It's still a long way to go (part 1)

No Comments
Halo, apa kabar?

Lama ga menyentuh blog ini, karena satu dan lain hal.
Sebenarnya banyak hal seru yang saya mau ceritakan dan alhamdulillah banyak kesempatan unik yang terbuka selama tahun 2015 ini.

Langkah saya dimulai dari awal tahun, setelah pulang dari Halmahera Selatan, saya dihadapkan pada kenyataan hidup, bahwa kembali ke "peradaban" Jakarta tidak semudah yang saya bayangkan. Seperti yang saya tulis di postingan bulan-bulan awal saya.

Tahun 2015 ini, saya mencoba banyak (sekali) pekerjaan, dan memang akhirnya CV saya jadi lebih berwarna. Karena kebanyakan ini, mungkin saya akan ditengarai sebagai kutu loncat. Haha.

Oke, mulai dari bulan Februari, saya bekerja part-time sebagai Tutor untuk murid kelas 6 SD di salah satu sekolah elit di kawasan Kemang. Hanya 2 atau 3 kali pertemuan, sebelum saya mendapat tawaran menjadi intern di sebuah bank BUMN di kawasan Jakarta Kota.

Menginjak bulan Maret, saya mendapatkan tawaran mengajar sebagai dosen tidak tetap pada salah satu perguran tinggi swasta di Jakarta. Alhamdulillah, target saya untuk menjadi dosen selepas dari IM dapat diakomodasi melalui pengalaman mengajar tersebut.

Walaupun, realitanya, sebagai dosen baru saya masih harus banyak belajar mengenai kedisiplinan, materi yang harus disampaikan sampai manajemen kelas, belum lagi waktunya saat itu ditetapkan hari Sabtu, ketika weekend, suatu pengalaman yang cukup membuat saya berpikir, saya tidak mau mengajar lagi di hari Sabtu ;p

Ketika itu pun, ada kejadian tidak menyenangkan yang saya alami, membuat mobil orang rusak hingga dua kali. Haha. Selanjutnya, tempat internship yang terlalu jauh membuat saya berpikir dua kali untuk menyelesaikan periode internship sampai 3 bulan di Bank tersebut.

Alhamdulillah, pada saat yang bersamaan ada tawaran datang dari Bappenas. Saat itu, saya hanya berpikir bagaimana caranya berhenti dari internship di bank tersebut. Bukan karena tidak nyaman, well, beberapa hal mungkin ya, dengan load kerja yang tidak seberapa besar dan perjuangan menuju kantor yang luar biasa, harus diakui, saya merasa tidak sebanding dengan usaha yang saya keluarkan untuk belajar. Tapi, overall internship itu memberikan pengalaman yang menyenangkan buat saya karena saya jadi belajar banyak tentang bagaimana sebuah bank BUMN bekerja, menikmati waktu yang berharga bersama teman2 PM yang magang di sana dan berinteraksi langsung dengan para pegawai bank yang posisinya banyak diminati oleh para pencari kerja di luar sana.

continue...
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar