai pedoman pembangunan di daerah tersebut. Pembuatan RTRW ini mengacu pada UU No. 26/2007 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah yang salah satu isinya menyebutkan bahwa setiap daerah di Indonesia harus membuat RTRW selama dua puluh tahun dan RTRW tersebut harus disahkan dengan peraturan daerah (Perda).
Pemerintah daerah DKI Jakarta sendiri pada tahun ini akan membuat RTRW baru untuk periode tahun 2010-2030, sebab RTRW yang berlaku dari 2005-2010 akan habis masa berlakunya pada bulan Oktober 2009. Permasalahannya, RTRW yang akan diresmikan oleh pemda DKI Jakarta tersebut mengesampingkan unsur keindahan, keteraturan dan kenyamanan kota. Ketua Program Studi Kajian Pengembangan Perkotaan Universitas Indonesia (UI) Rudy Tambunan dalam harian Seputar Indonesia (1/9/2009) mengatakan bahwa rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2010 DKI Jakarta yang sedang disusun hanya akan menimbulkan 18 masalah perkotaan diantaranya yakni memperparah banjir,transportasi,keindahan kota, penurunan permukaan tanah dan pemanfaatan ruang di Jakarta yang semakin tidak terkendali.
Implementasi kebijakan RTRW 2010 Provinsi DKI Jakarta menurut Perda No.1/2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2007-2012 antara lain ialah:
a. Program Pengembangan Kota Jakarta Pusat
Indikator kinerja yang akan dicapai antara lain: Dikembangkannya kawasan ekonomi prospektif skala internasional di kawasan Thamrin-Sudirman, Senayan, Kemayoran, Karet Tengsin, dan Waduk Melati; Dikembangkannya kawasan bernilai sejarah antara lain penataan kawasan Menteng; Ditingkatkannya dukungan infrastruktur kota untuk kawasan: Tanah Abang (pusat perdaganan tekstil), Mangga Dua (pusat perdagangan pakaian jadi), Kemayoran (pusat eksibisi dan informasi bisnis), Kawasan Senen; dukungan infrastruktur kota untuk Kawasan Pusat Pemerintahan Medan Merdeka, kawasan pusat perwakilan negara asing di Kuningan dan MH Thamrin, kawasan pusat kesenian di Taman Ismail Marzuki (TIM); dukungan infrastruktur kota untuk kawasan perdagangan/jasa dan campuran berintensitas tinggi dengan skala internasional di kawasan Kemayoran; Ditingkatkannya Kawasan terbuka hijau di Jakarta Pusat antara lain: kawasan hijau binaan Taman Merdeka, Taman Lapangan Banteng, sekitar Masjid Istiqlal, Kompleks Istana Negara dan Istana Merdeka, Taman Surapati, Taman Menteng, Kompleks MPR/DPR, Kompleks Manggala Wanabakti, lahan hijau pemakaman; Dilestarikannya kompleks Olahraga Senayan; dan Dukungan infrastruktur untuk mewujudkan pusat kota jasa terpadu (antara lain financial center skala nasional/regional) dengan mendorong pembangunan fisik vertikal.

b. Program Pengembangan Kota Jakarta Utara
Indikator kinerja yang akan dicapai antara lain: Fasilitasi pengembangan kawasan Pusat Niaga dan Jasa terpadu; Fasilitasi pengembangan pusat distribusi barang di Tanjung Priok dan distribusi bahan bakar minyak di Plumpang; Ditatanya kembali kawasan pantai lama secara terpadu dengan pengembangan reklamasi untuk memperbaiki kualitas lingkungan; Dikembangkannya kawasan reklamasi untuk pusat niaga dan jasa skala internasional, perumahan dan pariwisata; Dilestarikannya hutan lindung Angke Kapuk, cagar alam Muara Angke dan hutan wisata Kamal; Diintegrasikannya sistem jaringan angkutan (penumpang dan barang) darat dan laut dengan sistem transportasi makro; Regulasi untuk mengendalikan pemanfaatan ruang pada daerah hilir aliran sungai/kanal dan mempertahankan/mengembangkan kawasan terbuka hijau pada sempadannya; Dikembangkannya situ atau waduk baru di wilayah rawan banjir; Dikembangkannya Kawasan Ekonomi Khusus di Marunda; Dibangunnya fasilitas olahraga dengan mempertahankan kawasan hijau di Kelurahan Papanggo; dan Dikembangkannya Jakarta Utara sebagai kota pantai dan kawasan wisata bahari.
c. Program Pengembangan Kota Jakarta Barat
Indikator kinerja yang akan dicapai antara lain: Dikendalikannya pemanfaatan ruang pada daerah hilir aliran sungai/kanal dan mempertahankan/mengembangkan kawasan terbuka hijau pada sempadannya; Fasilitasi pengembangan kawasan perdagangan/jasa dan campuran berintensitas tinggi di Sentra Primer Barat dan Cengkareng; Dibangunnya waduk/situ dan parkir air untuk pengendalian banjir; Fasilitasi pengembangan pemukiman kepadatan sedang dan tinggi; Dikembangkannya pusat wisata budaya sejarah dan kota tua; dan Dikembangkannya Kawasan Glodok (pusat perdagangan elektronik).
d. Program Pengembangan Kota Jakarta Selatan
Indikator kinerja yang akan dicapai antara lain: Fasilitasi pengembangan kawasan ekonomi prospektif di kawasan Segitiga Kuningan, Casablanca, Manggarai, penataan kawasan Blok M, serta kawasan Pasar Minggu terpadu; pengembangan dan penataan kawasan Kebayoran sebagai kawasan bernilai sejarah; Fasilitasi pengembangan kawasan perwakilan negara asing khususnya di Segitiga Kuningan; Dikendalikannya pemanfaatan ruang pada DAS, kanal, situ dan waduk; Dikembangkannya pusat pembibitan dan penelitian tanaman dan perikanan; Dikembangkannya kawasan Perkampungan Budaya Betawi sebagai lingkungan Cagar Budaya; dan Dikembangkannya Kawasan Kemang dan Manggarai; Penataan Kawasan Mayestik.
e. Program Pengembangan Kota Jakarta Timur
Indikator kinerja yang akan dicapai antara lain: Ditingkatkannya jumlah kawasan hijau sebagai resapan air; Dilanjutkannya pengembangan Sentra Primer Timur di Pulo Gebang sebagai pusat kegiatan wilayah; Diselesaikannya jalan arteri dan pendukungnya; Relokasi kegiatan industri yang tidak ramah lingkungan; Ditingkatkannya sistem jaringan jalan Timur-Barat serta pembangunan terminal bus Pulogebang; Dikendalikannya pemanfaatan ruang pada DAS, kanal, situ dan waduk untuk pengendalian banjir dan resapan air; Dipertahankannya dan dikembangkannya kawasan terbuka hijau pada sempadan sungai dan kanal; dan Dikembangkannya kawasan ekonomi Jatinegara.
f. Program Pengembangan Kabupaten Kepulauan Seribu
Indikator kinerja yang akan dicapai antara lain: Dikembangkannya Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata bahari yang lestari; Dikembangkannya perekonomian berbasis SDA kelautan; Dikembangkannya kegiatan perikanan laut; dan Fasilitasi pembangunan pembangkit listrik tenaga gas.
Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta yang Belum Berwawasan Lingkungan
Melihat RTRW DKI Jakarta tahun 2005-2010 yang lalu, nampaknya apa yang dikatakn Rudy Tambunan boleh jadi benar. Sebab, jika kita melihat implementasi kebijakan RTRW provinsi DKI Jakarta menurut Perda No.1/2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2007-2012 diatas, implementasi kebijakan RTRW tersebut hanya bertumpu pada peningkatan kualitas ekonomi perkotaan dan lebih berorientasi pada rencana pembangunan gedung-gedung megah, pusat-pusat perbelanjaan, jalan-jalan lebar, dan taman-taman berpatung seperti yang disampaikan Komite Evaluasi Lingkungan Hidup Kota (KELK) di Kantor BPLHD (Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah) Parni Hadi pada tahun 2006.. Sementara restorasi (perindungan) ekologis dan pencegahan tingkat kerawanan bencana belum menjadi perhatian pemda DKI Jakarta. Akibatnya, masalah lingkungan pun semakin parah Padahal, tingkat kerawanan bencana di DKI Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan.
Hal itu terlihat dari perbandingan antara ruang terbuka yang semakin menyusut jumlahnya dan permukiman yang semakin bertambah luasnya sehingga menyebabkan air hujan yang turun hingga 2 miliar m3 per tahun namun yang terserap hanya 26,6%. Direktur Lingkungan Hidup Perkotaan Institut Hijau Indonesia Slamet Daroyni dalam harian Seputar Indonesia (1/9/2009) masifnya pembangunan gedung bertingkat berskala raksasa serta eksploitasi air tanah yang tidak terkontrol membuat permukaan tanah di Jakarta turun sebesar 0,80 cm per tahun. Situasi ini diperparah dengan pemanasan global dan siklus bulan yang menyebabkan permukaan air laut sebesar 0,57 meter per tahun.Akibatnya, umlah lokasi banjir di DKI Jakarta pun akan semakin bertambah. Pada 2007 daerah genangan banjir terdapat di 99 lokasi.Pada 2008, Jakarta diterjang banjir akibat air laut dari teluk Jakarta. Sementara pada 2009 terdapat 169 titik genangan yang dipicu akibat drainase yang buruk. Kondisi situ sebagai penangkap air juga sangat buruk. Slamet mengungkapkan, dari 226 situ di Jabodetabek hanya ada 33 situ yang layak, 144 situ dalam kondisi rusak dan 49 yang masih direhab.Di samping itu, ada juga situ yang telah diubah pemanfaatannya yaitu Situ Asem dan Salam (Bogor) dan Situ Bulakan (Tangerang) yang diubah menjadi perumahan.
Pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta pun cenderung tidak memprioritaskan penambahan kawasan ruang terbuka hijau (RTH) untuk melindungi wilayah DKI Jakarta dari bencana banjir. Pada Rencana Induk Djakarta tahun 1965-1985, ruang tebuka hijau di DKI Jakarta dialokasikan sebesar 37,2% dari total luas wilayah. Namun, semakin kesini, alokasi RTH tersebut semakin berkurang. Pada Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) 1985-2005, RTH di DKI Jakarta turun menjadi 26,1%. Kemudian tahun2000-2010 RTH di DKI Jakarta berkurang lagi menjadi 13,94%. Bahkan, dalam sebuah tulisan di Koran Tempo pada tahun 2007 menyebutkan bahwa RTH di Jakarta hanya tersisa 9,38 persen (minimal 27 persen) dari total luas wilayah. Jadi, tidak heran kawasan DKI Jakarta yang memang merupakan muara dari 13 sungai dan dua kanal besar serta tempat tempat buangan air wilayah Bogor, Puncak, dan Cianjur (Bopunjur) tidak bisa lepas dari bencana banjir.
Selain itu, pemerintah daerah (pemda) DKI Jakarta belum bisa menertibkan bangunan liar yang ada di bantaran kali dan bangunan-bangunan yang dibangun di tempat-tempat yang seharusnya digunakan sebagai RTH. Pemda DKI bahkan cenderung memutihkan (menghapuskan kesalahan) pelanggaran atas digunakannya RTH sebagai lahan komersil dan perumahan di beberapa kawasan seperti di daerah Senayan, Kemang, Pantai Indah Kapuk (PIK),Kelapa Gading, dan Sunter, sehingga daerah resapan air pun menjadi semakin berkurang.


Perlunya Transparansi dan Pelibatan Masyarakat dalam Penysunan Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta
Selama ini pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta cenderung tertutup dalam menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah dan Tata Ruang Kota (TRK), seperti yang dikatakan oleh planolog Universitas Trisakti pada harian Republika (24/8/2009) bahwa selama ini akses terhadap TRK cenderung tertutup, padahal transparasi TRK dan audit terhadap TRK tersebut sangat diperlukan. Transparansi dan audit tersebut diperlukan untuk mengevaluasi apakah izin yang diberikan oleh pemprov sesuai dengan pembangunan yang dijalankan. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyelewengan izin bangunan dan terpakainya lahan yang seharusnya dipakai sebagai ruang terbuka hijau.
Pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta Sendiri sejak masa pimpinan gubernur Sutiyoso sudah meminta masyarakat untuk aktif mengevaluasi RTRW yang dibuat oleh pemprov DKI Jakarta. Evaluasi tersebut dinilai Sutiyoso sebagai bentuk transparansi yang dikeluarkan oleh pemprov DKI Jakarta. Namun, menurut penulis transparansi dan pelibatan masyarakat dalam menyusun RTRW DKI Jakarta seharusnya bukan sekedar evaluasi RTRW yang sebelumnya.
Diperlukan peran aktif dari masyarakat untuk menyusun RTRW pada tahun 2010-2030 sehingga RTRW yang akan keluar nantinya bisa terkontrol dengan baik. Peran aktif masyarakat tersebut dapat berupa masuknya tim independen yang terdiri atas masyarakat yang paham mengenai tata ruang wilayah perkotaan (ahli planologi) yang membantu pemerintah daerah DKI Jakarta dalam menyusun RTRW tersebut. Selain itu, penyimpangan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam pemberian izin bangunan di tempat yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau pun dapat dihindari. Dengn demikian RTRW yang akan keluar nantinya tidak hanya menedepankan pembangunan infrastruktur ekonomi perkotaan, melaikan juga sebuah RTRW yang berwawasan lingkungan, sehingga akan tercipta tata ruang wilayah kota yang nyaman, bebas banjir, dan bersinergi dengan pembangunan ekonomi perkotaan.
Namun, hal itu tidak akan terjadi apabila pemerintah DKI Jakarta tidak mempunyai itikad baik dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan di DKI Jakarta. Masyarakatlah yang harus lebih aktif menekan pemerintah daerah untuk membuat dan melaksanakan RTRW yang berwawasan lingkungan. Langkah kongkret yang bisa diambil oleh masyarakat saat ini ialah memanfaatkan berbagai media massa seperti koran, majalah, dan internet untuk menyuarakan aspirasinya agar kehidupan di kota DKI Jakarta semakin tertib dan teratur. Selain itu, masukan langsung kepada pemerintah daerah dan pengawasan yang berkelanjutan juga diperlukan untuk mengontrol semua kebijakan pembangunan pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta yang tidak berwawasan lingkungan.
Sayangnya, masyarakat DKI Jakarta saat ini cenderung apatis dan tidak peduli terhadap permasalahan lingkungan di kotanya. Gaya hidup hedonis dan individualistis menyebabkan masyarakat lebih peduli terhadap keberadaan mall-mall dan pusat-pusat perbelanjaan ketimbang keberadaan ruang terbuka hijau. Jangankan untuk memikirkan tata ruang dan tata kota di wilayah DKI Jakarta, untuk mengubah perilaku masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan sulit dilakukan. Tulus Abadi mengungkapkan bahwa walaupun masyarakat DKI Jakarta cenderung lebih moderen daripada masyarakat di daerah lain di Indonesia, namun sifat ‘ndeso’nya yakni membuang sampah sembarangan masih mengakar dalam diri mereka. Padahal, jika terjadi bencana banjir mereka juga akan menanggung akibatnya.
Apa yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat yang sadar dan peduli lingkungan ialah memberikan contoh kepada mereka yang belum sadar mengenai hakikat perawatan dan pencegahan lingkungan dari bahaya bencana alam. Kita bisa melihat contohnya dari Mang Idin, warga asli betawi yang rela mengurus hutan dan membersihkan sampah di tepi kali Pesangrahan dengan tujuan mulia, menyelamatkan Jakarta dari bahaya bencana. Selain contoh, teguran halus dan sindiran juga dapat menjadi cara lain untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian diharapkan akan tercipta masyarakat DKI Jakarta yang lebih sadar dan peduli akan lingkungan, dapat mengubah perilaku ‘ndeso’nya untuk kemudian bergerak ke level yang lebih strategis yakni mengontrol pemerintahan dengan ikut masuk dan menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah di DKI Jakarta.
Kesimpulan
Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta yang disusun hingga saat ini masih menempatkan permasalahan lingkungan sebagai prioritas kesekian. Pembangunan infrasturktur ekonomi lebih digalakan dibandingkan pembangunan lingkungan dan restorasi lahan dari bahaya bencana alam, khususnya bencana banjir. Pengalihfungsian lahan untuk ruang terbuka hijau (RTH) menjadi lahan pemukiman dan lahan komersil merupakan bukti nyata pemerintah DKI Jakarta yang kurang peduli terhadap permasalahan lingkungan dalam pembangunan tata perkotaan. Padahal, wilayah DKI Jakarta yang merupakan tempat buangan air dari kawasan Bogor, Depok, Puncak, dan Cianjur sudah sangat berpotensi mengalami bencana banjir. Namun, preservasi lingkungan, seperti perawatan waduk, situ dan DAS belum menjadi prioritas pemerintah dalam menyusun RTRW DKI Jakarta 2010.
Melihat persoalan diatas, diperlukan kesadaran dari pemerintah dan masyarakat khususnya untuk peduli terhadap masalah lingkungan di wilayah DKI Jakarta. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam mempengaruhi kebijakan tata ruang wilayah kota DKI Jakarta sehingga tercipta tata ruang wilayah kota yang aman dan nyaman serta berwawasan lingkungan. Kesadaran dan kepedulian masyarakat tersebut dapat muncul apabila masyarakat yang sudah sadar dan peduli akan lingkungan dapat memberikan contoh yang baik seperti membuang sampah pada tempatnya dan menanam tanaman di bantaran kali. Hal itu dilakukan agar masyarakat yang masih apatis terhadap permasalahan lingkungan menjadi sadar dan peduli sehingga bisa membuang semua kebiasaan ‘ndeso’nya yang tidak berwawasan lingkungan seperti membuang sampah sembarangan. Dengan kesadaran dan kepedulian yang dimiliki masyarakat DKI Jakarta terhadap lingkungannya, diharapkan mereka akan aktif menjaga dan merawat lingkungan serta berperan aktif mengontrol segala kebijakan pembangunan pemerintah yang tidak berwawasan lingkungan. Dengan demikian, pembangunan tata ruang wilayah kota di DKI Jakarta yang berwawasan lingkungan bukan hanya sekedar mimpi melainkan menjadi kenyataan yang pada akhirnya akan memberikan kenyamanan hidup dan beraktivitas bagi para penduduk di DKI Jakarta.


Sumber Referensi


• Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1 Tahun 2008 Tentang Rencana Pembangunan Jangkan Menengah Daerah Tahun 2007-2012
• Harian Seputar Indonesia edisi Selasa, 1 September 2009
• Harian Kompas edisi Selasa, 1 September 2009
• http://m.infoanda.com/link.php?lh=AFUAXFUDBVMM,
Kompas Cyber Media, 1 Juni 2006
• http://korantempo.com/korantempo/2007/02/08/Opini/krn,20070208,58.id.html
• http://www.republika.co.id/berita/71464/2010_Jakarta_Terancam_tak_Punya_Rencana_Tata_Ruang
Read More
oh no...
iya, gw jujur di sini...
gw bohong sama segala status yang gw tuliskan di smua status gw...karena e.l.o
ngikutin gw dan gw ngikutn lo
mudah2an yang ini juga ga lo baca

even if lo baca, ya udah sih gapapa
emang lo tau siapa orangnya?

tadi malem gw (untuk ketiga kalinya) lagi2 mimpiin lo...D@6*
iya2 gw KAGUM sama lo....
PARAH...
knapa sih bisa ada orang kayak lo?

waktu pertama kali gw knal sama lo, image lo udah buruk soalnya lo ga-menepati-janji
tapi semuanya berubah...lo punya apa yang gw sebut k-e-n-y-a-m-a-n-an dan lo bisa kasih gw k-e-t-e-l-a-d-a-n-an

dan gw juga tau
lo punya banyak f-a-n-s, pe-ng-gg-e-mar, atau apalah sebutannya yang tinggal lo pilih terus bisa lo jadikan pendamping hidup (bahasa apa ini?)

-seorangadisyangmenunggupangeranimpiandatangdenganperasaantakmenentu-

terus, gimana caranya supaya gw bisa mengalihkan perhatian dari lo?
lo terlalu baik
terlalu bisa bergaul dengan baik
terlalu.....

astaghfirullahaladzim....

saya tau ini fitrah, tapi saya ga mau kalau perasaan kayak gini menghalangi karir saya untuk berkontribusi lebih pada umat....

huaaaaaaa
Read More
Assalamualaikum Wr.Wb,

Halo smuanya pa kabar? makasih ya tmen2 yang udah blogwalking atau kunjungan balik k blog saya...kapan2 kita tukeran link ya hehehe =P

Sebelumnya, masih dalam suasana lebaran
"Taqabalallahu Minna Wa Minkum, Minal Aidin Wal Faidzin"
Selamat Hari Raya Idul Fitir 1430 H, Mohon Maaf Lahir Batin...

yeay, ini postingan ke 100 di blog gw...wah, ga nyangka ya udah 100 aja...isinya apa? ya bgitulah..hehehe

sekarang gw mau numpahin unek2 aja tentang budaya On Line. ya, knapa gw menyebutnya budaya, bukan kebiasaan? Habis OL nih emang udah jadi BUDAYA khususnya buat orang2 tertentu yang ga bisa dilepaskan dari kehidupan sehari2 mereka. Terkadang gw ngerasa kemajuan teknologi membuat kita semakin'jauh' dengan dunia nyata. Walaupun memang komunikasi semakin mudah. Tapi, dengan kemajuan teknologi kita juga harusnya bisa memanfaatkan teknologi dengan baik bukan digunakan dengan sia2. Jujur aja gw udah lama pengen bilang kalo social networking websites yg gw punya terkadang lebih banyak membawa kemudharatan daripada manfaat. Contoh aja twitter yg akhir2 ini gw demenin isinya lebih banyak sampahnya daripada benernya. Plurk juga gitu...apalagi facebook...gw juga lebih suka menghabiskan waktu di depan layar komputer daripada ngebantu nyokap misalnya nyetrika baju...hoooo...tuh, kan jadi autis sendiri kalo udah ol?

Fenomena ini ga jauh beda gw liat sama mereka yg punya BlackBerry (BB, bukan Bantarto Bandoro ya). Gw kadang suka heran aja ngeliat Om gw lebih suka melototin BBnya pas kita ngumpul acara keluarga atau lebih miris lagi anak2 !@$%&&(*!() yang di kelas suka ngeBBman padahal kan dosen lagi nerangin...Tuh autis lagi kan? Gw jujur muak sama ke'mapan'an teknologi ini...ya, teknologi emang buat hidup gw mudah, but sometimes something is missing when we use it too much....hooo

daripada autis sendiri mending tidur dah...

see you =)

Wassalamualaikum Wr. WB.
Read More
This debate occurred at the end of last Indonesian Foreign Policy Class. At first, the theme was about “Indonesia’s Worldview and Foreign Policy”. We explore more about how Indonesia’s worldview affects its foreign policy. We began the analyzes with two hypothetical statements: Are RI’s perception of the country’s world role and the realities in tension? And Is Indonesia entitled to a leadership role in the region as well in the world?
To answer that two hypothetical statements, we must understand the history background of Indonesian Foreign Policy. Indonesia’s worldview from time to time always interfered by the president’s worldview. The meaning of nation’s worldview itself is the dominant perception of the nature of the world system and its place in that system. As Benedict Khen Leong Ang said in his article “ Indonesian Foreign Policy, Change and Continuity Amid A Changing Environment”, the first main characteristic of Indonesian foreign policy is change. What are the changes? The changes are aim and goals, priority, and perception. Indonesian priority of its foreign policy always subjected mainly to the leader’s worldview and the leader’s perception on International Relations. Therefore, Indonesian foreign policy from time to time always changes as the change on leader.
Before Indonesia get its independence, Indonesia worldview primarily originates in country nationalism with the spirit of anti colonialism and national consolidation. After the Independence in 1945, Indonesia began the articulation of values that underpin Indonesian foreign policy. That principle value articulated by the first vice president of Indonesia, Mohammad Hatta. He said that “the policy of the Republic must be resolved in the light of its own interests and should be executed in consonance with the facts that it face…”. It means that Indonesia has the right to be the subject of its own history, rather than an object. That famous speech of Hatta also articulated the second mainly characteristic of Indonesian foreign policy, the principle of “ free and active” , it means Indonesia is free, not aligning in one block but Indonesia should be active in struggling its national interest. Those principle continuously become the main principle of Indonesian foreign policy until now. Soekarno himself as the leader of Indonesia at that time had a focus on political revolutionary view. He did some action like using Asian African Congress in 1955 to spread his view about anti colonialism, equality, respect for the sovereignty. Those views could be recognized as radical worldview of Soekarno : political revolutionary. Soekarno also called Indonesia as “a light house of the third world” because he wants the world to see Indonesia as the role model of independence. We may conclude that Soekarno had the ambition of Indonesia to become the leader of third world countries.
Unlike Soekarno, who had a political revolutionary worldview, the second president of Indonesia, Soeharto focused on economic development. As a reluctant orator, he shifted our orientation from alignment global left to the right in order to look for financial aid. Our shifting from making revolution to developing economy served the dual function : increasing living standard of Indonesian people (by gaining financial aid) and also consolidate support for the new regime. The world actually perceived Indonesia differently at Soekarno and Soeharto era because the way of Indonesia perceived the world also different in both era. Beside the change of priority and goals in foreign policy, there was a continuity perception of Indonesia’s worldview. Indonesia’s worldview about bipolar international system, the underlying attitudes about superpowers (US and SU) remained similar. Indonesia saw US as important as China as a source of development. At the time of new order, Indonesia played very pragmatic role in international relations.
Later, Soeharto made some action in order to make Indonesia had remarkable position and potential among third world states. We may identify that by looking the efforts of cultivation of regional and wider global role as Indonesia became a founding member of ASEAN, held the AAC in 1955, get involved with Non Alignment Movement, OIC, and many international forum and groups especially after economic miracle occurred in the late of 1980’s. Many achievements that Indonesia got like held the Jakarta Informal Meeting, Non Alignment Movement leadership in 1992, and hosted 2nd APEC meeting shows that “the time for Indonesia to play more active and assertive in world affairs has come”, as Ali Alatas, the former minister of foreign affairs said. To protect our position, Soeharto took an unique course, making a cooperation with our neighbor such as Australia in 1995.
The transformation from new order into reformation order also impacts the Indonesian foreign policy. After facing post transition presidents, Indonesia seemed to has a rational and realistic playing in international world. Indonesian foreign policy went through seven years of fighting fires as the country used the diplomacy with narrow ambitions to help the country’s economic recovery, prevent the separatist movements, and to build suppors of democratization. As SBY the leader of Indonesia now asserting Indonesia’s right to lead in global and regional area.
Indonesia’s worldview interfered by the values such as anti colonialism, movement, justice, fairness, and tolerance, global peace, interfaith dialogue, and non-interference value. But the fact showed that Indonesia did not really live up with those values because Indonesia did the ‘aggression’ on East Timor. Beside values, Indonesia’s worldview of the world system and great powers remained still. Indonesia sees the US as the only super-power now that can provide financial aid and exchange trade. Indonesia-US has a mutual relationship, because one side Indonesia get the aids and opportunity to trade, on the other side US has the interest to block the terrorism movement. Indonesia also view Asian theater equally importance, like Indonesia’s view on Japan as the country which has economic power also as an actor for regional security. So, we can conclude that Indonesia is hedging and moving away from its tacit Western alignment under Soeharto to establish more balances foreign policy. Thus, Indonesia’s golden world “multilateral” is so meaningful in solving the global problems.
The values and belief of Indonesia’s basic foreign policy worldview impel the country toward certain relatively consistent priorities in foreign policy which are the importance of international institutions, protecting Indonesia’s territorial integrity, protecting Indonesia’s sovereignty, maintaining free and active foreign policy, using diplomacy and being a bridge between worlds, and claiming the right to lead. For the last priority, there is a consistent underlying perception that Indonesia’s is entitled to a major role in world affairs for a number of reasons : the nation’s size and it’s location, the country’s history and rich culture, and Indonesia’s view as a principled participant in world affairs. Size, strategic location, history, principled behavior and moderation are the core values that indicate Indonesia should have an important position in the world. No reason for Indonesia not to take part in the word system.
Indonesia’s worldview is meaningful for the country engagement with region and the world. Some action that Indonesia should take in its foreign policy are hold the nation together and protect sovereignty, entangle the webs of IO to protect the nations and promote global values, and focus on diplomacy. So, we may say that Indonesians are entitled to a leadership role in the world. As SBY said on Deplu 60th anniversary “We should be able to lead a certain issues in IR”. Also we may conclude that Indonesia’s perception of the country’s world and the realities of its capacities are intention.
But, the final remark of this lecture was unfinished. There still debatable whether Indonesia will be a global leader or not. Some said that Indonesia may become a global leader by its own capabilities. On the other hand, someone said that Indonesia can not be a global leader because there are so many domestic problems such as economic problem that is very doubtful to be solved. Beside Indonesia does not have a big power such US’s to lead the world. In my opinion, Indonesia does have capabilities in leading the world, but still it is in progress on becoming new emerging forces and a leader to the country of the world, especially in ASEAN region. Now, it is time for us to do a hard work to prove that Indonesia have the capabilities to lead the world and will become a global leader.
Read More
Assalamualaikum Wr. Wb.

Hai2 pa kabar semuanya? Mudah2an semakin lancar puasanya (bagi yang menjalankan) dan semua aktifitasnya diberi kemudahan...amin....
wuah, ga terasa bulan ramadhan udah mau berakhir aja...
Lusa udah lebaran, udah pada siap2 belum?
Persiapan yang gw maksud disini bukan cuma beli baju baru, beres2 rumah, masak ketupat. Tapi, sudah siapkah hati dan pikiran Anda untuk kembali kepada kesucian (fitri)? Yah, esensi lebaran (idul fitri terutama) bukan cuma sekedar beli baju baru, dapet uang THR (angpao), dan ketemu saudara2. Lebih dari itu ma mennnn... Lebaran itu yang penting hati kita kembali bersih, suci, seperti yang baru lahir. Dan buat yang udah puasa full nih, saatnya kita meraih kemenangan...mudah2an kita termasuk ke dalam golongan orang yang bertaqwa...amin...

btw,anyway..judul tulisan ini agak serem juga ya...ngapain pula gw puasa2 gini ngomongin tentang selingkuh...
Oh, Selingkuh...
-Selingan Indah Keluarga Utuh- ha? akronim darimana nih? dari majalah2 gosip donk..hehehe
ya, kmaren gw baru aja diceritain dari temen gw, sebut saja namanya hanifan. Dia cerita kan anak2 ascova yang dulunya jadian pada putus (beruntun pula, termasuk dia *kasian..kasian...kasian,pake nada si Ipin..hehe*)
Salah satu temen gw yang putus sebut saja namanya affan itu gara-gara doi selingkuh ama cewek lain....hadooohh...baru pacaran aja udah berani selingkuh, apalagi kalo udah nikah? (untung blom nikah ya zi, hehehehe)
Terus, beberapa waktu lalu dunia pergosipan Indonesia juga dikejutkan dengan kabar cerainya Anang-Krisdayanti. Anang mentalak istrinya karena (lagi2) selingkuh. Gak tanggung2 bo, ini adalah kejadian keempat kali atau kelima kalinya sejak mereka berumah tangga 12 tahun yang lalu...WAW!!!

hmmm...gw sendiri, belum pernah selingkuh ataupun diselingkuhi. Ma sabab? ya, gw belum pernah pacaran gtu loh...ahahahahaha...enaknya jadi SINGLE (ingat, single...BUKAN jomblo....)
jadi, kalo gw ditanya (yang kayak di take him out gtu) gmana pendapat kamu tentang selingkuh? Gw bilang aja "maaf, saya ga pernah selingkuh atau diselingkuhin sih, jadi ga tau apa2 ttg selingkuh",ehehehehe

nggak kayak gitu juga sih sebenenrnya.... selingkuh itu merupakan hal yang 'wajar' disaat lo udah bosan menjalin hubungan dengan seseorang. Eits, bukan berarti gw nantinya mau selingkuh atau diselingkuhi loh. Sebagai manusia, ada kalanya kita bosen sama apa yang kita miliki termasuk pasangan hidup. (ya iyalah secara tiap hari yang diliat dia mlulu...) Sama halnya kayak pelajaran. Disaat lo udah bosen ngedengerin dosen/guru ngomong di depan kelas hal yang sama dan udah diulang berkali2. pasti kebanyakan kalian akan selingkuh dengan membaca komik, koran, bahkan nge BB-Man....

intinya, menurut gw selingkuh itu wajar asal disalurkan ke hal2 positif. Kalo udah mulai bosen sama pacar/suami/istri, lampiaskanlah kebosanan kalian dengan pergi menyendiri ke masjid, perpustakaan, atau taman bermain. Atau berbagilah dengan saudara2 kita yang kurang mampu, anak2 panti asuhan, dan masih banyak hal positif lain yang bisa kalian kerjakan. Jangan sampe kebosanan kalian itu akhirnya dilampiaskan ke hal2 yang ga bener kayak mencari cewek2 nakal di jalanan...huaaahhh...Kasian kan ntar apalagi yang udah berumah tangga, brabe deh urusannya kalo ketauan punya WIL atau PIl..apalagi kalo anak2 yang tau...ribetribetribet...
remember YOU'RE NOT SINGLE ANYMORE!!!!(huauahuahuahuhauahua,,,makanya jangan cepet2 kawin...hehehehe)

intinya : Be Positive :)

Wassalamualaikum Wr.Wb.
Read More
Assalamualaikum wr.wb.

yah, gw dapet...aduh, kyknya susah deh ngerealisasiin keinginan gw buat khatamin qur'an...hiks2.

ngomong2, lebaran jadinya kemungkinan besar hari minggu. udah pada siap2 belum? pasti yg mau pulang kampung udah siap2 nih dari sekarang (bahkan udah mudik?hehehe). gmana? udah beli baju baru? yaelah. lebaran mah ga usah pake baju baru, sepatu baru, tas baru, etc. yang penting hatinya baru..hehehe

wuah, minggu ini sibuk :kuliah, kepanitiaan. tugas alhamdulillah 'tinggal'OI dan Humin. nanti : rapat OIS, urus seminar, aksi?
ha.pakjuwono ga bisa, mas edy ga bisa, pak eko prasodjo ga bisa.susahsusahsusah.

eh, optend pemira dah dibuka? ikutan ah..hehehe

gw mau kasih tahu tentang satu hal
"TOLERANSI"
melihat dua shoutmix terakhir yang ada di blog ini ttg teriakan sahur yang mengganggu..hmmm, bgini ya. kita hidup di Indonesia, negara yang mengagungkan multikulturalisme dan terdiri dari berbagai suku, ras, dan AGAMA.
yah, agama. gini ya mas mbak om tante, kita tuh harus saling menghormati dan menghargai apalagi dalam kehidupan beragama. gw sendiri yang muslim kadang suka keganggu dengan suara 'teriakan' subuh2 dari mesjid betawi sebelah kosan gw. SUMPAH GANGGU abis. gw juga sangat keganggu kalo ada kebaktian orang protsetan di rumah depan di depan rumah gw. SUMPAH GANGGU banget. tapi, gw sadar, kalo gw ngomel2 juga mereka tetep aja melaksanakan ritual agamanya itu. jadi, ya udah deh. gw mencoba untuk bersabar, TOLERANSI. ya udah akhirnya, sekarang gw udah nganggep hal2 kayak gitu biasa aja, ga usah terlalu dipermasalahin lah. gw berusaha untuk menghargai semua ritual yang orang lain lakukan. kenapa sih kita ga coba menghargai mereka? emang susah pada awalnya, tapi kalo kalian terus2an permasalahin hal sepele kayak gini ya sampe kiamat ga bakal selesai2. Jadi, kalo gw aja bisa menghargai hal tersebut, knapa kalian ngga? =)

btw, gw sebel banget pas buka puasa di KERETA orang2 tiba2 langsung MENGEPUL, ga cuma satu tapi BANYAK...huaaaahhhh, sesek2 deh....please dong people, BE TOLERANT!

-cheers
Read More
Assalamualaikum Wr.Wb.
Apa kabar semuanya? Maaf yah blog ini ga diupdate coz seminggu kemaren gw ngekos, dan u know lah ga ada koneksi internet unlimited di kosan gw (ga kayak di rumah...hehehe)
Anyhow, gw agak nge-regret apa yang gw kerjakan seminggu kemarin :
1. Gw meninggalkan alQuran gw di rumah. so, bisa dipastikan seminggu kemarin gw [hampir] ga bca sama sekali, cuma nambah 15 ayat minggu kmaren...hiks...hiks...GW BERTEKAD MULAI BESOK GW HARUS MENGEJAR KETERTINGGALAN GW...HARUS KHATAM 30 JUZ bulan ini...amin...
2. Kesibukan simposium,disko,vw, dan kegiatan organisasi lainnya membuat gw sedikit terlena dalam mengerjakan tugas. Padahal, senen kemarin setelah review OI dibagiin, gw udah langsung baca, besok2nya cari bhn pembanding, tapi sampai sekarang belum dapat dikerjakan....arrgggghhhh.....belum lagi summary HLNI dan review HUMIN....
tapi GW YAKIN GW PASTI BISA, INSYA ALLAH!
3. Doa2 yg gw panjatkan selalu setiap sholat tidak dikabulkan oleh Allah, hal ini bukti bahwa cara gw meraih sesuatu saat ini harus lebih baik daripada waktu SMA dulu. Ya, tapi gw masih percaya kekuatan doa...sekarang gw cuma berdoa dapet yang terbaik aja dan dilancarkan segala urusan2 gw...teringat kata salah satu temen gw di plurk-nya: Jangan terlalu berharap pada hal2 duniawi karena kalo lo ga dapet lo bakalan kecewa, sementara kalopun dapet masih bisa bersyukur alhamdulillah =)

yah diatas adalah hal2 yg gw regret selama minggu kemarin, ada juga hal2 yang bikin gw senang kayak: BUKPUS bersama HMHI dan gathering anakui.com, gw selesai ngajar bulan ini, alhamdulillah gw sembuh dari penyakit batuk,flu, dan demam....

alhamdulillah....

okeh, sekarang tinggal mengerjakan beberapa TUGAS KULIAH, MENGHUBUNGI PEMBICARA, dan SENANG2...yeay....


jangan stress lagi ya sayang =)

*Best Quote of the Last Day "Ini siapa tau bisa berguna buat jadi MAPRES, naik apa? pulang ke arah mana? hati2 ya di jalan...."-ehehehehehe

udah ah....
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Read More
Assalamualaikum Wr.Wb.

Apa kabar smuanya. Terimakasih ya buat teman2 yang udah mengunjungi blog ini dan ngevote blog saya jadi top5 blog Prambors this week....
Big Appreciation and Thanks for you all =)

Ngomong2, hari ini saya ngerasa C.A.P.E.K banget
Yah, capek....karena hari ini saya dilanda suatu musibah berupa penyakit Pilek dan Tenggorokan yang ditularkan adek2 saya. Pagi2 sampe siang sih masih gak apa2. Eh,ternyata pas di kelas "Indonesia's Foreign Policy" yang dosenya pak Makmur dan asdosnya orang yang-pernah-nganterin-saya-ke-Puncak-tapi-dia-lupa-nama-saya itu mulai deh...ngak...ngek..ngok...
Sumpah hari ini benar2 "very tired day" buat saya. Padahal, saya cuma kuliah satu doang. Mungkin ini efek bertemu Prof. Paulus yang tiba2 beliau menyarankan untuk "mengubah" konsep acara simposium nasional pendidikan sehingga berimplikasi pada list pembicara yang akan mengisi studium generale...
Wuah...ngomong2 soal simposium, ini udah H-1 Bulan aja, tapi kok progressnya kayak gini ya? Gw jadi kasian bgt sama temen gw-si Sekum- yang tadi saking frustasinya ampe nangis (dan bahkan beliau berpikir untuk resign dari Kastrat) adoh,,, setelah si Feri resign, Kastrat emang udah ga ada "BentUk"nya lagi sekarang....
Gw juga ngerasa klo udah males bgt sempet kepikiran 'mending dibubarin aja deh nih departemen'. Habis anak2nya pada punya kerjaan lain yang malah jadinya ngebuat kastratnya sendiri jadi terbengkalai...
Yah, tapi inilah namanya dinamika kehidupan berorganisasi. disini gw belajar banyak tentang pendewasaan, kerjasama tim, keegoan, dan hal2 lain yang mungkin ga bisa gw dapatkan kalo gw gak 'tercebur' dalam dunia ini.

Oh, ya gw sendiri sekarang lagi sibuk juga ngurusin kerjaan lain mulai dari Volunteer Workshop, Planet, dan Seminar KSM. Kalo kerjaan yang ini sih, alhamdulillah ga terlalu banyak hambatan. O,ya satu lagi 'OIS'(harusnya gw ngomong sama si asdos gw itu tapi males ah, padahal dia udah bikin soalnya)- OOT

ok...Back to Topic, ramadhan ini emang bener2 bulan yang penuh berkah. Dengan masalah2 yang ada di sekitar gw, gw jadi banyak belajar untuk bersabar. Nikmat yang diberikan Allah sama gw pun gak kalah banyaknya. Jadi, yah gw juga harus LEBIH BANYAK lagi untuk bersyukur. Dan salah satu cara untuk bersyukur(seperti yang dikatakan oleh teman YM gw) adalah Berbagi...

So, guys yuk sama2 kita belajar untuk bersabar dan bersyukur dalam menjalani kehidupan kita sehari2...

Wassalamualaikum Wr.Wb.
Read More