Langsung ke konten utama

Working at the Intergovernmental Organisation

Hi all!

I come back after a quite long hiatus, haha.

Yesterday, as a part of my training ahead of the 25 October, I declare myself to commit for 1 day 1 post on this blog. The post will not be long, only 300 words as I want to practice my writing skill for the upcoming online exam. So, today topic is working about "Working at the Intergovernmental Organisation".

I am currently working at the intergovernmental organization in Jakarta. I have been working here for six months. Have you heard about ASEAN? Yes, the Association of South East Asian countries which consists of 10 member states is one of the regional organization which headquartered in Jakarta. I am working at the ASEAN Secretariat which basic function is to provide for greater efficiency in the coordination of ASEAN organs and for more effective implementation of ASEAN projects and activities.  (https://asean.org/asean/asean-secretariat/)

So, our day to day task is mainly to facilitate the Member States on coordination and the implementation of the organ projects and activities.  As an intergovernmental organization, the conduct of ASEAN is based on the agreement of the 10 member states. On 20 November 2007, the leaders of ASEAN Member States signed the ASEAN charter which sets the rule and regulation governing this organ. To support the works of this organization, the ASEAN Secretariat was set up as early as 1976 and until now, the secretariat is expanding as the ASEAN organs grow.

Working at the intergovernmental organization means you need to familiarize yourself with a high-level bureaucratic and diplomatic protocols. You have to be aware of your position, responsibility and you have to follow the rules and regulations, standard operating procedures and the practice. Please bear in mind that you work in an organization that already have established practices, so you have to learn quickly and do not hesitate to ask/clarify something which you do not understand. Do not make a new normal, just try to improve your communication skills to your supervisors and your fellow colleagues. 

It might look cool when someone heard about your current job and your office. But after all, the best part of the job is when you enjoy doing it and you fond of what you do. You will find it rewarding in the end when you know that you have learned more than you give.

Best,

ANW


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas.
Apa kabar saya?

Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya.
Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point sendirian memb…

PKS dan Kampus

Assalamualaikum Wr.Wb.

Iseng, lagi googling ttg "Majelis Syuro SALAM UI" eh malah nemu di thread ini http://forum.dudung.net/index.php?topic=14562.20;wap2

padahal, tadinya gw mau ngebandingin aktivitas LDK2 di universitas2 di Indonesia, macam Salam UI dan Gamais ITB...yo weis lah....
skg saatnya dibuka semuanya....

yang mau tau siapa mereka?apa saja yang mereka lakukan? yuk intip curhatan mba Arbania Fitriani ex-kader PKS

Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'am sirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS. Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran,yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga d…

S3 atau Nikah dulu?

Kemarin saya baru kenalan dengan Mbak Margie, yang baru saja diterima menjadi salah satu Research Analyst di RSIS.

Beliau ini adalah lulusan Mechanical Engineering di NUS, yang kemudian melanjutkan masternya di Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) dan King's College, London. Sebagai peraih dua gelar master dan lulusan Teknik Mesin di NUS, tentu saja keahlian dan tingkat kecerdasan beliau tidak usah kita pertanyakan lagi.

Sayangnya, di usia mbak Margie yang mungkin 10 tahun di atas saya, beliau masih single. Pernyataan ini tiba-tiba terlontar, setelah pak Ardian, rekan saya dari TNI bertanya, apakah setelah ini mau melanjutkan S3 langsung atau ke mana. Mbak Margie yang mungkin terdesak oleh social pressure dan merasa membutuhkan seorang pendamping dengan segera menjawab, "tentu saja menikah dulu Pak..."

Diskusi pun berlanjut dengan tanggapan Pak Paulus, salah seorang rekan dari TNI juga yang berkelakar, "wah, sudah punya 2 gelar master agak susah lho Mbak untuk m…