Langsung ke konten utama

Menikah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Halo semuanya, apa kabar?

Semoga selalu dalam lindungan dan berkah dari Allah SWT ya :)

Aku mau update suatu hal yang mungkin ditunggu-tunggu bagi para pembaca blog ini, haha.

Alhamdulillahirabbilalamin.

Tanggal 24 Desember 2020 telah dilaksanakan akad nikah antara Avina Nadhila Widarsa dan Ichwan Dwi Saputra, bertempat di rumah Avina di Jakarta Selatan

 Ya, akhirnya beliau datang juga. Sosok suami yang sudah kunantikan sepanjang 29 tahun perjalanan usia, akhirnya ditakdirkan oleh Allah SWT membersamaiku hingga sisa hidupku di dunia (amin).


Siapa dia?

Salah seorang Pengajar Muda yang sosoknya tidak terlalu kukenal sebetulnya, namun banyak circle pertemanan kami yang beririsan.

Kalian bisa lihat profil beliau di sini: https://indonesiamengajar.org/pengajar-muda/ichwandwi-saputra

Ganteng ya? ahahaha

Kata Leny, Ichwan itu tipe Avina banget. Alhamdulillah, Allah SWT kasih jalan terbaik buat saya dan Ichwan bersatu.

Mas Ichwan, begitu aku biasa memanggilnya, sosok yang pertama kali kukenal dalam sebuah acara Indonesia Mengajar. Kala itu, hari Jumat, 7 Desember 2018, hari pertama kita berkenalan, walaupun sebelum-sebelumnya aku yakin kami pernah berada dalam beberapa event Pengajar Muda. Di pertemuan pertama kami sama-sama mengisi sesi Sharing Alumni untuk PM 15. Mas Ichwan masih ingat detail dialog perkenalan kami saat itu, sementara aku sudah lupa, haha. Saat itu, dia yang mengajak duluan dan memanggilku "Kak...". Ya, kami memang berbeda angkatan dan aku lebih tua setahun (secara umur) dan dua tahun (angkatan kuliah) dari dia. I know he's a brondie. WKWK.

Pertemuan pertama membawa kesan bagiku karena penampilannya menarik dan suaranya mirip suara seseorang yang kusukai di masa lampau, haha. Setelah pertemuan itu, ku follow instagramnya, tapi dia tidak follow aku balik :(

Pertemuan kedua terjadi di pernikahan seniorku di HI UI yang kebetulan merupakan rekan kerja Mas Ichwan. Di pertemuan kedua, ia menyapaku tapi lupa siapa namaku ahaha. Dia sendiri bilang tidak ingat soal pertemuan kedua itu, katanya kenangan-kenangan yang tidak berkesan/tidak disukai akan mudah dia lupakan, ahahaha, baiklah Mas.

Pertemuan ketiga terjadi di pernikahan sahabat kami yang pada akhirnya menjadi fasilitator kami untuk saling mengenal lebih jauh melalui media ta'aruf, yakni Ami dan Hanif. Kami sama-sama menjadi panitia pernikahan mereka, aku membantu pengantin menjadi admin IG storynya sementara Mas Ichwan jadi koordinator teknis saat hari H.

Fast forward, akhir September 2020, aku bertanya kepada Hanif mengenai availability seorang temannya. Ndilalah, beliau sudah menikah. Hanif pun menyarankan untuk mencari orang lain agar bisa dibantu untuk berkenalan. Ngga tau dari mana tiba-tiba kepikiran "Kalau Ichwan PM X udah nikah belum nif?"

Dari pertanyaan tersebut, akhirnya kami berproses. Mulai dari tukeran CV (yang sebelumnya beliau tidak available saat aku tanyakan pertama kali), video call untuk mengenal lebih dalam, saling tanya jawab melalui google sheet, bertukar informasi dari orang ketiga, hingga akhirnya kami memutuskan untuk MENIKAH di akhir Desember 2020.

Alhamdulillahirabbilalamin, Allah mudahkan semua prosesnya hingga ijab qabul dari Bapak Rona Widarsa dengan Saudara Ichwan Dwi Saputra terlaksana di tanggal 24 Desember 2020. 

Terima kasih teman-teman sudah membaca tulisan ini sampai akhir, semoga Allah SWT memudahkan jalan bagi teman-teman yang akan menikah dan sedang menjalani pernikahan hingga surgaNya.

Berikut video zoom akad nikah kami: bit.ly/AvinaIchwan

Enjoy!










xoxo

Avina istrinya Mas Ichwan :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb. Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas. Apa kabar saya? Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya. Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point

Selamat 7 Bulan Kemilau :)

 Halo anak sayang, Selamat 7 bulan lahir ke dunia ya.  Semoga Kemilau tumbuh sehat, bahagia, jd anak baik dan sholehah, selalu dilindungi Allah SWT dan terhindar dari segala hal-hal buruk dan keburukan. Kemilau yang baik, semakin pintar ya nak sayang, sekarang sudah kuat mengenggam, bisa tengkurap dan bolak balik sendiri. Sudah mulai makan, walaupun kemarin mulai GTM dan diare huhu. Maafin mama ya nak, kemarin kasih kemi makanan yang ngga fresh. Semoga membaik hari ini dan hari-hari berikutnya ya. Nak sayang, mama denger lagu dari tante Raisa, judulnya "Jangan Cepat Berlalu", persis pas mama dengerin lagu ini, teman kantor Mama, mba Dewi dateng dan pesan ke mama, "nikmati waktu-waktu bersama anak ya Vin, ga kerasa tiba-tiba udah besar, udah sekolah, kuliah dll." Nak, mama sayang banget sama Kemi. Kalau Kemi nanti bisa baca ini, Kemi doain mama ya.  I love you Kemilau 💗 Hm hm Saat engkau dipelukanku Ba gaikan beribu kisah cinta Melebur jadi satu Ajariku tentang cin

Aku Takut

 Tragedi stadion Kanjuruhan malam minggu lalu benar-benar membuat aku shock. Sedih dan marah sekali. Kukira di pagi hari aku melihat running text TVone beritanya ada total 129 penonton yang meninggal dalam waktu satu tahun atau mungkin akumulasi semua total korban tewas selama pertandingan sepak bola di Indonesia diadakan. Ternyata bukan, angka tersebut merupakan angka manusia yang hilang nyawanya dalam satu malam . Innalillahi wa inna ilaihi roji'un Bencana kemanusiaan. bukan tragedi. bisa jadi settingan? Naudzubillahi min dzalik, jikalau ini memang di-setting untuk mengguncangkan tanah air dengan ratusan nyawa melayang dalam semalam. Terlepas apapun motifnya, penembak gas air mata (dan yang memberi perintah) harus dihukum seberat2nya.  Di mana rezim yang melindungi? ratusan korban hilang seketika dalam hitungan jam.  Sementara para petinggi masih bisa haha hihi memikirkan perputaran uang yang terhenti sementara karena bencana itu. Ya Allah, lindungilah kami semua. Kami dan keluar