Langsung ke konten utama

Budak Intelektual

Sounds silly?

Well, actually the title should be "Pelacur Intelektual", as this phrase came from my friend who chat with me at gtalk. She is working as a special staff of Indonesian lawmakers and has a job to write newspapers articles in the name of her boss. She supposed to be the "ghostwriter" for every articles that her boss want to publish. She acknowledged that what she did is abusive, in the name of intellectual and integrity (of course). However, this is common practice that happen in Indonesia, especially the public policy makers (and I guess all over the world). You pay someone to write articles and make a speech. It's usual and acceptable.

The situation is different when you come to academic field. Any writing that is not based on your original idea  and not quoted properly can be considered as plagiarism. You can still take other people though and ideas but you have to quote it properly, otherwise you will be suspected as plagiarist. A friend of mine who works on research center, once had a task to write an article on behalf of his boss. Nevertheless, because he sent the article to academics web and put his own name on his writing, the publisher put his name on the credential. In academics, originality of the work placed first and you will be recognized for what you do (by yourself). Paying someone to write the article on behalf of your name is not acceptable (ideally). Rarely the academician pay someone to write something on behalf of their own, since they also don't have much money to do that.

Thinking and writing is a hard job. Not everyone can be a good thinker and writer at the same time. I think every writer should be appreciated on behalf of his/her own work. As this job requires much of your time and energy, this intelligence work should be appreciated highly. I know that many people (including me) are so lazy to make such a great work. The thing is we can't replace the originality with money. Idea is idea, can't be replaced by bucks. Nonetheless, this has been a common practice since years ago. These "budak/pelacur intelektual" will still be there and many people need them. This is a dilemma. When we were thought to be honest, the situation pushed us to do what we shouldn't do. I remembered one of my senior said "biasakanlah yang benar, jangan benarkan kebiasaan". It seems applicable in this case.

I wonder whether someday I'll be one of them or may be the one who employ them?


Komentar

Ecky Agassi mengatakan…
kenapa pekerjaannya diterima?
avina_nadhila mengatakan…
pekerjaannya ga terlalu berat, dengan fasilitas dan gaji yang cukup lumayan, apalagi buat fresh graduate. Ya, dilema antara idealisme dan kebutuhan sih kyknya menurut gw.

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas.
Apa kabar saya?

Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya.
Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point sendirian memb…

PKS dan Kampus

Assalamualaikum Wr.Wb.

Iseng, lagi googling ttg "Majelis Syuro SALAM UI" eh malah nemu di thread ini http://forum.dudung.net/index.php?topic=14562.20;wap2

padahal, tadinya gw mau ngebandingin aktivitas LDK2 di universitas2 di Indonesia, macam Salam UI dan Gamais ITB...yo weis lah....
skg saatnya dibuka semuanya....

yang mau tau siapa mereka?apa saja yang mereka lakukan? yuk intip curhatan mba Arbania Fitriani ex-kader PKS

Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'am sirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS. Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran,yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga d…

Persiapan Kuliah di Luar Negeri (part 1)

Banyak orang yang bertanya2,  bagaimana cara gw bisa mendapatkan beasiswa, S2 ke luar negeri?
Hmm, pertanyaan yang sebetulnya bisa dijawab dengan jawaban yang berbeda-beda dari bermacam-macam orang. Alhamdulillah, gw diberi kesempatan oleh Allah untuk melanjutkan kuliah di Singapura dengan full beasiswa. Persiapan gw untuk melanjutkan kuliah ini sebetulnya kurang lebih gw siapkan sejak 6 bulan sebelumnya. Pertama, cari-cari info tentang syarat2 untuk S2 di luar negeri. Rata-rata aplikasi untuk S2 atau S3 di luar negeri udah dibuka di akhir tahun sampai awal tahun berikutnya (November - April). Karena dulu gw kepengen banget kuliah di Oxford, jadi patokan gw untuk apply S2 ya ke sana. Masing-masing universitas punya syarat pendaftaran yang beda-beda. Umumnya, untuk jurusan sosial, jurusan semacam HI, politik lebih tepatnya, cuma butuh nilai TOEFL/IELTS, surat rekomendasi, esay dan ijazah. Alhamdulillah banget, gw waktu itu dapet contoh surat rekomendasi dan esay buat apply S2 dari kak …