Langsung ke konten utama

PKS dan Kampus

Assalamualaikum Wr.Wb.

Iseng, lagi googling ttg "Majelis Syuro SALAM UI" eh malah nemu di thread ini http://forum.dudung.net/index.php?topic=14562.20;wap2

padahal, tadinya gw mau ngebandingin aktivitas LDK2 di universitas2 di Indonesia, macam Salam UI dan Gamais ITB...yo weis lah....
skg saatnya dibuka semuanya....

yang mau tau siapa mereka?apa saja yang mereka lakukan? yuk intip curhatan mba Arbania Fitriani ex-kader PKS

Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'am sirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS. Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran,yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga dakwah tingkat jurusan, fakultas,sampai ke universitas. Jika di universitas tersebut terdapat asrama dan punya kegiatan kemahasiswaan, maka di sana pun pasti ada struktur seperti yang telah saya terangkan.

Universitas biasanya akan berhubungan dengan PKS terkait perkembangan politik kampus maupun perkembangan politik nasional. Dari sanalah basis PKS dalam melakukan pergerakan-pergerak an politik dalam negeri atas nama mahasiswa baik itu yang berwujud demonstrasi ataupun pergerakan lainnya. Sistem pergerakan, pengkaderan, dan struktur lingkaran yang terjadi di dunia kampus sama persis dengan yang terjadi di tingkat nasional.



Kembali ke dalam struktur lingkaran PKS di kampus, orang-orang yang duduk di MS jumlahnya biasanya tidak banyak dan orang-orangnya adalah orang-orang yang terpilih. Kebanyakan yang menjadi anggota MS adalah mahasiswa yang memang sudah di kader sejak SMU. Tapi tidak banyak juga yang berhasil masuk ke dalam MS dari orang-orang yang telah dikader pada saat kuliah. Saya termasuk orang yang masuk ke dalam lingkaran MS yang baru di kader pada saat kuliah dan menduduki posisi sebagai mas'ulah di asrama UI sehingga saya punya akses langsung untuk berdiskusi dengan mas'ulah tingkat universitas. Dari sini juga saya akhirnya banyak tahu sistem dalam PKS meskipun saya pada tingkat fakultas hanya masuk sampai tingkat MB.

Dalam MS dan MB memiliki mas'ul (pemimpin untuk anggota ikhwan) dan mas'ulah (pemimpin untuk anggota akhwat). Masing-masing mas'ul (ah) ini membawahi MS secara keseluruhan dan ada juga mas'ul(ah) yang membawahi sayap-sayap dakwah yakni sayap tarbiyah (mengurusi pengkaderan khusus untuk ikhwah seperti pemetaan liqoat, materi liqoat, dll), sayap syiar (mengurusi syiar islam khususnya dalam lembaga kerohanian formal dan menjaring kader baru), dan sayap sosial & politik (mengurusi dakwah dalam bidang lembaga formal kampus yakni BEM dan MPM).

Di lingkaran ke dua adalah majelis besar, anggotanya adalah ikhwah yang sudah di kader juga dan tinggal menerima keputusan dari MS untuk dilaksanakan. Jadi, MS ini adalah tink-tank dari seluruh kegiatan yang terjadi di kampus. Apabila kader PKS duduk sebagai ketua BEM/Senat atau MPM/BPM, maka semua kegiatannya harus mendapat ijin dari MS dan memang biasanya berbagai agenda di BEM/Senat dan MPM/BPM ini dibuat oleh MS.



see,mitos yg selama ini beredar bahwa BEM,MPM, dan organisasi kemahasiswaan kampus lainnya dikuasai ama satu kelompok golongan yang berafiliasi pada satu partai ternyata NYATA. Bahkan, yg gw heran sampe ke gerakan mahasiswa pun udh disusupi sama si Tuan Besar...ckckck...

gw jadi berpikir, jangan2 apa yg disebut gerakan mahasiswa selama ini hanya gerakan partai belaka?

Sedikit mau share juga, pas kemaren aksi tanggal 28 Januari 2010 ada banyak kejadian aneh yg menurut gw itu harusnya ga terjadi :
1. banyak anak Salam UI yang ikut konvoi, tapi waktu sampe di bunderan HI kok gw ga liat mereka di barisan massa aksi? kemana mereka?
2. Fakultas2 yang akhirnya tiba2 nyelonong ke KPK itu apa maksudnya coba? disuruh sama atasan ya ga usah ke istana tapi cukup ke KPK aja?
3. Salah satu fakultas bahkan terang2an ikut press release di KPK padahal keputusan CEM kemaren harinya sepakat bahwa ga ada KPK2an....

Nah lho, bingung sendiri kan...

btw, no offense ya buat anak Salam UI (anak tarbiyah dan ADK2)...hehehe...gw masih menghormati kalian kok sbagai LDK yang sangat aktif sekali menyebarkan dakwah di kampus UI bahkan sampe di tingkat tinggi kehidupan perpolitikan kampus :))
semoga yang namanya LDK benar2 menjadi motor gerakan dakwah di kampus, bukan motor gerakan sosial politik belaka...

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Komentar

Nisa Syahidah mengatakan…
partai anu~
hmmmmmm
vin lo anak FSI bukannya yaa? :D
avina_nadhila mengatakan…
iya nis, gw anak FSI.mang knp?hehehe
avina_nadhila mengatakan…
iya nis, gw anak FSI.mang knp?hehehe
avina_nadhila mengatakan…
iya nis, gw anak FSI.mang knp?hehehe
Anonim mengatakan…
wah.. ga nyangka ada ya yg memaparkan "kelihaian" PKS lewat mahasiswa.hehehe.

bagus nih, kenapa ga dipaparkan aj vin ke semua warga UI ?
akuanaktambang mengatakan…
Ohh gitu yach.... Hmmm menarik.... Areyou dulu ikut yg di Lembaga Kerohanian Islam Fakultas Ekonomi. Mengenai Hubungan PKS dengan Universitas mah biasa aja kaleee....

Padahal yg berhubungan dengan Universitas itu bukan cuman PKS lhooo... FYI Sejarah UI itu sangat amat dekat dengan Golkar.... Kenapa ma Golkar.... Ya dilihat sejarahlah mbak...Nah kalo yg sekarang udah tau belum CALEG Golkar dari Anak Teknik UI ??? Udah tau belum kumpulan Mahasiswa PDIP di UI, meskipun sekarang udah luntur seh??? enak amat si PKS mulu yg diangkat2...

hihihihihi....Ahhh... udah basi mbake...Biasa aja itu mah.... Organisasi di UI emang bisa dibilang paling keren dah (Hahahaha, gak narsis gak Eksis.....). Sebagai contoh itu organisasi SALAM UI. DI Salam UI memang membawahi seluruh lapisan Lembaga Dakwah Kampus Fakultas2.

Dengan menggunakan bahasa Perusahaan, SALAM UI itu Holding Companynya sedangkan LDK Fakultas adalah Anak perusahaannya. Strukturnya bisa dilihat di Website SALAM UI (wah ternyata websitenya rusak). Yang dijelaskan oleh Mbak, ada Majelis Syuro dll SALAM UI memang menggunakan hal itu.

Pertanyaannya adalah kenapa SALAM UI harus menggunakan sistem Majelis Syuro dkk???? Ini karena SALAM UI sebagai Lembaga Dakwah Kampus berusaha untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Penjelasan lebih lanjut biar Ketua SALAM yg menjelaskan.... (Kapan2 diundang ngobrol disini dech...).

SALAM UI dan Lembaga Dakwah Fakultas (areyou pernah ikut yg disini) sebagai sebuah kelembagaan juga memiliki Kebijakan untuk tidak ikut Campur dalam masalah Perpolitikan. Dengan kata lain SALAM UI dan LDF tidak ikut memilih Parpol-Parpol tertentu...!!!! Namun anggotanya diperbolehkan mendukung parpol mana saja yg sesuai dengan Hati Nuraninya (Hati Nurani???....Halaaahhh ntar dikira promosi lageee...)

Coba ada bukti gak kalo` LDF memilih PKS sebagai Partai Politiknya....????

tuh vin, ada jawaban dari sumber yang sama kok ga di post juga?
avina_nadhila mengatakan…
gw dapet tulisan ini dari note Facebook, jadi ga ngecek lagi ke sumber aslinya. Maaf, kalau tulisan ini terkesan mendiskreditkan PKS, ADK dan anak2 tarbiyah. Thanks infonya ya mil :)

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas.
Apa kabar saya?

Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya.
Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point sendirian memb…

S3 atau Nikah dulu?

Kemarin saya baru kenalan dengan Mbak Margie, yang baru saja diterima menjadi salah satu Research Analyst di RSIS.

Beliau ini adalah lulusan Mechanical Engineering di NUS, yang kemudian melanjutkan masternya di Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) dan King's College, London. Sebagai peraih dua gelar master dan lulusan Teknik Mesin di NUS, tentu saja keahlian dan tingkat kecerdasan beliau tidak usah kita pertanyakan lagi.

Sayangnya, di usia mbak Margie yang mungkin 10 tahun di atas saya, beliau masih single. Pernyataan ini tiba-tiba terlontar, setelah pak Ardian, rekan saya dari TNI bertanya, apakah setelah ini mau melanjutkan S3 langsung atau ke mana. Mbak Margie yang mungkin terdesak oleh social pressure dan merasa membutuhkan seorang pendamping dengan segera menjawab, "tentu saja menikah dulu Pak..."

Diskusi pun berlanjut dengan tanggapan Pak Paulus, salah seorang rekan dari TNI juga yang berkelakar, "wah, sudah punya 2 gelar master agak susah lho Mbak untuk m…