Langsung ke konten utama

perasaan, konstruksi pemikiran

assalamualaikum wr.wb.

hello there, apa kabar semua? semoga selalu dalam lindungan Allah SWT

i have several news and ideas on my own

gw seneng banget minggu ini. alhamdulillah tugas kuliah lancar, tugas bem juga lumayan, ois sukses (amin), dan tes beasiswa lancar.
mudah2an gw dapet yang terbaik ya guys, doakan saya :D

sedikit berbagi, minggu2 ini gw dipenuhi perasaan yg gloomy, ma sabab?

somebody has taken away my mind these days. awalnya gw nggak bermaksud menaruh perhatian sama dia-individually-. temen2 yg suka "menjodohkan" ini ternyata begitu gencar, sehingga gejolak batin saya mulai terdengar. lantas lah dimulai gerilya mencari tahu siapa dia sebenarnya...sekali...dua kali...lama2 jadi stalker...dan makin tak terkontrol hingga saat ini...

jarak ini sungguh tipis, antara gw dan dia...gw jadi berpikir, apakah dia benar2 the right one or as usual just come and go...
gw berpikir, perasaan suka, cinta, kasih, sayang, sebel, marah, cemburu, sedih...semuanya itu cuma konstruksi pemikiran
seperti kata Descrates "Cogito ergo sum"

gw berpendapat, perasaan yg gw rasakan saat ini (suka) itu hal yang wajar, karena gw telah mengkonstruksi pemikiran gw untuk suka sama dia...mulai dari mengagumi semua hal yang telah dia capai, mengidentfikasi kesamaan2 yang ada, sampai menaruh perhatian karena dia(dapat dikatakan) lucu....dan terakhir, karena gw berpikir dia layak untuk gw jadikan spouse, maka gw berpikir dia adalah the right one.

full stop.

perasaan ini akan lain, kalau gw merekonstruksi pemikiran gw dengan hal2 yang opposite. gw mungkin bisa mencegah perasaan ini dari lubang penuh dosa dengan memikirkan kekurangan dia, kelemahan dia, ketidakdewasaan dia, dan sebagainya...

mudah2an gw bisa lepas dari jeratan pemikiran ini secepatnya....

" ya Allah, kalau dia baik untukku dekatkanlah, namun kalau tidak jauhkanlah dan carikan yang jauh lebih baik darinya untukku"

amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb. Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas. Apa kabar saya? Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya. Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point

Aku Takut

 Tragedi stadion Kanjuruhan malam minggu lalu benar-benar membuat aku shock. Sedih dan marah sekali. Kukira di pagi hari aku melihat running text TVone beritanya ada total 129 penonton yang meninggal dalam waktu satu tahun atau mungkin akumulasi semua total korban tewas selama pertandingan sepak bola di Indonesia diadakan. Ternyata bukan, angka tersebut merupakan angka manusia yang hilang nyawanya dalam satu malam . Innalillahi wa inna ilaihi roji'un Bencana kemanusiaan. bukan tragedi. bisa jadi settingan? Naudzubillahi min dzalik, jikalau ini memang di-setting untuk mengguncangkan tanah air dengan ratusan nyawa melayang dalam semalam. Terlepas apapun motifnya, penembak gas air mata (dan yang memberi perintah) harus dihukum seberat2nya.  Di mana rezim yang melindungi? ratusan korban hilang seketika dalam hitungan jam.  Sementara para petinggi masih bisa haha hihi memikirkan perputaran uang yang terhenti sementara karena bencana itu. Ya Allah, lindungilah kami semua. Kami dan keluar

Untuk Ibu yang Anaknya Sedang Sakit (dan masuk rumah sakit)

 Hi Ibu, apa kabar? Pasti lelah, gelisah, takut, galau, marah... Merasa bersalah sama diri sendiri, kok bisa anakku sampai kayak gini, sampai masuk rumah sakit, bahkan dipasang alat2 yang membuat anak resah seperti infus dan selang oksigen. Ibu, kamu tidak sendiri. it's okay untuk merasa capek dan lelah, menangis histeris maupun sesenggukkan.  Ibu, jangan lupa makan, kata perawat.  Tapi beban pikiran yang sangat berat ini seakan memakan semua makanan yang bisa kita makan sehingga tidak satupun makanan yang bisa dicerna dengan baik oleh sistem pencernaan. Malah, berat badan semakin hari semakin turun karena memikirkan "why my child is sick?" Saya berdoa untuk semua Ibu yang anaknya sedang sakit (dan dirawat di rumah sakit), semoga Allah swt berikan kesehatan paripurna untuk Ananda. Semoga Ibu dan Ayah selalu dikuatkan, diberikan kesehatan, keluasan serta keberkahan saat menemani dan merawat Ananda yang sakit. Laa ba'san thohuron... Di akhir 2022, Kemilau masuk rumah sa