Langsung ke konten utama

Roadtrip Random #2: Teman Seperjalanan

Adalah perbincangan via Whatsaap antara saya dan Teh Sifat tanggal 6 Desember 2019...

"Teh, kapan liburan bareng?"

Beliau menjawab, "Yuk"

Ide-ide liar bermunculan, mulai dari naik gunung, ke Jayawijaya, Banyuwangi, sampai Dufan, wkwk.

Teh Sifat mau naik kapal pokoknya.

Nah, gw punya ide lain, kita road trip Jakarta-Surabaya, lanjut ke Madura dan nyebrang ke Gili Iyang. Kenapa Gili Iyang? Katanya, pulau tersebut adalah pulau yang memiliki kandungan oksigen tertinggi di Indonesia dan ketiga di dunia.

Mulailah kita mencari orang untuk #Roadtrip Random. Orang pertama yang mengiyakan adalah Sdr. Hisan. Bertiga di dalam grup, kami mencari orang lain supaya perjalanan lebih hemat untuk share cost. Jangan tanya gimana nyarinya. Teh Sifat bikin broadcast message ke grup FIM SELURUH DUNIA! Yes, se-seluruh dunia itu, wkwk.

Ini isi broadcast message-nya

Fimers dipagi hari ini jadiiii....
Aku, avina dan hisan mau roadtrip ke gili iyang madura
rutenya jakarta - bandung - jogja - malang - surabaya - madura - gili iyang
nah kita masih nyari laki-laki atau perempuan yang kuat nyetir lama dan gantian, sistem tripnya share cost
buat pergi tanggal 21 - 25 desember (bisa extended sampai 27 desember) liat kondisi di lapangan nanti
kalau ada yang lowong dan mau ikutan roadtrip japri ya, terbuka untuk umum. Asal ga ngeribetin pas tripπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Dari broadcast message itu, banyak yang tertarik, tapi ga ada yang japri, hiks. Kami pun bergerilya dengan kenalan kami masing-masing.

Terjaringlah kak Uga dari ajakannya Teh Sifat. Gw ajak Fahmi, dengan harapan beliau bisa bantu nyetir dari Semarang ke Madura, pp. Dia mau, tapi grup semakin random dan tidak jelas, jadi gw ga masukin dia ke grup dulu.

Hasan tertarik sebenarnya, sudah dimasukan ke grup juga, cuma dia mundur karena gw "galak" sih kayaknya, hahaha.

Terus Teh Sifat bilang, Iin mau ikut dari Solo. Cuss lah.

Perlahan, Hisan mundur. Fahmi gw masukin ke grup whatsapp. H-2 kak Uga mundur, baiklah tinggal gw, Teh Sifat, Fahmi dan Iin.

Di postingan kali ini gw akan bercerita tentang ketiga teman seperjalanan gw ini :D

T. Siti Fatimah A.H. - rekan perjalanan paling senior yang paling banyak duitnya jg #asek. Punya nama panggung Sifat, tapi kalo di rumah dipanggil "Timtim" atau "Tintin". Teh Sifat berprofesi sebagai dosen dengan keilmuan komunikasi yang mengajar di 4 perguruan tinggi di Bandung: Unikom, Unpad, UT dan Tel-U. Seorang koleris sanguinis yang terkadang melankolis, tidak bisa makan banyak ternyata, karena memang kebiasaannya ga makan banyak dan selalu menyempatkan diri makan siang di rumah di tengah kesibukannya. Teh Sifat yang menjadi punggawa budget di trip kali ini, sehingga share cost bensin tol tidak lebih dari Rp 1 juta dr Jakarta. Perempuan yang sayang banget sama keluarganya ini punya komunitas yang peduli dengan kesehatan mental, namanya "Love Yourself". Teh Sifat juga yang menjadi peredam ke-drama-an yang terjadi antara rekan seperjalanan. Teh Sifat selama perjalanan ga nyetir sama sekali, tapi doi berusaha untuk menemani teman yang nyetir dan ga tidur. luv you teh, semoga beneran ketemu jodoh dan nikah tahun ini ya :)
  


Achmad Fahmi Basyaiban - ga expect Fahmi bisa ikut trip ini, secara doi super sibuk dengan kerjaan kantornya yang maha dahsyat, eh bisa selo jg Bapak yang satu ini, walaupun kenyataannya tetap ga selo sih selama jalan, wkwk. Fahmi satu-satunya rekan seperjalanan yang bukan FIM. Dipilih karena doi bisa nyetir dan tau jalan wkwkwk. Fahmi gw kenal paling awal di antara rekan seperjalanan yang lain, kira2 hampir 9 tahun yang lalu pas acara konferensi UKM keilmuan di Indonesia #padamasaitu. Haha. Fahmi lagi nyari istri, tapi preferensi keluarganya dari keturunan Alawiyyin (arab). Doi rajin banget merawat kulit dengan skin care, budak kucing dan banyak pengagum rahasianya, haha. Instagramntya dibuat jadi Instagram for Business jd doi tahu siapa aja yang ngepoin dia, wkwk. Aslinya jurusan Sastra Arab, tapi kerja di pabrik salah satu perusahaan Jepang di Semarang. Ini anak pinter banget sih, karena banyak baca. Makin banyak lah yang nge-fans sama dia, haha. Tertarik?


Annisa Innayati MS. - ini kali kedua ketemu Iin, sebelumnya ketemu pas nikahan Dira di Jakarta akhir tahun 2018. Menjadi single kembali, Iin memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan potensi dirinya di RS PKU Muhammadiyah Sampangan. Iin adalah pekerja keras, dokter yang saaangggaatttt care, ambisius (of course, we are all, wkwk), tipe alpha-women yang merindukankasih sayang dan panduan Imam yang sholeh. Iin anak ke-3 dari 6 bersaudara,bisa nyetir dan bawa mobil dengan kecepatan tinggi haha. Sampai sekarang gw ga tau kepanjangan namanya dia (MS). Iin juga yang banyak kasih masukan ke gw soal hutang, pernikahan dan perceraian. She learnt it the hard way. Oh ya, alumni FK UNS ini banyak banget kasih insight tentang keilmuannya di dunia medis, bagaimana menghadapi dan mengelola manajemen rumah sakit, hingga impiannya untuk PPDS di Uniar atau UGM. Semoga Allah mudahkan semua jalannya ya In, insya Allah :)

Sebenernya ada satu lagi, namanya Rona Mentari. Rona ikut kita trip dari Jogja ke Semarang dan main2 seharian di Semarang. Rona adalah juru dongeng keliling yang tidak habis energinya menyebarkan nilai-nilai kebaikan ke masyarakat melalui dongeng. Rona anak ketiga dari tiga bersaudara, pendiri dan pengelola "Rumah Dongeng Mentari" yang berlokasi di Jogja. Saat ini, Rona sedang berkampanye untuk #KawanDongeng Indonesia, bagi yang tertarik bantu kampanyenya sila klik link ini ya Bit.ly/bantukawandongeng.


Oke, hutang saya lunas, sebelum liburan selesai saya janji untuk menyelesaikan tulisan tentang teman seperjalanan, wkwk.

Selamat menikmati beberapa jam menjelang Senin.

Salam,

Avina


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas.
Apa kabar saya?

Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya.
Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point sendirian memb…

PKS dan Kampus

Assalamualaikum Wr.Wb.

Iseng, lagi googling ttg "Majelis Syuro SALAM UI" eh malah nemu di thread ini http://forum.dudung.net/index.php?topic=14562.20;wap2

padahal, tadinya gw mau ngebandingin aktivitas LDK2 di universitas2 di Indonesia, macam Salam UI dan Gamais ITB...yo weis lah....
skg saatnya dibuka semuanya....

yang mau tau siapa mereka?apa saja yang mereka lakukan? yuk intip curhatan mba Arbania Fitriani ex-kader PKS

Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'am sirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS. Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran,yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga d…

S3 atau Nikah dulu?

Kemarin saya baru kenalan dengan Mbak Margie, yang baru saja diterima menjadi salah satu Research Analyst di RSIS.

Beliau ini adalah lulusan Mechanical Engineering di NUS, yang kemudian melanjutkan masternya di Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) dan King's College, London. Sebagai peraih dua gelar master dan lulusan Teknik Mesin di NUS, tentu saja keahlian dan tingkat kecerdasan beliau tidak usah kita pertanyakan lagi.

Sayangnya, di usia mbak Margie yang mungkin 10 tahun di atas saya, beliau masih single. Pernyataan ini tiba-tiba terlontar, setelah pak Ardian, rekan saya dari TNI bertanya, apakah setelah ini mau melanjutkan S3 langsung atau ke mana. Mbak Margie yang mungkin terdesak oleh social pressure dan merasa membutuhkan seorang pendamping dengan segera menjawab, "tentu saja menikah dulu Pak..."

Diskusi pun berlanjut dengan tanggapan Pak Paulus, salah seorang rekan dari TNI juga yang berkelakar, "wah, sudah punya 2 gelar master agak susah lho Mbak untuk m…