Langsung ke konten utama

Home

Hi, how are you guys?

Been long time no writing in here ya? Haha. I updated my other blog btw, you can see my posts in: http://indonesiamengajar.org/cerita-pm/avina-widarsa-3

So, I've finished the Indonesia Mengajar program. Such an amazing year I had through in South Halmahera with great friends, community and family.

Yeah, I had nothing to regret for. The work that I chose was the best life path of my life so far.

Now, I'm back in town. Jakarta. The city that I've ever missed before.

I'm back again to my parent's house. The suppose building to be called home.

Well, actually is not easy to adapt in Jakarta, live back with your parents and family whom you left for almost 10 years.

I have left my home since high school. I went to an Islamic boarding school called MAN Insan Cendekia Serpong in 2005. Since then, I never stayed at home more than 3 months I guess.

Yeah, the school actually is close to my parent's house. It's only 15-20 minutes ride via JORR highway. However, I can only go back to home on the weekend or when the school holiday.

Then, I continue my study in UI. I rented a room near my campus. I've ever decided not to "ngekos" for some time, but then it failed. I saw myself can't stay for a long time in my parent's house. Since, it will only make me disappointed or angry.

In the third year, I was chosen as one of the PPSDMS scholarship recipients that I must stay in the dorm. So, until I graduated (and 6 months after that), I stayed in the dormitory.

In July 2012, I moved to Singapore to continue my study and came back in Jakarta in June 2013. I did my internship in Bank Indonesia for a month. That was the moment when I stayed at home just a little longer. In August 2013, I went back to Singapore to have my internship in 701 Search, SPH. I stayed in Singapore until mid-October 2013.

From October 2013 - January 2015, I joined Indonesia Mengajar. I only go back at home before I depart to South Halmahera around 4-5 times and in August 2014, when the Eid's holiday.

Yeah, I've left home since then and found the others home in several places.

Let me go back to the theme. Actually, it's not easy to go back to home. The situation has been changed: the people who stay, the communication style, the habits, the layout of the rooms.

I feel so strange in my parent's house. I feel that I often disagree with my parents and sisters. I feel so egoistic and can't do what they want me to do. I feel that they also disappointed with me because I'm not consider enough to help the daily works.

Hmm, what do you think? Do you have any suggestions to make me feel home at my own home?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas.
Apa kabar saya?

Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya.
Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point sendirian memb…

PKS dan Kampus

Assalamualaikum Wr.Wb.

Iseng, lagi googling ttg "Majelis Syuro SALAM UI" eh malah nemu di thread ini http://forum.dudung.net/index.php?topic=14562.20;wap2

padahal, tadinya gw mau ngebandingin aktivitas LDK2 di universitas2 di Indonesia, macam Salam UI dan Gamais ITB...yo weis lah....
skg saatnya dibuka semuanya....

yang mau tau siapa mereka?apa saja yang mereka lakukan? yuk intip curhatan mba Arbania Fitriani ex-kader PKS

Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'am sirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS. Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran,yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga d…

Persiapan Kuliah di Luar Negeri (part 1)

Banyak orang yang bertanya2,  bagaimana cara gw bisa mendapatkan beasiswa, S2 ke luar negeri?
Hmm, pertanyaan yang sebetulnya bisa dijawab dengan jawaban yang berbeda-beda dari bermacam-macam orang. Alhamdulillah, gw diberi kesempatan oleh Allah untuk melanjutkan kuliah di Singapura dengan full beasiswa. Persiapan gw untuk melanjutkan kuliah ini sebetulnya kurang lebih gw siapkan sejak 6 bulan sebelumnya. Pertama, cari-cari info tentang syarat2 untuk S2 di luar negeri. Rata-rata aplikasi untuk S2 atau S3 di luar negeri udah dibuka di akhir tahun sampai awal tahun berikutnya (November - April). Karena dulu gw kepengen banget kuliah di Oxford, jadi patokan gw untuk apply S2 ya ke sana. Masing-masing universitas punya syarat pendaftaran yang beda-beda. Umumnya, untuk jurusan sosial, jurusan semacam HI, politik lebih tepatnya, cuma butuh nilai TOEFL/IELTS, surat rekomendasi, esay dan ijazah. Alhamdulillah banget, gw waktu itu dapet contoh surat rekomendasi dan esay buat apply S2 dari kak …