Langsung ke konten utama

akhirnya...

gw ngambil juga ituh formulir BEM UI, tapi ga tau deh klanjutannya gmana..sbnernya sih gw udah ga ada perasaan "ketakutan yang berlebihan" lagi..cuma..hmm, ga tau deh...
hari ini harusnya bersih2 ksm, udah disms suruh dateng jam8..haha gw yakin pasti pada ngaret..paling bru mulai jam 10 atau malah jam 12..hari ini gw juga diajakin Odit nonton di BP abis zuhur tapi ama anak2 bintaro,,ikut yg mana y?halah

Ngomong2 soal ngaret, gw jadi inget pengalaman2 gw klo mau ngumpul sama anak2 dimanapun, kapanpun, dalam acara apapun gw selalu merasakan keterlambatan untuk hadir itu sudah jadi kebiasaan bahkan sudah seperti budaya(gw berharap tidak) masyarakat Indonesia yang harus dimaklumi. Kayaknya kebiasaan buruk kita ini (termasuk gw..hehe) udah mendarah daging, sehingga ga bisa dilepasin bgitu aja..Gw sebagai orang yg sering ngaret sebenarnya maklum knapa orang2 pada ngaret. Awalnya mungkin manusia2 Indonesia yang baru mulai dewasa (baca: anak2 dan remaja) itu gak suka ngaret. Lama kelamaan ketika mereka udah sering gabung sama kelompok bermain, organisasi, dan kelompok2 masyarakat lain yang sering mengadakan kegiatan terlambat jauh dari jadwal sebelumnya akhirnya jadi ikut2an ngaret deh..
Mnurut analisis gw, ngaret itu awalnya berasal dari orang2 tua kita yang menganggap sepele untuk hadir dalam suatu pertemuan. Akhirnya, secara tidak langsung kebiasaan itu diturunkan ke generasi2 selanjutnya..

di kampus gw sendri, kebiasaan ngaret itu mnurut gw dah keterlaluan. Mulai dari lingkungan jurusan(contoh, waktu gw n tmen2 merasakan betapa sulitnya mengumpulkan anak2 tepat waktu untuk salam angkatan), fakultas(hampir semua rapat yang pernah gw ikutin NGARET,walaupun gw lebih sering ngaret daripada rapatnya..hehe), sampe kegiatan universitas(latian padus, ngunpul UKM..huuuh)termasuk kalo mau aksi turun ke jalan, ngumpulnya pasti ngaret,,hha

gimana sih, katanya mahasiswa?please deh (warning myself mode : ON)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Abses Kelenjar Bartholini

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar kawan2? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat serta tetap semangat menjalani aktifitas.
Apa kabar saya?

Alhamdulillah, keadaan saya hari ini jauh lebih baik dari kemarin maupun beberapa hari yang lalu. Teman2 yang baca postingan saya sebelumnya mungkin telah mengetahui bahwa beberapa hari ke belakang saya menderita suatu penyakit yang membuat saya susah duduk, bangun dan berjalan. Sampai - sampai saya harus masuk UGD untuk disuntik obat penghilang rasa sakit di pantat saking tidak tahannya.
Ternyata, setelah pulang dari UGD, obat penghilang rasa sakit itu hanya bertahan satu malam. Keesokan harinya, saya mengalami sakit yang sama. Susah duduk, bangun dan berjan. Terkadang, rasanya perih sekali, sampai-sampai saya menangis karena tidak dapat menahan sakitnya. Namun, karena sudah diberikan salep dan obat penghilang rasa sakit beberapa saat sakitnya mereda. Bahkan dua hari kemudian saya memberanikan diri untuk pergi ke Jurong Point sendirian memb…

PKS dan Kampus

Assalamualaikum Wr.Wb.

Iseng, lagi googling ttg "Majelis Syuro SALAM UI" eh malah nemu di thread ini http://forum.dudung.net/index.php?topic=14562.20;wap2

padahal, tadinya gw mau ngebandingin aktivitas LDK2 di universitas2 di Indonesia, macam Salam UI dan Gamais ITB...yo weis lah....
skg saatnya dibuka semuanya....

yang mau tau siapa mereka?apa saja yang mereka lakukan? yuk intip curhatan mba Arbania Fitriani ex-kader PKS

Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'am sirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS. Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran,yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran ke dua yakni majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), dan lembaga kerohanian islam. Jenjangnya adalah mulai dari lembaga d…

S3 atau Nikah dulu?

Kemarin saya baru kenalan dengan Mbak Margie, yang baru saja diterima menjadi salah satu Research Analyst di RSIS.

Beliau ini adalah lulusan Mechanical Engineering di NUS, yang kemudian melanjutkan masternya di Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) dan King's College, London. Sebagai peraih dua gelar master dan lulusan Teknik Mesin di NUS, tentu saja keahlian dan tingkat kecerdasan beliau tidak usah kita pertanyakan lagi.

Sayangnya, di usia mbak Margie yang mungkin 10 tahun di atas saya, beliau masih single. Pernyataan ini tiba-tiba terlontar, setelah pak Ardian, rekan saya dari TNI bertanya, apakah setelah ini mau melanjutkan S3 langsung atau ke mana. Mbak Margie yang mungkin terdesak oleh social pressure dan merasa membutuhkan seorang pendamping dengan segera menjawab, "tentu saja menikah dulu Pak..."

Diskusi pun berlanjut dengan tanggapan Pak Paulus, salah seorang rekan dari TNI juga yang berkelakar, "wah, sudah punya 2 gelar master agak susah lho Mbak untuk m…