Langsung ke konten utama

SIMPOSIUM : CHECKED!

Assalamualaikum Wr. WB.
Setelah melewati 2 minggu penuh perjuangan, alhamdulillah, semua doa2 gw dibales dengan kemudahan dan kelancaran yang diberikan oleh Allah SWT.

Alhamdulllah...Alhamdulillah...Alhamdulillah....

Semua acara yang gw pegang 2 minggu terakhir berjalan lancar, untuk lebih jelasnya gw akan buat LPJ mini di blog ini....

1. Seminar KSM : Pada awalnya acara ini mau dikemas dengan meriah dan berskala nasional, mendatangkan 2 keynote speaker yakni MenHan dan MenLu, sayanganya karena kekurangan sumber daya (manusia dan dana), akhirnya acara tersebut disederhanakan menjadi seminar "biasa" dengan mendatangkan akademisi dan praktisi di bidang terkait.

sesuai judul dan tema seminar " Behind The Enemy Lines : Strategi Menjaga Perbatasan dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI?" yang akhirnya gw ubah menjadi " Behind The Enemy Lines : Refleksi Diplomasi dan Pertahanan Nasional dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI?" sebab si ganteng Manggala Putra Gonjeszhenn punya obsesi mengundang Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri untuk menjadi keynote speaker. Setelah rasionalisasi dan rasionalisasi, akhirnya seminar tersebut, alhamdulillah jadi diadakan di Auditorium Pusat Studi Jepang, tanggal 1 Oktober 2009. Pembicaranya hanya 2 orang, yakni Prof. Hikmahanto Juwana, SH.,LL.M.,Ph.D. (pakar hukum internasional-yangdigosipinmaujadimenkopolhukam-yangjasakonsultasinya500US$perjam- which is pada hari yang sama gw juga ada kelas sama beliau =) dan Drs. Ali Mochtar Ngabalin, MA (atau M.Ag yah?, fungsionaris PBB, mantan anggota komisi I DPR 2004-2009, yang "agak2fenomenal" dan beberapa hari sebelum gw undang sempat bikin keributan di DPR)
yah, persiapan kita emang minim banget. Dana baru turun H-1 dari rektora, itu pun pake jatahnya KSM. POnya si Roby emang kurang koordinadsi (you know lah ya cara kerjanya Roby), ditambah anak2 KSM yang cuma sdikit yang bner2 membantu acara dari awal sampe akhir (sorry to say, cuma gw agak kecewa dengan cara kerjanya KSM yang kayak gini)
Untung ada NUril, Ka Vinda, Ka Sonia, Wildan, Lukman, dan beberapa orang yang masih mau bantu acara....billion thanks for you all =)

tapi, di atas semua itu.....alhamdulillah, acara berjalan sukses, audiens banyak, dan gw jadi ngerasain untuk pertama kalinya, sebagai koor acara merasa keberhasilan itu memang nyata kalo kita mau berusaha dan berdoa...=)
alhamdulillah....

2. Simposium Nasional Pendidikan "Membangun Visi Pendidikan Indonesia"

acara yang udah disiapin sejak bulan Juni, tapi baru mulai keliatan ada progress h-1 bulan...acara yang baru fix h-3 minggu...gw sebagai pembicara pusing bgt mikirin mau kayak gmana nih acara? alhamdulillah, atas izin Allah, semuanya berjalan lancar...walaupun audiensnya ga sebanyak yang kita harapkan....output dan dukungan dari berbagai pihak mudah2an bisa membuat acara ini layak untuk dijadikan "best proker se-UI....aminnnn"...
eh, enggak deng...cetek bgt kalo cita2nya cuma kayak gtu...yang jelas....acara ini outputnya buat suatu rekomendasi kebijakan pendidikan nasional yang insya Allah bakal didukung sama anggota DPR, khususnya dari PDIP dan GERINDRA (yg sevisi untuk mencabut UU BHP) dan mudah2an didukung langsung oleh SBY (FYI, rekomendasi hasil simposium ini udah sampe ke SBY langsung lho=)

Selain itu, di acara ini gw mendapat banyak pengalaman berharga : kesabaran dan konsistensi dalam menghadapi tantangan, punya banyak temen baru (Dhika, Arbie, Audry, and Sari, punya kenalan2 orang terkenal (mulai dari Profesor [HAR Tilaar-yang suaminya Martha Tilaar itu lho-, Sudiyarto-yang ngusulin anggaran pendidikan 20%-, Paulus Wirutomo -ini mah gw udah kenal], anggota DPR komisi X [bu Aan Rohanah-ustadzah PKS yg ternyata doi punya pesantren yang anak2nya banyak masuk IC angkatan2 skrg-], pak Ahmad Rizali {advisornya Klub Guru Indonesia, staf ahli di Pertamina, advisor Sampoerna Foundation}, mas Eko Prasetyo [penulis buku "orang miskin dilarang sekolah", sempet bikin gw bingung sebab beliau minta dijemput dari Jogja -______-]

dan yang bikin lebih surprise....kehadiran rektor UI, Prof. der.soz. Gumilar Rusliwa Soemantri yang tiba2 di tengah2 acara, memotong sesi tanya jawab di bagian pertama, lalu memberikan keterangan tentang "prestasi2 UI"...what the.....

di atas semua itu (lagi2) gw ga berhenti mengucapkan puji syukur dan alhamdulillah...=)
sekarang tinggal buku dan bundel diskusi kalo gtu yang blum beres...(ouch...)

3. FINAL OLIMPIADE ILMU SOSIAL 2009
yak, acara ini udah disiapkan lebih kurang 10 bulan yang lalu, tapi tetep aja gw baru sibuk2nya h-1 bulan (bahkan h- beberapa jam sebelum acara...hehhehe)
overall, acara berlangsung sukses. dengan pemenang OIS tahun ini SMAN 1 Samarinda (sayangnya IC ga ikutan tahun ini, coba kalo ikutan, pasti juara lagi deh...hehehe)
setelah menunggu tema dan soal yang ga jelas, alhamdulillah Patrya Pratama, senior gw di HI membantu menyelesaikan (membuat soal tersebut). Sempet agak bingung dengan maksud soal itu, ditambah sarannya suruh nyediain modem buat para finalis...akhirnya dengan keterbatasan fasilitas dan sarana, penyusunan presntasi final OIS berjalan lancar...alhamdulillah, gw dibantu GYa, jadi pas hari-H ga ribet ngurusin SEMUANYA (gila aja kalo gw urus semuanya)
Juri2 juga sempet bermasalah, yang tadinya dicari 5, kemudian baru bisa 4, yang akhirnya bner2 jadi 3...tapi juri2nya qualified bgt dong...ada Prof. Adrianus Meliala, mba INung, dan mba Erna Karim yang tiga2nya adalah kaprog dan kadept di FISIP UI....WAW....alhamdulillah juga ka Tyas ngebantuin jadi mc, trus ada Rizqan dan Tinton serta LO2 juri dan peserta yang banyak bantu gw, big thanks for you all =)


udah dulu ya....

masih ada PR potluck, VW, dan PLANET

OMG, minggu depan UTS



SMANGAT!!!

Wassalam...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas.
Apa kabar saya?

Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya.
Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point sendirian memb…

PKS dan Kampus

Assalamualaikum Wr.Wb.

Iseng, lagi googling ttg "Majelis Syuro SALAM UI" eh malah nemu di thread ini http://forum.dudung.net/index.php?topic=14562.20;wap2

padahal, tadinya gw mau ngebandingin aktivitas LDK2 di universitas2 di Indonesia, macam Salam UI dan Gamais ITB...yo weis lah....
skg saatnya dibuka semuanya....

yang mau tau siapa mereka?apa saja yang mereka lakukan? yuk intip curhatan mba Arbania Fitriani ex-kader PKS

Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'am sirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS. Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran,yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga d…

S3 atau Nikah dulu?

Kemarin saya baru kenalan dengan Mbak Margie, yang baru saja diterima menjadi salah satu Research Analyst di RSIS.

Beliau ini adalah lulusan Mechanical Engineering di NUS, yang kemudian melanjutkan masternya di Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) dan King's College, London. Sebagai peraih dua gelar master dan lulusan Teknik Mesin di NUS, tentu saja keahlian dan tingkat kecerdasan beliau tidak usah kita pertanyakan lagi.

Sayangnya, di usia mbak Margie yang mungkin 10 tahun di atas saya, beliau masih single. Pernyataan ini tiba-tiba terlontar, setelah pak Ardian, rekan saya dari TNI bertanya, apakah setelah ini mau melanjutkan S3 langsung atau ke mana. Mbak Margie yang mungkin terdesak oleh social pressure dan merasa membutuhkan seorang pendamping dengan segera menjawab, "tentu saja menikah dulu Pak..."

Diskusi pun berlanjut dengan tanggapan Pak Paulus, salah seorang rekan dari TNI juga yang berkelakar, "wah, sudah punya 2 gelar master agak susah lho Mbak untuk m…