Operasi Abses Kelenjar Bartholini

64 comments

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas.
Apa kabar saya?

Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu.
Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya.

Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point sendirian membeli beberapa keperluan.

Tubuh memang tidak bisa bohong. Alih-alih semakin nyaman, sakit saya semakin parah. Hari rabu yang seharusnya saya masuk dua kelas, saking sakitnya saya hanya mengikuti setengah pelajaran jam pertama. Kemudian saya segera pergi ke klinik NTU untuk meminta pertolongan pertama (dengan jalan terseok2). Saya menahan rasa sakit selama perjalanan dari RSIS Student Wing ke klinik NTU.

Dokter klinik pun akhirnya memeriksa dan beliau berkata bahwa abses yang saya derita sudah semakin besar sehingga ada kemungkinan harus dioperasi untuk mengangkatnya. Saat itu saya yang berusaha menahan rasa sakit semakin merasa perih dan meminta untuk disuntik obat penghilang rasa sakit. Akhirnya, oleh suster di klinik saya disuntik obat penghilang rasa sakit (lagi-lagi di pantat). Dokter juga memberikan saya antibiotik (lagi) dan obat penghilang rasa sakit (asam metafamat) serta obat penghilang radang yang lumayan membantu menghilangkan rasa sakit beberapa saat.

Namun, sepertinya obat suntik itu tidak bekerja dengan baik. Sebab saya masih harus terseok-seok berjalan ke kantin B untuk kemudian memanggil taksi yang mengantarkan saya ke rumah. Saat itu saya betul-betul tidak dapat menahan rasa sakit. Sampai di rumah, saya langsung tepar dan berusaha mengompres abses saya dengan alkohol.

Di rumah, saya menahan perih, sambil mencari2 apa alternatif terbaik yang dapat saya lakukan untuk menghilangkan penyakit saya. Saya mulai browsing dan menemukan ternyata penyakit yang saya derita adalah "bartholyn gland cyst". Penyakit yang sebetulnya pernah saya derita saat saya SMA :'(.

Bartholyn Gland Cyst atau pembengkakan (kista) kelenjar bartholini adalah sebuah pembengkakan yang terjadi di daerah vulva, labia mayora (dinding luar vagina) yang salah satu penyebabnya adalah infeksi bakteri (seperti yang saya alami). Kelenjar bartholini yang normalnya mengeluarkan sekret menjadi tersumbat jalannya akibat infeksi tersebut sehingga menyebabkan pembengkakan di daerah labia mayora. Akibatnya sakit terasa ketika penderita ingin bangun, bergerak dan jalan (bahkan duduk sekalipun).

Saya kemudian mencari klinik wanita yang buka 24 jam dan bisa konsultasi dengan dokternya tanpa harus buat janji terlebih dahulu. Sebetulnya saya sudah ada janji bertemu dokter spesialis obestetri dan ginekologi di klinik wanita NUH, tempat saya direferensikan. Namun, karena janji bertemu pada hari Senin dan saya tidak bisa menahan sakit lagi, saya mencari alternatif lain. Pilihan pun jatuh di KK Women and Chlidren Hospital di mana ada klinik O&G yang buka 24 jam.

Keesokan paginya, saya langsung meluncur ke rumah sakit ini dan bertemu dengan dokter spesialis O&G. Seperti biasa, beberapa prosedur seperti administrasi, cek tekanan darah dan tes suhu tubuh saya jalani. Menunggu sekitar setengah jam, akhirnya saya dipanggil menuju ruang konsultasi. Dihadapan dokter muda yang modus itu langsung saya papqrkan bahwa saya sepertinya menderita Bartholin Gland Cyst. Dokter itu agak kaget juga, kenapa saya bisa tahu langsung penyakit saya. Saya bilang, sekitar 5 tahun lalu saya juga pernab menderita penyakit yang sama. Dokter itu pun langsung memeriksa saya dan melihat pembengkakan yang sudah berujuran 4-5 cm. Pantas saja, betapa sakitnya saya jika ingin duduk dan berjalan. Dokter pun menawarkan 2 opsi. Operasi atau beliau bisa memberikan obat antibiotik (lagi) dan pengurang rasa sakit. Saat itu, yang ada dalam pikiran saya adalah menghilangkan penyakit ini sesegera mungkin dan setuntas mungkin. Akhirnya, dengan penuh kesadaran, saya ambil opsi pertama yakni operasi.

Saya kemudian ditanyai riwayat kesehatan, kapan tanggal mens terakhir, adakag alergi obat dan lain sebagainya. Pertanyaan yang kemudian diulang oleh setiap paramedis yang menangani kasus saya sampai masuk ruang operasi. Dokter pun menanyakan usia saya, saya jawab sudah lebih dari 21 tahun. Sebab untuk menandatangani consent form untuk operasi sendiri paling tidak say harus sudah berusia 21 tahun ke atas. Terlihat ragu dengan peraturan ini, dokter itu menemui "boss"nya untuk memastikan bahwa saya bisa dioperasi.
Setelah saya menandatangani consent form untuk operasi, saya keluar ruang konsultasi untuk proses administrasi dan pembayaran. Saya yang baru pertama kali pergi ke rumah sakit untuk operasi (sendiri dan di negeri orang pula) belum tahu mengenai prosedur2nya. Termasuk harus puasa 6 jam sebelum operasi dan ditempatkan di ruang rawat inap (ward bed) selama paling tidak satu hari. Satu hal yang saya tidak pikirkan masak-masak waktu itu adalah perihal biaya. Ternyata, biays yang harus saya keluarkab mencapai 1,5 kali monthly stipend saya. Huaaaa, mahal :'(

Saat itu juga saya langsung menghubungi mama dan meminta ditransfer sejumlah uang untuk menutupi biaya tersebut. Bagaimaba reaksi orang tua dan keluarga saya? Oke, mereka cukup (atau mungkin sangat) khawatir dengan keadaan saya. Namun, saya berusaha meyakinkan mereka bahwa saya baik-baik saja dan operasi yang akan dilakukan hanyalah operasi kecil dan mereka tidak perlu datang ke sini. Tapi, sepertinya ucapan saya tidak cukup menghilangkan kekhawatiran mereka. Orang tua saya pagi ini pun terbang ke Singapur untuk menjenguk keadaan anaknya :')

dan ya, setelah urusan administrasi selesai, saya dibawa ke ruang rawat inap untuk menunggu giliran saya dioperasi. Satu jam, dua jam, tiga jam dan berjam-jam kemudian telah berlalu, masih belum ada kabar dari ruang operasi kapan giliran saya. Selama itu juga saya berusaha menahan sakit yang "arrrrrgggghhhh......." luar biasa, naik turun.

Selama menunggu di ruang rawat inap itu juga saya mengabarkan keluarga saya, mbak Yenny, Emir dan Galan. Kebetulan sekali saat itu Galan akan pergi ke Mustafa yang lokasinya tidak jauh dari rumah sakit tempat saya dirawat. Saya pun meminta Galan untuk mengunjungi saya dan membelikan charger bb di Mustafa karena saat itu saya tidak ada persiapan menginap di rumah sakit sehingga tidak sempat membawa charger.
Saya masih menahan rasa sakit yang teramat sangat sembari menunggu kedatangan Galan dab jadwal operasi saya. Doa, istighfar, tasbih, tahmid, tahlil dan shalawat terus saya lantunkan menjelang detik-detik operasi. Saya percaya, semua terjadi atas izin Allah, oleh sebab itu saya meminta kesembuhan yang sempurna dari sang Maha Penyembuh untuk kesembuhan penyakit saya. Saya juga percaya bahwa penyakit ini merupakan tanda Allah sayang sama saya. Dosa-dosa saya mungkin sedang dicuci habis dengan penyakit ini. Terima kasih ya Allah :')

Sekitar jam 6 kurang, Galan akhirnya sampai di tempat saya. Tidak berapa lama kemudian, suster akhirnya masuk ke tempat saya dan meminta saya untuk ganti baju. Saat itu saya tidak sadar bahwa sudah masuk giliran saya untuk bersiap-siap operasi. Sempat ke kamar mandi dan memakai jilbab, akhirnya dibawalah saya ke ruang operasi oleh suster (yang statusnya masih mahasiswa keperawatan) ke operation theatre.
Sampai di operation theatre ternyata saya harus menunggu (lagi) selama kurang lebih 1,5 jam karena ada kasus emergency, ibu melahirkan dengan operasi caesar. Saya pun kembali menunggu dengan tidak tenang karena masih menahan sakit yang teramat sangat. Kembali, do'a dan dzikir saya lantunkan untuk mengurangi sakit tersebut.

Beberapa kali saya memanggil suster dan menanyakan kapan giliran saya dioperasi. Ada satu suster yang sangat baik sekali melayani saya sebelum operasi. Beliau berkali-kali meminta maaf karena saya harus menunggu lama untuk operasi yang sebetulnya cukup sebentar. Terakhir kali ia menemui saya, ia berkata operasi ibu melahirkannya sudah selesai dan 15 menit lagi saya bisa maauk ruang operasi.
Sekitat 15 menit kemudian, datanglah dokter bedah dan dokter anastesi membawa saya ke ruang operasi yang sebenarnya. Lagi2 identitas, riwayat kesehatan dan penyakit, kapan mens terakhir, ada alergi obat atau tidak dan lain sebagainya. Kemudian saya dijelaskan mengenai dua alternatif anastesi, "ditidurkan" dengan uap atau bius di tubuh bagian belakang (yang mana saya masih bisa melihat operasinya). Dokter juga menjelaskan segala resiko dari masing-masing pilihan. Saya pun memilih untuk "ditidurkan" dengan uap yang menurut saya resikonya paling minimal. O ya, sebelum dioperasi saya diminta kembali menandatangani surat persetujuan tindakan operasi dan anastesi setelah dokter menjelaskan segala kemungkinan resiko yang terjadi pada saat dan pasca operasi. Saya juga sempat di"tes" kesadaran sebelum masuj ke ruang operasi dengan menanyakan identitas, tanggal lahir, nomer kartu identitas dan apa tujuan saya di sana.

Operasi yang saya tunggu-tunggu pun akhirnya berlangsung dengan lancar. Bangun-bangun saya langsung merasakan sakit yang teramat sangat sebab luka bekas operasi. Dokter anastesi pun langsung memberikan suntikan morfin dan beberapa waktu kemudian, saya merasa lebih baik. Waktu pemulihan di ruang operasi berjalan sekitar 45 menit. Saya sadar masuk ke ruang operasi jan 20.05 dan berada di ruang pemulihan sampai pukul 21.54. Cukup cepat bukan? Sepertinya operasi saya merupakan tindakan operasi terakhir yang dilakukan para dokter hari itu. Saya bisa melihat betapa para petugas operasi hari itu lelah sekali dan ingin segera pulang.
Selepas operasi saya masih belum bisa (takut) untuk terlalu banyak bergerak. Alhamdulillah, abses saya telah diangkat dengan sempurna dan saat ini saya sudah bisa duduk, berdiri dan jalan dengan lancar.
Alhamdulillah ya Allah :')

Mohon doanya agar segera pulih ya teman2 :)

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

64 komentar

Neti Triwinanti mengatakan...

Vinaaa :"( Cepet sembuuh ya :(
Ketika aku baca posting kamu sebelumnya, aku pikir nggak terlalu parah (sekedar infeksi) dan akan sembuh dengan pemberian antibiotik.
Aah, pasti sedih ya Vin semuanya sendirian di awal-awal. Kalo aku pasti udah nangis-nangis, udah sakit, ditambah harus nyari dokter dan pergi-pergi sendiri, dan memutuskan sendiri. >__<
Syafakillah Viin :"

Ecky Agassi mengatakan...

semoga sembuh sempurna ya vin, aamiin :)

avina_nadhila mengatakan...

Maacih Neti dan Ecky, alhamdulillah keadaan sekarang sudah jauh lebih baik. Mohon doanya ya. Semoga teman-teman tetap dalam kondisi sehat dan bahagia selalu :)

Aprilia Grace mengatakan...

dear mbak vina, saya mau tanya pengalaman mbak saat SMA itu kondisinya seperti apa ya? karena saya baru merasakan ada benjolan di pinggir miss V juga tapi tidak sakit dan tidak mengganggu. dari pengalaman2 yg saya baca termasuk pengalaman mbak vina, benjolan tersebut muncul lagi dan menimbulkan rasa sakit. adakah saran mbak vina untuk saya? karena mama saya menyarankan utk menunggu seminggu ini. jika hilang atau mengempis berarti tidak ada apa2. tapi saya masih kuatir jika dibiarkan seperti itu akan muncul lagi satu saat dan justru lebih parah. mohon pencerahannya, terima kasih :)

avina_nadhila mengatakan...

Halo mbak Grace,
maaf sekali saya baru balas...
Apakah benjolan tersebut masih ada saat ini? Kalau masih ada, saran saya segera cek dengan dokter kandungan/obstetri-ginekologi karena bisa jadi itu abses yang sedang membesar sehingga timbul rasa sakit. Sebetulnya tidak dioperasi tidak apa-apa, pengalaman saya dioperasi karena benjolan itu mengganggu sekali. Semoga sehat selalu ya mbak Grace :)

avina_nadhila mengatakan...

Halo mbak Grace,
maaf sekali saya baru balas...
Apakah benjolan tersebut masih ada saat ini? Kalau masih ada, saran saya segera cek dengan dokter kandungan/obstetri-ginekologi karena bisa jadi itu abses yang sedang membesar sehingga timbul rasa sakit. Sebetulnya tidak dioperasi tidak apa-apa, pengalaman saya dioperasi karena benjolan itu mengganggu sekali. Semoga sehat selalu ya mbak Grace :)

avina_nadhila mengatakan...

Halo mbak Grace,
maaf sekali saya baru balas...
Apakah benjolan tersebut masih ada saat ini? Kalau masih ada, saran saya segera cek dengan dokter kandungan/obstetri-ginekologi karena bisa jadi itu abses yang sedang membesar sehingga timbul rasa sakit. Sebetulnya tidak dioperasi tidak apa-apa, pengalaman saya dioperasi karena benjolan itu mengganggu sekali. Semoga sehat selalu ya mbak Grace :)

megan putri mengatakan...

sama mba..saya juga baru 3 hari lalu operasi abses bartholini...ampunnnnn deh...ga ga mau lagi...

rufi andayani mengatakan...

Mbk vina,apakh benjolan dan rasa sakit itu ada di miss v mbk?waktu sakit saat SMA apa tdk dioperasi & akhirnya kambuh lgi?trus utk penyembuhn total pasca operasi butuh wakty brp lama?maaf prtnyaanya bnyk..mkasih mbk vina

wulan vanda mengatakan...

mba hbs operasi rasanya gimana,soalnya q disuruh operasi tp takut.

Avina Widarsa mengatakan...

Halo mba Rufi,

iya, betul, benjolan dan rasa sakit itu ada di daerah miss v, area labia mayora bagian kiri. Waktu SMA tidak operasi karena saya pikir tidak berbahaya, kemudian kambuh lagi sekitar 6 tahun kemudian. Total waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan pasa operasi sekitar 1-2 hari, tapi saya masih harus kontrol ke dokter sekitar 2 minggu sampai 1 bulan setelah operasi :)

Anonim mengatakan...

Hai mba vinaa maaf saya mau tanya ni.. saya juga pernah mengalami abses bartholin bulan september lalu sampai membesar 3-4 cm. Karena ga kuat nahan sakit sampai pingsan saya dibawa k rumah sakit, belum sempat di tangani dokter keesokan harinya abses saya suah pecah tanpa tindakan apa2. Setrlah itu baru ditangani dokter untyk dilakukan pembersihan.sampai 1 bulan kemuian alhamdulilah sudah tidak merasakan apa2. Terus pas setelah mens bulan berikutnya saya merasakn sakit lagi tapi tanpa benjolan yg mebesar hanya bengkak saja. Apakah dulu mba setelah operasi merasakan kambuh kambuh lagi tidak mba? Teruskeadaan mba sekarang bagaimana? Apakah kondisi mba sudah normal karena tidak terjadi benjolan lagi atau seperti apa? Terimakasih

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
avina_nadhila mengatakan...

Halo mbak Wulan dan mbak,
Alhamdulillah, setelah operasi tidak ada benjolan lagi.Memang terkadang agak gatal di daerah kewanitaan saya, tapi tidak ada benjolan lagi. Saya juga khawatir penyakit ini akan kambuh. Apalagi kalau misalnya saya tidak keputihan/keluar cairan dr miss v, sebab itu artinya bisa jadi ada penumpukan cairan di kelenjar bartholin. Oleh karena itu sekarang saya jadi lebih memperhatikan kebersihan di daerah kewanitaan saya, lebih baik dioperasi saja jika mengganggu.

avina_nadhila mengatakan...

Halo mbak Wulan dan mbak,
Alhamdulillah, setelah operasi tidak ada benjolan lagi.Memang terkadang agak gatal di daerah kewanitaan saya, tapi tidak ada benjolan lagi. Saya juga khawatir penyakit ini akan kambuh. Apalagi kalau misalnya saya tidak keputihan/keluar cairan dr miss v, sebab itu artinya bisa jadi ada penumpukan cairan di kelenjar bartholin. Oleh karena itu sekarang saya jadi lebih memperhatikan kebersihan di daerah kewanitaan saya, lebih baik dioperasi saja jika mengganggu.

Kiki Ditrijani mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Kiki Ditrijani mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
avina_nadhila mengatakan...

Halo Mbak Kiky,

Maaf saya kurang tahu kalau benjolan di dalam lubang vagina. Sebaiknya diperiksakan langsung ke dokter kandungan/obgyn. Kalau benjolan di luar vagina (daerah labia mayora), daerah pinggirnya, bisa jadi abses kelenjar bartholin.

shinta mengatakan...

Malam mba Avina...saat ini sy sdng merasakan sakit dr kelenjar bartholin ini...sudh ke rumah sakit kt dokternya kelenjar bartholin,dikasih obat utk mengurangi rasa sakit,lalu br bbrp obt sy minum pecah keluar nanah gtu,sy pikir sembuh kn ya,mba..tp koq skrg nyeri lg stlh obatnya habis..dan ada merah2 gtu ngebentuk mata nanah,mba..baiknya sy lgs konsul ke dokter lagi dan lgs oprasi aja kali ya mba..sakiy skali bwt jalan dan duduk..mohon pencerahannya ya mba...Tks

diah titiek mengatakan...

Hallo avina kita mengalami hal yg sama boleh aku tau umurmu brp skrng? Yg jd fikiranku apakah ini jd penghambat untuk memiliki keturunan? Kata dokter sih beda hal. Tapi mau tau info2 dr yg lain. Thank you :)

Yenny Cen mengatakan...

Halo Mbak Vina,
Mau menanyakan sewaktu operasi, jenis operasinya berupa pemasangan kateter utk pengeluaran cairannya atau pengangkatan kista langsung? Pengalaman saya operasi utk penyakit kista bartholin ini sudah 2 kali, dan dua2nya hanya berupa pengeluaran cairan. Utk saat ini saya mengalami penyakit ini lagi. Lagi bingung mau ke RS mana. Posisi saya di Medan. Bermaksud mau periksa ke KK Women's and Children Clinic ini. Saya ada baca di blog lain ada yg berupa pengangkatan kistanya langsung yg sebesar biji kacang katanya berikut kantong bartholinnya.

Anonim mengatakan...

Mbk vina kira2 biaya yg dikeluarkan untuk operasi berapa ya ? Terimakasih

avina_nadhila mengatakan...

@Mba Shinta

Halo mba Shinta, maaf ya baru bales. Sebaiknya memang langsung dibawa ke Obgyn mbak, dokter pasti tahu cara penanganan yang tepat. Soalnya saya juga pernah kena abses bartholin sebelumnya dan yang sebelum dioperasi itu kambuh lagi, semakin parah, jadi memang sebaiknya dioperasi saja :)

@Diah Titiek
Halo mba Diah, ini insya Allah ga akan jadi penghambat punya keturunan kata dokterku, sebab absesnya di luar rahim. Umurku sekarang 24 tahun mba, tapi pas operasi 21 tahun :)

@yenny cen
Halo mba Yenny, saya kurang tahu juga ya, sepertinya yang dikeluarkan cairannya saja, kantong bartholinnya tetap ada. Iya mba, saya rekomen segera langsung periksa ke KK saja, pelayanannya cepat dan mudah :)

@anonim
Halo, kemarin saya kena untuk operasi sekitar SGD 2,000 termasuk rawat inap satu malam di KK Hospital. Kalau di Indonesia saya kurang tahu berapa biayanya. Terima kasih.

Anonim mengatakan...

Met mlm mbak vina.sy jg lg kena abses kelenjar bartholin. 2 mggu lalu membengkaknya dan berasa nyeri. Sy lgs ke dokter spesialis kulit dan kelamin.diksh obat antibiotik dan 1 mcm obat lg.jg dikasih obat utk rendam (peka). 1 mggu ini rasa sktnya berkurang. Td sy ke dokter lg dan dokter menawarkan utk mengeluarkan isi nanahnya. Sy tkt membayangkan daerah situ disuntik.tkt sakitnya.jd sy diksh obat lg.katanya kl hr kmis blm pch sy hrs kntrl lg dan dktr hrs mengeluarkan nanahnya.sy agak tkt. Gmn sebaiknya menurut mbak vina?

avina_nadhila mengatakan...

Halo mbak, sebaiknya kalau menurut saya harus segera dikeluarkan nanahnya. Memang, akan terasa agak sakit ketika nanahnya pecah sendiri, oleh sebab itu, jika ada pilihan operasi lebih baik ambil pilihan itu karena jika operasi kita tidak akan terasa sakitnya karena dibius. Tapi kalau Mbak juga masih takut untuk operasi, nanahnya bisa dikeluarkan sedikt-sedikit dengan merendam bagian yang terkena abses di air yang agak panas. Semoga kejas sembuh ya Mbak...

rika rustika mengatakan...

hari ini saya oprasi bartolin .. luar biasa sakit nya....

avina_nadhila mengatakan...

Wah, bagaimana rasanya Mbak setelah dioperasi? Pasti lebih baik ya... Semoga lekas pulih :)

Eti Sumi mengatakan...

Sy kena lg mba vin, pernah dg operasi dn pecah sendiri. Skrg dah mu seminggu. Sy coba dg herbal, alhamdulillah rasa sktnya tdk sedahsyat sblmnya. Cuma brnjolannya msh besar aj. Sy dg 2 pengalaman sblmnya, pngnnya ckp dg obat sj, obat apa ya spy cpt pecah?

rika rustika mengatakan...

Ya Allah mba avina sakit nya luar biasa saya ga membayangkan sesakiit ini .. tp alhmdllah penyakit nya sudah terbuaang jauuh .. semoga ga kambuh lagi.. maaih masa penyembuhan dan belum bisa duduk

Anonim mengatakan...

Memang berulang2 ya kambuhnya klu hanya dikeluarkan nanahnya.saya sdh 3x kelenjarnya membesar.hrskah dioperasi.ke dokter mana yg tepatnya

avina_nadhila mengatakan...

@mba Eti, wah, saya kemarin dioleskan salep dan minum obat asam mefenamat untuk mengurangi sakitnya mbak. Mba Eti bisa coba merendam daerah yang terkena benjolan di air hangat, saya kemarin disarankan dokternya seperti itu untuk mengempeskan benjolannya.

@mba rika: iya, sakit sekali memang mbak, semoga lekas sembuh dan tidak kambuh lagi.

Ke dokter obsgyn yang paling tepat untuk mengatasi abses kelenjar bartholin.

Vera Frisca mengatakan...

Mak vina saya sedang merasakan sakit itu sekarang. Dan penyakit itu kambuh udah ke 3 kali nya sama yg sekarang. Yg pertama setelah itu pecah sendiri setelah bbrapa kali di beri obat sama dkter dan akhirnya sembuh. Nah yg ke 2 itu baru kerasa2 gejala nya ada sakit saya langsung minum obat antibiotik yg sama saat dulu saya sakit dan akhirnya sembuh tidak membesar. Nah yang sekarang ini membesar lagi. Tapi saya takut dan sedikit malu kalau untuk oprasi. Mak vina bisa share obat antibiotik nya apa saat sakit itu??

Anonim mengatakan...

mba evina, saya mau nanya...saya 2 minggu yang lalu operasi kista bartholin...alahamdulillah sudah agak baikkan..tapi bengkaknya masih ada kecil..apa itu belum sembuh ya...jahitan sudah kering...berapa lama ya sampai bengkaknya hilang?

Sari mengatakan...

Asalamualaikum, ba boleh tanya apakah harus sampai pecah? Saya mngalami hal yg sama dan yg sya lakukan berendam di air hangat agar mengempis alhamdulilah mulai megempis, tapi nanah nya tidak kluar apakah harus keluar? Terimakasih

Sari mengatakan...

Asalamualaikum salam kenal mba, kbtulan ay mengalami hal yg sama sudah 4hari ada pembengkakan dan sedikit sakit di bagian bibir mis v sya, pnanganan yg dlakukan betendam di air hangat alhamdulilah sudah sdkt mengecil tapi blm keluar nnhnya, Apakah nNah harus sampai kluar? Dan apakah mba juga mrasa gatal sblm d tindaklanjuti dan sprti kram di bagian bawah prut? Trmakasih

Siska Febriyanti Putri mengatakan...

Assalamualaikum mbak vina,
Saya sedang mengalami gland bartholin cyst, saya sudah seminggu ini minum antibiotik dan asam metamat yg diresepkan dokter. Dan saya juga sudha merendam dengan air hangat setiap hari, saya lakukan 2xsehari, namun benjolannua hanya berkurang sedikit. Saya baca blog beberapa orang yg sudah mengalami ini, mereka melakukan operasi seperti mbak vina. Mbak jika dioperasi seperti mbak vina apa menggangu selaput dara yg ada di perempuan ya?karena benjolannya ini menganggu tapi saya sangat takut jika besok dokter menyuruh saya operasi.

Siska Febriyanti Putri mengatakan...

Mbak vina, jika dioperasi apakah mengganggu selaput dara pada perempuan tidak ya?

Terima kasih

avina_nadhila mengatakan...

@mba vera: waktu itu saya dikasih asam mefenamat untuk mengurangi rasa sakit, untuk antibiotiknya saya lupa mba apa namanya. Semoga sudah sembuh ya sekarang.

@anon: waktu itu proses pemulihan saya 2-3 hari mba, tergolong cukup cepat. Saya kembali ke dokter lagi untuk lepas benang jahitan 2 minggu kemudian. Mungkin di antara waktu setelah operasi dan lepas benang jahitan ada sedikit bengkak.

@mba Sari: waalaikumsalam, sebaiknya nanahnya keluar mba, karena kalau masih di dalam artinya masih abses dan jika itu dibiarkan akan sakit sekali. Saya sendiri tidak merasakan gatal dan kram perut, hanya saja karena bengkak jadi susah berjalan.

@mba Siska: waalaikumsalam mba, insyaAllah operasinya di luar bibir vagina, jadi tidak akan mengganggu selaput dara.

Unknown mengatakan...

saat ini saya sedang mengalaminyaa mbak , ini pertama kalinya buat saya.. subhanallah sakitnya luar biasa sekali yaa mba.. buat jalan dan duduk sajaaa susah..
sudah konsultasi ke dr obgyn, dari dokter hnya diberikan antibiotik saja sedangkan untuk anti nyerinya saya minum as mefenamat tpii itupun masih berasa sekali skitnyaa ..
kira2 brpa lama mbak sembuh dan pecah absesnya yaa ?

Nrl mengatakan...

Mbk vina, saya sudah 2x ini mengalami bartholin pecah dengan sendirinya, apa tidak berpengaruh pada rahim yaa? Terima kasih :)

Nrl mengatakan...

Mbak vina, saya sudah 2x ini mengalami bartholin pecah dengan sendirinya, apa tidak pengaruh ke rahim? Terima kasih :)

astrid fadhlilah mengatakan...

Halo mbak vina, saya udh pernah ke dokter kulit dan kelamin sbnyk 2x untuk dikeluarkan nanahnya. Apakah sebaiknya ke dokter kandungan untuk penanganan yg lebih tepat agar tidak kumat lagi spt skrg ? Brp lama masa pemulihan dan apakah kita masih bs melakukan aktifitas ringan (jalan,duduk,berdiri) selama masa pemulihan (dengan jahitan masih terpasang) ? Soalny sy gabisa cuti lama.

Terimakasih untuk artikelnya, sangat bermanfaat :)

Joice mengatakan...

Halo mba vina, saya mau tanya. Setelah pencabutan benang apa msh perlu berendam di air hangat utk meredakan nyeri nya atau tungggu sampai hilang sendiri.

avina_nadhila mengatakan...

@unknown: halo mba, iya, sakit sekali memang, saran saya segera dioperasi mbak karena jika terlalu lama akan sakit terus dan tidak nyaman. Kalau tunggu pecah nanti bisa infeksi kalau tidak segera ditangani.
@Nrl: sejauh yang saya ketahui tidak ada ya mbak, karena kelenjarnya terletak di luar rahim. Namun, bisa dicek kembali ke dr obgyn :)
@astrid: halo mba Astrid, sebaiknya memang langsung ke dokter kandungan mba, karena yang lebih tepat menangani di dokter kandungan. Alhamdulillah proses penyembuhan pasca operasi saya relatif cepat, saya hanya menginap di rumah sakit selama satu malam. Jahitan saya dilepas 2 minggu kemudian dan setelah operasi sudah bisa aktivitas secara normal :)
@Joice: halo mba Joice, air hangat bisa sangat membantu untuk meredakan nyeri selain obat asam mefenamat. Proses pemulihan setiap orang berbeda-beda mba, namun untuk menjaga agar tidak terjadi abses lagi ke depannya cukup dijaga kebersihan di area miss V dengan baik :)

renny mengatakan...

Mb vina saat ini saya sdg mengalami pembengkakan d dinding vagina sebelah kiri kata dokter infeksi kelenjar bartholin. Rasanya sakit sekali untuk jalan, duduk, tidur pun sulit. Rasanya seperti disayat2 dr dalam. Apa mb vina jg merasakan hal yg sama? Saya sudah ke 2 dokter tp hanya diberi antibiotik dan anti nyeri. Tp bengkaknya sm sekali tidak mengecil yg ada malah tambah perih ini. Apa harus operasi kl gini mbak? Makasih

Rindy Hutagalung mengatakan...

Assalamualaikum mba vina. Saya saat ini juga sedang mengalami nya sudah dari tgl 20 des, pertama x saya ngerasa ada benjolan entah saya sudah langsung feeling klo ini kista bartholini, krn 3 thn lalu pun saya mengalami hal yg sama. Dan rasa sakit nya sangat hebat hny dng wktu 3 hari benjolan nya sudah sgt besar hingga sya tidak bisa berjalan dn duduk. Akhirnya saya ke rs dn langsung di bawa ke spesialis kandungan dokter nya langsung menyarankan saya untuk operasi hari itu juga krn tidak tega melihat saya. Sama persis sprti mba stlah operasi masa pemulihan 2 minggu dan alhamdulillah sembuh. Saat ini terulang lagi hal yg sama. Dn saat dokter menyarankan untuk operasi sya ngga mau. Krn sudah kebayang rasa sakit nya lagi. Saya mnt dgn obat mba. Yg saya mau tny kan disini. Adakah info untuk mengobati kista bartholini tanpa operasi. Dan benjolan ini akan pecah dengan sendirinya kira kira berapa hari ya mba?? Terima kasih.

ayunita chan mengatakan...

Halo mba vina, saya juga mengalami kista bartholin, ada pembengkakan di bibir miss v seblh kiri.. tapi sudah sebesar kelereng, saya msih bisa beraktivitas seperti duduk, dan berjalan .. tetapi sangat mengganggu sekali saat berhubungan suami istri,apa lagi ketika saat membasuh miss v :( minta sarannya dong mbak apakah pembengkakan ini harus segera diatasi? ..

Eny byby mengatakan...

Mba
Saya juga baru operasi kista batrtholin kemarin
Mba mau nanya kmrin sakitnya itu brp lama ya mba?

Eny byby mengatakan...

Mba vina kemarin sakitnya brp lama mbak?

Unknown mengatakan...

Aku lg ngalamin sendiri nih mba, ini yg ketiga kalinya :'( belum pernah ke spog si. Waktu awal kenanya aku searching di google dan nemu obat penghilang nyerinya : cefadroxyl 500gr dan asam mefenamat, ya agak menghilangnya nyerinya si mba. Trus dikomprea air hangat (agak panas dikit) di yg bengkaknya. Alhamdulillah waktu kena pertama kempes, yg kena kedua pecah sendiri. Dan skr datang lg tp rasa nyerinya lebih luar biasa dibanding sebelumnya. Mau ke spog takut operasi, hiks.... aku jd malas bergerak krn perihnya luar biasa. Mudah2n cepet hilang ini bengkaknya :'(

Unknown mengatakan...

Aku lg ngalamin sendiri nih mba, ini yg ketiga kalinya :'( belum pernah ke spog si. Waktu awal kenanya aku searching di google dan nemu obat penghilang nyerinya : cefadroxyl 500gr dan asam mefenamat, ya agak menghilangnya nyerinya si mba. Trus dikomprea air hangat (agak panas dikit) di yg bengkaknya. Alhamdulillah waktu kena pertama kempes, yg kena kedua pecah sendiri. Dan skr datang lg tp rasa nyerinya lebih luar biasa dibanding sebelumnya. Mau ke spog takut operasi, hiks.... aku jd malas bergerak krn perihnya luar biasa. Mudah2n cepet hilang ini bengkaknya :'(

Kista Bartholin mengatakan...

terima kasih bunda sudah berbagi pengalamannya, izin share ya bun !

Cindy Kencana m mengatakan...

Mbaaa aku mau nanya itu pertama kali kejadiannya waktu sma? Apa yang mba lakukan waktu sma ketika terkena kista tersebut? Diabaikan atau diberikan obat? Mohon jawabannya mba :')

Cindy Kencana m mengatakan...

Lalu mba berapa biaya tersebut? Apa cukup mahal?

avina_nadhila mengatakan...

@renny: Halo Mba Renny, maaf baru balas, tidak harus dioperasi, bisa tunggu pecah sendiri. Abses kelenjar bartholin yang kedua saya pecah sendiri, memang agak sakit sih, hehe.

@Rindy Hutagalung: bisa mbak, dengan obat akan pecah sendiri, selain itu berendam air hangat atau dikompres dengan air hangat di sekitar kelenjar yang bengkak.

@ayunita chan: bisa dengan antibiotik, asam mefenamat dan berendam di air hangat mbak, semoga membantu...

@Eny byby: sekitar 2-3 minggu mbak, sebelum dioperasi. Kalau yang terakhir kayaknya juga sekitar 2 minggu sebelum pecah sendiri.

@unknown: semoga segera hilang ya mbak sakitnya. Saran saya tetap periksa ke dr obgyn karena bisa jadi kambuh lagi mbak...

@Cindy Kencana: waktu SMA diberikan obat, kemudian dibiarkan kempes sendiri. Waktu operasi tahun 2012 cukup mahal mbak, sekitar 14 juta di Singapura.

Karyah Agustin mengatakan...

Kak seminggu yg lalu saya baru saja operasi kista bartholin, ini bekas jahitannya susah kering karna saya mengalami keputihan jd sllu lembab dan susah keringnya... mbak berapa lama ya proses penyembuhannya sampe bnr2 jahitannya kering dan tdk terasa lagi?

Lis tyowati mengatakan...

Q juga baru selesai operasi mbak.. pembengkakan dalam 6 hari, g tahu kalau itu bartolinitis. Penggalan yg luar biasa semoga sudah tidak akan kambuh lagi.

Miss Wulski mengatakan...

Aku juga pernah mengalami penyakit yg sama. Waktu itu aku lagi hamil usia kandungan sekitar 6 bulan. Aku pikir mula ya hanya benjolan biasa yg muncul karena perut hamilku yg makin membesar ( diagnosis orang awam yg sotoy :p ) tapi lama kelamaan, benjolan itu agak gatal dan kdg perih. Ahirnya diusia 7 bulan kehamilan aku ceritakan pd dokter spog ku. Ya kata dokter itu kista bartolin. Kista ini harus diangkat. Tidak boleh dibiarkan pecah sendiri krn rasanya akan sangat sakit sekali. Namun karena aku sedang hamil besar, risikonya lbh tinggi bila diperasi pada saat itu maka diambillah jalan yg paling memungkinkan yaitu aku melahirkan dengan cara operasi caesar yang setelahnya langsung dilakukan operasi pengangkatan kista bartolinnya. Jadi dalam 1x bius dilakukan 2 operasi. Alhamdulillah operasi berjalan lancar tetapi penderitaanku blm berakhir. Setelah pulang kerumah, sayatan bekas operasi terkontaminasi bakteri yang disebabkan oleh darah nifas. Akibatnya kista bartolin yg telah dioperasi itu kembali membengkak 2x lipat dr ukuran sebelumnya dan sakitnya 10x lipat dibanding sebelum operasi. Ya alloh.. tiap hari aku menangis.. kdg histeris krn pedihnya sangaatt pediihh.. bbrp kali suami mencoba menghubungi dokter sopg yg mengoperasiku tp bliau cuma bilang kalau tidak demam tdk apa2. Tiba waktu cek up mingguan setelah lahiran aku lsg cerita apa yg aku alami. Dokter kaget bukan main melihat kondisi vaginaku yg katanya acak2an. Dokter mengharuskan operasi ulang lg. Dgn meminta persetujuan suamiku ahirnya operasi sito dilakukan. Aedih bgt krn harus pisah dr bayiku yg baru berumur 1 minggu. Tapi bersyukur jg krn bayiku gak rewel sama sekali selama proses penyakit ini. Walhasil aku opname lg di rs setelah operasi. Suami tidak mau lsg pulang dan meminta bantuan sustter untuk memebersikan dan merawat luka bekas operasiku agar tidak terjadi kesalahan lg yg menyebabkan infeksi lg. Namun.. skrg aku beritahukan kpd semua perempuan yg sedang nifas atau yg sedang hamil, jgn sekali2 melakukan 2 operasi sekaligus. Krn risiko lebih besar. Bakteri dalam darah dapat dgn mengkontaminasi hasil operasian. Ini setelah operasi yg ke 2, suster dan dokter kaget bukan kepalang ( apalagi aku ) krn kista bartolin pd vagina sebelah kiriku membengkak. Jd labia mayora sebelah kiriku luka bekas operasi, sedangkan labia mayora kananku membengkak.. bayangkan sakitnya seperti apa. Aku setuju dgn kata2 avina, mudah2an sakit ini adalah cuci dosa2 kita dimasa lalu. Setelah dirawat selama 1 minggu lebih di rs, suami bingung biayanya. Maka aku dibawa pulang dgn kondisi msh spt itu. Dgn meminta bantuan teman suami yv suster, aku membersikan merawat dan me gibati vaginaku sendiri. Tiba waktu cek up, suami mengajak utk pidah dokter. Suami buat janji jam 3 sore. Pada saat hendak ke dokter yg baru, kista aku pecah sendiri. Rasanya tidak sakit sama sekali. Cuma terasa spt keluar darah mens. Warnanya hitam pekat. Smp tiba ddpn dokter spog yg barupun cairan terus keluar. Kata dokter itu bagus. Mudah2an cepat kempes. Setelah itu sakitnya berkurang tapi masih belum kempes juga. Pada saat periksa minggu bwikutnya, dokter baru ini jg menyarankan operasi jg. Saat itu aku merasa ingin menyerah saja. Sbg wanita aku merasa sudah tidak berharga lagi. Aku mau pergi yg jauh atau mati saja rasanya. Tapi aku teringat bayi kecilku yg blm bisa apa2. Krn walaupun dgn susah payah aku msh terus menyusui bayiku. Asi ekslusif. Suami terus meyakinkanku bahwa penyakit ini pasti bisa sembuh asalkan kita tawakal kepadaNya. Aku bilang aku tidak mau operasi lagi. Selain sakit sekali sesudahnya uang jg jd faktor. Maka kuteruskan pengobatan yg dianjurkan dokter stiap hari. Merendam kista dgn air hangat yg dicampur dettol 3x sehari. Bila dirasa sakit minum pereda nyeri. Cuma itu aja. Selama krg lbh 3 bulan. Berangsur2 kista mengempes. Yg tadinya sebesar bola kasti ( setelah pecah jd sebesar twlor bebek ) lama kelamaan kempes dan skrg sudah hilang. Ttpi pengalaman inu menyisakan trauma bagiku. Bila kdg vagian terasa gatal aku lsg was2. Smapai skrg..

Anonim mengatakan...

Halo mba Vina makasy sebelumnya udah share informasi ini sangat membantu sekali
Saya skrg sedang mengalami yg sama tp saya minum herbal manggis dan daun sirsak dan Alhamdulillah pecah sendiri, yg saya mau tanyakan, luka terbuka karena pecah sendiri tersebut apa pelu saya periksakan kedokter? Terimakasih mba Vina

Nick Wijaya mengatakan...

udah sembuh skrg mba ??

Nick Wijaya mengatakan...

mba pas pecahnya dia pecahnya melalui apa? robek kah bengkaknya atau gimana?

avina_nadhila mengatakan...

@Karyah Agustin

Halo Mbak, maaf baru respon lagi, kalau saya pas operasi lumayan cepat keringnya, sekitar seminggu, tapi memang harus bersih banget habis itu, ga bisa lagi pakai toilet yang ga ada showernya (waktu di Singapura). Sekarang sudah sembuh kan mba?

@Lis tyowati

Halo Mbak, aamin, semoga tidak kambuh lagi ya. Kalau di kasus saya sempat kambuh lagi, tapi karena sudah tau kalau itu bartholinitis langsung ke dokter SpOG, minta obat dan alhamdulillah pecah sendiri. Setelah itu selalu memastikan kebersihan vagina kita, termasuk tempat pipis dan bab.

@Miss Wulski

Halo Mbak, terima kasih banyak untuk sharingnya. Saya baru tau kalo melakukan operasi saat nifas resikonya besar juga. Saya ngga bisa membayangkan betapa sakitnya Mbak waktu itu, semoga sekarang sudah tidak sakit lagi ya Mbak. Semoga sakitnya kemarin diganti dengan rezeki yang lebih baik, aamin. Tetap semangat!

@Anonim

Halo, sebaiknya diperiksa ke dokter juga ya untuk mengecek apakah ada infeksi atau tidak. Semoga tidak kambuh lagi ya sakitnya.

@Nick Wijaya

Halo, sampai sekarang alhamdulillah tidak kambuh lagi, pecahnya melalui kulit vagina, cairannya rembes sendiri dari kulit.

Juni Arsih mengatakan...

Mba vina aku mau tanya jika kista nya pecah sendiri itu bahaya tidak

avina_nadhila mengatakan...

@Juni Arsih

Tidak bahaya mba jika setelah itu lukanya dirawat dan diperhatikan kebersihannya.