Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Bersyukur

Harus belajar lebih ikhlas dan bersyukur untuk menjalani segala sesuatunya.

Mau lebih dekat sama Allah, dekat sama anak-anak, masyarakat, dan lain sebagainya.

Boleh ga gw non-aktifin pikiran tentang "apa yang dipikirin orang lain tentang gw?"


Guru Gagal

Gw ngerasa akhir-akhir ini jadi guru yang gagal.
Kenyataan anak-anak gw gak ada yang lolos semifinal OSK.
It matters.
Buat gw.
Betul-betul evaluasi besar.
Cara mengajar gw, hubungan sama anak-anak, interaksi sama masyarakat.
Nol besar lah.


Resign aja apa?

Jakarta, sebuah rindu yang (harus) tertahankan

Saat saya menulis tulisan ini, saya berada ribuan kilometer jauh dari kota kelahiran saya.

23 tahun lebih 2 hari tepatnya, pukul 22.00 WIB, seorang Avina Nadhila Widarsa dilahirkan di Rumah Sakit Kartika, Rawamangun.
Hari ini takdir membawanya ke sebuah tempat bernama Halmahera Selatan, sebuah kabupaten di wilayah Maluku Utara.
Sebuah kehormatan baginya berada di tengah masyarakat desa Bajo dan menjadi pengajar muda di SDN Torosubang.
2 bulan pertama, dan hingga saat ini tidak dapat dipungkiri banyak penyesuaian yang harus ia lakukan. Mulai dari penyesuaian iklim, budaya dan bahasa.
Begitu juga penyesuaian dengan anak-anak, masyarakat, hingga teman-teman sepenempatan.

Semuanya itu sangat berarti, menjadi media pembelajaran dan pendewasaan diri yang dahsyat. Jauh dari keluarga, hidup di tempat terpencil, jauh dari kemewahan dan hingar bingar kota besar seperti Jakarta.

Sejak 2012 yang lalu, ia memang sudah meninggalkan Jakarta untuk menempuh pendidikan lanjutan di Singapura. Ia memang …