Langsung ke konten utama

Terima Kasih Singapura :")

Perasaan baru kemarin nulis postingan tentang malam-malam pertama di Singapura, eh malam ini sudah jadi malam terakhir gw di kamar kos Blk 646 Jurong West St. 61 ini :")

Setahun, ga kerasa, cepat sekali berlalu. Betul, waktu itu relatifr banget, lama ketika dijalani, terasa cepat ketika sudah selesai. ga salah memang kalau kita harus pandai2 memanfaatkan waktu dan menikmati setiap detik perjalanan hidup.

Setahun di sini, banyak banget pelajaran hidup yang gw dapet, ga hanya ilmu pengetahuan dari dosen-dosen, diskusi sama teman dan pakar2, tapi juga dari orang-orang di luar kampus, teman2 halaqah, ibu kosan, teman FIM, PPI dan IPA. Setahun di Singapura adalah sebuah pengalaman yang amat sangat berharga, di sini gw mencoba menjadi lebih dewasa, lebih mandiri, lebih aktif, lebih rapih dan lebih arif dalam menghadapi persoalan.

Seperti ucapan terima kasih di skripsi dan tesis, gw mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah mengisi hidup gw di Singapura, terima kasih banyak :')

terima kasih untuk Pak Leonard, Verra, Pak Imbang, Mba Trile dr BCF yang membuka peluang pertama gw untuk belajar di RSIS

terima kasih Emir dan Galan, teman sehidup semati pertama di SG

terima kasih untuk Yoes, Adhi, bang Adri, Jonathan dr Indonesia Program, juga Mba Fitri, Julius, dan Andi yang membuat hari-hari di NTU semakin berwarna

terima kasih untuk Diandra, Mario, Raisa, BKPMers (Mba Rena, Mba Nindi, Wila, Mba Lintang dan Yudi), Kemendagers (Mba Ruth, Mba Mel, Mas Panji, Andika002, Mas Indra, Jefrey dan Doni), TNIers (Bang Paul, Bang Ardian, Bang Budi, Bang Dion), Andika Wahyudi, Mba Vero, RSIS Indonesia team the best lah!

terima kasih juga untuk teman-teman RSIS lainnya, khususnya teman-teman IPE, Jie Sheng, Andrew, BM, Michael, Jeanine, Ishika, Helen, Vincente, Ping, Pawel, Geertz, Robert, Khai, Jurist, Michelle, Lin Lin, Suni, Tily Xia, Candice, Xue Mei, Tienlong, Dinara, Queenie, David, Katrina dan teman dari jurusan lain.

terima kasih untuk Lek, sahabat saya dari Thailand, insya Allah kita jumpa lagi di lain kesempatan...

terima kasih dan salam hormat untuk Pak Soedrajad, Prof Riesman, Prof Leo, Dr. Youngho, Dr. Huang Mingting, Dr. Selway dan Goto for all your knowledge sharing and help. I owe you very much for this degree.

terima kasih juga untuk Kasmawati dan Faridah, juga Dr. Sng Bee Bee yang sudah sangat membantu dalam proses administrasi dan penulisan bahasa Inggris selama gw di RSIS.

terima kasih buat Mba Yenny, Bang Hazeli, Imanina, Ifah dan Zafran, gw betul-betul menemukan rumah di Singapura :')

terima kasih buat Mba Hening, Mba Shinta, Mba Iin, Mba Dhalifa, Mba Nana, Mba Indah, Mba Gita dan kak Fanny, so happy to know mba2 shalihah ini

terima kasih buat Bening, Ridwan, Levi dan mas Ainun, jadi bisa buka chapter FIM di Singapore :D

terima kasih juga buat Roswitha, Mirza, Ifah, Agil, Garda dan kak Farid, semoga IAIC Singapura semakin mantap!

terima kasih buat Nindya, Anthony, Mercia, Nania, Tineke, Putri dan rekan PPIS divisi social edu, walaupun sebentar tapi dari sini gw mulai memupuk jiwa sosial untuk jadi pengajar

terima kasih juga buat teman2 IPAVoices yang sekarang berubah nama jadi Global Indonesia Voices, Mba Margie, Maul, Tony, Tiffany dan Maria, terima kasih buat kesempatannya menjadi penulis yang keren dan berdiskusi sama kalian tentang hal-hal keren

terima kasih buat kak Dinar, kak Patrya, Fikri, Nunu, dan teman-teman lainnya. Sungguh menyenangkan memiliki pengalaman hidup di Singapura. Walapun singkat tapi bermakna.

Terima kasih ya Allah, sudah menjadikan mimpi dan cita-cita saya menjadi kenyataan, semoga segala perbuatan baik mereka kepada saya dibalas dengan kebaikan yang berlipat ganda :')

Jurong West,

20 Ramadhan 1434 H

PS: terima kasih juga buat para dokter dan suster yang membantu saya ketika sakit baik di klinik NTU, NUH dan KK Hospital, juga buat Yek Wei dan tim dari NIE.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb. Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas. Apa kabar saya? Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya. Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point

Selamat 7 Bulan Kemilau :)

 Halo anak sayang, Selamat 7 bulan lahir ke dunia ya.  Semoga Kemilau tumbuh sehat, bahagia, jd anak baik dan sholehah, selalu dilindungi Allah SWT dan terhindar dari segala hal-hal buruk dan keburukan. Kemilau yang baik, semakin pintar ya nak sayang, sekarang sudah kuat mengenggam, bisa tengkurap dan bolak balik sendiri. Sudah mulai makan, walaupun kemarin mulai GTM dan diare huhu. Maafin mama ya nak, kemarin kasih kemi makanan yang ngga fresh. Semoga membaik hari ini dan hari-hari berikutnya ya. Nak sayang, mama denger lagu dari tante Raisa, judulnya "Jangan Cepat Berlalu", persis pas mama dengerin lagu ini, teman kantor Mama, mba Dewi dateng dan pesan ke mama, "nikmati waktu-waktu bersama anak ya Vin, ga kerasa tiba-tiba udah besar, udah sekolah, kuliah dll." Nak, mama sayang banget sama Kemi. Kalau Kemi nanti bisa baca ini, Kemi doain mama ya.  I love you Kemilau 💗 Hm hm Saat engkau dipelukanku Ba gaikan beribu kisah cinta Melebur jadi satu Ajariku tentang cin

Aku Takut

 Tragedi stadion Kanjuruhan malam minggu lalu benar-benar membuat aku shock. Sedih dan marah sekali. Kukira di pagi hari aku melihat running text TVone beritanya ada total 129 penonton yang meninggal dalam waktu satu tahun atau mungkin akumulasi semua total korban tewas selama pertandingan sepak bola di Indonesia diadakan. Ternyata bukan, angka tersebut merupakan angka manusia yang hilang nyawanya dalam satu malam . Innalillahi wa inna ilaihi roji'un Bencana kemanusiaan. bukan tragedi. bisa jadi settingan? Naudzubillahi min dzalik, jikalau ini memang di-setting untuk mengguncangkan tanah air dengan ratusan nyawa melayang dalam semalam. Terlepas apapun motifnya, penembak gas air mata (dan yang memberi perintah) harus dihukum seberat2nya.  Di mana rezim yang melindungi? ratusan korban hilang seketika dalam hitungan jam.  Sementara para petinggi masih bisa haha hihi memikirkan perputaran uang yang terhenti sementara karena bencana itu. Ya Allah, lindungilah kami semua. Kami dan keluar