BEM UI (akan) Dibekukan?

2 comments
also pubished on www.anakui.com

Berawal dari baliho yang dipasang oleh BEM UI beberapa waktu yang lalu. Baliho tersebut sangat mirip dengan baliho yang dipasang oleh pihak rektorat karena memang diambil dari template baliho/pamfet beasiswa UI untuk seribu anak bangsa. Namun, apa yang dipermasalahkan saat ini bukan hanya sekedar gambar berbicara, melainkan tulisan yang terpampang di baliho tersebut mengenai ‘kebobrokan’ sistem BOP-B yang berada di beberapa fakultas, diantaranya FIK dan FKG. Sebenarnya, apa yang tertulis di baliho tersebut seyogyanya memunculkan beberapa fakultas lain yang bermasalah dengan sistem BOP-B mereka, namun atas dasar etika tulisan tersebut dilakban sehingga tidak semua data mengenai ‘kebobrokan’ tersebut bisa ditampilkan.

Apa yang dilakukan oleh BEM UI tersebut ternyata mendapat respon dari pihak rektorat. Tapi, bukan respon positif melainkan respon negatif dengan ancaman akan membekukan lembaga eksekutif mahasiswa di tingkat universitas tersebut. Ketua BEM UI 2009 sendiri sdr. Tiko, sudah mendapat peringatan khusus apabila BEM masih menggunakan cara yang ‘keras’ maka rektorat akan lebih ‘keras’ lagi seperti pembekuan semua kegiatan BEM UI.

Disinilah terlihat arogansi dari pihak rektorat. Ketika kita ingin menyampaikan bahwa ada sesuatu yang salah dengan BOP berkeadilan, kita malah ditegur dengan cara yang seperti itu. Sementara, apabila kita membiarkan, hal ini sama saja dengan membiarkan mereka melakukan kedzhaliman terhadap semua civitas akademika UI khususnya mahasiswa angkatan 2008 dan 2009 yang terkena imbas langsung dari sistem BOP-B ini. Tentunya, kita berharap persoalan ini akan terselesaikan dengan baik jika ada itikad baik dari rektorat, namun apa yang kita lihat jelas menjadi tanda bahwa pihak rektorat tidak ingin mahasiswanya ikut campur dalam penentuan sistem biaya pendidikan di kampusnya sendiri.Padahal, UI memiliki jargon sebagai kampus rakyat, namun kenyataannya sekarang ditambah sistem admission fee dan BOP-B, UI jauh dari kesan merakyat.

Jika memang BEM UI maupun BEM2 fakultas akan dibekukan, artinya kita akan kembali ke zaman orde baru, di mana terjadi Normalisasi Kehidupan Kampus yang menonaktifkan semua kegiatan Dewan Mahasiswa (DEMA yang sama perannya dengan BEM saat ini). Bedanya, jika dulu otoritas ada di tangan pemerintah Soeharto, sekarang otoritas ada di tangan ‘pemerintah kecil’ dalam kampus UI. Akankah kita kembali mengulangi sejarah masa lalu?



Dan teman2,,,surat 'pembekuan' BEM UI juga sudah keluar... isinya..


14 Agustus 2009

No: 2146/H2.1/KM/2009
Lampiran: -
Hal: Tindakan Awal terhadap BEM UI

Kepada
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI
di tempat

Sehubungan dengan persangkaan yang ditujukan kepada BEM UI dalam hal:

1. Plagiarisme format publikasi resmi Beasiswa UI untuk Seribu Anak Bangsa tahun 2009 dan pelanggaran menggunakan merek UI untuk mempublikasikan berita negatif tentang BOP Berkeadilan

2. Pembuatan dan pemasangan baliho yang berisi penyiaran berita tidak benar seakan-akan telah dilakukan pelanggaran pelaksanaan BOP Berkeadilan oleh Manajer Kemahasiswaan FIK, FKM, FKG, FMIPA, dan FH UI

3. Tindakan penyebaran selebaran Kadiv Sospol BEM UI yang berisi pernyataan tidak benar tentang BOP Berkeadilan

dan berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh Rektor, sebagaimana isi Ketetapan Majelis Wali Amanat No. 008/SK/MWA-UI/2004 tentang Perubahan Ketetapan MWA Universitas Indonesia Nomor 005/SK/MWA-UI/2004 tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus Universitas Indonesia, maka untuk sementara kami tidak memproses segala perizinan kegiatan dari BEM UI. Tindakan awal ini berlaku sampai ada keputusan final terhadap rekomendasi tim P3T2 yang dibentuk untuk memproses persangkaan tersebut di atas.

Demikian surat ini disampaikan. Atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Direktur Kemahasiswaan,

ttd

Dr. Kamarudin

Tembusan

  1. Rektor UI (sebagai laporan)
  2. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI
  3. Wakil Rektor Bidang SDM, Keuangan, dan Adm. Umum UI
  4. Para Kasubdit di Lingkungan Direktorat Kemahasiswaan UI
  5. Para Manager Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni di lingkungan UI
  6. Arsip

Surat Aslinya

Surat Pembekuan BEM UI

Surat 'Pembekuan' BEM UI

Baliho yang ‘Bermasalah’

Baliho yang Bermasalah

Baliho yang 'Bermasalah'


Dan Pak Gumilar pun mengadakan Konfernsi Pers

Pembekuan BEM UI Menuai Kecaman

By Republika Newsroom
Jumat, 21 Agustus 2009 pukul 18:10:00

Bookmark and Share

DEPOK--Keluarnya surat edaran dari Direktur Kemahasiswaan, Univesitas Indonesia, Kamarudin, nomor 2146 tanggal 14 Agustus 2009, untuk tidak memproses segala izi kegiatan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI hingga waktu yang tak terbatas, menuai kecaman. Dalam surat tersebut, Kamarudin menggangap BEM UI melakukan beberapa pelanggaran berdasarkan isi Ketetapan Majelis Wali Amanat No 008/SK/MWA-UI/2004 tentang Tata Tertib Kehidupan Kampus UI.

Isi pelanggarannya, antara lain, melakukan plagiarisme format publikasi resmi beasiswa UI, pelanggaran menggunakan merek UI untuk mempublikasikan berita negatif tentang Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOPB), memasang baliho berisi penyiaran berita tidak benar tentang adanya beberapa pelanggaran pelaksanaan BOPB di beberapa fakultas, dan menyebarkan selebaran berisi pernyataan tidak benar tentang BOPB.

Rektor UI, Gumilar Rusliwa Somantri, meminta agar mengabaikan surat edaran tersebut karena dinilai menyalahi kewenangan. "Tidak ada pembekuan sama sekali. Pelarangan kegiatan BEM adalah keputusan rektor. Saya akan dialog dan melakukan mediasi antara direktur Kemahasiswaan dan BEM UI," katanya.

Dia menilai para aktivis itu seperti anak kandung sendiri. "Saya ingin melihat mereka dapat sukses dan matang dan bertanggung jawab di masa depan. Jadi, tidak mungkin ada pembatasan apa pun untuk mereka besar nantinya," paparnya

Sementara itu, Ketua BEM UI, Trie Setiatmoko, mengatakan yang mereka lakukan adalah upaya menyampaikan informasi atas kinerja UI dalam proses penentuan BOP terhadap mahasiswa baru angkatan 2009. "Itu hak publik pada umumnya dan hak setiap sivitas akademika UI untuk mengetahui pada khususnya" paparnya, Jumat (21/8).

Berdasarkan keyakinan tersebut,lanjut Trie, BEM UI mengeluarkan media publikasi terkait kinerja Universitas Indonesia dalam proses penentuan biaya operasional pendidikan terhadap mahasiswa baru angkatan 2009. "Memang benar BEM UI menyertakan lambang makara dan tulisan Universitas Indonesia pada media publikasi. Namun, hal itu tidak dimaksudkan untuk tujuan komersil melainkan untuk mempublikasikan kinerja UI dalam proses penentuan BOP terhadap Mahasiswa baru angkatan 2009, yang masih banyak masalah," terang Trie.

Trie menilai pembekuan perizinan kegitan BEM UI telah berjalan sebelum surat edaran itu keluar. "Ospek di kampus biasanya teman-teman BEM yang mengelola, namun kini kami tidak dapat berpartisipasi secara institusi, padahal surat edaran saat itu belum keluar. Jelas ini menghambat kegiatan kemahasiswaan," tuturnya. c03/rif -Republika online)


BEM UI Dibekukan

Friday, 21 August 2009
DEPOK (SI) – Kegiatan kemahasiswaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) dihentikan.

Pembekuan kegiatan itu tertuang dalam surat edaran UI No 2146/ h2.1/KM/2009 tertanggal 14 Agustus 2009 yang ditandatangani Direktur Kemahasiswaan UI Kamaruddin. Ketua BEM UI Trie Setiatmoko mengungkapkan, pembekuan kegiatan BEM tersebut dampak dari upaya mereka dalam menuntut transparansi biaya operasional pendidikan (BOP) yang dikeluarkan Rektorat UI pada 18 Januari 2008.

Menurut mereka,penentuan biaya kuliah yang berkeadilan yang diusulkan pimpinan UI tidak jelas dan tidak berkeadilan. ”Kami kemudian melakukan advokasi kebijakan tersebut, termasuk memasang spanduk dan baliho untuk menjelaskan kepada mahasiswa lainnya mengenai permasalahan itu,”ungkap Tri di Kampus UI,Depok,kemarin.

Namun, advokasi tersebut ternyata ditanggapi Direktur Kemahasiswaan UI dengan mengeluarkan surat edaran pembekuan kegiatan BEM. BEM UI juga dituduh telah menyebarkan publikasi penyiaran berita yang tidak benar. Surat edaran tersebut bahkan diterbitkan tanpa melalui rekomendasi tim Panitia Penyelesaian Pelanggaran dan Tata Tertib (P3T2).

”Seharusnya, kami bisa memberikan klarifikasi terlebih dulu,”tegasnya. Sementara itu, Rektor UI Gumilar R Somantri membantah ada pembekuan kegiatan BEM UI. Menurut dia,sebagai pimpinan UI, pihaknya tetap membebaskan para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya. ”Tidak ada pembekuan BEM.

Dalam posisi saya sebagai pimpinan, saya melihat mahasiswa sebagai anak kandung sendiri, dan saya inginkan mereka mengembangkan bakat organisasi,” tegas Gumilar. Meski demikian, Gumilar mengaku, Direktur Kemahasiswaan UI sempat mengirimkan surat kepadanya untuk meminta pembuatan tim investigasi (Tim P3T2) untuk menelusuri kasus tersebut. (a fajrihidayat)-Koran Sindo
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

2 komentar

ARISTIONO NUGROHO mengatakan...

Assallamu'alaikum Wr.Wb.
Sebagai dosen saya mendukung aktivitas mahasiswa di manapun dia berada, yang bersifat kritis, ilmiah dan etis.
Oleh karena itu, saran saya buat kawan-kawan mahasiswa di BEM UI, cobalah belajar dari sifat Rasulullah Muhammad SAW yang mengedepankan FAST (Fathonah, Amanah, Shiddiq, dan Tabligh) dalam mengkritisi suatu fenomena, agar keadaan berubah semakin baik.
Kembangkan terus pemikiran, sikap, dan perilaku kritis, ilmiah, dan etis dalam format FAST.
Kalau sempat silahkan mampir ke blog saya di http://sosiologidakwah.blogspot.com

avina_nadhila mengatakan...

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Terimakasih aas masukan dan komentarnya pak =)