Langsung ke konten utama

Di Balik Kedatangan Barack Obama ke Indonesia

SETELAH mengalami dua kali penundaan kedatangan, akhirnya hampir dipastikan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44, Barack Obama, akan datang ke Indonesia pada 9-10 November 2010 mendatang.

Menurut kabar yang santer diberitakan di media online dan melalui situs jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook, Obama dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, mengikuti rangkaian kegiatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, mengunjungi Masjid Istiqlal dan memberikan pidato kuliah umum di Universitas Indonesia (UI).

Dalam rangka menyambut kedatangan Obama ke Indonesia kali ini, pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat, bahkan telah membuat beberapa kontes bagi mereka yang ingin mendapatkan tiket masuk untuk mengikuti kuliah umum Obama di UI.

Terlepas dari masih ragunya beberapa pihak akan kedatangan Obama, momen kedatangan Presiden AS ini selayaknya dijadikan suatu refleksi kritis bagi masyarakat Indonesia. Dengan penundaan kedatangan sebanyak dua kali yang telah dilakukan Obama, terlihat bahwa Indonesia belum dapat dikategorikan sebagai suatu negara yang layak dijadikan strategic partner bagi AS. Pasalnya, apabila Indonesia dilihat sebagai negara yang sangat penting bagi AS di kancah internasional, Obama pasti akan menyempatkan (dan bahkan) mengutamakan kunjungannya ke Indonesia langsung setelah ia terpilih sebagai Presiden AS.

Satu hal yang menarik, jika kita lihat agenda Obama di Indonesia salah satunya ialah mengunjungi Masjid Istiqlal dan memberikan kuliah umum di UI. Hal ini terkait dengan misi Obama yang ingin meningkatkan hubungan persahabatan Islam - Barat.

Sejak peristiwa 11 September serta invasi AS ke Irak dan Afghanistan beberapa tahun lalu, hubungan antara Islam-Barat mulai merenggang. Masyarakat barat kebanyakan menganggap Islam sebagai teroris, sementara masyarakat Islam menganngap barat (khususnya AS) sebagai musuh karena telah menyerang negara-negara Islam yang tidak bersalah.

Citra buruk inilah yang ingin diubah Obama. Sebagai presiden AS yang mempunyai latar belakang multikultur, ia memahami betapa pentingnya menjaga hubungan dengan masyarakat muslim. Segala upaya dilakukan untuk mengubah citra AS agar lebih bersahabat dengan Islam.

Hal ini dapat dilihat dari berbagai diplomasi publik yang dilakukan AS guna menaikkan citra AS di kalangan umat Islam, contohnya dengan beasiswa yang diberikan kepada mereka yang berlatar belakang pendidikan Islam yang kuat untuk studi di Negeri Paman Sam tersebut.

Adapun kedatangan Obama ke Indonesia, dapat juga dilihat sebagai salah satu upaya AS untuk menjalin persahabatan erat dengan komunitas Islam terbesar di dunia. Seperti halnya yang dilakukan Obama di Mesir. Kuliah umum yang disampaikan Obama di Indonesia merupakan suatu hal yang sangat spesial dan tidak dilakukan oleh Obama di negara-negara lain.

Mesir dan Indonesia adalah dua negara yang sama-sama memiliki populasi mayoritas muslim. Di Indonesia sendiri, kurang lebih sebanyaj 90 persen dari 220 juta penduduk Indonesia beragama Islam. Inilah yang menjadi alasan, mengapa Obama pada akhirnya mau tidak mau tetap harus melaksanakan kunjungan kenegaraannya ke Indonesia. Indonesia walaupun belum dapat dikatakan sebagai salah satu mitra paling strategis AS, tetapi paling tidak dapat dijadikan sebagai satu sarana untuk meningkatkan citra AS di mata masyarakat Islam.

Avina Nadhila WidarsaMahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia

Staf Pusgerak BEM UI 2010


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas.
Apa kabar saya?

Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya.
Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point sendirian memb…

PKS dan Kampus

Assalamualaikum Wr.Wb.

Iseng, lagi googling ttg "Majelis Syuro SALAM UI" eh malah nemu di thread ini http://forum.dudung.net/index.php?topic=14562.20;wap2

padahal, tadinya gw mau ngebandingin aktivitas LDK2 di universitas2 di Indonesia, macam Salam UI dan Gamais ITB...yo weis lah....
skg saatnya dibuka semuanya....

yang mau tau siapa mereka?apa saja yang mereka lakukan? yuk intip curhatan mba Arbania Fitriani ex-kader PKS

Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'am sirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS. Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran,yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga d…

Masuk ke UGD Rumah Sakit di Singapura

Hari ini saya merasakan sakit yang luar biasa. Sebetulnya sejak dua hari yang lalu, eh tiga hari yang lalu. Tepatnya saat hari pertama menstruasi. Wuow, kram perutnya gila2an, padahal saya rutin jalan kaki dan olahraga di gym seminggu sekali (ga ngaruh ya?)

Iya, saking sakitnya, kemarin saya pergi ke klinik NTU. Di sana, dokternya mendiagnosis saya terkena infeksi di dekat (maaf) dubur. Memang sakit sekali di daerah itu, karena minggu sebelumnya saya mengalami konstipasi dan pada saat BAB pertama saya mengejan terlalu keras. Masuk di akal sih kalau saya terkena infeksi semacam itu. Saya pun diberi obat2an yang banyak dan besar2 (dalam bentuk tablet).

Tapi, keesokan harinya (hari ini), alih-alih sakitnya reda, ternyata semakin parah. Saya sampai susah bergerak dan sulit untuk berjalan. Mengetahui penyakit saya tidak biasa, Mba Yenny, landlord saya berinisiatif mengajak ke UGD. Awalnya, saya ragu ke sana, apalagi hal itu merepotkan Mba Yenny dan Abang (suaminya mba Yenny). Namun, karena …