Langsung ke konten utama

tulisan gw di anakui.com ;)

Hari Minggu, 31 Mei 2009, rencananya akan diterjunkan sekitar 100 satuan petugas untuk menyebar teror antirokok di kampus Universitas Indonesia, Depok. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka hari tembakau sedunia 31 Mei 2009.

Pasukan teror akan membagikan stiker yang memuat bahaya merokok. Stiker mengeksploitasi visual dampak buruk merokok seperti gambar bibir yang terpapar kanker mulut, dan gambar tenggorokan yang terbuka akibat kanker.

Berdasarkan pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 81 tentang Kawasan Dilarang Rokok, Universitas Indonesia merupakan salah satu kawasan wajib bebas asap rokok. Sebab itu UI ingin melakukan langkah nyata dalam menumbuhkan kesadaran bahaya rokok dan mewujudkan 2012 sebagai tahun UI Bebas Rokok.

Selain menerjunkan pasukan teror antirokok, peringatan hari tembakau juga akan diisi seminar. Tema-tema yang akan dikupas antara lain, ‘Pictorial Health Warning & Second Hand Smoke’, ‘Gambaran Perokok di Kampus UI’. Rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan Pembentukan Pokja serta penyematan pin “Pendukung UI Bebas Rokok 2012″.(VIVAnews.com, dr TVone.com)

Berita itu baru saya baca tadi pagi di situs tv0ne. Menanggapi tulisan tersebut, saya berpendapat menjadikan UI sebagai kawasan bebas rokok memang tidak mudah. Pasalnya, banyak sekali warga kampus UI (mahasiswa,dosen,karyawan) yang sangat sukar untuk disadarkan tentang bahaya merokok ini. Di fakultas saya sendiri (FISIP), hampir tiada hari tanpa asap rokok, terutama di kantin dan di koridor bawah gedung Koentjaraningrat. Wacana tentang adanya kawasan bebas rokok di kampus (FISIP terutama) memang sudah mengemuka akhir-akhir ini, namun saya rasa masih banyak sekali kalangan yang menentang adanya kawasan bebas rokok.

Sebagai seorang yang tidak merokok, tentu saja saya setuju adanya kawasan bebas rokok di UI. Sayangnya, beberapa teman saya (terutama yang merokok) menganggap hal itu sebagai bentuk pendiskriminasian bagi mereka. Mereka berpikir bahwa adanya kawasan bebas rokok hanya menambah jelek image perokok di mata masyarakat. Mereka berargumen merokok merupakan hak pribadi mereka dan tidak bisa diubah lagi karena sudah merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan.

Kampus yang nyaman dan bersih merupakan impian kita semua. Tanpa lingkungan yang nyaman, berakivitas di kampus pasti terasa tidak enak. Adanya upaya rektorat untuk menjadikan UI sebagai kawasan bebas rokok merupakan usaha yang patut diacungi jempol, walaupun hal ini perlu waktu yang cukup lama. Asap rokok bagi banyak orang memang cukup mengganggu, namun kita tidak bisa menganggap suara dari para perokok sebagai angin lalu. Saya rasa harus ada forum komunikasi yang melibatkan seluruh komponen dan stakeholder warga kampus UI dengan pihak rektorat agar kawasan bebas rokok di UI ini bisa terwujud, tanpa ada pihak yang merasa dirugikan ataupun didiskriminasikan.



bebaskan UI dari ASAP ROKOK!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas.
Apa kabar saya?

Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya.
Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point sendirian memb…

PKS dan Kampus

Assalamualaikum Wr.Wb.

Iseng, lagi googling ttg "Majelis Syuro SALAM UI" eh malah nemu di thread ini http://forum.dudung.net/index.php?topic=14562.20;wap2

padahal, tadinya gw mau ngebandingin aktivitas LDK2 di universitas2 di Indonesia, macam Salam UI dan Gamais ITB...yo weis lah....
skg saatnya dibuka semuanya....

yang mau tau siapa mereka?apa saja yang mereka lakukan? yuk intip curhatan mba Arbania Fitriani ex-kader PKS

Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'am sirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS. Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran,yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga d…

Persiapan Kuliah di Luar Negeri (part 1)

Banyak orang yang bertanya2,  bagaimana cara gw bisa mendapatkan beasiswa, S2 ke luar negeri?
Hmm, pertanyaan yang sebetulnya bisa dijawab dengan jawaban yang berbeda-beda dari bermacam-macam orang. Alhamdulillah, gw diberi kesempatan oleh Allah untuk melanjutkan kuliah di Singapura dengan full beasiswa. Persiapan gw untuk melanjutkan kuliah ini sebetulnya kurang lebih gw siapkan sejak 6 bulan sebelumnya. Pertama, cari-cari info tentang syarat2 untuk S2 di luar negeri. Rata-rata aplikasi untuk S2 atau S3 di luar negeri udah dibuka di akhir tahun sampai awal tahun berikutnya (November - April). Karena dulu gw kepengen banget kuliah di Oxford, jadi patokan gw untuk apply S2 ya ke sana. Masing-masing universitas punya syarat pendaftaran yang beda-beda. Umumnya, untuk jurusan sosial, jurusan semacam HI, politik lebih tepatnya, cuma butuh nilai TOEFL/IELTS, surat rekomendasi, esay dan ijazah. Alhamdulillah banget, gw waktu itu dapet contoh surat rekomendasi dan esay buat apply S2 dari kak …