Perdebatan Mengenai Ucapan Selamat Natal @ Milis IAIC

No Comments
Just found this new interesting thread...and I strongly support the guy who wants to make peace not war...hehehe

check it out :)


>>>>Subject: [syiar-islam] Haram Hukumnya Mengucapkan Selamat Natal
>>>>
>>>>
>>>>Assalamu'alaikum wr wb,
>>>>
>>>>Saat ini ada beda pendapat di sebagian ummat Islam tentang hukum
>>>> mengucapkan
>>>>Selamat Natal pada Ummat Kristen yang merayakan hari raya Natal. Ada yang
>>>> tegas
>>>>menyatakan haram. Ada pula yang membolehkannya.
>>>>
>>>>Terhadap hal itu, hendaknya kita mengkaji Al Qur’an dan Hadits yang Sahih
>>>> agar
>>>>tahu mana pendapat yang benar, dan mana yang salah.
>>>>
>>>>“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan
>>>>jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah
>>>> kamu
>>>>kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]
>>>>
>>>>"Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang
>>>> memerasnya,
>>>>(2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5)
>>>> yang
>>>>minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang
>>>> makan
>>>>harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya." (Riwayat
>>>> Tarmizi
>>>>dan Ibnu Majah)
>>>>
>>>>Dari Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW melaknat para pemakan riba, yang
>>>>meberikannya, para pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau
>>>> bersabda,
>>>>“Mereka semua adalah sama”. (HR. Muslim).
>>>>
>>>>Allah memerintahkan kita untuk tolong-menolong dalam hal kebaikan.
>>>> Sebaliknya
>>>>Allah melarang keras tolong-menolong dalam hal kejahatan. Dari hadits
>>>> tentang
>>>>riba dan arak kita tahu dosanya mengenai bukan cuma pelaku riba atau
>>>> peminum
>>>>arak. Tapi siapa pun yang terlibat termasuk saksi atau pun yang cuma
>>>>mengantarkan minuman. Demikian pula untuk dosa lain seperti Syirik.
>>>>
>>>>Nah kita tahu bahwa pada hari Natal, ummat Kristen merayakan hari lahir
>>>> Yesus
>>>>yang mereka anggap Tuhan mereka. Tuhan Anak! Itu adalah dosa syirik. Dan
>>>> syirik
>>>>itu adalah dosa terbesar yang tidak terampuni. Nah jika terhadap dosa yang
>>>> lebih
>>>>kecil seperti Riba dan Minum Arak saja kita dilarang turut membantu,
>>>> bagaimana
>>>>dengan mengucapkan “Selamat Natal” yang merupakan satu doa kepada orang
>>>> yang
>>>>tengah merakayakan kemusyrikan?
>>>>
>>>>“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan
>>>> janganlah
>>>>kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih,
>>>> Isa
>>>>putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan)
>>>> kalimat-Nya
>>>>yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka
>>>>berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu
>>>> mengatakan:
>>>>"(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu.
>>>>
>>>>Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai
>>>> anak,
>>>>segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah
>>>> menjadi
>>>>Pemelihara.” [An Nisaa’ 171]
>>>>
>>>>“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah
>>>>
>>>>seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari
>>>> Tuhan
>>>>Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu,
>>>> pasti
>>>>orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.”
>>>> [Al
>>>>Maa-idah 73]
>>>>
>>>>Dalam surat Al Ikhlas ditegaskan:
>>>>
>>>>“Katakanlah: Allah itu Satu
>>>>Allah tempat meminta
>>>>Dia tidak beranak dan tidak diperanakan
>>>>Dan tak ada satu pun yang setara dengannya” [Al Ikhlas 1-4]
>>>>
>>>>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni
>>>> segala
>>>>dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
>>>> Barangsiapa
>>>>yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”
>>>> [An
>>>>Nisaa’:48]
>>>>
>>>>“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan
>>>> Dia,
>>>>dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang
>>>>dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah,
>>>> maka
>>>>sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’:116]
>>>>
>>>>Perhatikan ayat-ayat di atas. Allah menyatakan bahwa kafirlah Ahli Kitab
>>>> yang
>>>>menganggap Allah hanyalah 1 dari 3 Tuhan dan Allah menjanjikan siksaan yang
>>>>
>>>>pedih pada orang-orang yang musyrik. Adakah kita ingin turut mendapat siksa
>>>>
>>>>dengan memberikan ucapan selamat kepada orang yang tengah merayakan hari
>>>>kelahiran Yesus sebagai Tuhan Anak? Sebagai sekutu dari Allah?
>>>>
>>>>Ibn al-Qayyim pernah menyampaikan bila pemberian ucapan “Selamat Natal”
>>>> atau
>>>>mengucapkan “Happy Christmas” kepada orang-orang Kafir hukumnya haram.
>>>>
>>>>Sebagaimana dinukil dari Ibn al-Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya
>>>> “Ahkâm Ahl
>>>>adz-Dzimmah”, beliau berkata, “Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan
>>>>syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut
>>>> kesepakatan
>>>>para ulama.
>>>>
>>>>Alasan Ibu al-Qayyim, menyatakan haram ucapan selamat kepada orang-orang
>>>> Kafir
>>>>berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka karena hal itu
>>>>mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka
>>>> lakukan.
>>>>
>>>>Sikap ini juga sama pernah disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih
>>>>al-‘Utsaimin sebagaimana dikutip dalam Majmû’ Fatâwa Fadlîlah asy-Syaikh
>>>>Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimîn, ( Jilid.III, h.44-46, No.403).
>>>>
>>>>Jangankan mengucapkan Selamat Natal, mengucapkan salam biasa saja kepada
>>>> Non
>>>>Muslim kita dilarang:
>>>>Rasulullah SAW bersabda:”Jangan kalian mendahului mengucapkan salam kepada
>>>> orang
>>>>Yahudi atau Nashrani” (HR. Muslim).
>>>>
>>>>Apabila orang Non Muslim memulai mengucapkan salam, maka jawaban yang
>>>>diperkenankan oleh syari’at adalah:”Wa ‘alaikum!” (Semoga anda juga). Itu
>>>> saja,
>>>>tidak usah diperpanjang lagi. Rasulullah SAW menasihatkan:”Jika orang-orang
>>>> Ahli
>>>>Kitab (Non Muslim) memberi salam kepada kamu, maka jawablah:”Wa ‘alaikum”
>>>> (HR.
>>>>Bukhary dan Muslim).
>>>>
>>>>Salam adalah do’a seorang Muslim kepada saudaranya seiman. Kita tidak bisa
>>>>mengucapkan doa Selamat kepada orang yang kafir/musyrik karena jika mereka
>>>> tak
>>>>tobat, siksa Allah sudah jelas menunggu mereka.
>>>>
>>>>”Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu
>>>>
>>>>kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.
>>>> Dan
>>>>Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (Al Qashash
>>>> [28]:
>>>>56).
>>>>
>>>>Satu-satunya doa yang diperbolehkan untuk orang kafir yang masih hidup
>>>> adalah
>>>>doa agar mereka dapat petunjuk untuk masuk Islam:
>>>>
>>>>Do’a Rasulullah SAW kepada orang Non Muslim:”Ya Allah berilah petunjuk
>>>> kepada
>>>>kaumku, karena sesungguhnya mereka orang yang tidak mengerti” (Sirah
>>>> Nabawiyah,
>>>>Abul Hasan ali An Nadwi). Atau do’a Rasululah SAW kepada Umar Bin Khaththab
>>>>
>>>>ketika masih kafir:”Ya Allah, berilah kemuliaan kepada Islam dengan masuk
>>>>Islamnya salah satu orang terkasih kepada-Mu, yakni Abu Jahal atau Umar Bin
>>>>
>>>>Khaththab”.
>>>>
>>>>Jadi sekali lagi, Hari Natal adalah satu Syiar Agama Kristen di mana mereka
>>>> saat
>>>>itu merayakan hari lahirnya Tuhan mereka: Yesus. Syirik itu adalah dosa
>>>> terbesar
>>>>yang tidak diampuni oleh Allah SWT. Tak pernah ada sunnah Nabi dan para
>>>> sahabat
>>>>mengucapkan Selamat Natal kepada ummat Kristen saat itu. Jadi marilah kita
>>>> tetap
>>>>lurus di jalan yang lurus dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

terus ada yang ngerespon...

Kalo menurutku, drpd membesar2kan keharaman mengucapkan selamat datang yg
>>> tidak ada dalil pastinya, hanya tafsiran dan qiyas, lbh baik menyebarluaskan
>>> hadits "tidak beriman org yg tidak memulyakan tamunya" juga hadits2 tentang
>>> bertetangga dll. Karena yg ini lbh membuat damai drpd membuat panas
>>> kehidupan sosial.

direspon lagi sama empunya milis...
di dunia ini, sudah sunnatullah kalo yang namanya nahi mungkar
>>itu orangnya sedikit dan langka. Memang membuat kuping panas, siapa
>>sih yang suka diingatkan kalo tindakannya sudah salah ? Manusiawi
>>banget. Mudah2an posting ini juga untuk kerangka itu.
>>
>>Selain itu, pernah membaca kan hadits ttg salah seorang sahabat, yang
>>hobinya nanya ke nabi tentang hal2 yang diharamkan / haram. Pasalnya,
>>ternyata sahabat tersebut memiliki logika pemikiran di luar yang
>>haram, samudera kehalalan itu masih sangat2 luas, jauh melebihi yang
>>haram. Sehingga rambu2 tersebut tidak tertabrak / terlanggar.
>>
>>FPI dibenci, MMI, JI, Al-qaeda, JAT, Lasykar Et-Tayba, dll adalah hal
>>wajar karena hanya segelintir orang yang berani nahi mungkar. Orang yg
>>nahi mungkar berat konsekuensinya, dimusuhi, diperangi, dipenjarakan,
>>dikucilkan, dianggap teroris, dll.
>>
>>Makanya tingkat keimanan yang tertinggi dalam hal melihat kemungkaran
>>adalah untuk mengubah/mencegah dengan tangan / perbuatan langsung.
>>Bukan dengan diingatkan lisan apalagi mendoakan yang jelas2
>>selemah2nya iman.

part ini yg gw setuju
>Jawabanku mungkin akan sama seperti org2 yg ga mau permusuhan, bahwa nahi
>mungkar jg hrs dilakukan dg cara yg ma'ruf.
>
>Untuk masalah keharaman. Jika itu tidak ada dalil yg jelas, lbh baik diserahkan
>ahlinya. Tentang selamat natal, hati2 jgn sampai kita mengharamkan yg mubah.
>
>Jgn sampai kita seperti di saudi seperti mas tahid bilang, lbh banyak
>membesarkan TBC drpd memperbaiki akhlak, terutama di sini yg banyak tetangga
>kita yg nasrani. Drpd membahas yg ga ada dalil qath'inya, lbh baik
>mempertimbangkan kemashlahatannya. Kan di ushul fiqh jg ada kaidah ttg
>kemashlahatan.
>
>Untuk golongan sedikit saya hormati pendapatnya, tp kalo sampe bomnya atau
>bahkan batunya sampe ke tetangga saya spt yg dulu pernah terjadi di lingkungan
>RW saya. Saya menyatakan perang dgnnya.
>Krn hanya menunggu waktu bom itu meledak dan mengenai saya dan keluarga.
>
>Jd kalo ada anggota JI, MMI, JAT, atau yg lainnya yg merakit bom disini lagi.
>Saya salah satu musuhnya yg muslim.
>
>Dakwah yes, teror no!
>>>>

eh, dibales lagi...
lebih baik percaya kepada orang2 yang memelihara hadits dalam mengambil
>ijtihad suatu penyikapan. dibandingkan dengan logika perdamaian. karena ilmu
>hadits terjaga sanad nya sampai ke Rasul sementara para Doktor/Profesor
>"pengajak perdamaian" tak pernah berjuang hanya berucap. lain halnya dengan
>Rasul yang Berjuang dan Berkata...serta memperjuangkan perdamaian hakiki. damai
>negara, damai di hati, damai di akhirat.
>
>Jadi penngembus isu janganlah mengkafir2kan orang yang mengucapkan selamat
>natal, itu sama sekali tak memiliki ke wara' an pada quran dan sunnah.
>
>
>saya menggaris bawahi pokok tema yang diposting supaya fokus pada tema
>mengucapkan selamat natal. dan tak fokus pada JI/orang arab/JAT/kelompok yang
>diduga teroris lainnya. karena fitnah masih begitu lebat menutup tabir
>kebenarannya. tak usah lah termakan fitnah media.
>
>memang mukmin dengan mukmin yang lain itu seperti dua tangan yang saling
>membersihkan. jika terdapat kotoran yang sulit dibersihkan tentu akan lebih
>keras dan menggunakan material kasar untuk membersihkannya. marilah kita
>berharap dibukakan hati menerima kebenaran, tak meremehkan orang lain dan
>dijauhi dari kesombongan. karena rosul mengatakan orang sombong itu adalah yang
>menolak kebenaran dan meremehkan manusia.
>

lanjut Gan!
Haha..
Gitu aja kok repot..
Saya kan cm mau bilang kalo hadits tentang memuliakan tamu, memuliakan tetangga, dll, yg diawali dg laa yu'minu ahadukum, itu jauh lbh banyak dan jelas bunyi haditsnya jg mutawattir.

Sdgkn hadits ttg natal ga ada sama sekali. Pengambilan hukumnya hanya dr logika yg membuka luas perbedaan. Ada ulama yg membolehkan, banyak jg yg mengharamkan. Dan tidak selayaknya pd perbedaan pendapat muncul sikap takfir.

Bagaimana cara memuliakan tamu dan tetangga kan ga ada hadits rinciannya, ga pernah disebut tetangganya itu hrs muslim. Malah nabi sendiri mengajarkan kalo sembelihannya yahudi dan nasrani halal sebagai wujud akhlak bertetangga.
Karena rosul diutus untuk menyempurnakan akhlak. Bukan untuk mengharamkan yg halal dan sebaliknya.

Untuk teroris, suka2 saya dong mau nulis.
Kalo ga berkenan ya jgn dibaca. Bila perlu lgsg delete dan empty trash. Saya hubungkan krn sikap tidak menghargai pendapat org lain yg menimbulkan terorisme itu. Meskipun tabirnya gelap tp akibatnya nyata.

nah lho...ini agak bikin panas...
ya jika ternyata pendapat saya hanya bersumber pada logika alhamdulillah kalau akhirnya membuka perbedaan luas karena memang logika saya tak berilmu dan penuh dengan hawa nafsu.

namun pemaparan di sini adalah dengan pemaparan oleh Ibn Qoyim Al Jauziyah. yang insyaAllah termasuk golongan mujtahid mudah2an qt ga usah repot dengan pendapat para doktor/profesor logika.

atau kita ikut kata Rosul aja, mungkin ada yang terlewat terbaca hadits Rasul di email sebelumnya. Rasulullah SAW bersabda:”Jangan kalian mendahului mengucapkan salam kepada orang Yahudi atau Nashrani” (HR. Muslim).

dalam riwayat lain
Telah menceritakan kepadaku Harun bin 'Abdullah dan Hajjaj bin Asy Sya'ir keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Muhammad ia berkata; Berkata Ibnu Juraij; Telah mengabarkan kepadaku Abu Az Zubair bahwasanya ia mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata; Sekelompok orang Yahudi mengucapkan salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan ucapan 'As Saamu 'Alaika (Kematian bagimu) wahai Abu Al Qasim. Maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab; 'Wa Alaikum (juga bagi kalian).' Kemudian Aisyah berkata dengan nada marah; 'Apakah anda tidak mendengar apa yang mereka ucapkan? ' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab; 'Ya, aku telah mendengarnya dan telah aku jawab ucapan mereka. karena sesungguhnya perkataan kita yang dikabulkan sedang perkataan mereka atas kita tidak dikabulkan.' (HR.Muslim.hadits no.4029.kutubut tis'ah)

lalu perkara hal berikut
Malah nabi sendiri mengajarkan kalo sembelihannya yahudi dan nasrani halal sebagai wujud akhlak bertetangga.

nah ini tak bisa letter look saja dilihat seperti ini, apakah yahudi dan nasrani ini yg dimaksud rasul adalah ahlul kitab? atau yang sudah berpegang pada taurat dan injil yang sekarang? atau yahudi dan nasrani keturunan muslim yang murtad menjadi yahudi dan nasrani?
saya belum paham ilmu tentang ini tapi memang pernah hadits ttg hal tsb perlu dikaji lebih lanjut. tak cukup dilihat letter look saja. dan mari kita cari analisa dari para ulama yang terbukti tingkat mujtahid nya.

Untuk teroris, suka2 saya dong mau nulis.
Kalo ga berkenan ya jgn dibaca. Bila perlu lgsg delete dan empty trash. Saya hubungkan krn sikap tidak menghargai pendapat org lain yg menimbulkan terorisme itu. Meskipun tabirnya gelap tp akibatnya nyata.

ya moga akibatnya bukan rekayasa. karena bukti2 yang diajukan dari kepolisian tak sedikit yang direkayasa atau disediakan dari kepolisian untuk dipilih "mana yang punya anda..." bukti2 yg disediakan ada senapan magasin, peluru, dan rekening atas nama orang yg diduga teroris. sementara orang tsb tak pernah punya membuka rekening tsb. ya kebetulan saya sdg domisili di kota sarang teroris (Solo), dan akibat sedikit2 pernah diinterogasi intel setempat. jadi pengamatan di lapangan insya Allah update.

istilah teroris, lahir dari turunan predikat fundamentalis dan ortodox. yang diberikan kepada kaum kristiani, yahudi dan nasrani yang berpegang pada kitab klasik agama mereka karangan ulama mereka, dan belum tau ketersambungannya (sanad) sampai Musa ataupun Isa. lalu di samakan lah bahwa orang islam yang berpegang pada kitab klasik adalah orang2 ortodox, fundamentalis dan sudah pasti ekstrimis cikal bakal jadi teroris jika belajar kitab klasik dengan sanad yang mantap.

mohon maaf jika menyinggung, karena ilmu sy sgt dangkal. 24 tahun sekolah dan kuliah. tapi tak sedikitpun di sana belajar ilmu wajib : Quran, sunnah dan faraid spt kakak2....

kalau Gak salah Ibn Qoyim Al Jauziyah itu berguru ke Ibn Taimiyah ya? trus salah satu muridnya Ibn Qoyim itu Muhammad ibn Abdul Wahab pendirinya madzhab wahabi (tapi gak mau dibilang bermadzhab) ya?

Dari email-email saya sebelumnya saya hanya mengatakan bahwa untuk urusan mengucapkan selamat natal ada dua pendapat ulama, dan yang namanya perbedaan pendapat apalagi tanpa dalil yang qath'i tak perlu sampai ada kalimat takfir. Saya tidak mengatakan bahwa yang bilang boleh benar dan yang bilang haram salah, keduanya benar dengan pendapat dan dalilnya masing-masing.

Nah untuk momentum liburan tanggal 25 Desember ini, kita lihat apakah dengan dimunculkan kembali perbedaan pendapat ini membawa mashlahat di masyarakat atau tidak? bukan kah lebih baik menyebarkan kemashlahatan daripada permusuhan.

Untuk urusan ahlul kitab juga ada beberapa pendapat, dan tidak perlu memaksakan diri kalau salah satu pendapat itu paling benar, karena gak ada manfaatnya. Jangan sampai seperti saya dulu waktu kuliah "dipindahkan" dari kosan hanya karena saya melakukan qunut di sholat subuh, ya meskipun sebetulnya setelah qunut itu saya diinterogasi macem2 tentang ziarah kubur, tawassul dlsb.

Untuk urusan teroris, kalau memang sudah diputus pengadilan bersalah dengan bukti yang kuat, masakah kita tidak percaya? padahal Sayyidina Ali KRA sendiri menerima putusan hakim tentang baju perangnya?
Coba kalo saya hidup dimasa itu, saya mau bilang sama Sayyidina Ali biar gak perlu percaya sama hakimnya dan minta segera diganti hakimnya karena salah memutuskan.

Untungnya saya sekolah hanya 15 tahun, jadi saya tidak tersinggung...
Hahaha....

hayyah,,, gmana nih pendapat yang lain?
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar