Cerita Dari (dan ke) Jogja - Part 2

No Comments

Besoknya, pagi-pagi saya masih labil, jadi ke Jogja atau tidak ya. Sebenarnya tiket sudah di tangan, tiket balik pun sudah di tangan (saya nitip ke Ovy yang waktu itu memang sudah di Jogja untuk nonton konser Sheila). Labil, karena tiba-tiba mama telepon kata nenek ga usah ke Jogja, capek, biar liburan di Bandung aja. Nah lho... Hmm, gimana ya? Kalo ga jadi ke Jogja gw ngapain? Nanti galau lagi gak ngapa2in? hahaha.

Kemudian saya ditelpon Bapak, sebetulnya orang tua saya sudah OK dan mereka tahu saya ke Jogja dari Bandung berangkat sendiri. Masalahnya tinggal di nenek, bismillah, saya telepon nenek, menjelaskan mengenai keberangkatan saya di Jogja. Saya jelaskan ke beliau kalau saya sudah ditunggu teman-teman saya di Jogja dan banyak yang mengharapkan kedatangan saya di sana (jieh, padahal ga ada juga yang nungguin saya dateng :p *khayal-khayal babu). Tapi, memang, saya sudah ditunggu beberapa sahabat saya di Jogja, salah satunya Andini. Andini ini teman akrab saya sejak MAN yang baru saja menyelesaikan gelar S.Kednya di Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada. Beliau senang sekali menyambut kedatangan saya, sampai-sampai beliau menghubungi pacarnya untuk menemani beliau menjemput saya di terminal bis Jombor pada jam 5 pagi, waktu perkiraan bis saya sampai di Jogja.

Malam itu, akhirnya dengan mengucap bismillah, saya berangkat ke Jogja. Menggunakan bis Bandung Ekspress, berangkat dari poolnya di Jl. Pajajaran. Perjalanan malam pun ditempuh selama hampir 12 jam.

O, ya sebelumnya, saya harus berterima kasih kepada sahabat misterius saya dari FIM 11, Kamil, yang dengan baik hatinya membelikan (memesankan lebih tepatnya) tiket bis dari Bandung ke Jogja dan mengantarkan saya ke tempat bisnya. Thanks a lot, sobs :D



Jadilah, saya sampai di terminal Jombor, jam 7 pagi, telat 2 jam dari perkiraan saya. Padahal, saat itu Andini ada janji main tenis, saya jadi tidak enak mengganggu olahraga sabtu paginya. Alhamdulillah, tidak lama saya menunggu, Andini akhirnya datang menjemput saya di terminal bis Jombor. Saya lebih tidak enak lagi mengetahui bahwa Bimo, pacarnya, sudah bangun pagi-pagi dan berencana untuk menemaninya menjemput saya. huhuhu. maaf ya, bisnya telat soalnya :(

Setelah dijemput Andini, kemudian kami pergi mencari sarapan, makanan khas Jogja tentunya. Andini mengajak saya mencoba Lotek, makanan sejenis gado-gado yang terdiri dari sayuran, tempe, tahu, potongan bakwan dan sambal kacang. Hmmm...mantap sekali sarapan Lotek di pagi hari (walaupun saya gak habis :p)

Puas makan lotek, saya kemudian menaruh tas dan membersihkan badan di tempat Andini. Setelah beristirahat sejenak, saya langsung berangkat menuju benteng Vrederburg, meeting point teman-teman FIM geje yang mengadakan acara Young leaders Talknya.

Melesatlah saya ke Vrederburg, kali ini setelah mengambil beberapa pundi rupiah dari ATM Mandiri untuk perbekalan dua hari ke depan. haha. Kali ini saya diantar Andini dan Bimo, pacarnya, ke Benteng Vrederburg.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar