Langsung ke konten utama

"Anti-Kemapanan" = To See the Real Me

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Halo semuanya! Apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT :)
Hari ini sebetulnya saya awali dengan ke-galau-an ditambah sedikit bumbu ke-sensitif-an (kayaknya mau dapet sebentar lg :P). Kenapa galau? Hmm, kenapa ya? *mau tau aja :p
*kepo banget sih :P (kepo ternyata berasal dari bahasa Melayu, sama kayak Lebay, haha)

Ya, galau, habis kuliah mau ke mana?
Setelah kemarin sempat diberi harapan yang muluk2 sama seseorang *ceilah. Ternyata, saya harus kembali realistis dan membuat Plan A-Z untuk dunia pasca kampus. Sebetulnya, sebetulnya sebetulnya, saya mau ngapain sih habis S2?

Kalo mengikuti "life-plan" atau rencana hidup yang "lurus-lurus aja", habis ini kalo saya ga ngelanjutin S3, kerja di Consulting Company, jadi Researcher atau jadi dosen. Ga menutup kemungkinan juga saya jadi PNS (berharapnya di Kemlu atau Bi sih :p) atau internship di organisasi2 internasional. Hehe.

Tapi, eh tapiiii.... Setelah meresapi kembali makna kehisupan (ewh, berat bahasanya), maksud saya setelah saya merenung, berpikir dan bertanya kembali pada diri saya sendiri, saya mau ngapain habis ini, hati kecil saya ga bisa dibohongi, kalau sebetulnya, yang saya ingin cari setelah lulus kuliah adalah pengalaman hidup yang ADVENTEROUS! Dalam artian, saya ingin sekali melakukan hal-hal yang sebelumnya ga pernah saya lakukan untuk melihat siapa sebetulnya diri saya. Masih abstrak ya? hehe.

Intinga, saya pengen keluar dari zona nyaman saya! Saya mau melihat dunia lebih luas dari sekedar Jakarta atau Singapura. Saya pengen banget jalan2 keliling Indonesia, naik gunung, tinggal di desa terpencil dan "do something" untuk suatu komunitas/masyarakat di daerah tertinggal. That's why saya menyebut fase after-postgrad-study ini sebagai fase "anti-kemapanan".

Yup,"anti-kemapanan!". Saya pengen habis S2 ini saya melakukan kerja sosial, kerja tp non-profit, bisa ngajar, bantu2 comdev or whatsoever. Tujuannya yang jelas ga nyari duit, karena toh duit ga selamanya buat kita bahagia (walaupun bisa beliin kita es krim/coklat yg bisa buat perasaan kita bahagia :p). 

Saya pengen banget habis S2 ini meng"eksplore" segala potensi yang ada di diri saya, mulai dari belajar agama, tafsir, hafalan Qur'an-Hadist, studi tentang Islam, Politik dan Feminisme/Gender lebih dalam lagi (my favourite issues), belajar seni peran, seni tari, seni musik, sampe naik gunung!
Pokoknya, saya ga mau terjebak dalam "lingkaran-kemapanan" terlebih dahulu karena saya masih muda dan saya ingin menggali potensi saya sebanyak2nya.

Terkadang, hidup memang harus memilih untuk melakukan hal2 yang extra ordinary. Sebab hidup hanya sekali dan saya ingin hidup yang sekali ini bermakna bagi orang banyak.

Doakan aku ya kawan :)

Semoga Allah selalu membersamai setiap langkah dan keputusan dalam hidup kita, amin :)

Salam,

ANW







Komentar

Anonim mengatakan…
Hai vina! Gw menyempatkan blogwalking dan nemu postingan ini. Kirain lo udah nemu jawaban sejak lama hehehe

Tapi menurut gw keinginan itu emang rentan berubah kok, bisa aja lo sekarang mau A tapi setelah ngejalaninnya bentar tiba2 mau berubah jadi B
Meskipun kata orang punya visi sejak dini itu sangat esensial, tapi menurut gw sah2 aja kali ga punya visi (jangka panjang mxd gw) yaudah sih nikmatin ajaaa :D
avina_nadhila mengatakan…
wah, makasih banyak ya can udh berkunjung ke blog gw :D yup2 yang penting "just enjoy the show". Tujuan kita tetap sama kok, caranya yang berbeda :)

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas.
Apa kabar saya?

Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya.
Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point sendirian memb…

PKS dan Kampus

Assalamualaikum Wr.Wb.

Iseng, lagi googling ttg "Majelis Syuro SALAM UI" eh malah nemu di thread ini http://forum.dudung.net/index.php?topic=14562.20;wap2

padahal, tadinya gw mau ngebandingin aktivitas LDK2 di universitas2 di Indonesia, macam Salam UI dan Gamais ITB...yo weis lah....
skg saatnya dibuka semuanya....

yang mau tau siapa mereka?apa saja yang mereka lakukan? yuk intip curhatan mba Arbania Fitriani ex-kader PKS

Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'am sirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS. Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran,yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga d…

Persiapan Kuliah di Luar Negeri (part 1)

Banyak orang yang bertanya2,  bagaimana cara gw bisa mendapatkan beasiswa, S2 ke luar negeri?
Hmm, pertanyaan yang sebetulnya bisa dijawab dengan jawaban yang berbeda-beda dari bermacam-macam orang. Alhamdulillah, gw diberi kesempatan oleh Allah untuk melanjutkan kuliah di Singapura dengan full beasiswa. Persiapan gw untuk melanjutkan kuliah ini sebetulnya kurang lebih gw siapkan sejak 6 bulan sebelumnya. Pertama, cari-cari info tentang syarat2 untuk S2 di luar negeri. Rata-rata aplikasi untuk S2 atau S3 di luar negeri udah dibuka di akhir tahun sampai awal tahun berikutnya (November - April). Karena dulu gw kepengen banget kuliah di Oxford, jadi patokan gw untuk apply S2 ya ke sana. Masing-masing universitas punya syarat pendaftaran yang beda-beda. Umumnya, untuk jurusan sosial, jurusan semacam HI, politik lebih tepatnya, cuma butuh nilai TOEFL/IELTS, surat rekomendasi, esay dan ijazah. Alhamdulillah banget, gw waktu itu dapet contoh surat rekomendasi dan esay buat apply S2 dari kak …