Just found this new interesting thread...and I strongly support the guy who wants to make peace not war...hehehe

check it out :)


>>>>Subject: [syiar-islam] Haram Hukumnya Mengucapkan Selamat Natal
>>>>
>>>>
>>>>Assalamu'alaikum wr wb,
>>>>
>>>>Saat ini ada beda pendapat di sebagian ummat Islam tentang hukum
>>>> mengucapkan
>>>>Selamat Natal pada Ummat Kristen yang merayakan hari raya Natal. Ada yang
>>>> tegas
>>>>menyatakan haram. Ada pula yang membolehkannya.
>>>>
>>>>Terhadap hal itu, hendaknya kita mengkaji Al Qur’an dan Hadits yang Sahih
>>>> agar
>>>>tahu mana pendapat yang benar, dan mana yang salah.
>>>>
>>>>“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan
>>>>jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah
>>>> kamu
>>>>kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]
>>>>
>>>>"Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang
>>>> memerasnya,
>>>>(2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5)
>>>> yang
>>>>minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang
>>>> makan
>>>>harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya." (Riwayat
>>>> Tarmizi
>>>>dan Ibnu Majah)
>>>>
>>>>Dari Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW melaknat para pemakan riba, yang
>>>>meberikannya, para pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau
>>>> bersabda,
>>>>“Mereka semua adalah sama”. (HR. Muslim).
>>>>
>>>>Allah memerintahkan kita untuk tolong-menolong dalam hal kebaikan.
>>>> Sebaliknya
>>>>Allah melarang keras tolong-menolong dalam hal kejahatan. Dari hadits
>>>> tentang
>>>>riba dan arak kita tahu dosanya mengenai bukan cuma pelaku riba atau
>>>> peminum
>>>>arak. Tapi siapa pun yang terlibat termasuk saksi atau pun yang cuma
>>>>mengantarkan minuman. Demikian pula untuk dosa lain seperti Syirik.
>>>>
>>>>Nah kita tahu bahwa pada hari Natal, ummat Kristen merayakan hari lahir
>>>> Yesus
>>>>yang mereka anggap Tuhan mereka. Tuhan Anak! Itu adalah dosa syirik. Dan
>>>> syirik
>>>>itu adalah dosa terbesar yang tidak terampuni. Nah jika terhadap dosa yang
>>>> lebih
>>>>kecil seperti Riba dan Minum Arak saja kita dilarang turut membantu,
>>>> bagaimana
>>>>dengan mengucapkan “Selamat Natal” yang merupakan satu doa kepada orang
>>>> yang
>>>>tengah merakayakan kemusyrikan?
>>>>
>>>>“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan
>>>> janganlah
>>>>kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih,
>>>> Isa
>>>>putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan)
>>>> kalimat-Nya
>>>>yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka
>>>>berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu
>>>> mengatakan:
>>>>"(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu.
>>>>
>>>>Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai
>>>> anak,
>>>>segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah
>>>> menjadi
>>>>Pemelihara.” [An Nisaa’ 171]
>>>>
>>>>“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah
>>>>
>>>>seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari
>>>> Tuhan
>>>>Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu,
>>>> pasti
>>>>orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.”
>>>> [Al
>>>>Maa-idah 73]
>>>>
>>>>Dalam surat Al Ikhlas ditegaskan:
>>>>
>>>>“Katakanlah: Allah itu Satu
>>>>Allah tempat meminta
>>>>Dia tidak beranak dan tidak diperanakan
>>>>Dan tak ada satu pun yang setara dengannya” [Al Ikhlas 1-4]
>>>>
>>>>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni
>>>> segala
>>>>dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
>>>> Barangsiapa
>>>>yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”
>>>> [An
>>>>Nisaa’:48]
>>>>
>>>>“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan
>>>> Dia,
>>>>dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang
>>>>dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah,
>>>> maka
>>>>sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’:116]
>>>>
>>>>Perhatikan ayat-ayat di atas. Allah menyatakan bahwa kafirlah Ahli Kitab
>>>> yang
>>>>menganggap Allah hanyalah 1 dari 3 Tuhan dan Allah menjanjikan siksaan yang
>>>>
>>>>pedih pada orang-orang yang musyrik. Adakah kita ingin turut mendapat siksa
>>>>
>>>>dengan memberikan ucapan selamat kepada orang yang tengah merayakan hari
>>>>kelahiran Yesus sebagai Tuhan Anak? Sebagai sekutu dari Allah?
>>>>
>>>>Ibn al-Qayyim pernah menyampaikan bila pemberian ucapan “Selamat Natal”
>>>> atau
>>>>mengucapkan “Happy Christmas” kepada orang-orang Kafir hukumnya haram.
>>>>
>>>>Sebagaimana dinukil dari Ibn al-Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya
>>>> “Ahkâm Ahl
>>>>adz-Dzimmah”, beliau berkata, “Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan
>>>>syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut
>>>> kesepakatan
>>>>para ulama.
>>>>
>>>>Alasan Ibu al-Qayyim, menyatakan haram ucapan selamat kepada orang-orang
>>>> Kafir
>>>>berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka karena hal itu
>>>>mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka
>>>> lakukan.
>>>>
>>>>Sikap ini juga sama pernah disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih
>>>>al-‘Utsaimin sebagaimana dikutip dalam Majmû’ Fatâwa Fadlîlah asy-Syaikh
>>>>Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimîn, ( Jilid.III, h.44-46, No.403).
>>>>
>>>>Jangankan mengucapkan Selamat Natal, mengucapkan salam biasa saja kepada
>>>> Non
>>>>Muslim kita dilarang:
>>>>Rasulullah SAW bersabda:”Jangan kalian mendahului mengucapkan salam kepada
>>>> orang
>>>>Yahudi atau Nashrani” (HR. Muslim).
>>>>
>>>>Apabila orang Non Muslim memulai mengucapkan salam, maka jawaban yang
>>>>diperkenankan oleh syari’at adalah:”Wa ‘alaikum!” (Semoga anda juga). Itu
>>>> saja,
>>>>tidak usah diperpanjang lagi. Rasulullah SAW menasihatkan:”Jika orang-orang
>>>> Ahli
>>>>Kitab (Non Muslim) memberi salam kepada kamu, maka jawablah:”Wa ‘alaikum”
>>>> (HR.
>>>>Bukhary dan Muslim).
>>>>
>>>>Salam adalah do’a seorang Muslim kepada saudaranya seiman. Kita tidak bisa
>>>>mengucapkan doa Selamat kepada orang yang kafir/musyrik karena jika mereka
>>>> tak
>>>>tobat, siksa Allah sudah jelas menunggu mereka.
>>>>
>>>>”Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu
>>>>
>>>>kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.
>>>> Dan
>>>>Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (Al Qashash
>>>> [28]:
>>>>56).
>>>>
>>>>Satu-satunya doa yang diperbolehkan untuk orang kafir yang masih hidup
>>>> adalah
>>>>doa agar mereka dapat petunjuk untuk masuk Islam:
>>>>
>>>>Do’a Rasulullah SAW kepada orang Non Muslim:”Ya Allah berilah petunjuk
>>>> kepada
>>>>kaumku, karena sesungguhnya mereka orang yang tidak mengerti” (Sirah
>>>> Nabawiyah,
>>>>Abul Hasan ali An Nadwi). Atau do’a Rasululah SAW kepada Umar Bin Khaththab
>>>>
>>>>ketika masih kafir:”Ya Allah, berilah kemuliaan kepada Islam dengan masuk
>>>>Islamnya salah satu orang terkasih kepada-Mu, yakni Abu Jahal atau Umar Bin
>>>>
>>>>Khaththab”.
>>>>
>>>>Jadi sekali lagi, Hari Natal adalah satu Syiar Agama Kristen di mana mereka
>>>> saat
>>>>itu merayakan hari lahirnya Tuhan mereka: Yesus. Syirik itu adalah dosa
>>>> terbesar
>>>>yang tidak diampuni oleh Allah SWT. Tak pernah ada sunnah Nabi dan para
>>>> sahabat
>>>>mengucapkan Selamat Natal kepada ummat Kristen saat itu. Jadi marilah kita
>>>> tetap
>>>>lurus di jalan yang lurus dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

terus ada yang ngerespon...

Kalo menurutku, drpd membesar2kan keharaman mengucapkan selamat datang yg
>>> tidak ada dalil pastinya, hanya tafsiran dan qiyas, lbh baik menyebarluaskan
>>> hadits "tidak beriman org yg tidak memulyakan tamunya" juga hadits2 tentang
>>> bertetangga dll. Karena yg ini lbh membuat damai drpd membuat panas
>>> kehidupan sosial.

direspon lagi sama empunya milis...
di dunia ini, sudah sunnatullah kalo yang namanya nahi mungkar
>>itu orangnya sedikit dan langka. Memang membuat kuping panas, siapa
>>sih yang suka diingatkan kalo tindakannya sudah salah ? Manusiawi
>>banget. Mudah2an posting ini juga untuk kerangka itu.
>>
>>Selain itu, pernah membaca kan hadits ttg salah seorang sahabat, yang
>>hobinya nanya ke nabi tentang hal2 yang diharamkan / haram. Pasalnya,
>>ternyata sahabat tersebut memiliki logika pemikiran di luar yang
>>haram, samudera kehalalan itu masih sangat2 luas, jauh melebihi yang
>>haram. Sehingga rambu2 tersebut tidak tertabrak / terlanggar.
>>
>>FPI dibenci, MMI, JI, Al-qaeda, JAT, Lasykar Et-Tayba, dll adalah hal
>>wajar karena hanya segelintir orang yang berani nahi mungkar. Orang yg
>>nahi mungkar berat konsekuensinya, dimusuhi, diperangi, dipenjarakan,
>>dikucilkan, dianggap teroris, dll.
>>
>>Makanya tingkat keimanan yang tertinggi dalam hal melihat kemungkaran
>>adalah untuk mengubah/mencegah dengan tangan / perbuatan langsung.
>>Bukan dengan diingatkan lisan apalagi mendoakan yang jelas2
>>selemah2nya iman.

part ini yg gw setuju
>Jawabanku mungkin akan sama seperti org2 yg ga mau permusuhan, bahwa nahi
>mungkar jg hrs dilakukan dg cara yg ma'ruf.
>
>Untuk masalah keharaman. Jika itu tidak ada dalil yg jelas, lbh baik diserahkan
>ahlinya. Tentang selamat natal, hati2 jgn sampai kita mengharamkan yg mubah.
>
>Jgn sampai kita seperti di saudi seperti mas tahid bilang, lbh banyak
>membesarkan TBC drpd memperbaiki akhlak, terutama di sini yg banyak tetangga
>kita yg nasrani. Drpd membahas yg ga ada dalil qath'inya, lbh baik
>mempertimbangkan kemashlahatannya. Kan di ushul fiqh jg ada kaidah ttg
>kemashlahatan.
>
>Untuk golongan sedikit saya hormati pendapatnya, tp kalo sampe bomnya atau
>bahkan batunya sampe ke tetangga saya spt yg dulu pernah terjadi di lingkungan
>RW saya. Saya menyatakan perang dgnnya.
>Krn hanya menunggu waktu bom itu meledak dan mengenai saya dan keluarga.
>
>Jd kalo ada anggota JI, MMI, JAT, atau yg lainnya yg merakit bom disini lagi.
>Saya salah satu musuhnya yg muslim.
>
>Dakwah yes, teror no!
>>>>

eh, dibales lagi...
lebih baik percaya kepada orang2 yang memelihara hadits dalam mengambil
>ijtihad suatu penyikapan. dibandingkan dengan logika perdamaian. karena ilmu
>hadits terjaga sanad nya sampai ke Rasul sementara para Doktor/Profesor
>"pengajak perdamaian" tak pernah berjuang hanya berucap. lain halnya dengan
>Rasul yang Berjuang dan Berkata...serta memperjuangkan perdamaian hakiki. damai
>negara, damai di hati, damai di akhirat.
>
>Jadi penngembus isu janganlah mengkafir2kan orang yang mengucapkan selamat
>natal, itu sama sekali tak memiliki ke wara' an pada quran dan sunnah.
>
>
>saya menggaris bawahi pokok tema yang diposting supaya fokus pada tema
>mengucapkan selamat natal. dan tak fokus pada JI/orang arab/JAT/kelompok yang
>diduga teroris lainnya. karena fitnah masih begitu lebat menutup tabir
>kebenarannya. tak usah lah termakan fitnah media.
>
>memang mukmin dengan mukmin yang lain itu seperti dua tangan yang saling
>membersihkan. jika terdapat kotoran yang sulit dibersihkan tentu akan lebih
>keras dan menggunakan material kasar untuk membersihkannya. marilah kita
>berharap dibukakan hati menerima kebenaran, tak meremehkan orang lain dan
>dijauhi dari kesombongan. karena rosul mengatakan orang sombong itu adalah yang
>menolak kebenaran dan meremehkan manusia.
>

lanjut Gan!
Haha..
Gitu aja kok repot..
Saya kan cm mau bilang kalo hadits tentang memuliakan tamu, memuliakan tetangga, dll, yg diawali dg laa yu'minu ahadukum, itu jauh lbh banyak dan jelas bunyi haditsnya jg mutawattir.

Sdgkn hadits ttg natal ga ada sama sekali. Pengambilan hukumnya hanya dr logika yg membuka luas perbedaan. Ada ulama yg membolehkan, banyak jg yg mengharamkan. Dan tidak selayaknya pd perbedaan pendapat muncul sikap takfir.

Bagaimana cara memuliakan tamu dan tetangga kan ga ada hadits rinciannya, ga pernah disebut tetangganya itu hrs muslim. Malah nabi sendiri mengajarkan kalo sembelihannya yahudi dan nasrani halal sebagai wujud akhlak bertetangga.
Karena rosul diutus untuk menyempurnakan akhlak. Bukan untuk mengharamkan yg halal dan sebaliknya.

Untuk teroris, suka2 saya dong mau nulis.
Kalo ga berkenan ya jgn dibaca. Bila perlu lgsg delete dan empty trash. Saya hubungkan krn sikap tidak menghargai pendapat org lain yg menimbulkan terorisme itu. Meskipun tabirnya gelap tp akibatnya nyata.

nah lho...ini agak bikin panas...
ya jika ternyata pendapat saya hanya bersumber pada logika alhamdulillah kalau akhirnya membuka perbedaan luas karena memang logika saya tak berilmu dan penuh dengan hawa nafsu.

namun pemaparan di sini adalah dengan pemaparan oleh Ibn Qoyim Al Jauziyah. yang insyaAllah termasuk golongan mujtahid mudah2an qt ga usah repot dengan pendapat para doktor/profesor logika.

atau kita ikut kata Rosul aja, mungkin ada yang terlewat terbaca hadits Rasul di email sebelumnya. Rasulullah SAW bersabda:”Jangan kalian mendahului mengucapkan salam kepada orang Yahudi atau Nashrani” (HR. Muslim).

dalam riwayat lain
Telah menceritakan kepadaku Harun bin 'Abdullah dan Hajjaj bin Asy Sya'ir keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Muhammad ia berkata; Berkata Ibnu Juraij; Telah mengabarkan kepadaku Abu Az Zubair bahwasanya ia mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata; Sekelompok orang Yahudi mengucapkan salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan ucapan 'As Saamu 'Alaika (Kematian bagimu) wahai Abu Al Qasim. Maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab; 'Wa Alaikum (juga bagi kalian).' Kemudian Aisyah berkata dengan nada marah; 'Apakah anda tidak mendengar apa yang mereka ucapkan? ' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab; 'Ya, aku telah mendengarnya dan telah aku jawab ucapan mereka. karena sesungguhnya perkataan kita yang dikabulkan sedang perkataan mereka atas kita tidak dikabulkan.' (HR.Muslim.hadits no.4029.kutubut tis'ah)

lalu perkara hal berikut
Malah nabi sendiri mengajarkan kalo sembelihannya yahudi dan nasrani halal sebagai wujud akhlak bertetangga.

nah ini tak bisa letter look saja dilihat seperti ini, apakah yahudi dan nasrani ini yg dimaksud rasul adalah ahlul kitab? atau yang sudah berpegang pada taurat dan injil yang sekarang? atau yahudi dan nasrani keturunan muslim yang murtad menjadi yahudi dan nasrani?
saya belum paham ilmu tentang ini tapi memang pernah hadits ttg hal tsb perlu dikaji lebih lanjut. tak cukup dilihat letter look saja. dan mari kita cari analisa dari para ulama yang terbukti tingkat mujtahid nya.

Untuk teroris, suka2 saya dong mau nulis.
Kalo ga berkenan ya jgn dibaca. Bila perlu lgsg delete dan empty trash. Saya hubungkan krn sikap tidak menghargai pendapat org lain yg menimbulkan terorisme itu. Meskipun tabirnya gelap tp akibatnya nyata.

ya moga akibatnya bukan rekayasa. karena bukti2 yang diajukan dari kepolisian tak sedikit yang direkayasa atau disediakan dari kepolisian untuk dipilih "mana yang punya anda..." bukti2 yg disediakan ada senapan magasin, peluru, dan rekening atas nama orang yg diduga teroris. sementara orang tsb tak pernah punya membuka rekening tsb. ya kebetulan saya sdg domisili di kota sarang teroris (Solo), dan akibat sedikit2 pernah diinterogasi intel setempat. jadi pengamatan di lapangan insya Allah update.

istilah teroris, lahir dari turunan predikat fundamentalis dan ortodox. yang diberikan kepada kaum kristiani, yahudi dan nasrani yang berpegang pada kitab klasik agama mereka karangan ulama mereka, dan belum tau ketersambungannya (sanad) sampai Musa ataupun Isa. lalu di samakan lah bahwa orang islam yang berpegang pada kitab klasik adalah orang2 ortodox, fundamentalis dan sudah pasti ekstrimis cikal bakal jadi teroris jika belajar kitab klasik dengan sanad yang mantap.

mohon maaf jika menyinggung, karena ilmu sy sgt dangkal. 24 tahun sekolah dan kuliah. tapi tak sedikitpun di sana belajar ilmu wajib : Quran, sunnah dan faraid spt kakak2....

kalau Gak salah Ibn Qoyim Al Jauziyah itu berguru ke Ibn Taimiyah ya? trus salah satu muridnya Ibn Qoyim itu Muhammad ibn Abdul Wahab pendirinya madzhab wahabi (tapi gak mau dibilang bermadzhab) ya?

Dari email-email saya sebelumnya saya hanya mengatakan bahwa untuk urusan mengucapkan selamat natal ada dua pendapat ulama, dan yang namanya perbedaan pendapat apalagi tanpa dalil yang qath'i tak perlu sampai ada kalimat takfir. Saya tidak mengatakan bahwa yang bilang boleh benar dan yang bilang haram salah, keduanya benar dengan pendapat dan dalilnya masing-masing.

Nah untuk momentum liburan tanggal 25 Desember ini, kita lihat apakah dengan dimunculkan kembali perbedaan pendapat ini membawa mashlahat di masyarakat atau tidak? bukan kah lebih baik menyebarkan kemashlahatan daripada permusuhan.

Untuk urusan ahlul kitab juga ada beberapa pendapat, dan tidak perlu memaksakan diri kalau salah satu pendapat itu paling benar, karena gak ada manfaatnya. Jangan sampai seperti saya dulu waktu kuliah "dipindahkan" dari kosan hanya karena saya melakukan qunut di sholat subuh, ya meskipun sebetulnya setelah qunut itu saya diinterogasi macem2 tentang ziarah kubur, tawassul dlsb.

Untuk urusan teroris, kalau memang sudah diputus pengadilan bersalah dengan bukti yang kuat, masakah kita tidak percaya? padahal Sayyidina Ali KRA sendiri menerima putusan hakim tentang baju perangnya?
Coba kalo saya hidup dimasa itu, saya mau bilang sama Sayyidina Ali biar gak perlu percaya sama hakimnya dan minta segera diganti hakimnya karena salah memutuskan.

Untungnya saya sekolah hanya 15 tahun, jadi saya tidak tersinggung...
Hahaha....

hayyah,,, gmana nih pendapat yang lain?
Read More

PERINGATAN : CERITA INI BISA MEMBUAT ANDA TERTAWA TERBAHAK2 KARENA INI RANDOM DAN MERUPAKAN PENGALAMAN PRIBADI PENULIS. SELAMAT MEMBACA!

Suatu malam, di tengah rintik gerimis hujan di daerah Depok, al kisah, ada gadis berinisial ANW ingin pulang ke asrama pondok sukun indah dengan mobil kia visto pemberian neneknya. Tergesa-gesa si gadis mengendarai mobilnya setelah mampir di acara pembubaran panitia OIS, farewell party bem UI, dan FISIP AWARDS, karena ada acara family meeting di asrama.

Sesampainya di gerbang putih pondok sukun indah, si gadis keluar mobil dan membuka pintu gerbang...Tapi, o..o... ada yang salah...ternyata, si gadis secara tidak sengaja menekan tombol kunci pintu mobil otomatis, sehingggaa...eng ing engg...mobilnya terkunci dari dalam dengan keadaan lampu sen kiri masih hidup dan mobil full nyala...ah..uh...oh... not again, ini kali kedua dalam tiga bulan terakhir si gadis meninggalkan mobil dalam keadaan terkunci di dalam. Tidak mau mengganggu acara FM di dalam asramanya, si gadis berinisiatif mencari bantuan, tepatnya ke bapak2 warung sebelah...

bapak2 itu kemudian bilang harus ada penggaris besi untuk mengeluarkan kunci mobil yang terkunci di dalam bersama serepnya..ah..uh...oh...bergegas si gadis mencari penggaris besi panjang ke warung terdekat, tapi tidak ada..oh,ya sebelumnya si gadis menitipkan mobil ke bapak2 yang ada di warung tersebut...dalam perjalanan mencari penggaris besi, si gadis bertemu rekan satu perjuangan, sebut saja namanya Afra, sebab si gadis ingin mencari penggaris ke warung yang lebih jauh, maka pertemuan pertama dengan Afra tidak lama...Setelah mencari ke warung kedua dan tidak ada, akhirnya si gadis kembali ke asrama dan di sana sudah menunggu afra yang dengan baiknya memberikan uang kepada si gadis sebesar 42rb rupiah untuk membeli penggaris di gramedia...awalnya afra kasih 40rb, karena si gadis merasa perlu uang untuk naik angkot (berupa uang kecil) lalu diberikanlah tambahan 2000, yang alhamdulillah sangat berguna sekali.

bergegas, si gadis menyetop angkot 19, lalu naik angkot tersebut menuju gramedia...sampai di gramedia. si gadis memperhatikan sesuatu yang janggal, kok pintu pagar gramedia yang satu lagi sudah ditutup, tapi yang satu lagi masih terbuka...masuklah si gadis ke toko buku terbesar di depok tersebut...dari luar tidak ada tanda2 tokonya SUDAH TUTUP..dan ternyata di dalam..tokonya SUDAH TUTUP..hahh? kok gramedia tutupnya cepet bangettt???? nah lho..si satpam malah suruh si gadis untuk kembali besok pagi "ya kali pak sy balik bsk pagi org mobil sy kekuncinya malem ini" batin si gadis. Lalu si gadis bingun, keluar, mau ke gunung agung margo city atau TM book store detos...

tiba2...

aha...

di depan gramedia persis ada toko menjual ATK

alhamdulillah..alhamdulillah..alhamdulillah...dan dengan hati2 ia menyebrangi keramaian jalan margonda sampai di sana akhirnya ia menemukan benda yang dicari PENGGARIS 100 CM untuk mencongkel pintu mobil... yeahh...eits, tapi ternyata harganyaaa 40rb...ah..ah..ah..tidakkkk....uang yang dimiliki si gadis hanya 40rb pas, kalau dipakai semua uangnya dia pulang naik apa?

dengan memohon2 si gadis meminta kokoh penjual penggaris itu untuk menjadikan harganya 38rb rupiah saja, dengan menjelaskan bahwa ia tidak punya uang lagi dan mobilnya terkunci dari dalam...akhirnya si kokoh berhasil diluluhkan..yes...alhamdulillah..ternyata di toko itu ada bapak2 satpam, dia menanyakan kepada si gadis apa mobilnya dan dimana terkuncinya..dengan baik hatinya bapak satpam itu memberikan instruksi kepada si gadis agar dapat membuka kunci kmobil dengan penggaris secara cepat../setelah selesai, si kokoh ternyata sangat baik, si gadis hanya meminta kembalian 2rb, dia ternyata berikan kembalian 3rb...alhamdulillah...setelah mengucapkan terima kasih kepada pemilik toko dan satpam, si gadis pun kembali meluncur ke pondok sukun indah...

nah..nah...perasaan tidak enak sudah menyerang si gadis ketika dia menaiki jembatan penyebrangan dan melihat mobilnya tidak terpakir di luar..si gadis berpikir "apakah teman2 si gadis meminta bantuan kepada tetangga sebelah untuk mengambil kunci dan memasukkannya ke dalam?" ternyata...oh ternyata...tidak saudara2...

ternyata, yang memasukkan mobil ke dalam tempat parkir di pondok sukun indah adalah bapak2 yang tadi dimintakan bantuan oleh si gadis...ah, iya,, ternyata bapak2 itu baikkk sekaliii....sembari si gadis berusaha mencari penggaris super panjang, si bapak yang notabene supir tersebut juga mengusahakan bantuan dengan memakai kawat :') dan cerita lucunya ketika si bapak mengembalikan mobil tersebut ke pondok sukun, teman2 si gadis yang sedang mengadakan FM kaburrr karena melihat orang asing non muhrim nongol di jendela...hehehe...padahal bapak2nya sudah berusaha memencet bel, tapi tidak ada sahutan...ya sudahlah..

moral of the story...

apakah rangakaian kejadian ini adalah sebuah kebetulan? atau Allah memang telah menakdirkan si gadis untuk memberi pelajaran kepadanya agar lebih berhati2 dalam mengunci mobil?

yang jelas dari kisah tersebut banyak hikmah yang dapat diambil. tentang kepedulian terhadap sesama. kerja keras. ikhtiar tanpa henti. rela menolong dan berkorban. serta ikhlas...ah ya, rasanya kejadian sekitar 30 menit itu telah membawa banyak dampak kepada si gadis, untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik...peduli dengan sesama...hati2 dan tidak ceroboh lagi..

alhamdulillah ya Allah...pada hari ini Engkau tunjukkan nikmatMu yang sangat luas dan segala kemudahan yang ada...berikanlah ya Allah kemudahan pula bagi orang2 yang telah membantu untuk menyelesaikan masalah ini..amin...

a tribute to bapak2 yang nongkrong di warung sebelah pondok sukun, bapak penjaga warung sebelah pondok sukun, Afra Afifah, Kokoh dan Cici penjual ATK, bapak satpam, serta supir angkot 19 dan 04.


Read More
Hereby I declare to go for :
1. KSM Eka Prasetya UI 2011-Narration 2011
2. Young Leaders Indonesia McKinsey
3. Total EP Summer School
4. SUSI Nomination on New Media and Politics
5. British Council Internship
-------------------------------------------------------

and... Garduation December 2011, hope all go well..amin...
Read More
Assalamualaikum Wr. Wb.

Akhirnya, selesai juga kepanitiaan gw di tahun ini...
Sebagai koordinator acara TKHI day 1 2010, gw sangat bersyukur bisa kenal dengan orang-orang hebat, ibu Apri, Bapak Rt 01, Ibu2 yang ada di sekitar RT 01, bapak Salim dan sebagainya....terutama teman2 sosmas bem FISIP UI 2010 yang sudah menunjukkan gw pencerahan untuk menyediakan tempat bagi proyek angkatan 2010...makasih banyak buat Aida, Ucuy, Shavi, Wenti, dll...

Gw bangga dengan anak2 2010, terutama teman2 yang dengan sepenuh hati, jiwa, dan raga (halah) melakukan performa terbaiknya untuk melakukan penyuluhan kepada ibu2 dan mengajak anak2 kecil main di sana...

Ahh, that was so unyu moment.. When lesly as Project officer of TKHI said, yes..this is it...thank you Vina :)
I'm glad to be the part of people who prepare the young generation of HI UI, to get close with community around UI. I just want them to know that there are people, who live under privilege near around their campus...hopefully, my messages arrived in their heart, mind, and soul. Therefore, they could built a better relation with community near around them...

My gratitude also to my TKHI day 1 teams, for Weki and Agung who respond all my request and accompany me in hard times when suddenly I hit the-car-park-in-dosen sipil-ft corner...I very glad to know you all..and to Nasrul, who also contribute in sending my message to 2010...

Cerita indah di atas tidak begitu saja terjadi. Dimulai dari kegalauan sejak bulan Agustus, mencari kontak person yang bisa menawarkan kerjasama bersih2 pantai, mendapatkan lsm bernama JGM, pergi ke kantornya, tidak mendapat pencerahan, konsultasi dengan kak Ajeng, dimarahin mbak Verena HI 2001 yang kerja di WWF krn minta sesuatu yg ga mungkin dijelaskan by sms, sampe akhirnya bertemu dengan Aida di masa2 kampanye Tias-Joan.

Setelah dapat tempat H-3 hari, masa rumit pun semakin jadi. Mulai dari ganti sasaran hingga tuker waktu dengan sesi fun yang harusnya dilakukan setelah social project. Tapi, alhamdulillah, semua berjalan lancar. Pagi2 gw bisa ambil tes bahasa spanyol di LBI (change back 100rb), terus siangnya main2 sama anak 2010 (sebenernya mereka yg kita main2in sih, di tengah2 ujan deres pula..wkwkwk..) terus pake acara nyolot2an dr anak 2008..hahaha...O,ya tempatnya ini di UI Wood, yg nembus2 ada tulisan Universitas Indonesianya itu lhoo...

Habis ashar, mereka ganti baju (dan bahkan ada yang mandi di kosan..ckckck..), istirahat, sholat ashar, trus cau deh ke kutek...
gw, seperti biasa belakangan...dan mulai dr situlah gw sangat tersentuh, ketika beberapa anak cowok HI 2010 rela jalan jauh sampai gerbang kutek demi ngambil barang2, melihat anak2 2010 yg inisiatif manggilin ibu2nya yang lagi kondangan, inisiatif ngajakin main anak2, nadhira yang inisiatif ngerapihin sendal, garlan yang dengan gaya politisnya dan abiet si tengil yang pandai ambil hati ibu2...

ahhh, that was so...wonderful...

thank you Allah, for give me a chance to contribute to them,,,
Read More

Rencana kedatangan Obama untuk memberikan kuliah umum pada tanggal 10 November 2010 mendatang di Universitas Indonesia telah menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa UI. Perbincangan tersebut mulai dari apakah mahasiswa boleh mengikuti kuliah umum yang sedianya dilaksanakan di lapangan Rotunda namun akhirnya dipindahkan ke Balairung, apakah perkuliahan diliburkan selama tiga hari ke depan, sampai bagaimana nasib acara-acara dan kegiatan kemahasiswaan yang berlangsung selama kedatangan Obama tersebut. Hal yang masih menjadi tanda tanya besar dan menimbulkan polemik sendiri adalah pertanyaan mengenai kebenaran informasi kedatangan Obama di kampus UI iu sendiri.

Sampai saat ini, pihak Universitas Indonesia maupun Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta belum mengeluarkan pernyataan resmi akan datangnya Obama ke UI melalui situs resmi lembaga-lembaga tersebut. Kedatangan presiden ke-44 Amerika Serikat ke UI justru lebih banyak diberitakan oleh media nasional seperti Metro TV, detik.com daan koran tempo. Pihak rektorat sendiri nampaknya juga belum mengeluarkan pernyataan resmi apakah kampus akan diliburkan selama kegiatan kuliah umum tersebut atau tetap ada perkuliahan.

Isu yang beredar melalui twitter dan blackberry messanger mengatakan bahwa pidato kuliah umum Obama akan tetap berlangsung pada tanggal 10 November 2010 pukul 09.30 dengan undangan terbatas. Artinya, tidak setiap civitas akademika UI (terutam mahasiswa) berhak mengikuti kuliah umum tersebut. Setelah dikonfirmasi melalui sms ke pihak rektorat, memang undangan yang disebarkan terbatas dan mahasiswa biasa tidak dapat serta merta masuk mengikuti kegiatan kuliah umum ini. Selain pemberitahuan mengenai kepastian kuliah umum Obama tersebut, dalam kabar yang beredar pihak rektorat memohon untuk menghentikan aktivitas perkuliahan dan aktivitas lain di kampus sejak selasa, 9 November 2010 pukul 13.00 WIB, tanpa ada pemberitahuan lebih lanjut apakah kegiatan perkuliahan akan diliburkan atau tidak.

Terlepas dari kontroversi kedatangan Obama ke UI, ada satu hal menarik yang ingin penulis sorot yakni “mengapa Obama ingin menyampaikan kuliah umum di UI?”. Jika BEM UI menurutOkezone.com melihat kedatangan Obama sebagai bentuk pencitraan bagi pihak kampus, khususnya pencitraan rektor UI, penulis melihat dari sisi sebaliknya. Penulis menilai, kegiatan kuliah umum yang ingin dilakukan Obama di UI adalah salah satu bentuk pencitraan bagi dirinya, sebagai presiden AS agar dekat dengan negara yang mayoritas penduduknya muslim. Obama ingin membangun persepsi sebagai presiden yang bersahabat dengan islam dan ingin membangun kembali hubungan yang erat antara islam dengan barat. Penulis melihat kecenderungan Obama untuk menyampaikan kuliah umum di sela-sela kunjungan luar negeri ke beberapa negara hanya terjadi di Mesir dan Indonesia, di mana kedua negara ini memiliki kesamaan sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim. UI sebagai universitas ternama di Indonesia, dianggap dapat merepresentasikan kepentingan Obama tersebut sebab dapat menyebarkan pesan-pesan ke seluruh komunitas muslim di Indonesia.

Menarik sekali melihat cara Obama menarik perhatian dengan mengadakan kuliah umum di universitas-universitas ternama di negara-negara muslim. Sayangnya, alasan ini seringkali tidak disadari oleh para petinggi di universitas yang menganggap bahwa kedatangan Obama di UI dapat meningkatka prestise universitas ini. Banyak orang mengira UI dipilih sebab merupakan universitas terbaik di negeri ini, seperti layaknya Al-Azhar di Mesir. Mungkin di satu sisi benar, di sisi lain juga UI dipilih karena dekat dengan ibukota negara. Agak susah jika Obama harus pergi ke ITB atau UGM untuk memberikan kuliah umumya dikarenakan kendala jarak.

Terlepas dari itu semua, momen kedatangan Obama ke UI ini seharusnya dijadikan refleksi bagi semua pihak agar tidak serta merta mendewakan kedatangan Obama dan melupakan kebutuhan mahasiswanya untuk menuntut ilmu dan berekpresi di dalam kampusnya sendiri.

Read More

SETELAH mengalami dua kali penundaan kedatangan, akhirnya hampir dipastikan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44, Barack Obama, akan datang ke Indonesia pada 9-10 November 2010 mendatang.

Menurut kabar yang santer diberitakan di media online dan melalui situs jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook, Obama dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, mengikuti rangkaian kegiatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, mengunjungi Masjid Istiqlal dan memberikan pidato kuliah umum di Universitas Indonesia (UI).

Dalam rangka menyambut kedatangan Obama ke Indonesia kali ini, pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat, bahkan telah membuat beberapa kontes bagi mereka yang ingin mendapatkan tiket masuk untuk mengikuti kuliah umum Obama di UI.

Terlepas dari masih ragunya beberapa pihak akan kedatangan Obama, momen kedatangan Presiden AS ini selayaknya dijadikan suatu refleksi kritis bagi masyarakat Indonesia. Dengan penundaan kedatangan sebanyak dua kali yang telah dilakukan Obama, terlihat bahwa Indonesia belum dapat dikategorikan sebagai suatu negara yang layak dijadikan strategic partner bagi AS. Pasalnya, apabila Indonesia dilihat sebagai negara yang sangat penting bagi AS di kancah internasional, Obama pasti akan menyempatkan (dan bahkan) mengutamakan kunjungannya ke Indonesia langsung setelah ia terpilih sebagai Presiden AS.

Satu hal yang menarik, jika kita lihat agenda Obama di Indonesia salah satunya ialah mengunjungi Masjid Istiqlal dan memberikan kuliah umum di UI. Hal ini terkait dengan misi Obama yang ingin meningkatkan hubungan persahabatan Islam - Barat.

Sejak peristiwa 11 September serta invasi AS ke Irak dan Afghanistan beberapa tahun lalu, hubungan antara Islam-Barat mulai merenggang. Masyarakat barat kebanyakan menganggap Islam sebagai teroris, sementara masyarakat Islam menganngap barat (khususnya AS) sebagai musuh karena telah menyerang negara-negara Islam yang tidak bersalah.

Citra buruk inilah yang ingin diubah Obama. Sebagai presiden AS yang mempunyai latar belakang multikultur, ia memahami betapa pentingnya menjaga hubungan dengan masyarakat muslim. Segala upaya dilakukan untuk mengubah citra AS agar lebih bersahabat dengan Islam.

Hal ini dapat dilihat dari berbagai diplomasi publik yang dilakukan AS guna menaikkan citra AS di kalangan umat Islam, contohnya dengan beasiswa yang diberikan kepada mereka yang berlatar belakang pendidikan Islam yang kuat untuk studi di Negeri Paman Sam tersebut.

Adapun kedatangan Obama ke Indonesia, dapat juga dilihat sebagai salah satu upaya AS untuk menjalin persahabatan erat dengan komunitas Islam terbesar di dunia. Seperti halnya yang dilakukan Obama di Mesir. Kuliah umum yang disampaikan Obama di Indonesia merupakan suatu hal yang sangat spesial dan tidak dilakukan oleh Obama di negara-negara lain.

Mesir dan Indonesia adalah dua negara yang sama-sama memiliki populasi mayoritas muslim. Di Indonesia sendiri, kurang lebih sebanyaj 90 persen dari 220 juta penduduk Indonesia beragama Islam. Inilah yang menjadi alasan, mengapa Obama pada akhirnya mau tidak mau tetap harus melaksanakan kunjungan kenegaraannya ke Indonesia. Indonesia walaupun belum dapat dikatakan sebagai salah satu mitra paling strategis AS, tetapi paling tidak dapat dijadikan sebagai satu sarana untuk meningkatkan citra AS di mata masyarakat Islam.

Avina Nadhila WidarsaMahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia

Staf Pusgerak BEM UI 2010


Read More
SUARA MAHASISWA, Pro dan Kontra Bantuan Luar NegeriPDFPrint
Monday, 08 November 2010
DUA bencana alam yang terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan di Indonesia telah menarik perhatian dunia internasional.

Dahsyatnya tsunami dan gempa bumi yang terjadi di Kepulauan Mentawai setidaknya telah menelan lebih dari 445 orang tewas. Selain itu, aktivitas Gunung Merapi yang semakin berbahaya dalam beberapa hari terakhir menyebabkan lebih dari 69 korban jiwa dan puluhan ribu lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.Adanya dua bencana tersebut menyebabkan negara-negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa,Thailand,Australia hingga Selandia Baru berlomba menawarkan bantuan luar negeri kepada pemerintah Indonesia sebagai upaya tanggap bencana.

Pada awalnya,Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menolak bantuan dari pihak asing tersebut dengan alasan pihak dalam negeri masih sanggup melakukan upaya tanggap bencana sendiri. Beberapa hari kemudian, pemerintah meralat pernyataannya dengan membuka keran bantuan luar negeri untuk korban bencana tsunami di Mentawai,namun hanya terbatas pada usaha rekonstruksi pasca tsunami. Penolakan pemerintah terhadap bantuan luar negeri sebagai upaya tanggap bencana memang memiliki alasan yang cukup kuat, mengingat bantuan luar negeri merupakan suatu hal yang mengundang kontroversi.

Pemahaman mengenai bantuan luar negeri cenderung menghasilkan multiinterpretasi dalam arti apakah bantuan luar negeri merupakan perpanjangan tangan dari kebijakan luar negeri sebuah negara dengan tujuan tertentu ataukah murni sebagai sebuah bantuan yang ditujukan atas dasar kemanusiaan. Menurut Louis Picard,bantuan luar negeri dapat dilihat sebagai sebuah pola kekuatan struktural dalam sebuah sistem global. Picard mengatakan bahwa bantuan luar negeri pada dasarnya sama seperti diplomasi,propaganda, atau aksi militer,semuanya dapat digunakan sebagai instrumen oleh para pembuat kebijakan suatu negara untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Salah satu tujuan negatif bantuan luar negeri adalah membuat ketergantungan negara penerima bantuan terhadap negara pemberi bantuan.

Di sisi lain,bantuan luar negeri terbukti sangat membantu dalam usaha tanggap bencana dan rekonstruksi kembali pasca bencana.Rekonstruksi Aceh pascatsunami yang dilakukan oleh lembaga-lembaga donor asing merupakan suatu contoh sukses bantuan luar negeri yang berperan dalam upaya rehabilitasi pasca bencana. Setelah enam tahun pascatsunami, terlihat Aceh saat ini sudah kembali normal berkat bantuan luar negeri. Dari sekian banyak bantuan yang datang ke Aceh, penyumbang bantuan terbesarnya adalah USAID, agen internasional Pemerintah Amerika Serikat untuk pembangunan internasional.

Penulis sendiri berpendapat bahwa adanya tawaran bantuan luar negeri sebagai upaya tanggap bencana ini haruslah dilihat sesuai kondisi. Artinya, jika memang pemerintah dan pihak dalam negeri tidak sanggup menanggulangi bencana sendiri, keberadaan bantuan luar negeri tentu akan sangat membantu sebagai upaya cepat tanggap bencana.

Sebaliknya, jika memang pemerintah merasa pihak dalam negeri sudah mampu cepat tanggap dalam upaya penanggulangan bencana, bantuan luar negeri sebaiknya dihindari. Karena itu, diperlukan para pembuat kebijakan yang mampu untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam menanggapi tawaran bantuan luar negeri tersebut sebagai usaha tanggap bencana di Indonesia.(*)

Avina Nadhila Widarsa
Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia
Read More

Dua bencana alam yang terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan di Indonesia telah menarik perhatian dunia internasional. Dahsyatnya tsunami dan gempa bumi yang terjadi di Kepulauan Mentawai, telah menelan lebih dari 445 orang tewas. Selain itu, aktivitas gunung Merapi yang semakin berbahaya dalam beberapa hari terakhir menyebabkan lebih dari 69 korban jiwa dan ratusan ribu lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Adanya kedua bencana tersebut menyebabkan negara-negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Thailand, Australia hingga Selandia Baru berlomba menawarkan bantuan luar negeri kepada pemerintah Indonesia sebagai upaya tanggap bencana.

Pada awalnya, pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, menolak bantuan dari pihak asing tersebut dengan alasan pihak dalam negeri masih sanggup melakukan upaya tanggap bencana sendiri. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga dengan tegas mengatakan bahwa Indonesia tidak butuh bantuan luar negeri sebagai bentuk upaya tanggap bencana, termasuk pemberian bantuan bagi korban tsunami di Mentawai yang sudah menarik beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional untuk terjun ke sana. Beberapa hari kemudian, SBY meralat pernyataannya dengan membuka keran bantuan luar negeri untuk korban bencana tsunami di Mentawai namun hanya terbatas pada usaha rekonstruksi pasca tsunami.

Penolakan pemerintah terhadap bantuan luar negeri sebagai upaya tanggap bencana memang memiliki alasan yang cukup kuat, mengingat bantuan luar negeri merupakan suatu hal yang mengundang kontroversi. Pemahaman mengenai bantuan luar negeri cenderung menghasilkan multi-interpretasi dalam artian apakah bantuan luar negeri merupakan perpanjangan tangan dari kebijakan luar negeri sebuah negara dengan tujuan tertentu ataukah murni sebagai sebuah bantuan yang ditujukan atas dasar kemanusiaan. Menurut Louis Picard ,bantuan luar negeri dapat dilihat sebagai sebuah pola kekuatan struktural dalam sebuah sistem global. Picard mengatakan bahwa bantuan luar negeri pada dasarnya seperti diplomasi, propaganda, dan aksi militer, kemudian digunakan sebagai instrumen oleh para pembuat kebijakan negara untuk mencapai tujuan – tujuan tertentu. Salah satu tujuan negatif bantuan luar negeri adalah membuat ketergantungan negara penerima bantuan terhadap negara pemberi bantuan.

Di sisi lain, bantuan luar negeri terbukti sangat membantu dalam usaha tanggap bencana dan rekonstruksi kembali pasca bencana. Rekonstruksi Aceh pasca tsunami yang dilakukan oleh lembaga-lembaga donor asing merupakan suatu contoh sukses bantuan luar negeri yang berperan dalam upaya rehabilitasi pasca bencana. Setelah 6 tahun pasca tsunami, terlihat Aceh saat ini sudah kembali normal berkat bantuan luar negeri. Dari sekian banyak bantuan yang datang ke Aceh, penyumbang bantuan terbesarnya adalah USAID, agen internasional pemerintah Amerika Serikat untuk pembangunan internasional.

Dari ulasan di atas dapat kita lihat terdapat alasan yang pro dan kontra dalam menanggapi tawaran bantuan luar negeri sebagai upaya tanggap bencana. Penulis sendiri berpendapat bahwa adanya tawaran bantuan luar negeri sebagai upaya tanggap bencana ini haruslah dilihat sesuai kondisi. Artinya, jika memang pemerintah dan pihak dalam negeri tidak sanggup menanggulangi bencana sendiri, maka keberadaan bantuan luar negeri tentu akan sangat membantu sebagai upaya cepat tanggap bencana. Sebaliknya, jika memang pemerintah merasa pihak dalam negeri sudah mampu cepat tanggap dalam upaya penanggulangan bencana, maka bantuan luar negeri sebaiknya dihindari karena tidak dapat dipungkiri bantuan luar negeri dapat menjadi sarana propaganda asing. Oleh karena itu, diperlukan para pembuat kebijakan yang mampu untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam menaggapi tawaran bantuan luar negeri sebagai usaha tanggap bencana di Indonesia.

oleh : Avina Nadhila Widarsa, Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, Staf Pusat Kajian dan Studi Gerakan BEM UI 2010

Read More
Booming situs sosial media seperti facebook dan twitter dua tahun ke belakang telah membuat perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selain sebagai wadah interaksi sosial dan menjalin hubungan kembalin dengan kawan, kerabat, dan saudara yang lama tidak bertemu, situs sosial media juga berfungsi sebagai sarana untuk menjalin hubungan dengan rekan-rekan di luar negeri. Globalisasi telah membuat batas-batas antar negara semakin blur dan perkembangan teknologi informasi, salah satunya dengan kemunculan situs sosial media membuat batas-batas geografis, struktur sosial dan ekonomi seakan hilang. Semua onliner sama kedudukannya di hadapan situs sosial media, baik mereka presiden, menteri, selebritis, atau rakyat biasa. Dampak perubahan tersebut dapat kita lihat dari bagaimana masyarakat Indonesia menggunakan twitter sebagai salah satu situs sosial media.

Twitter (dalam bahasa Inggris artinya Kicauan) , merupakan situs sosial media yang menyediakan layanan update status sebanyak 140 karakter dan bisa diakses lewat mana saja. Kegiatan nge-twit inilah yang menjadi tren baru di hampir semua kalangan masyarakat, dari mahasiswa, aktivis, pekerja kantoran, sosialita, artis, tokoh masyarakat, hingga menteri dan wakil presiden.Tak heran situs "kicauan" ini memiliki manfaat bagi banyak kalangan.

Dalam analisa saya, setidaknya ada tiga manfaat utama dari penggunaan twitter sebagai situs sosial media :

1.Penyampaian Informasi
Dengan hanya 140 karakter, para tweeps dipaksa untuk menyampaikan informasi yang singkat, padat, dan jelas. Update status yang bisa dilakukan dari mana saja memungkinkan penyampaian informasi yang real time dan bisa disebarluaskan dengan mekanisme re-tweet ke seluruh penjuru dunia. Bagi situs media online, adanya twitter juga bermanfaat sebagai penyebar konten artikel terbaru yang ada di media tersebut. Kabar terbaru dari dunia olahraga, kondisi terkini di Wasior, live tweet dari sidang kasus Gayus sampai info mengenai beasiswa-beasiswa semua dapat disederhanakan penyampaiannya melalui twitter. Selain itu, model #kultwit (kuliah twitter) juga banyak digunakan oleh para tokoh seperti Gunawan Muhammad dan Komaruddin Hidayat dalam menyampaikan gagasan dan pemikirannya terkait suatu fenomena.

2. Kontrol Masyarakat terhadap pemerintah, swasta, dan media
Melalui twitter para aktivis, akademisi, serta masyarakat biasa punya suatu jalan yang lebih langsung untuk mengontrol pemerintah. Tweet kontroversial serta bernada kecaman tak jarang muncul dan diarahkan pada stakeholder lain seperti pihak swasta dan media ketika para tweeps merasa apa yang telah dilakukan pihak-pihak tersebut sudah di luar batas kemanusiaan. Contohnya, pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh Wimar Witoelar dan kawan-kawan mengenai betapa buruknya kinerja Aburizal Bakrie dalam menangani kasus lumpur lapindo.


3. Kampanye sosial
Masih ingat dengan "Gerakan Koin Untuk Prita" dan "Gerakan Koin Cinta Bilqis"?
Gerakan yang digagas oleh para onliner dan disebarluaskan melalui twitter ini menjadi salah satu manfaat keberadaan situs sosial media sebagai sarana kampanye sosial. Banyak pihak yang akhirnya berempati dan ikut langsung dalam gerakan-gerakan yang digagas di twitter. Kampanye "Lupa" yang digagas Kontras untuk mengenang masih banyaknya kasus pelanggaran HAM yang belum diselesaikan hingga detik ini juga menjadi salah satu contoh bagaimana kampanye sosial dapat dilakukan di situs sosial media.

Manfaat twitter sebagai situs sosial media tentu saja lebih banyak dan lebih besar dari apa yang telah saya sebutkan di atas. Penyajian konten dan isi berita di twitter juga harus kita saring ulang, karena belum tentu kebenaran berita dan informasi tersebut terjamin 100%. Selain manfaat, keberadaan situs sosial media juga terkadang membawa dampak negatif bagi masyarakat, salah satu contohnya adalah penyebaran video porno yang dilakukan Ariel-Luna. Maka dari itu, sebagai pengguna situs sosial media, kita harus berhati-hati dalam menggunakan dan memanfaatkannya. Tapi, di atas semua itu, kita patut bersyukur bahwa inovasi situs sosial media membawa banyak manfaat bagi Indonesia.
Read More