in reverse chronological order (December - January) :

1. Skripsi finished
2. Palembang -> MHMMD
3. FIM 11 superb Jong Sunda dan Sahabat Misterius :)
4. ASisten DOSen (ASDOS) institusi internasional
5. Display UKM 300 pendaftar KSM
6. Global MUN Korea 2011 -> meet Ban Ki Moon, friends around the world
7. PIMNAS XXIV juara II LKTM Kemaritiman Sosial Budaya
8. MTQ Mahasiswa 2011 first time to Makassar
9. World Economic Forum on East Asia meet so many important persons 
10. Pulau Tidung with beloved HI UI 08
11.  UGM, Jogja kongres ILP2MI
12. Bandung sweet little escape
13. PLD XXIV can't believe we made it
14. NARRATION 2011 sukses!
15. LKMM akhirnya bisa ikut juga :)
16. Malam Apresiasi Mahasiswa Berprestasi FISIP UI alhamdulillah dapet laptop :)
17. Pulau Pramuka dan Pulau Panggang first trip to thousand islands, first time snorkeling
18. NTU MUN Singapore 2011, one night stand around Marina Bay and Esplanade
19. Jabriks 2011 ciwidey
20. Ujung Genteng perjalanan super dengan orang-orang super

alhamdulilllahirabbilalamin, semoga lebih menyenangkan di tahun depan :D

Read More
Sebelas Januari Bertemu
Menjalani Kisah Cinta Ini
Naluri Berkata Engkaulah Milikku
Bahagia Selalu Dimiliki
Bertahun Menjalani Bersamamu
Kunyatakan bahwa Engkaulah jiwaku

Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu
Pernahku Menyakiti Hatimu
Pernah kau melupakan janji ini
Semua Karena kita ini manusia
Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu

Chorus:
Kau bawa diriku
Kedalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu adalah Hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut
Dengan sejuta warna

sumber : gudanglagu.com

Semoga 11 Januari 2012 membawa keberuntungan untuk sidang skripsi saya, mohon doanya ya teman2 :D
Read More
#eeaa
bukan, ini bukan notes galau, cuma sekelumit kicauan yang mau gw share aja di FB, secara udah lumayan lama nggak nulis notes di sini..hehehe

Jadi, suatu hari gw pernah nge tweet :
Belum dapet pendamping wisuda ga usah galau kali, toh pendamping wisuda lo belum tentu jadi pendamping hidup lo #eh @vinavinavina
Gw kepikiran mengangkat tema ini untuk kita diskusikan bersama setelah kemarin salah satu teman menyinggung isu "Pendamping Wisuda" dan akhirnya buat gw "galau".

Well, setelah selesai skripsi ternyata masa - masa galau belum berakhir untuk mahasiswa tingkat akhir. Masih ada sidang, revisi dan terakhir wisuda. Nah, memikirkan siapa "pendamping wisuda" ternyata bagi sebagian orang sama menggalaukannya dengan "kapan skripsi saya selesai".

Setiap orang (cmiiw) pasti mau setiap momen besar yang dirayakan dalam hidupnya, dihadiri dan didampingi oleh orang2 terdekat. Tidak terkecuali wisuda. Momen seremonial penting ini biasanya juga dihadiri oleh orang-orang penting dalam hidup kita, seperti keluarga dan sahabat-sahabat dekat. Tentu saja bagi mereka yang sudah memiliki pasangan as in suami/istri, pacar, tunangan, teman spesial, dll. pasti juga berharap didampingi oleh pasangannya tersebut sewaktu wisuda.
Pertanyaannya sekarang, buat mereka yang belum punya pasangan bagaimana? Siapa yang akan menjadi "Pendamping Wisuda" mereka selain keluarga dan teman2?

Kalo menurut gw, belum punya pendamping wisuda ya santai aja. Toh, diantara ribuan wisudawan/wisudawati nanti berapa % sih yang didampingi pasangannya? Lagi pula apakah pendamping wisuda yang mereka punya sekarang bakal jadi pendamping mereka seumur hidup? (kecuali yang sudah punya suami/istri mungkin) Gak enak dong kalo nanti foto wisuda lo sama siapa, eh nikahnya sama siapa?

Gw pikir kegalauan mencari "pendamping wisuda" itu sama kayak kegalauan anak SMA yang "cari gandengan" buat prom night. Sebegitu galaunya hingga beberapa orang nggak mau dateng ke prom night karena ga bisa bawa pacar/gandengan...

Yah, emang sih setiap orang punya preferensi masing-masing. Tapi, menurut gw akhirnya balik lagi ke esensi wisuda itu. Wisuda merupakan suatu perayaan atas keberhasilan seseorang menyelesaikan suatu jenjang pendidikan. Ga ada salahnya punya pendamping wisuda, pun ga salah juga kalau kita ga punya pendamping wisuda. Toh akhirnya kebahagiaan yang kita dapet pas wisuda paling cuma beberapa saat, selebihnya? Dunia nyata menunggu aksi dan langkah nyata kita setelah diwisuda.

Kalau menurut kalian gimana?
Read More
alhamdulillahirabbilalamin,
couldn't be more grateful to Allah.
masih nggak percaya bisa menyelesaikan skripsi dalam waktu sesingkat ini.
tinggal nunggu sidang, yang insya Allah dilaksanakan pada :

hari : Rabu
tanggal : 11 januari 2012
pukul : 11.00 WIB
tempat : Ruang Rapat Dept. Ilmu Hubungan Internasional, Gd. Nusantara II lantai 2, FISIP UI, Depok

status : sidang terbuka :)

mohon doanya ya kawan2 :D














Read More
Pernah dengar istilah di atad? Rasanya agak jarang ya yang memakai kata-kata tersebut sebagai slogan, baik dalam kampanye calon anggota DPR maupun ketua BEM.

Kalau istilah "In Harmonia Progressio" pernah dong?

Yup, itu adalah translasi bebas dari kalimat yang menjadi slogan Institusi Teknologi Bandung (ITB) tempat di mana sahabat-sahabat saya belajar dan tempat di mana saya berharap jodoh saya ditemukan (ngarepdotcom hahaha *becanda*)

Ada apa dengan istilah ini?  Terinspirasi juga dari slogan SEA Games yakni "United and Rising" yang kira-kira artinya sama dengan judul di atas, saya akhirnya disadarkan betapa pentingnya unsur kebersamaan jika kita ingin membuat suatu kemajuan.

Kontemplasi ini bermula ketika KSM belum diperkenankan oleh Allah menjadi salah satu yang terbaik di ajang kompetisi antar UKM penalaran/keilmuan di tingkat nasional. Cukup kecewa, begitu reaksi saya ketika tahu bahwa KSM tidak cukup layak (menurut penilaian mereka) menjadi salah satu yang terbaik di tingkat nasional. Tapi, saya berusaha untuk tidak menyalahkan keadaan, ataupun menyalahkan panitia yang teman-teman saya bilang agak aneh dan kurang transparan. Saya berefleksi apa yang salah dengan KSM? Mengapa kami tidak ditakdirkan menjadi salah satu yang mereka anggap terbaik?

Kemudian muncul serangkaian memori tentang KSM selama 4 bulan terakhir. Ya, saya sadari selama beberapa bulan terakhir intensitas krida tidak terlalu banyak. Teman-teman yang hadir pun cenderung menurun jumlahnya. Bahkan, BPH yang rajin hadir tidak kelihatan batang hidungnya dalam rapat rutin ataupun krida.

Apa yang salah?


"Kebersamaan"

Ya, sejak awal saya tidak terlalu menganggap penting variabel ini karena paradigma fungsionalisme yang saya anut tidak menjadikan variabel kebersamaan sebagai variabel kontrol dari kesuksesan suatu lembaga. Jujur, saya bukan tipe orang yang tegas menerapkan nilai-nilai "kekeluargaan" di KSM.  Saya berpikir toh kalau mereka butuh dan merasa bermanfaat dengan adanya KSM, mereka akan datang ke sini dengan sendirinya.

Ternyata, saya salah. Kebersamaan dan kekeluargaan menjadi variabel penting penentu keberhasilan sekelompok orang yang bernaung dalam suatu lembaga/institusi.Walaupun ada istilah "prestasi lembaga merupakan akumulasi prestasi individu", namun jika individu itu tidak saling bersinergi dan berbagi satu sama lain maka tidak akan ada yang disebut dengan prestasi lembaga.

Semoga dua bulan akhir masa kepengurusan saya, kebersamaan itu bisa terbangun dan menjadi building block bagi KSM kedepannya.







Read More

Salah satu kunci utama penguatan pasar domestik terdapat pada distribusi kebutuhan barang dan jasa yang lancar. Kelancaran distribusi barang dan jasa ini sangat bergantung pada kondisi infrastruktur dari tempat produksi ke pasar hingga ke tangan konsumen.

Infrastruktur pula yang mendukung pasar apakah dapat dijalankan secara efisien atau tidak. Permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah infrastruktur yang kurang memadai sehingga kelancaran perdagangan barang dan jasa terhambat. Selain itu, faktor infrastruktur secara tidak langsung juga berkorelasi dengan harga barang yang dijual di pasar.Semakin sulit jalan yang ditempuh untuk mendistribusikan barang hasil produksi, semakin mahal pula barang yang akan dijual ke tangan konsumen di pasar nanti.

Hasil dari pemeringkatan World Economic Forum dalam Indeks Kompetitif Global, Indonesia menempati peringkat ke-82 dari 123 negara dengan kategori pengembangan infrastruktur yang buruk. Sudah menjadi suatu keharusan bagi negara yang ingin maju ekonominya memperhatikan kondisi infrastruktur secara serius. Apalagi, Indonesia sebagai negara kepulauan yang terpisah oleh laut dan masih banyak memiliki daerah yang tidak dapat dijangkau dengan jalan darat.

Tidak heran, lemahnya infrastruktur ini berakibat pada lemahnya kekuatan pasar domestik di Indonesia. China merupakan salah satu contoh negara yang sukses membangun ekonomi dan meningkatkan kemampuan pasar domestiknya melalui pembangunan infrastruktur. Pada 1990, China hanya memiliki kurang lebih 1 juta kilometer jalan raya, namun perkembangan infrastruktur yang sangat cepat dilakukan China sehingga mampu memiliki lebih dari 3 juta kilometer jalan pada 2005.

Bandingkan dengan Indonesia yang pada 1990 hanya mempunyai jalan raya sepanjang 280.000 kilometer, pada 2005 hanya tumbuh menjadi sekitar 320.000 kilometer.Tidak heran, tingkat pertumbuhan ekonomi China bisa mencapai 8-9% per tahun,sementara Indonesia masih di angka 3-4% per tahun. Sebab infrastruktur pula, barang China dapat merajai pasar domestiknya.

Sementara, akibat infrastruktur yang lemah, barang-barang produksi Indonesia belum menjadi raja di negeri sendiri. Banyak barang impor yang jauh lebih murah daripada barang lokal sebab arus distribusinya jauh lebih lancar ketimbang arus distribusi produk lokal.

Sebab itu, diperlukan perbaikan dan peningkatan yang signifikan untuk membangun infrastruktur dalam negeri. Pemerintah harus berupaya sekuat tenaga membenahi dan meningkatkan pembangunan infrastruktur dalam negeri sebagai modal utama memperkuat kemampuan pasar domestik di tengah arus globalisasi.● 

AVINA NADHILA WIDARSA 
Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional 
Universitas Indonesia, 
Ketua Umum KSM Eka Prasetya UI           


Dimuat di kolom Suara Mahasiswa, Harian Seputar Indonesia pada Rabu, 21 September 2011
Read More

Di awal kuliah, sampai tahun kedua, gw membayangkan skripsi yang akan gw tulis akan bombastis. Gw tadinya mau nulis tentang “Hubungan Indonesia - Arab Saudi”, dianalisis pake comparative advantage Indonesia yang punya komoditas TKI/TKW dengan Arab Saudi yang menjadi tujuan haji.

Gw pengen ngangkat tema tentang haji karena gw pikir bakalan gampang ngebuat dan ngambil data-datanya. Toh, nyokap gw kerja di kementrian agama bagian haji. Gw juga ngebayangin kalo gw jadi ngambil skripsi tentang haji, gw pengen sekalian ‘turlap’ mengenapkan rukun islam yang kelima itu…

hehehe

Sayangnya, masalah Haji dan Arab Saudi less significant kalo dilihat dari sudut pandang HI. Mungkin bisa sih, tapi, ya agak males juga sih bahasnya pasti lebih cenderung deskriptif. Apalagi setelah gw ambil mata kuliah dinamika kawasan timur tengah. Masalah utama di sana cuma tentang MINYAK.

Di tahun-tahun awal gw kuliah juga gw sangat terobsesi dengan isu mastrans, khususnya gender dan lingkungan. Harusnya gw ngambil cluster mastrans dong? Tapi, di tahun ketiga, setelah gw mempertimbangkan banyak hal, terutama pertimbangan rasional-oportunis, gw akhirnya mengambil cluster ekonomi politik internasional. Target gw bikin skripsi tentang gender dan women’s right di Arab sana pupus sudah…

Menginjak tahun ketiga, gw udah mulai kenal ekopolin dan tertarik mengkaji lebih dalam. Gw pun bercita-cita skripsi gw akan berhubungan sama kerjasama pemerintah Indonesia yang membolehkan MNC ekstraktif mengeruk kekayaan alam Indonesia demi keuntungan mereka sendiri. Gw pengen banget neliti masalah tentang Blok Cepu atau Freeport. Waktu itu, jaman gw di kastrat - pusgerak, saat-saat nasionalisme paling tinggi pas mahasiswa. Pas banget apalagi gw ambil kajian ekopolin. Alternatif topik yang gw ajukan adalah tentang pembangunan internasional, MDGs, dan pelaksanaannya di Indonesia.

Sayangnya, dari kesemua topik itu ngga ada yang berlanjut hingga jadi topik skripsi gw. Akhirnya, gw jatuh hati sama topik ECFA, sebuah perjanjian kerangka kerjasama ekonomi Cina-Taiwan yang secara nilai ekonomi menguntungkan Taiwan jauh lebih banyak daripada Cina.

Ini topik yang pernah gw bahas pas semester 5, pas gw jadi kelompok counter review dinamika Asia Timur. Topik ini juga pernah dibuat makalahnya sama temen gw di kelas Rezim Perdagangan Internasional. Berbekal pengetahuan gw yang minim tentang Cina (dan nilai minim di mata kuliah kebijakan luar negeri dan keamanan Cina), akhirnya gw nekat ambil topik ini jadi topik skripsi gw.

Emang sih, jadinya topik ini akan biasa aja, gak sebombastis atau seunik topik2 yang pernah gw pikirin. Tapi, mudah-mudahan ini menjadi karya terbaik gw selama S1 di HI UI….

amin…

Read More
Halo2 apa kabar?
Saatnya menulis lagi tentang "My Life at HI UI" yang bisa dibilang tinggal dihitung dalam beberapa bulan. Yup, rekomendasi sudah dikeluarkan, tahap selanjutnya adalah kasih proposal skripsi ke jurusan - sidang outline - ngerjain skripsi - sidang - revisi - wisuda. Semoga dimudahkan, amin ya Allah :o)

Tentang judul tulisan ini, saya mau sedikit berbagi mengapa pada akhirnya saya memilih untuk melanjutkan karir menjadi akademisi (aka dosen) ketimbang jadi praktisi (aka diplomat). Alasannya simpel, tp mudah2an bermakna.

Saya mau jadi profesor HI karena saya mau menjawab apa yang dimaksud dengan Metode Penelitian Hubungan Internasional.

Yes man, walaupun gw kuliah di HI UI (yang katanya salah satu jurusan terfavorit di Indonesia, katanya loh ya), tapi sampai gw mengerjakan skripsi hingga detik ini gw belum menemukan jawaban, metode penelitian HI itu yang kayak gimana sih sebenernya? apa bedanya sama metode penelitian sosial lain? kenapa tiap dosen HI beda persepsi tentang metode penelitian?

Bukan apa-apa sh, gw concern dengan hal ini karena semakin menjamurnya universitas yang membuka jurusan HI, berarti semakin banyak kebutuhan akan dosen2 HI yang berkualitas. Gw lihat selama ini profesor ataupun dosen HI yang berkualitas masih jarang banget. Maksud gw yang murni HI ya, bukan dari dosen politik, ekonomi, dsb.

Idealnya, gw mau jadi profesor karena gw mau mengembangkan ilmu HI di Indonesia, bukan sekedar mengembangkan, tapi goal gw adalah memberi pemahaman yang benar terhadap mahasiswa HI tentang HI itu sendiri. Kalau kata Mas Juw, yang dikutip dari anak2 HI 2009, ilmu HI dengan paradigma timur itu masih jarang. Nah, saatnya buktikan di Indonesia, ilmu HI tidak hanya berkembang menjadi ilmu pelengkap calon diplomat, tapi disiplin ilmu yang dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa :)
Read More
Jong Sunda at FIM 11
Bawah (Ka-Ki) : Agung, CP, Eta
Tengah (Ka-Ki) : Iskandar, Rike, Uwi, Thea, Vina, Zeyla, Noey
Atas (Ka-Ki) : Dhio, Angga, Bahrul, Ecky, Yason
kurang satu (yang moto) : Hasan

Too many stories to be shared. A lot of moments, priceless one. Hopefully we meet again :)


Read More
Setelah penantian selama dua tahun,
Kegagalan pada FIM 9.

akhirnya terbayarkan dengan lolosnya saya di FIM 11.
Alhamdulillah :)



FIM itu apa sih?

FIM itu kepanjangan dari forum indonesia muda, sebuah pelatihan kepemimpinan yang cukup prestis buat para pemuda Indonesia.

Kenapa kok lo pengen ikutan?

Karena gw mau bergabung dengan komunitas orang-orang hebat calon pemimpin masa depan yang down to earth dan nggak elitis. Kalo dulu sih emang tujuan gw buat gegayaan, tapi sekarang kayaknya gw harus punya tujuan yang lebih jauh, beyond that. Lebih dari sekedar gegayaan, petantang petenteng or whatsoever lah....

Kan lo udah sering ikutan leadership training, kenapa mau ikutan lagi?

Gw merasa hidup gw nggak akan maju kalau gw cepat puas dan selalu merasa cukup dengan apa yang gw dapat. Ikutan NLYC, terpilih jadi peserta APRU sampai masuk PPSDMS dan sekarang mulai ikut training goodwill adalah anugrah, tapi gw merasa belum cukup bekal untuk menjadi the real Indonesian leader. Mudah-mudahan ikutan FIM bisa membantu gw mengeluarkan potensi2 kepemimpinan yang lebih baik lagi.

Kayaknya lo benar2 ambisius untuk mengikuti training ini, se worth it itu kah?

Iya BANGET! tahun ini mereka nerima 883 aplikasi, dari situ sekitar 753 lolos seleksi berkas dan akhirnya terpilih 135 peserta buat FIM 11 tahun ini. Kompetitif banget kan? Makanya kalo gw lepas kayaknya nggak bersyukur banget ya.

Tapi, skripsi lo gimana?

Tenang, draf proposal skripsi gw udah jadi, tadi juga udah konsultasi sama calon pembimbing, udah gampang lah. Toh, cuma 8 hari ini, insya Allah nggak akan keganggu :D

O,ya gw penasaran, lo tau FIM itu dari mana?

Pertama kali gw denger dari temen gw anak ITB yang ikut NLYC, namanya, aduh lupa siapa..pokoknya waktu itu dia jadi MenHubLu ITB. Dia bilang ada pelatihan OK banget namanya FIM. Pas gw liat juga emang keren banget, ternyata dedengkot2 FIM itu rata2 orang2 yang gw kenal, kayak kak Ivan Ahda (senior pusgerak) ada juga temen2 sepermainan yang akhirnya jadi keluarga FIM 9 dan 10. Istilahnya, banyak teman bermain gw yang ikut pelatihan ini. dan mereka semua HEBAT!

So, What Next?
SMS KONFIRMASI KEHADIRAN!
Read More