Langsung ke konten utama

2018: A Reflection

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Salam dari Madinah, di penghujung tahun 2018 ini saya ingin mengucapkan syukur atas segala karunia dan berkah yang telah Allah limpahkan kepada saya dan keluarga. Alhamdulillah, malam pergantian tahun kali ini bisa dilalui lagi di kota suci.

Tadinya mau nulis banyak, haha.

Tahun ini banyak banget hal yang dialami. Bulan pertama dan kedua kehilangan 3 orang anggota keluarga dr pihak Bapak sekaligus karena kecelakaan lalu lintas. Bulan pertama juga Bapak kembali masuk rumah sakit karena serangan stroke kedua, sedih banget dalam waktu yang bersamaan dapat ujian seperti itu, semoga tahun 2019 Bapak ga harus masuk rumah sakit lg karena stroke atau penyakit lain ya Allah, amin.

Bulan kedua, aku akhirnya bisa memastikan langkah selanjutnya untuk pindah ke kantor yang sekarang. Akhirnya, Allah juga yang menakdirkan saya bisa berkantor di Jl. Sisingamangaraja No. 70A. Walaupun setelah dijalani tidak semua hari ada pelanginya, tapi alhamdulillah dapat lingkungan kerja yang nyaman dan aman. Semoga berkah atas pekerjaan dan rizki yang diberikan, amin.

Bulan ketiga, bulan terakhir di DPR. Bulan ulang tahun dirayakan dengan surprise dari sahabat2 tersayang. Alhamdulillah. Hari ulang tahun juga menjadi hari saya berikan surat resign ke bu NAA yang dibalas dengan "bukannya resign harus dikasih tau 3 bulan sebelumnya?"... Zzz drama, mana beliau ga kasih gw berangkat ke Korsel, just because gw mau resign haha. Hamdalah, drama dpr selesai pindah ke asec ;)

Bulan keempat, gw finish half marathon kedua di KL, waktu lebih lama haha, tp lebih ga painful thanks to Mas Deny dan Sali yang jadi temen lari dan coach selama tiga bulan. Bulan ini gw juga race 10k di Jogja, yang kalo di website ditulisnya DNF tp alhamdulillah tetap bisa dapat medali, sama kayak gw di KL sebenernya udh cot tp ttp dpt finisher medals haha. Oh ya, ini bulan pertama di asec, udh dpt jatah 2 meeting sendiri. Mulai berpikir apa gw ga nerusin probation ya gegara nature of worknya ga challenging haha. Ternyata salah, gw belajar banyak dari tempat kerja baru gw ini.

Bulan kelima, mulai sibuk sama project, terus nyiapin first mission juga yang ndilalah dapetnya ke Seoul! Mulai bisa adaptasi sama gaya kerja di kantor, masih banyak friksi sama kepala divisi gw. Bulan Mei, mulai puasa di akhir sampai bulan Juni, gw ngerasa kurang khusyu gegara banyak kerjaan haha (alasan gw aja ga bisa bagi waktu).

Bulan Juni, it is a hopeful month. Gw ngurus visa multiple business ke Korea hampir gagal gegara baru dimasukim sehari sebelum libur panjang cuti bersama lebaran. Alhamdulillah, berkat kuasa Allah dan bantuan Mission dan MOFA ROK, jadi juga itu visa satu hari. Kalo ga gagal deh gw mission pertama haha. So the first mission was done like 3 days after Lebaran haha, pergi sendiri pulang sendiri, bawa masker banyak dr Korea dan PR berupa mission report dan draft summary record ke Jakarta.Bulan ini lebaran keluarga Bapak datang semua ke Jakarta. Surprisingly, Tante Dita membawa kabar bahagia bahwa beliau akan mengakhiri masa lajangnya pada bulan Juli. Alhamdulillah.

Bulan Juli, kesehatan ga bersahabat, dua kali ambil cuti sakit termasuk kepala pening gegara draf summary record, haha. Bulan ini ke Surabaya untuk pernikahan tante Dita, what a day! Akhir bulan ini kalo ga salah gw mulai gabung di grupnya RFI Bintaro, yang sampai sekarang gw jarang lari bareng mereka tapi seringnya jadi silent reader yang memanfaatkan info2 terbaru ttg lari. Haha.

Bulan Agustus, gw ke Jogja dan Bali untuk nikahannya Danar dan Asti. Jujur, ambiencenya beda banget pas ke Jogja kayak masih gloomy galau entah karena apa, pas di Bali lebih relaks. Haha. Pas di Bali ketemu Bunda Tatty yang sharing kalau FIM baru buka posko dan rumah belajar di Desa Dangiang, Lombok. Jadilah gw beli tiket ke Lombok untuk berangkat di minggu pertama bulan September di hari libur kejepit, haha.

Bulan September, menghabiskan waktu bersama relawan FIM di Lombok, alhamdulillah juga dikasih kesempatan main sama Riza dan keluarga serta alumni2 kelarpm haha. September juga mengulang pertemuan dengan kakak alumni US yg tetiba minta tolong sesuatu sama gw.

Oktober, gw ga ke mana2 sih, haha. Oh, I broke the 10k record 1:40s mins at Tjanting Run 2018! Alhamdulillah, bisa break the limit 1:10, walaupun abis itu engkel kanan sakittt. Dasar gendut, dah badan 90.5kg dibawa lari 10kilo. Haha. Oh ya, berat gw naik signifikan di tahun 2018 ini dr 82kg di awal tahun, skg jadi 92kg. Mampus deh gw, makin susah nyari baju, makin dibully banyak orang makin susah dapet jodoh (KATANYA!)

November, I forgot haha. 2 temen sedivis resign, gw kelimpahan ngurus Jepang setelah itu (yang ternyata ribet banget). Oh ya, gw selesai les Bahasa Spanyol, level A2. Mulai kursusnya dari Bulan Agustus, nama gurunya John dari Kolombia. Gw berhasil menyelesaikan satu tugas buat video dalam bahasa Spanyol yang bisa kalian search di Youtube!

Desember, tiap minggu ke kawinan, minggu pertama ke Surabaya jadi panitia nikahan Ardhyan (first of the time, jd penjaga souvenir), minggu kedua nikahan Dira dan Ferly, minggu ketiga nikahan Mila.  Alhamdulillah minggu ke empat ga ada nikahan, cuma pergi ke suatu tempat yang semoga doa2 yang dipanjatkan semua diijabah, semoga segera datang laki2 sholeh yang tepat utk menikahi saya, amin.

Bicara soal nikah, gw mau share, 2018 adalah tahun di mana fans2 gw menikah, haha. Alhamdulillah ya, rezeki ga ke mana. Jodoh sudah ditakdirkan, ga perlu diplot sama manusia, semua udh tertulis di Lauhul Mahfudz, siapa, di mana, kapan dan dengan cara apa. Semoga yang belum ketemu jodoh (termasuk saya) bisa segera dipertemukan dengan jodoh terbaik dengan cara dan waktu yang tepat. Amin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas.
Apa kabar saya?

Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya.
Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point sendirian memb…

PKS dan Kampus

Assalamualaikum Wr.Wb.

Iseng, lagi googling ttg "Majelis Syuro SALAM UI" eh malah nemu di thread ini http://forum.dudung.net/index.php?topic=14562.20;wap2

padahal, tadinya gw mau ngebandingin aktivitas LDK2 di universitas2 di Indonesia, macam Salam UI dan Gamais ITB...yo weis lah....
skg saatnya dibuka semuanya....

yang mau tau siapa mereka?apa saja yang mereka lakukan? yuk intip curhatan mba Arbania Fitriani ex-kader PKS

Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'am sirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS. Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran,yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga d…

Persiapan Kuliah di Luar Negeri (part 1)

Banyak orang yang bertanya2,  bagaimana cara gw bisa mendapatkan beasiswa, S2 ke luar negeri?
Hmm, pertanyaan yang sebetulnya bisa dijawab dengan jawaban yang berbeda-beda dari bermacam-macam orang. Alhamdulillah, gw diberi kesempatan oleh Allah untuk melanjutkan kuliah di Singapura dengan full beasiswa. Persiapan gw untuk melanjutkan kuliah ini sebetulnya kurang lebih gw siapkan sejak 6 bulan sebelumnya. Pertama, cari-cari info tentang syarat2 untuk S2 di luar negeri. Rata-rata aplikasi untuk S2 atau S3 di luar negeri udah dibuka di akhir tahun sampai awal tahun berikutnya (November - April). Karena dulu gw kepengen banget kuliah di Oxford, jadi patokan gw untuk apply S2 ya ke sana. Masing-masing universitas punya syarat pendaftaran yang beda-beda. Umumnya, untuk jurusan sosial, jurusan semacam HI, politik lebih tepatnya, cuma butuh nilai TOEFL/IELTS, surat rekomendasi, esay dan ijazah. Alhamdulillah banget, gw waktu itu dapet contoh surat rekomendasi dan esay buat apply S2 dari kak …