Langsung ke konten utama

Setengah Perjalanan

 Tahun 2021 adalah tahun yang menakjubkan buat gw. 

Alhamdulillah, Allah kasih kesempatan gw untuk menikah dengan pilihanNya yang terbaik, mendapatkan amanah untuk tinggal di tempat yang aman dan nyaman (walaupun cicilan masih 12 tahun lagi, yuk bisa yuk selesain dipercepat!), bisa menghirup udara segar di tahun ke-30 dalam hidup gw, diberikan anugerah luar biasa berupa kehamilan yang sehat (walaupun ada drama ISK dan HDK), persalinan yang lancar (dengan induksi dan ILA) serta seorang "Kemilau Adya Dahayu" yang tumbuh sehat dan ceria :)

Alhamdulillah, ala kulli hal.

2021 juga merupakan tahun penuh refleksi dalam hidup gw. Beberapa sahabat dan saudara dipanggil terlebih dahulu di tahun ini. Alm. Riangga, Alm. Tante Mala dan Alm. Mba Inda, tiga orang dekat yang ditetapkan waktunya untuk kembali menuju sang pencipta. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.

Sungguh, kehidupan merupakan sebuah anugerah yang tak terhingga, pun hidup dengan sehat dan tanpa kekurangan satu apapun, sudah sepatutnya untuk disyukuri. Menginjak tahun ke-30 dalam kehidupan dunia ini, gw semakin merasa bahwa waktu kita di dunia benar-benar tidak untuk dibuat leha-leha. Sebentar kemarin, gw masih galau soal jodoh. Sesaat setelah menikah, pertanyaan kapan punya anak alhamdulillah sudah bisa dijawab di bulan ke-11 pernikahan. Dan seterusnya. 

Masih banyak mimpi yang ingin dikejar, di tengah keterbatasan waktu yang kita ga tahu bisa sampai kapan.

Resolusi hidup untuk melanjutkan kuliah S3 (hingga tamat dan tuntas) serta menyelesaikan lari marathon 42,195km ingin sekali gw penuhi. Semoga Allah SWT meridhoi keinginan dan melancarkan semuanya.

Tahun 2022, tinggal 2 hari lagi. Artinya, jatah hidup gw di dunia juga semakin berkurang. Kalau Allah SWT berkenan memberikan jatah usia gw selama 60 tahun (dan gw selalu membuat angka ini sebagai patokan), artinya setengah perjalanan sudah gw lewati dan jalani. Sisa setengah kurang yang harus bisa gw manfaatkan sebaik-baiknya dengan penuh syukur dan sabar.

Semoga Allah SWT meridhoi segala rencana dan usaha kita, memberikan kita dan keluarga kesehatan setiap saat dalam nikmat iman dan Islam.

Amin ya rabbal alamin.

Tangsel, 30 Desember 2021


Avina

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb. Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas. Apa kabar saya? Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya. Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point

Selamat 7 Bulan Kemilau :)

 Halo anak sayang, Selamat 7 bulan lahir ke dunia ya.  Semoga Kemilau tumbuh sehat, bahagia, jd anak baik dan sholehah, selalu dilindungi Allah SWT dan terhindar dari segala hal-hal buruk dan keburukan. Kemilau yang baik, semakin pintar ya nak sayang, sekarang sudah kuat mengenggam, bisa tengkurap dan bolak balik sendiri. Sudah mulai makan, walaupun kemarin mulai GTM dan diare huhu. Maafin mama ya nak, kemarin kasih kemi makanan yang ngga fresh. Semoga membaik hari ini dan hari-hari berikutnya ya. Nak sayang, mama denger lagu dari tante Raisa, judulnya "Jangan Cepat Berlalu", persis pas mama dengerin lagu ini, teman kantor Mama, mba Dewi dateng dan pesan ke mama, "nikmati waktu-waktu bersama anak ya Vin, ga kerasa tiba-tiba udah besar, udah sekolah, kuliah dll." Nak, mama sayang banget sama Kemi. Kalau Kemi nanti bisa baca ini, Kemi doain mama ya.  I love you Kemilau 💗 Hm hm Saat engkau dipelukanku Ba gaikan beribu kisah cinta Melebur jadi satu Ajariku tentang cin

Aku Takut

 Tragedi stadion Kanjuruhan malam minggu lalu benar-benar membuat aku shock. Sedih dan marah sekali. Kukira di pagi hari aku melihat running text TVone beritanya ada total 129 penonton yang meninggal dalam waktu satu tahun atau mungkin akumulasi semua total korban tewas selama pertandingan sepak bola di Indonesia diadakan. Ternyata bukan, angka tersebut merupakan angka manusia yang hilang nyawanya dalam satu malam . Innalillahi wa inna ilaihi roji'un Bencana kemanusiaan. bukan tragedi. bisa jadi settingan? Naudzubillahi min dzalik, jikalau ini memang di-setting untuk mengguncangkan tanah air dengan ratusan nyawa melayang dalam semalam. Terlepas apapun motifnya, penembak gas air mata (dan yang memberi perintah) harus dihukum seberat2nya.  Di mana rezim yang melindungi? ratusan korban hilang seketika dalam hitungan jam.  Sementara para petinggi masih bisa haha hihi memikirkan perputaran uang yang terhenti sementara karena bencana itu. Ya Allah, lindungilah kami semua. Kami dan keluar