Langsung ke konten utama

Postingan

Setengah Perjalanan

 Tahun 2021 adalah tahun yang menakjubkan buat gw.  Alhamdulillah, Allah kasih kesempatan gw untuk menikah dengan pilihanNya yang terbaik, mendapatkan amanah untuk tinggal di tempat yang aman dan nyaman (walaupun cicilan masih 12 tahun lagi, yuk bisa yuk selesain dipercepat!), bisa menghirup udara segar di tahun ke-30 dalam hidup gw, diberikan anugerah luar biasa berupa kehamilan yang sehat (walaupun ada drama ISK dan HDK), persalinan yang lancar (dengan induksi dan ILA) serta seorang "Kemilau Adya Dahayu" yang tumbuh sehat dan ceria :) Alhamdulillah, ala kulli hal. 2021 juga merupakan tahun penuh refleksi dalam hidup gw. Beberapa sahabat dan saudara dipanggil terlebih dahulu di tahun ini. Alm. Riangga, Alm. Tante Mala dan Alm. Mba Inda, tiga orang dekat yang ditetapkan waktunya untuk kembali menuju sang pencipta. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Sungguh, kehidupan merupakan sebuah anugerah yang tak terhingga, pun hidup dengan sehat dan tanpa kekurangan satu apapun, su
Postingan terbaru

Menjadi Istri

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Taqabalallahu minna wa minkum, selamat idulfitri ya teman2, mohon maaf lahir dan batin! Setelah beberapa bulan ga update, karena menikmati peran baru sebagai istri (haish alasan haha), akhirnya gw update lagi blog ini. Sesuai judul tulisannya, menjadi istri. Sesuatu yang sudah lama gw harapkan dan gw imajinasikan. Tetapi jujur, saat menjalani peran baru ini gw kaget wkwk Lebih kepada, o la la, se-heavy itu ya tanggung jawab dan kewajibannya, walaupun ada hak juga yang wajib dipenuhi suami wkwk. Jujur, masih adaptasi banget, sebagai pasangan dan teman seumur hidupnya Ichwan (insya Allah, amin). Kita sebenernya tipe yang easy going sih, kalo gw bisa bilang ya. Ichwan ga nuntut gw harus bisa masak, nyiapin semua kebutuhannya, ya kecuali bisa beberes rumah sih hahaha. Tapi beneran, kerjaan domestik ini semakin kerasa sebagai salah satu tanggung jawab sebagai istri. Gw tuh sampe skg masih blm nemu pola, masak apa ya hari ini, kapan waktu yang

Menikah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Halo semuanya, apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan dan berkah dari Allah SWT ya :) Aku mau update suatu hal yang mungkin ditunggu-tunggu bagi para pembaca blog ini, haha. Alhamdulillahirabbilalamin. Tanggal 24 Desember 2020 telah dilaksanakan akad nikah antara Avina Nadhila Widarsa dan Ichwan Dwi Saputra , bertempat di rumah Avina di Jakarta Selatan   Ya, akhirnya beliau datang juga. Sosok suami yang sudah kunantikan sepanjang 29 tahun perjalanan usia, akhirnya ditakdirkan oleh Allah SWT membersamaiku hingga sisa hidupku di dunia (amin). Siapa dia? Salah seorang Pengajar Muda yang sosoknya tidak terlalu kukenal sebetulnya, namun banyak circle pertemanan kami yang beririsan. Kalian bisa lihat profil beliau di sini: https://indonesiamengajar.org/pengajar-muda/ichwandwi-saputra Ganteng ya? ahahaha Kata Leny, Ichwan itu tipe Avina banget. Alhamdulillah, Allah SWT kasih jalan terbaik buat saya dan Ichwan bersatu. Mas Ichwan, begitu aku b

I Just Couldn't Save You Tonight

 Living with something that I couldn't see And somehow fade internally If you came a long way to get to know me And maybe it's just meant to be Come here, I just found a new recipe The flower, the bricks and the sea My intuition says you will like me And I don't know where should I be And maybe you wanna be a star It may seem you wanna be in love I don't care, it's taking me apart But I just couldn't save you tonight Falling in love is a new world for me Do you wanna be my company From thousands of miles you will like gettin' here No need, no anniversary And maybe you wanna be a star It may seem you wanna be in love I don't care, it's taking me apart But I just couldn't save you tonight... - Ardhito Pramono feat Aurelie, Story of Kale OST-

Perjalanan Hidup

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga semua dalam keadaan sehat wal afiat, keluarga juga sehat dan tetap semangat dalam menjalani aktivitas, amin ya rabb. Akhir-akhir ini, saya merasa sangat galau, gelisah dan sepi, overwhelmed dengan kegiatan-kegiatan sosial yang saya ikuti serta mungkin jenuh dengan pekerjaan. Hal itu ditambah selama pandemi dan WFH, intensitas berinteraksi dengan orang di luar rumah yang semakin berkurang serta banyaknya kekesalan pribadi terhadap keadaan yang tidak sempurna di dalam rumah. saya, saat ini sudah berusia 29 tahun, 7 bulan lagi memasuki usia 30 tahun. Saya merasa semakin bertambah usia saya menjadi makin sensitif (baca: lebih cepat marah), jika dihadapkan dengan keadaan/situasi yang tidak saya mau. Flashback lagi, di masa kecil, sebetulnya pun perjalanan hidup yang saya lalui tidak mudah dan mulus. Saya divonis dokter memiliki radang paru-paru dan harus mengikuti prosedur pengobatan intensif hingga umur 4 tahun, yang saya ingat, Saya

30 Years of Marriage

Hari ini, tepat 30 tahun yang lalu, Bapak dan Mama secara resmi mengikatkan diri dalam sebuah ikatan perjanjian yang sangat kuat/berat, yakni mitsaqan ghaliza  dalam bentuk pernikahan. Dari pernikahan mereka lahir tiga anak perempuan: Nana (saya), Sasa, dan Lala. Setelah 30 tahun menikah, tentunya banyak sekali hal yang dijalani dan dialami bersama. Ups and downs, suka duka, bahagia dan sedih, senang, kecewa, marah dan ribuan perasaan lain yang mereka alami. Berbagai peristiwa yang menjadikan ikatan pernikahan mereka masih utuh hingga saat ini, alhamdulillah. Tidak mudah, tentu amat sangat tidak mudah, 30 tahun hidup bersama seseorang yang memiliki kebiasaan, karakter dan keinginan yang berbeda. Konflik pasti terjadi dalam skala besar maupun skala kecil sehari-hari. Se-simple Bapak nggak mau mandi karena malas tapi kemudian dipaksa sama mama. Sejak Bapak menderita penyakit stroke 3 tahun yang lalu, kondisi pernikahan ini tentu menghadapi perubahan besar. Sebagai anak pertama yang telah

Komentar Orang Lain

Gw hidup di zaman kemajuan teknologi lebih cepat dari kebijaksanaan berpikir manusia-manusia modern. Ketika lo berusia 29 tahun, masih single, tidak menunjukkan adanya tanda-tanda menikah dalam waktu dekat, plus badan lo termasuk kategori "super plus size", kira-kira apa yang keluarga dekat lo komentari tentang lo? Yak, orang-orang yang dianggap (menganggap diri mereka) dekat sama kita berusaha, berlomba menasehati, memaksakan kehendak hingga menekan, supaya kita cepat nikah, cepat punya jodoh, cepat kurus, dan lain-lain. Sebagai seorang idealis, gw kecewa untuk setiap pernyataan dan komentar (yang gw anggap) menyakitkan, se-simple "tidak memberikan apresiasi terhadap makanan yang gw berikan" atau bahkan "memforward foto dan kontak orang yang ga mereka kenal"supaya gw bisa kenalan sama orang tersebut, siapa tahu jodoh, katanya. Gosh. I am tired. Sick! Gw capek hati, gw kesel. Why don't they try to understand me? After all this "pleasure" thin