Sekilas Info

No Comments

What’s On Ramadhan?

Ada apa aja sih di bulan ramadhan? Hayo..hayo..Masih pada inget kan, kalau di bulan yang mulia ini ada banyyaaakkkk banget kesempatan buat kita melakukan ibadah sebanyak-banyaknya untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Setiap hari di bulan ramadhan memiliki keistimewaan yang berbeda-beda. Di bulan ramadhan pula kita diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 185 yakni “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. …”

Menurut riwayat Salman Al-Farisi, pada sepuluh hari pertama dalam bulan Ramadhan (awal), Allah akan membukakan pintu rahmat seluas-luasnya bagi hamba yang mengharapkan dan meminta rahmat darinya dengan senantiasa melaksanakan ibadah-ibadah yang diwajibkan maupun disunahkan. Begitujuga, di sepuluh hari pertengahan, Allah akan memberikan maghfirah (ampunan) bagi siapa saja yang bertaubat dengan ikhlas dan memohon ampun sebenar-benarnya, karena Allah memiliki sifat Maha Pengampun. Sepuluh hari terakhir merupakan saat-saat yang teristimewa di bulan ramadhan. Di sepuluh malam terakhir ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yakni lailatul qadr (malam kemuliaan). Jika kita beribadah di malam tersebut dengan khusyuk dan tawadhu’, insya Allah kita akan mendapatkan pahala yang lebih baik daripada seribu bulan, seperti yang dijanjikan Allah dalam firmannya : Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (Al-Qadr:1-3). Rasulullah saw pun bersabda: "Barangsiapa yang bangun dimalam Lailatul Qadr karena keimanan dan keikhlasan, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Namun, sayangnya tidak ada satu orang pun di dunia ini yang mengetahui kapan pastinya malam Lailatul Qadar itu.

Bulan Ramadhan juga merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an. Seperti yang sudah dkemukakan pada surat Al-Baqarah ayat 185 diatas “…bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…” Walaupun terdapat berbagai perbedaan mengenai kapan diturnkannya Al-Qur’an di bulan ini, namun satu hal yang pasti adalah Al-Qur’an memang diturunkan di bulan yang penuh kemuliaan. Oleh sebab itu, dalam menyambut bulan ramadhan ini sebaiknya perbanyaklah bertadarus, mengkaji, dan mengamalkan isi Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh agar mendapat rahmat dari Allah SWT.

Selanjutnya, apa aja sih yang harus kita lakukan dan kita hindari selama bulan Ramadhan? Yuk, langsung intip Do’s and Don’ts !

Do’s and Don’ts

Nah, udah tau kan apa aja yang ada di bulan ramadhan sekarang intip yuk apa yang harus kita lakukan dan kita hindari di bulan suci ini

Do’s :

1. Berpuasa

Tentu saja puasa di sini bagi mereka yang sudah baligh, dalam keadaan suci, dan sehat wal afiat.Puasa di bulan ramadhan tidak diwajibkan bagi mereka yang sedang sakit berkepanjangan, ibu hamil dan menyusui, orang tua yang sudah uzur, dan bagi mereka yang berada dalam perjalanan jauh, bahkan diharamkan bagi mereka yang sedang dalam keadaan tidak suci (haid dan nifas)

2. Memperbanyak Tilawah

Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah yang harus diperbanyak di bulan ramadhan. Paling tidak dalam sebulan, kita dapat mengkhatamkan Al-Qur’an minimal satu kali dan di bulan ini biasanya rutin diadakan kajian-kajian mengenai Al-Qur’an yang bisa kalian ikuti di berbagai tempat.

3. Bersedekah

Amalan yang merupakan pembuka jalan kita menuju kemudahan-kemudahan. Barangsiapa yang bersedekah niscaya Allah akan membalasnya berkali-kali lipat dari apa yang sudah disedekahkan. Sedekah di sini juga termasuk member makan atau minum bagi orang yang berbuka puasa, karena barangsiapa yang memberikan makan/minum bagi orang yang berpuasa niscaya mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa.

4. Menjaga diri dari perkataan kotor dan pandangan yang diharamkan

Satu paket dengan puasa, tak hanya menjaga diri dari hawa nafsu untuk makan dan minum, namun juga menjaga diri dari perbuatan tidak baik, perkataan kotor, dan menjaga pandangan juga harus dilakukan di bulan ini.

5. Memperbanyak ibadah sunnah, seperti shalat sunnah, berzikir, dan bershalawat

Setiap amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan tentu memiliki pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ketika dilakukan pada bulan biasa. Oleh sebab itu, perbanyaklah pahala dari ibadah-ibadah sunnah seperti shalat sunnah, berzikir, dan bershalawat kepada nabi. Momen ini juga bisa kita manfaatkan untuk memohon ampun sebesar-besarnya karena di bulan ini dibukakan pintu ampunan yang luas.

Don’ts :

1. Perkataan Palsu (berbohong)

Dari Abu Hurairah, Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan (tetap) mengamalkannya, maka tidaklah Allah Azza wa Jalla butuh (atas perbuatannya meskipun) meninggalkan makan dan minumnya" [Hadits Riwayat Bukhari]

2. Perbuatan Sia-sia dan Kotor

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Puasa bukanlah dari makan, minum (semata), tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji. Jika ada orang yang mencelamu, katakanlah : Aku sedang puasa, aku sedang puasa " [Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah]

3. Sumpah Palsu, Ghibah, Adu Domba (Namimah) dan memandang dengan syahwat

Dari Anas R.A berkata, Nabi Muhammad SAW berasbda, “Ada 5 hal yang dapat membinasakan pahala puasa, yaitu: Dusta, ghibah, adu-domba, sumpah palsu dan memandang penuh syahwat.”

Udah tau kan sekarang apa yang harus kita lakukan dan kita tinggalkan jauh-jauh selama bulan ramadhan?

FAQ (Frequently Asked Questions)

Di sini ada beberapa pertanyaan mengenai ibadah-ibadah (hal-hal) yang sering kita lakukan selama bulan ramadhan, yang mungkin seringkali bisa saja menjadi syubhat (tentang perkara yang tidak diketahui hukumnya), pengen tahu kan gimana asal hukumnya?

Q : Bermaaf-maafan sebelum bulan puasa wajib gak sih?

A :Sebenarnya gak usah nunggu sampai datangnya Bulan Ramadhan sebelum kita salaing bermaafan, karena memang tidak ada dalil yang kuat yang mewajibkan kita bermaafan sebelum bulan ramadhan. Adanya hanya perkataan nabi yang mengamini ucapan Jibril yakni 'Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!'. Nah, sebelum bulan puasa memang ada baiknya kita saling bermaafan agar kita dapat memasuki bulan ramadhan dengan hati yang ikhlas dan lapang. Namun, jangan sampai kita hanya meminta maaf jika mau memasuki bulan ramadhan atau pas lebaran saja. Meminta maaf dan saling memaafkan dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan keperluan & masalahnya, dan tidak ada tuntunan syari'at bahwa meminta ma'af atau memaafkan harus dilakukan atau menunggu datangnya bulan Ramadhan dan bukan merupakan bagian dari ibadah puasa itu sendiri.

Q : Tidur di bulan puasa katanya ibadah ya?

A : Eits, tunggu dulu, hadits mengenai tidur di bulan ramadhan tersebut adalah hadist yang dhaif (lemah). "Tidurnya orang puasa merupakan ibadah, diamnya merupakan tasbih, amalnya dilipat-gandakan (pahalanya), doanya dikabulkan dan dosanya diampuni" dari H. Ahmad Sarwat, Lc di Eramuslim.com: 'Meski di dalam kandungan hadits ini ada beberapa hal yang sesuai dengan hadits-hadits yang shahih, seperti masalah dosa yang diampuni serta pahala yang dilipat-gandakan, namun khusus lafadz ini, para ulama sepakat mengatakan status kepalsuannya.

Q : Wajibkah shalat tarawih di masjid?

A : TIDAK, yah shalat tarawih sendiri merupakan shalat sunnah, jadi memang tidak diwajibkan, namun SEBAIKNYA dikerjakan. Nabi Muhammad SAW sendiri hanya shalat tarawih di masjid selama tiga hari pertama bulan ramadhan, karena beliau takut kebiasaan ini akan dianggap sebagai kewajiban yang memberatkan melihat jamaah yang hadir semakin banyak. Namun, bukan berarti Rasulullah SAW melarang kita untuk shalat tarawih di masjid.

Q : Haruskah kita mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan?

A : Tidak ada dalil yang menyebutkan kita wajib mengkhatamkan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Hanyalah sunnah dari Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan kita untuk mengkhatamkan Al-Qur’an selama satu bulan, dan hal ini juga tidak berlaku hanya untuk bulan Ramadhan saja. Hal ini tergambar dari hadits berikut: Dari Abdullah bin Amru bin Ash, beliau berkata, “Wahai Rasulullah saw., berapa lama aku sebaiknya membaca Al-Qur’an?” Beliau menjawab, “Khatamkanlah dalam satu bulan.”(HR. Tirmidzi). Walaupun kita bisa mengkhatamkan Al-Qur’an misalnya dalam satu hari, tapi Rasullullah tidak menganjurkan hal tersebut karena seluruh waktu kita tersita hanya untuk membaca Al-Qur’an.

Q : Ngabuburit boleh gak sih?

A : Tentu saja boleh, selama ngabuburit (menunggu datangnya azan maghrib) dilakukan untuk hal-hal positif misalnya membagikan ta’jil (makanan buka puasa) kepada orang-orang yang kurang, mampu, tadarus Al-Qur’an, berzikir dan bershalawat, menyiapkan makanan untuk berbuka puasa, dan hal positif lainnya tentu saja boleh dilakukan. Sebaliknya, hal-hal negatif seperti jalan-jalan gak jelas ke mana, berduaan dengan yang bukan muhrimnya (upps.), ghibah dan bergosip ria tentu saja diharamkan. Jangan mentang-mentang mau berbuka kita jadi kebablasan yah.hehehe

Q : Kalo gak puasa boleh nggak puasanya diganti dengan membayar fidyah aja?

A : ehm, sebenernya fidyah (sedekah yang dibagikan kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa) hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah sangat uzur (sehingga dikhawatirkan jika berpuasa akan mengganggu kesehatannya), orang yang sakit berkepanjangan (gak ada kemungkinan untuk sembuh), dan ibu hamil ataupun menyusui. Jadi, nggak ada ceritanya Mbak, Mas, Om, Tante, yang cukup membayar fidyah jika batal puasanya (apalagi kalau sengaja membatalkan puasa…deuuuu)

Mungkin segitu dulu ya FAQ kali ini, semoga bermanfaat bagi teman-teman , Selamat Berpuasa!

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar