Assalamualaikum wr.wb.

Alhamdulillahirabbilalamin, akhirnya sampai juga kita di penghujung tahun 2009 ini. Tahun yang gw bilang sangat dinamis, sangat menyenangkan, sekaligus tahun dimana gw banyaakkkk belajar ttg hidup dan kehidupan...

Alhamdulillah, Ya Allah, ga berhenti gw mengucap syukur kehadirat Allah SWT, karena di tahun ini gw bener2 mendapatkan pengalaman menakjubkan yang ga gw dapet di tahun sebelum2nya.. Walau, perjalanan hidup gw selama setahun ini ga mulus2 amat, ada naik-turunyya gtu tapi Alhamdulillah senengnya juga banyak jadi seimbanglah...

2 hari yang lalu gw update status di twitter isinya
"Tidak bisa berhenti bersyukur kepada Allah SWT atas sgala nikmat yang telah Ia berikan di tahun 2009 ini(trutama 4 hari terakhir) #thanksGod "

karena emang banyyaaakkk sekali nikmat yang telah Allah berikan ke gw pribadi, keluarga gw, dan teman2 gw...

btw, kenapa judulnya gr3at09???

Jadi, gini ceritanya...ini password SIAK-NG gw klo ga salah menggantikan password lama yang expired (which is menggambarkan kekaguman gw ke
ketua bem ui 2010 yang mana merupakan gebetan gw dulu, maklum jadi maba masih blm punya jaringan yang seluas sekarang jadi pilihannya yg itu2 aja...hehehe XD)
lanjut...

akhirnya gw pilih password gr3at09 dengan harapan nilai2 gw tahun ini naik...aminnn... trus bisa punya aktivitas yang hebat, diridhoi sama Allah dan bermanfaat tentunya bagi org2 sekitar gw di tahun ini:D
password ini cukup unik (secara d SIAK harus ada perpaduan angka dan huruf), selain itu password ini juga gw pake untuk akun2 khusus gw (bukan akun email yang biasanya hal2 yang sangat berhubungan dengan gw, FYI password e-mail yahoo gw adalah nama gebetan gw pas SMP dan sampe skg blm gw ganti -_________-)

and here it is...sepak terjang gw di tahun yang penuh keberkahan dan kehebatan ini "gr3at09" (in no particular order):

1. Tahun 2009, tahun banyak belajar Organisasi
tahun ini Alhamdulillah gw megang amanah di berbagai organisasi dan kepanitian. Mulai di awal taun gw disibukkan dengan kepanitian LIMAS UI 2009 sebagai staf humas internal, di mana gw banyak belajar mengenai dunia kehumasan-internal (sebelumnya gw pernah jadi staf humas eksternal pas acara Comdev Talk), jadi tau dimana kantor jurusan2 di FISIP, gimana cara minjem AJB..dsb.. alhamdulillah juga bisa nambah temen sesama anak FISIP terutama sama anak2 2007.. mulai masuk april-mei, alhamdulillah mendapat amanah sebagai staf departemen kajian dan aksi strategis BEM FISIP UI 2009...hmmm, soal amanah yang satu ini gw benar2 bisa ambil pelajaran mengenai banyak hal, ttg gerakan, organisasi, idealisme, dsb. Walaupun dapat dikatakan pada akhirnya kastrat tahun ini ga bisa memenuhi ekspektasi banyak orang, but I believe it was worth to be learned from the past :D, jadi gw ga menyesal menemukan org2 hebat seperti Tias,Alvin,Juang,Farcil,Wanda (dan teman2 yang ngabur : Aji,Dina,Silvi,Rifqi, dan untuk 2 org yang ga bisa melaksanakan komitmennya, Feri dan Fildzah)
PS : gw masih ngutang bikin jurnal kastrat, doain ya temen2 supaya segera rampung..insya Allah bikinnya dalam bentuk e-book, skalian buat dicetak juga ntar, jadi kalian juga bisa baca tanpa harus beli (emang bakal dijual..hehe)
Tahun ini juga banyak kepanitiaan yang gw ikutin mulai dari Seminar Nasional "Behind the Enemy Lines" KSM Eka Prasetya UI (jadi koor acara..hehehe),
Simposium Nasional Pendidikan BEM FISIP 2009, dimana gw jadi PJ pembicara yang mengkoordinatori semua pembicara seminar hari I yang merupakan org2 hebat semua di bidang pendidikan (ada Prof.Tilaar, Mas Eko Prasetyo, Prof. Paulus Wirutomo, Prof. Soedijarto, dsb..dsb..). Di kepanitiaan ini gw juga kenal banyak orang baru seperti Dhika (kom08, staf adkesma,hpd pemira) dan Arbie (pol09,ketua angkatan FISIP 09), ada juga audry (pol09, ternyata adek kelas gw di cmx) dan sari (kom09 yang sekampung sama mantan menakertrans Erman Soeparno)...dan teguh (yang terakhir gw udh lumayan knal secara dia senior gw di HI...wkwkwk)
Trus lanjut jadi PJ Danus Pelatihan Edukasi Terpadu BEM FISIP UI 2009 (PLANET)
terus terakhir jadi Koordinator Humas, Publikasi, Dokumentasi Voluntary Workshop 2009, yang belum gw selesein sepenuhnya (masih ada tanggung jawab nyebarin sertifikat nih -_______-)

buat yang terakhir ini gw harus bener2 mulai dari 0 ngejalaninnya..secara pengalaman pertama gw jd koor HPD, ga bisa desain, ga tau mesti ngapain, ga ada staf..haeduh...alhamdulillah ada teman2 di sekeliling saya yang bisa dimintain bantuan :D

eits, tahun ini juga ada kepanitian Olimpiade Ilmu Sosial 2009 yang mana gw jadi PJ Finalnya (waw...alhamdulillah acara skala nasional-yang-dulu-pengen-banget-gw-ikutin ini juga berjalan lancar, walau waktunya bertepatan dengan pelaksanaan SIMPOSIUM, alhamdulillah hasilnya menyenangkan : OIS jadi PROKER TERBAIK se FISIP dlm BPM awards,,hehe)

sama bantuin temen gw Natalia Rialucky Tampubolon buat jadi LO pas Indonesian School Debating Championship (ISDC) 2009 selama sehari (padahal gw aja seumur2 cuma ikut 4 kali lomba debat..hahaha, ini lagi LO ISDC skalanya nasional aja gtu...hehehe..alhamdulillah dapet temen baru kayak Virza, SEA, Dida, Qisthi, n Mita)

aaappaaaallaggiii yaaaa???

2. Tahun 2009, tahun banyak belajar Ilmu Hubungan Internasional
yup, tahun 2009 ini pertama kali gw mulai kenal dengan paradigma realis, liberalis/pluralis, dan strukturalis/globalis...tahun ini gw mulai mendalami ilmu yang memang seharusnya gw dalami selama mudah2 an 3,5 tahun masa s1 gw (amin ya Allah), tahun ini mulai banyak belajar untuk tidak ngarang dan tidak sekali2 melupakan belajar saat akan ujian -dengan pengalaman IP gw yang turun semester 2 kemaren =( -
tahun ini gw jadi lebih senang baca buku2 HI dan buku2 atau artikel sosial politik lainnya..mulai suka baca majalah times dan economist (walaupun cuma minjem..hehehe)..mulai coba2 nulis artikel di SINDO dan Kompas (walaupun gagal, hixhix)
tahun ini jadi bisa lebih paham mengenai isu2 yang berkaitan dengan dunia HI, politim luar negeri, dsb dsb, jadi bisa langsung mempraktikan ilmu yang dipelajari dengan mencoba menganalisis berbagai kasus dari sudut pandang HI (maklum calon2 scholar jd harus kyk gini..hehehe)
tahun ini juga jadi ajang pembelajaran bwt gw yang bercita2 jadi diplomat, kegagalan VIMUN membuat gw mempersiapkan hal2 yang berkaitan dengan MUN (tahun depan rencananya ikut WorldMUN doain ya kawan :) dengan lebih matang dan terencana serta realistis...
tahun ini gw juga sangat berbahagia karena ikut SP justru mengembalikan IP saya di angka standar, alhamdulillah...
alhamdulillah...mudah2an IP gw semester ini jauh melampaui target yang udah gw tetapkan...amin...

3. Tahun 2009, tahun belajar Menulis
ya, tahun 2009 ini gw mulai aktif menulis selain diblog, ada juga situs anakui.com
notes juga lumayan, walaupun ga seaktif tahun 2008 yang apa2 gw tulis notesnya..hehehe..tahun ini Alhamdulillah bisa dapet hadiah kaos dari
anakui.com dan sertifika sebagai bukti keaktifan gw..hahaha. dan sempet jadi kandidat blog terfavorit di BLOGAN prambors 2009 (sayang gw ga menang =( )
gara2 keaktifan gw nulis di dunia maya inilah yang akhirnya membawa
gw ikutan #pestablogger2009 (diajakin sama kak ilman akbar, ownernya anakui.com)
eh, terus bikin kajian di kastrat ttg citizen journalism yang sampe saat ini masih jadi inspirasi buat Alvin..hahaha
selain itu, karena gw bergabung di divisi Media Jurnalistik Islam FSI FISIP UI, taun ini tulisan gw dimuat 2 kali di miniEmbun (semacam Qawat dan Buletin Jumat klo di IC) dan EmbunSpesial Maba...duh, masih ada proyek besar lagi dari MJI yakni SuperEmbun, doakan berhasil ya kawan2.. hehehe
mudah2an tahun 2010 gw bisa mewujudkan mimpi gw : memajang tulisan di koran2 terkemuka di tanah air..amin ya Allah...

4. Tahun 2009 Tahun Belajar Berteman
ya, teman2 baru di tahun 2009..jadi banyak kenalan..selain ikut2 kegiatan BEM dsb dsb, mulai belajar berteman dengan anak2 gerakan (ikut menggema), aktif di
anakui.com, kenal sama anak2 FISIP yang lain lewat berbagai kepanitiaan dan organisasi, kenal sama teman2 debat dari EDS UI dan negara lain pas ikut GSDC (dimana gw menemukan makhluk tuhan dari NUS dan UPM yang cukup menarik perhatian gw..hahaha), dan tahun gw mengenal lelaki-yang-pantas-gw-kagumi (kali ini beneran!life time warranty)hehehe
yup, mulai belajar berteman dengan lawan jenis khususnya dalam batas2 normal. Belajar buka koneksi, belajar temenan sama orang yang beda banget kulturnya (anak2 BEM khususnya), belajar berteman dengan siapa saja yang mau saya temani...

5. ahun 2009 Tahun Belajar Bersyukur
yup, sebagai penutup tulisan ini, gw bisa bilang 2009 ini tahun dimana gw belajar bersyukur. dikasih nikmat, karunia, dan anugrah tiada terkira dari Allah SWT, mulai dari nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat sehat wal afiat, nikmat kecerdasan, nikmat pergaulan, dan nikmat materi...ya Allah... terimakasih banyaaaakk untuk nikmat2 ini...semoga tahun 2010 nanti engkau akan memperluas, meperbanyak, memperhalal nikmat2 ini....diberikan kesehatan kepada seluruh keluarga, diberikan kelapangan dalam urusan pendidikan (eits, tahun ini gw juga mulai kerja sambilan sebagai tutor di BBI Salemba Plus Citayam lho..hehehe, alhamdulillah), pekerjaan, dan percintaan (lho?)
yang terakhir mungkin semoga gw semakin memberi manfaat buat orang2 sekitar gw, nusa, bangsa, dan agama gw...amin...ya rabbal alamin...

sekian refleksi tahun 2009
semoga tahun 2010 bisa jauh lebih menyenangkan dari tahun ini

wassalamualaikum wr. wb.

:)

Read More

Depan Gapura Brgfest *eits itu siapa yang gw foto?numpang2 gaya aja..hehe*



REOG MASIH TETAP MILIKINDONESIA


OLD SCHOOL MODEL in TOWN
awalnya, cuma mau ketemu sama Alvin buat ngomongin persiapan beliau buat bidding.
eh, keterusan menikmati festival seni dan pertunjukkan dari berbagai daerah : angklung, reog, band, dll.
ada banyak makanan di bragfest 2009.
ketemu temen baru. temen2nya Alvin, ada Dwi (pertambangan ITB), Aul (Telekomunikasi ITB), Saladin (TG ITB). ada juga Upi anak Psiko 09, tmennya alvin..
nambah pengetahuan mengenai tempat2 oke di BDG.yeah...
=)
Read More







Read More

Assalamuaikum wr.wb.,

Hey All! udah lama tak jumpe dengan kelian semuanye...ahahahaha
Awak baru pulang dri Malaysie
ada lomba debat disane
But, awak ndak ikut debatnye...awak nak jadi adjudicator saje lah,,

ahahahaha

virus habis pulang dri Malaysia

udah 2 minggu yang lalu sih

ceritanya bgini...

diawal bulan Agustus yang lalu ada tawaran dari Edi Saputra, anak FE/Manajemen '08, yang juga anak EDS buat ikutan Great Serdang Debate Championship (GSDC) di Malaysia. Waktu itu tgl 21 Agustus harusnya..Awalnya gw sebagai anggota EDS non aktif ga terlalu tertarik ikutan...eh, setelah ada kesempatan (ada temen gw yg tdny mau ikutan , Muthia, sastra perancis'08 ga jadi ikut, ngundurin diri)..akhirnya jadi deh gw masuk ke tim...sayangnya, acaranya diundurin, ga jadi diadain bulan agustus..gara2 wabah H1N1 yg waktu itu lg heboh2nya di Malaysia...akhirnya diundur deh sampe bulan Desember kmrn...Personel EDS yg ikutan pun berubah...

akhirnya, inilah delegasi EDS yang dikirim buat GSDC :
1. Edi Saputra FE 2008
2. Irene Severina FISIP 2007
3. Riza Aryani FISIP 2008
4. Emirza Adi Syailenra FISIP 2008
5. Natalia Rialucky FISIP 2008
6. Lesly Gisjbert FISIP 2008
7. Labibah Qotrunnada FMIPA 2008
8. Avina N. Widarsa FISIP 2008
9. Felicia Halim FASILKOM 2008

ini baliho yang SAMPE SEKARANG masih dipasang di depan stasiun UI

semua anak FISIP yg ikut adalah anak HI...kekekekekek

jadi, GSDC ini adalah lomba debat tahunan yang diadain oleh Kolej Ketiga, Tun Dr. Ismail, Universiti Putra Malaysia...

yeah, kita ber-9 mulai tgl 4-8 Desember 2009 berada di Malaysia buat ikut lomba itu...Semua biaya yang dikeluarkan murni dari kantong pribadi, REKTORAT GAK NGASIH DUIT SAMA SEKALI dengan alasan : gak ada di RKAT EDS
ya udah lah...the show must go on...ahahahaha

Ceritanya mulai tanggal 4, gw masih pusing2 urus Voluntary Workshop...trus pagi2nya pake dapet assestment pahit dri Pak Boer Mauna ttg publc speaking (yeah, hari itu adalah hari simulasi diplomasi yang pertama, and i didn't make it well..huaaa)
ya udah deh betelah gw habis itu...mana sempet ada miskom (atau emg gw yg ga dikasih tau) krn trnyata riza, emir, lesly, and ria semua berangkat dr rumah ria habis simdip..yah, gw juga emang mau naik mobil sndiri sih...diantarkanlah saya sama Bapak habis sholat jumat ke bandara Soeta (melalui jalan belakang serpong-tangerang-cengkareng). Nah, di mobil gw udah kebeeellleeeettt bgt kencing, gw kira perjalanan Bintaro-Bandara ga macet..eittrnyataaa...huaaa..gw nahan pipis ampe marah2 gtu ke bokap..ampe nangis..ahahaha..saking sakitnya...akhirnya nyampe di terminal 2 lgsg cr wc...huah..lega... (Ga penting yah, tapi cerita ini masih nunjukin gw SANGAT LABIL, habis dikasih assestmen buruk efeknya merambat kmana2)

trus, lgsung check in dulu...nyokap gw kan bela2in dtg dr kantor buat nganter anak sulung tercintanya ini (halah, trus gw samperin deh bonyok gw di luar...baru masuk lg setelah dikasih bekal hamburger A&W yang akhirnya dihabisin sama Emir...hahaha...
wuah, waktu itu gw takut bgt ketinggalan pesawat...setelah urus2 imigrasi dan jalan jaaauuuuhhhh bgt ke gatenya...naik juga gw ke pesawat air asia AK 385....
dan setelah 2 jam perjalanan, sampailah kami ber5 (edi,eru,irene, n feli udah duluan paginya)...sampailah kami di LCCT (Low Cost Carrier Terminal), terminal khusus penerbangan MURAH di Kuala Lumpur International Airport...

sampe disana

udh ada anak2 UPM nungguin,,wuah ternyata mereka udah nunggu kira2 1 jam...

bgmana cerita selanjutnya?
tunggu di postingan berikutnya...

salam ^^
Read More
Teman2, sekarang kan udah mulai musim hujan nih...kalo kata pepatah "Sedia Payung Sebelum Hujan"...Artinya kita disuruh siap2 sebelum terjadi hujan yang mungkin bisa menghambat aktivitas kita..Nah, musim hujan bisa dibilang juga identik sama satu bencana (yang seringnya terjadi akibat ulah manusia) yakni banjir... Eits, bukan cuma banjir aja lho...taapi juga bisa jadi tanah longsor dan badai yang membahayakan bagi kita... Belum lagi lempeng tektonik di Indonesia yang katanya sih masih belum stabil sehingga mungkin satu saat bisa kejadian lagi gempa dan tsunami kayak waktu di Padang oktober lalu dan Aceh pada tahun 2004.

Berangkat dari rawannya daerah kita dengan bencana alam tersebut, SOSMAS BEM FISIP UI mengajak teman2 semuanya untuk mengikuti acara "Voluntary WorkshoP"

Apaan sih emang acaranya?

Voluntary Workshop terdiri dari 3 rangkaian acara :
1. Seminar Umum
tentang bagaimana menghadapai bencana, apa saja yang harus kita lakukan jika terjadi bencana, dan hal2 lain tentang mitigasi bencana...selain itu ada juga pakar yang akan berbagi pengalaman mengenai kegiatan kerelawanan dan hal2 yang berhubungan tentang tanggap bencana...

Pembicara : Bu Yayan (Pusat Krisis Psikologi UI), Dr. Mondastri (Pakar di bidang kerelawanan)

hari Rabu/2 Desember 2009
@ AJB, Gd. F lt. 2, FISIP UI

Terbuka untuk umum : ada sertifikat dan makan gratis lho buat yg dtg... XP

2. Workshop khusus bagi teman2 yang sudah mendaftar dan terpilih menjadi tim tanggap bencana FISIP UI...Berisi tentang pengetahuan dasar sebagai relawan dan latihan praktek di lapangan...Sharing2 pengalaman dari para volunteer...diisi sama PMI dan lembaga2 lain yg terkait

hari Jumat/4 Desember 2009
@Kodel, gd. C lt. 2 FISIP UI

3. Pengabdian masyarakat...
dilakukan di bantaran sungai Ciliwung, khusus buat temen2 yg sudah terpilih menjadi tim tanggap bencana FISIP UI...acaranya ada baksos, community development, dll.

hari Sabtu/5 Desember 2009

Jadi,,, ayooo semua ikutannnn... Kalo mau jadi tim tanggap bencana langsung aja sms nama/jurusan/angkatan ke 08988176335
kamu bisa jadi orang yang terpilih untuk menjadi bagian dari tim yang akan diterjunkan langsung oleh FISIP jika ada bencana,kamu juga akan diapresiasi dengan mendapatkan transkrip non akademik lhoo...

Tapi, kalo mau ikut seminarnya aja juga gapapa kok X)

dateng yaaa...kami tunggu kedatanagan kalian di acara
Voluntary Worshop

"Stop Talking, Start Acting"
Buktikan Kamu Peduli dan Komitmen
-more info Vina 02197845017-
Read More
Pagi ini gw blum tidur
karena habis nonton 2012
limpahan berkah dari Raisha...hehehe

eits, kamu mau tahu sesuatu?
tentang gebetan baruku...

dia bukan anak alim yg slama ini gw suka
even, he is a coffee and smoke addicted
gw juga ga yakin dia sholat 5 waktu

bener2 bukan tipe-gw-bgt deh

cuma WAJAHnya emang ganteng
bodynya mantaps (atlet gtu lho)
dan yg gw suka

dia punya KARAKTER

sesuatu yg ga gw dpt dr gbetan2 gw sebelumnya

dan tetap

gw menjadi STALKER (LOL)

untung account FB-Twitter-Plurknya ga di protect


ehehehhehe
Read More
gw ga tau mau ngomong apa

tapi pertama2 I would say ALHAMDULILLAH

Latihan berat selama sebulan ini gak sia2 =)

atlet taekwondo FISIP dapet juara umum asteroid 2009...

yuhuuu


dan gw

pun dapet


EMAS



alhamdulillahhh

karena ga ada lagi yang turun selain gw XP

malu juga sebenernya gw ngaku...hehehehehehe

bahkan sampe gw harus pake dobok dan cuma sendirian di podium

MALU!hehehehe

mudah2an taun dpan ada lawannya deh...ehehehhehe
Read More
assalamualaikum wr.wb.

HARD-WORK DAY

morning @ 7 am,
being MC of "Diskusi Pergerakan" session on PDKT - supposed to be Alvin in charge, but I HAVE TO help him because he certainly could not HANDLE ALL OF the session-
then I met a charming guy, and his initial (again) I...
so, it supposed to be 4 guy whom I admired so much...ehehehhehe
but he is a smoker =(

afternoon @11.30-14.00
being a SWEEPER/LOing the 2009 in TKHI outbound session..
tired, but happy hehehehe
the usual-ritual
marah2-bentak2-nyinggung2 hal ga penting
dan anak 09 masih nganggep ini beneran
hehehehe :D

Journalympic @ 14.30-15.00
PSJ, watching FISIPERS' seminar (held in corporation with Depkominfo, the afternoon session was boring I though, and my junior high friend (anka and his brother) was PLAYING MUSIC,,,yoohooo)...met Dinda, talk about VW and also Mansyur

MEASURING MY HEIGHT @ 15.30-16.00

yohoooh... bsok ga tanding gw udah dapet EMAS
NYARIS aja BB gw melampaui batas atas kelas middle, kira2 0,3 kg lagi bablas ke kelas HEAVY gw..but Thanks God, walaupun udah latian 3 kali dan ga tanding yg penting dapet emas...ehehehehe


FISIP CHAYO!gw yakin BESOK will be a great day for TAEKWONDOIN FISIP!

wassalamualaikum wr.wb.
Read More
kmaren habis latihan taekwondo
buat asteroid 2009
tandingnya hari minggu ini
doakan yang terbaik ya kawan =)

walaupun sampe sekarang lutut gw masih pegal2 gara2 pemanasan yang-gitu-deh
gerakan2 yang-juga-gitu-deh
yah, smoga saja tidak menghambat aktivitas hari ini:
ke rektorat (GSDC-an), MJI-an :), SBAL-an, Kuliah, dan ngerjain proposal VW.

dan tugas gw pun menumpuk-puk-puk
presentasi POLIN (HARUS BAGUS!)
outline makalah THI
review HUMIN
makalah OI
makalah HUMIN
makalah dipmod


ouccchhhh

satu hal yang gw skg yakinin : Allah tahu apa yang terbaik buat gw, mungkin nilai gw gak bisa sebagus Ria, Sri, Nico, dll. Tapi, yang skg mulai gw tanamkan (kembali) "Jadilah yang terbaik buat diri lo, dan berDOA berharap dapat (nilai) yang TERBAIK), percaya HARAPAN itu MASIH ADA"

Go For CUM-Laude !yeah :)
Read More
Not more than 30 minutes ago, I suddenly visited Ministry of Foreign Affairs website (after finishing my 'tasks' and send them to Aida, Ruska and Emir-the laast one, really a task). On that website I found that, the result of employee requirement was announced. Certainly, I go straight open the link and found nothing but the registered numbers of the new employer who got selected. Then, I straightly go to facebook pages and found that some of my seniors DID become a part of Indonesian MOFA. They are Pandu, Ainan (2k5), Chron, Olyn, Togi(2k4) and some of 2k3s....
Congratz for all!

In mean time, I made some consideration....will I be a part of them?

I don't know what Allah plans, I hope it's strive for the best....
I hope my POLIN score more than B+
I hope I can be one of selected exchange student to US
I hope I can make my next summer in France (LOL)
I hope my proposal goals in DIKTI
I hope I can graduate with Cum-Laude

and

I hope I can be a part of Indonesian Ministry of Foreign Affairs....

But, the important one

I success in every-day-life, bring benefits for other people, my family, my fellows, my country, and my religion...

living happily with my family-long life time-and married to a perfect men <3
amin...


amin....

amin....


it starts from now on, my goals and passions still exist eventhough many other jobs catching my eyes

yes, I DO still have a passion on it...

God Bless Me...amin
Read More
this is michael buble's song

i love this song

very much

not to mention, this song successfully make my mind full of it

very nice

explain what i am feeling until today...

yes, i guess i havent met you yet =)

object width="560" height="340">
Read More
assalamualaikum wr.wb.

dan tiba saatnya
roda kehidupan gw berputar
mencapai titik terendah
dalam kehidupan akademis

gw pikir gw termasuk 30 orang beruntung yang "lolos" SKBM > 60,,,ternyata
nilai 42 dari 100 (too bad!)
gara2 dosen saya "tidak mengerti apa yang saya tulis"
siapa yang salah? gw kah? atau Mas Buyung yang emang ....
pertanyaannya : Jelaskan mengapa power relationship itu penting dalam POLIN dan apa perbedaan hal tersebut di tingkat makro dan mikro?
apakah gw salah menerjemahkan hal tersebut menjadi power relationship, padahal yang dimaksud mas Buyung itu POLIIN?
gak ngerti juga gw...
sutralah-skali ini saja-ga boleh diulangi lagi

yah, ini momen yang tepat buat introspeksi diri gw
harus lebih menghargai kepintaran orang lain
ga boleh sombong
tetep tawadhu
harus bisa berbagi

dan FOKUS

eat, study, and PRAY

smangat :)

wassalamualaikum wr. wb.
Read More
assalamualaikum wr.wb.

after long time no writing about my life at HI UI. then I post this writing just to share what I got from potluck 2009. it was very NICE, I enjoyed the show very much. Big appreciation and gratitude hereby I send to all of HI 2009 members.
Although, being one of the committee was such hard to do (even I was the Coordinator of Public Relation-Documentation-Publication/HPD) and some of my staffs did not work well (i almost cried when I know many things to do that I should handle ALONE). But, thanks God, many peoples help me...some friends of mine did take care some of my jobs, although at the day I used to handle the screen and also camera (whoops, the handy cam can not work perfectly because there was technical mistakes-the empty battery-) and I had to take care the guest receptionist, sitting place,and so on...
For me, the 2009 performance was such a great performance, despite the length of the drama, I think it is greater from 2008 performance. Isabella performance (Garry) was sucessfully made me sattisfied..wkwkwkwkwkwk. The introduction itself, with their 'private greeting' have sucessfully made me laugh (rofl).
and there were some mistakes when I handle their slide, I supposed to put some of their name correctly in the order. In fact, I even did not know the order had been changed, so who's wrong?
But, I quite dissapointed, because many of the lecturers did not come ( I know this was my fault that I did not gave them the invitation letter by individual)...Last, I thank to God that this event was held sucessfully in spite of many works that still I had to do : transfer the Mini DV, certificate (oh, please!) and many tasks to do...humph...

PS : I sent him a SMS, inviting him to join the show, and he DID come =)

wassalamualaikum wr.wb.
Read More

Citizen Journalism, merupakan istilah yang lazim kita dengar sebagai bentuk jurnalisme baru di era teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Citizen journalism sendiri dapat diartikan secara harafiah sebagai “jurnalisme penduduk”. Dalam Oxford Dictionary, Journalism diartikan sebagai “work of writing for newspapers, magazines, television, or radio”. Citizen sendiri diartikan sebagai “person who has a rights as a member of a country, a person who live in town or city”. Dari dua definisi tersebut, maka citizen journalism dapat didefinisikan menjadi, person who live in town or city that work in writing for newspapers, magazines, radio, or television. Kenyataannya, definisi tersebut dapat penulis katakan sesuai dengan konsep citizen journalism yang berkembang saat ini.

Menurut Shayne Bowman dan Chris Willis citizen journalism didefinisikan sebagai “…the act of citizens playing an active role in the process of collecting, reporting, analyzing, and disseminating news and information”.[1] Hal ini jauh berbeda dengan konsep jurnalisme pada umumnya, yang merujuk pada “pekerjaan”, konsep citizen journalism lebih kepada “aksi yang tidak dipaksakan”. Selain itu, media yang sering digunakan dalam citizen journalism justru bukan koran, majalah, radio ataupun televisi, namun media internet. Citizen journalism atau yang bisa disamakan dengan public, participatory, democratic journalism , menurt D.J. Lasica menggunakan media yang berbentuk partisipasi audiens (seperti komentar pembaca, blog pribadi, foto atau video yang menggunakan kamera handphone, berita lokal yang ditulis oleh penghuni sebuah komunitas), situs berita independen, situs berita yang sepenuhnya berasal dari kontribusi partisipan, situs media kolaboratif, “thin media” (mailing lists, email newsletters) dan situs broadcasting pribadi.[2] Jadi, jelas perbedaan mendasar antara citizen journalism dengan jurnalisme pada umumnya terletak di media yang digunakan dan contributor atau partisipan dari kegiatan tersebut.

Munculnya ide citizen journalism ini sendiri sebenarnya berangkat dari kekecewaan jurnalis profesional pada mainstream media yang dirasa tidak cukup memenuhi gambaran representatif dari berita yang berimbang. Akhir dekade 1980an merupakan awal pergerakan citizen journalism yang moderen. Hal ini merujuk pada semakin terbukanya kesempatan secara luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif di media (adanya surat pembaca, opini, dan lain sebagainya). Di tahun 2000an kini, citizen journalism semakin berkembang pesat, terutama setelah terjadi peristiwa tsunami di Aceh yang menewaskan lebih dari 100.000 orang. Banyak korban selamat yang merekam peristiwa tersebut, seperti video fenomenal dari Cut Puteri yang sering ditayangkan di Metro TV pada waktu itu.

Berkembangnya dunia open source merupakan pendukung utama dari berkembangnya citizen journalism. Blog, situs-situs komunitas, forum, social networking website, milist dan lain-lain semakin membuat kesempatan interaksi people to people menjadi mudah. Itulah yang menjadi modal bagi perkembangan citizen journalism, partisipasi dari masyarakat secara voluntary yang melaporkan sebuah berita, menulis pendapat, mengomentari berita, dan lain sebagainya. Sekarang, batasan antara konsumen dan produsen media menjadi semakin kabur, sebab dengan adanya citizen journalism masyarakat yang tadinya bisa dianggap sebagai konsumen sekarang malah menjadi produsen berita itu sendiri. Hal ini tentu saja semakin mengancam eksistensi media mainstream. Oleh karena itu, para pemilik media mainstream kemudian mencari cara untuk menjadikan citizen journalism sebagai modal untuk memperluas media mereka, seperti yang dilakukan oleh grup kompas yang mendirikan kompasiana.com selain situs mainstream kompas.com.

Terancamnya eksistensi media mainstream tersebut lebih disebabkan karena citizen journalism yang berbasis dunia open source lebih disukai oleh masyarakat. Kemudahan untuk mengakses internet, terbukanya interaksi antara pembaca dan penulis, tidak adanya gap antara pembaca dan penulis, bebasnya tulisan atau berita yang dimuat, menurut penulis adalah sejumlah alasan mengapa citizen journalism ini semakin diminati. Selain banyak diminati, perkembangan citizen journalism juga menuai banya kritik terutama yang berasal dari media profesional. Vincent Maher, kepala New Media Lab di Rhodes University, mengemukakan tiga hal yang dikenal sebagai "three deadly E's", yakni ethics, economics and epistemology sebagai kelemahan dari citizen journalism. Isu lain yang menjadi kritik dari perkembangan citizen journalism adalah isu regulasi.

Di dunia citizen journalism yang sangat bebas mungkin masalah etika menjadi nomer sekian, yang penting substansi informasi dan berita dapat disampaikan. Namun, pada beberapa web citizen journalism sudah ada mekanisme pengawasan yang mengatus masalah etika tersebut. Sedangkan, untuk blog pribadi, microblogging, forum, milis, ataupun social networking website, mekanisme pengawasan lebih dilakukan oleh person to person. Masalah ekonomi juga penting untuk disorot mengingat konsep citizen journalism adalah kegiatan yang voluntary, namun dalam operasionalnya juga membutuhkan biaya untuk itu. Penulis sendiri berpendapat boleh-boleh saja web atau blog pribadi yang berbasis konsep citizen journalism berorientasi profit selama tidak mengganggu isi dan substansi tulisan ataupun berita yang disajikan. Masalah tata bahasa (epistemologi) juga menjadi fenomena tersendiri dalam citizen journalism. Dalam sebuah artikel dari The Jakarta Post yang berjudul “messing with letters” dikemukakan seorang gadis “alay” bernama Ophi A. Bubu sampai harus di banned dari facebook sebab bahasa yang digunakan sangat mengganggu mata orang-orang yang melihat. Inilah yang menjadi masalah cukup serius yang penulis lihat dalam perkembangan citizen journalism, namun hal ini ternyata tidak begitu banyak berarti sebab partisipan ataupun kontributor dari citizen journalism sendiri dapat dikatakan merupakan orang yang memilki kapasitas intelektual yang tinggi mengingat mereka dapat menggunakan internet sebagai medianya. Jadi, masalah epistemologi mungkin tidak akan terlalu menjadi beban. Terakhir, masalah yang paling krusial adalah masalah regulasi. Belum adanya peraturan pemerintah yang mengatur dengan jelas tentang konsep citizen journalism merupakan suatu kontradiksi apabila kita melihat kasus Prita Mulyasari yang terekspos oleh media mainstream karena pelanggaran UU ITE.

Kontribusi para citizen journalist dalam kasus ini cukup signfikan sehingga Prita yang tadinya dijerat dengan hukuman yang tidak ringan itu bisa bebas dari penjara. Di sini kita juga bisa melihat bahwa antara citizen journalism dan media mainstream ternyata juga memiliki rasa saling ketergantungan, selain rasa persaingan. Tak jarang media mainstream merujuk beritanya pada berita atau isu yang ditampilkan dalam bentuk citizen journalism, sementara media citizen journalism juga membutuhkan media mainstream dalam perkembangan dan publikasinya. Namun, sayangnya media mainstream masih merasa lebih superior daripada media citizen journalism. Hal ini tebukti dari tidak dimuatnya rujukan dari sumber-sumber berita yang didapatkan, padahal tidak jarang media mainstream merujuk pada media citizen journalism sebab media citizen journalism lebih cepat menginformasikan kepada khalayak seperti kasus anakui.com yang lebih cepat menginformasikan mengenai pembekuan yang terjadi di BEM UI ketimbang republika.com ataupun detik.com. [3]

Tidak diperbolehkannya rujukan dari media citizen journalism juga merupakan kritik penulis terhadap bentuk rujukan bagi penulisan ilmiah. Dianggapnya media citizen journalism yang kurang ilmiah merupakan satu kesalahan yang menurut penulis tidak dapa digeneralisir. Memang, ada beberapa media citizen journalism yang ditulis dengan asal-asalan tanpa memberi rujukan ilmiah. Namun, selayaknya media citizen journalism yang bermanfaat dalam menyebarkan informasi dan pengetahuan seperti Wikipedia.com seharusnya bisa dijadikan sebagai sumber rujukan. Sebab, dalam situs-situs seperti Wikipedia tersebut informasi mengenai suatu hal bisa jadi lebih akurat dan aktual ketimbang yang ada di buku atau media mainstream. Oleh sebab itu, penulis sangat mendukung adanya upaya penyeimbangan kedudukan antara media citizen journalism dan media mainstream.

Poin penting lain yang dapat dilihat dari citizen journalism adalah media citizen journalism bisa kita jadikan sebagai alat pergerakan mahasiswa. Selama ini, mungkin terkesan media mainstream yang penuh dengan berbagai kepentingan tidak dapat mengakomodir kepentingan pergerakan mahasiswa. Maka dari itu, saatnya kita memanfaatkan media citizen journalism sebagai alat pergerakan kita. Tidak hanya terbatas pada facebook, namun kita bisa mencobanya dengan hal-hal lain seperti membuat blog khusus mengenai pergerakan mahasiswa, menulis di berbagai website komunitas seperti anakui.com untuk menyebarluaskan isu yang sedang diperjuangkan, menulis di website citizen journalism yang besar seperti kompasian.com ataupun blogdetik.com, menyampaikan pandangan, perasaan, dan ide melalui forum atau milis, serta menyampaikan foto atau video di youtube, flock, dan lain-lain. Hal ini merupakan poin plus bagi para aktivis mahasiswa apabila mereka menyadarinya.

Dari paparan di atas dapat kita simpulkan bahwa perkembangan citizen journalism sudah sedemikian hebatnya. Citizen journalism telah membawa keuntungan bagi kita masyarakat umum untuk berpartisipasi menjadi bagian dari proses produksi berita. Namun, sayangnya pengakuan terhadap keberhasilan citizen journalism ini masih sangat minim, bahkan dianggap sangat skeptic dan pesimis oleh media mainstream. Oleh karena itu, saatnya kita buktikan the power of media berpihak pada pihak yang memang benar-benar menyuarakan aspirasi ataupun berita dengan jujur dan apa adanya melalui konsep citizen journalism.



[1] http://lunjap.wordpress.com/2008/06/03/citizen-journalism-sebuah-fenomena/

[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Citizen_journalism

[3] http://www.anakui.com/2009/08/24/tanggapan-bem-ui-dan-rektor-ui-terhadap-surat-pembekuan-bem-ui/

Read More
calon ketua dan wakil ketua BEM UI 2009


Imaduddin Abdullah


dan


Choky Ramadhan

gw bukan tim sukses, hanya partisipan...hehehehe
X)
Read More
minggu UTS

THI-1 besok take home, asdos nyebelin (abi2006)

sekarang harusnya belajar polin ari bukunya robert jackson di googlebook, eh malah nge blog...

proyek pimnas gmana nih imanusman? gw sms aja deh

o,ya blum nyiapin perlengkapan buat global ugrad (udah ada surat rekomendasi, tapi masih blm tau nilai TOEFL. smoga mnyenangkan :)

pengen apply NTUMUN

hoooaaaa


pengen banyaaaaakkkk


dan dia sms gw 2 hari beturut2

dan gw ga tau apa yang ada di pikiran dia

tentang gw

sekarang


saat ini



atau 10 taun lagi
Read More
mari beramai2 belajar

jangan nyontek ya teman

usahakan bulpen terisi penuh, tangan disiapkan untuk menulis 4 halaman folio, tip-ex, dan KRS jangan lupa dibawa

usahakan berdoa sebelum dan sesudah ujian

jangan lupa pelajari semua bahan dan kisi2 yang akan keluar

semoga berhasil


wassalamualaikum wr.wb.
Read More
hari sabtu malem gw mimpi.....


gw menikah......

sama siapa?


sama teman gw yang namanya hampir mirip, yang gw pernah numpang tidur di rumahnya, yang orasinya dahsyat, yang pernah nawarin gw jadi selingkuhannya, dan yang nge ROKOK....

Oh, gosh....itu mimpi ga banget....

bahkan di mimpi itu seseorang yang lagi gw suka nyalamin gw buat ngasih selamat.....


huhuhuhuhuu

mirisss banget rasanya....
sumpah ini mimpi buruk banget....
walaupun sebelumnya gw juga pernah mimpi nikah (dengan orang yang gak gw kenal)
tapi ini aneh bangettt
masa gw nikah di bawah umur 20 tahunn???/


husshshhhh...ya udah mungkin ini peringatan dari Allah agar gw ga usah terlalu mikirin orang itu lagi....

saya berlindung dari godaan syetan yang terkutuk...
Read More
Ser Imam, guru bahasa inggris saya di SMA sekarang sudah resmi menjadi orang tua dari anak perempuannya yang lucu bernama Adzra Sekarsari Abidah....

Wooowww, ga ngebayangin seorang guru metal yang dari dalam kamarnya suka terdengar musik2 rock n roll, bisa menikah dengan seorang bu Rizka yang sering nongkrong di masjid waktu dhuha, dan sekarang mempunyai anak perempuan yang lucu....

oke deh, selamat buat Ser Imam dan Bu Rizka
mudah2an anaknya bisa menjadi anak yang sholehah, cerdas dan berbakti pada orang tua, bangsa dan agama...


-hhee
Read More
Assalamualaikum Wr. Wb.

Jumat kemarin, tepatnya tanggal 16 Oktober 2009, saya bersama Azar dan Tita melancong ke almamater, mantan SMA kami dahulu...y, sekolah yang sampai saat ini masih saya banggakan, dan saya sangat bersyukur diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menempuh pendidikan selama 3 tahun di sana....Insan Cendekia Serpong....

Kedatangan kami ber3 berawal dari niat baik saya dan Azar (upps ga boleh riya vin...) untuk membantu adik2 saya angkatan NOZOMIKA, yang katanya menghadapi kesulitan dalam menempuh jenjang pendidikan tinggi. Sekilas, dapat saya jelaskan, bahwa sejak tahun ajaran 2007/2008, DEPAG yang mengatur operasional IC mengembalikan fungsi IC kepada khittahnya, yakni dengan menggratiskan seluruh biaya pendidikan dan asrama serta makan bagi ke-120 siswa beruntung yang bisa masuk IC dan menerapkan sistem kuota 80% untuk anak pesantren-madrasah, dan 20% sisanya untuk SMP umum... Akibat perekrutan yang tidak memenuhi-standar-kelayakan-minimal-hidup di IC tersebut, golongan kaum menengah ke bawah cenderung mendominasi strata ekonomi-sosial siswa baru tersebut... IAIC sebagai ikatan alumni-yang-belum-bekerja-efektif menyangka bahwa dengan keadaan tersebut siswa2 dari angkatan NOZOMIKA diprediksi tidak akan banyak yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi akibat tidak ada biaya. Oleh sebab itu, saya dan Azar berinisiatif untuk datang ke IC dan memberi sedikit penjelasan kepada bu Rini bahwa di UI, mereka bisa kuliah tanpa harus memikirkan biaya (semoga saja)....

Ternyata, oh ternyata....niat baik kami ini direspon dng positif oleh Bu Rini. Namun, beliau mematahkan asumsi bahwa anak2 Nozomika ada yang tidak mau melanjutkan kuliah....Hal itu terbukti dari kuesioner yang saya baca, semua anak NOZOMIKA menuliskan semua pilihan untuk tujuan kuliahnya....dan yang lebih bikin surprise buat saya mereka tahu apa yang mau mereka masuki, melalui jalur apa, dan apa profesi yang mereka tekuni nantinya....bahkan, dari kuesioner tersebut banyak jurusan2 asing di telinga saya sewaktu SMA yang mereka tulis seperti arkeologi, kriminologi, adm.negara, astronomi,oseanografi,dll. Wah, salut banget buat Bu Rini yang mampu mengubah paradigma anak2 nozomi yang tadinya ga kepikiran untuk kuliah menjadi semangat buat kuliah, terutama buat ngincer beasiswanya X)

Pelajaran yang bisa saya ambil dari peristiwa di atas adalah IC masih tetap seperti yang dulu, dengan semangat siswa2nya untuk meraih masa depan yang lebih baik, komitmen guru2nya dalam mendidik siswa2nya menjadi siswa berprestasi (dan tahun ini mereka mengirimkan 6 orang siswa untuk mengikuti olimpiade tingkat internasional), serta yang paling penting mengajarkan saya untuk dapat tetap survive di tengah kerasnya tantangan kehidupan....

saya bangga menjadi alumni IC :)
Read More

entah apakah lama atau sebentar lagi,
semua rasa akan pudar..

rasa ini,
entah suka,
entah sayang,
atau cinta..

semua rasa itu pada saatnya nanti pasti akan pudar..

entah hati ini berbohong tentang rasa,
mungkin sebenarnya rasa ini tidak pernah ada..

karena semuanya akan pudar..
seperti kenangan..

akankah rasa ini pudar suatu saat? entah rasa apa yang ku alami..


taken from http://ordinarypeople.tumblr.com/ (tumb log adeknya suriii)

Read More
If you wanna know me better, lets check it out!

Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties. (AMIN...)

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You are not looking merely for a girl/boyfriend - you are looking for your life partner. Perhaps you should be more open-minded about who you spend time with. The person you are looking for might hide their charm under their exterior.
(HO? harus lebih open minded?)

Your readiness to commit to a relationship:
You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.(kapan???10 taun lagi X)

The seriousness of your love:
You are very serious about relationships and aren't interested in wasting time with people you don't really like. If you meet the right person, you will fall deeply and beautifully in love.(definitely RIGHT)

Your views on education
Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can. (bener gilaaa....)

The right job for you:
You have many goals and want to achieve as much as you can. The jobs you enjoy are those that let you burn off your considerable excess energy. (yeah, i am so workaholic)

How do you view success:
You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying. (yes, it is...so don't stop my path on becoming a diplomat...hehehe)

What are you most afraid of:
You are afraid of things that you cannot control. Sometimes you show your anger to cover up how you feel.(i think so)

Who is your true self:
You are mature, reasonable, honest and give good advice. People ask for your comments on all sorts of different issues. Sometimes you might find yourself in a dilemma when trapped with a problem, which your heart rather than your head needs to solve.
Read More
*copied from Muslim_Mindset@yahogroups.com

Staying single









Q. Is it true that marriage constitutes one half of our faith? How about people who do not get the opportunity to get married? I have an aunt who never got married simply because the offers of marriage she received when she was young did not meet her expectations. She did not feel that she would be comfortable with anyone. Does this mean that she is at fault from the Islamic point of view?





Nothing in the Quran or the Hadith speaks of marriage as constituting one half of our religion. Yet this notion is commonly held throughout the Muslim world. Wherever you go in Muslim countries you hear it as an accepted fact. So, where does it come from?

One Hadith reported by Anas ibn Malik quotes the Prophet (peace be upon him) as saying: “When God grants someone a good wife, then He has helped him with one half of his religion. Let him remain God-fearing in attending to the other half.” (Related by Al-Tabarni and Al-Hakim.) When you carefully examine the wording of this Hadith you realize that it gives a totally different concept from the common notion. It does not speak of marriage as a concept, institution, or common practice. It speaks of a good wife, which means one who is devout, loving, attends to her duties and takes good care of her family and home. Yet having such a wife is not half the religion. According to the Hadith, she represents God’s help in attending to one half of the religion. She helps her husband in steering away from what is forbidden and in doing his Islamic duties. Such help is invaluable in following God’s commandments and resisting the temptation of sinful practices. Therefore, the Prophet urges a person who has received God’s help in the form of a good and devout wife to remain God-fearing in the other half, i.e. where his wife has no influence on his actions and behavior.

Some people, however, go through life without ever getting married. Are they lesser Muslims? Certainly not. Yet they are at a disadvantage because they do not have the help that a good wife represents. Moreover, they do not have the opportunities that marriage provides to earn more reward from God. For example, when you take good care of your wife and children, work hard to provide them with good living and good education, you receive rich reward from God. If you are unmarried, you lose this opportunity. If your wife or husband is ill and you take care of them until they have recovered, you earn good reward. If you bring up your children as good Muslims, implanting in their minds the values Islam is keen to nurture in Islamic society, you are doing your duty for which God rewards you generously.

Needless to say, people who remain celibate have more free time which they can use in a variety of ways to earn God’s reward. Yet they may find it more difficult to resist the temptation of sin. However, the fact that they remain celibate does not mean that they are lesser Muslims. Over the centuries, there were some highly renowned scholars who did not have the chance to get married. The most notable of these was Ibn Taymiyyah. He ranks with the top scholars throughout Islamic history. Some contemporary scholars point out that because Ibn Taymiyyah never got married, some of his rulings, or fatwas, concerning women did not have the same standard of scholarly insight as his fatwas in other areas.

Having said that, I would like to add that Islam urges all Muslims to marry. Several Quranic verses and Hadiths make clear that marriage is the proper status for Muslims, as it helps them to remain God-fearing, steering away from sin. To quote just one Hadith, the Prophet says: “This life is mere enjoyment, but the best that is enjoyable in it is a good wife.” (Related by Muslim).

To sum up, a person who goes through life without getting married is not a lesser Muslim simply because of remaining celibate, but marriage is an important institution that helps a Muslim to lead a proper Islamic life.



- Answered by: Adil Salahi
Read More
Assalamualaikum Wr. WB.
Setelah melewati 2 minggu penuh perjuangan, alhamdulillah, semua doa2 gw dibales dengan kemudahan dan kelancaran yang diberikan oleh Allah SWT.

Alhamdulllah...Alhamdulillah...Alhamdulillah....

Semua acara yang gw pegang 2 minggu terakhir berjalan lancar, untuk lebih jelasnya gw akan buat LPJ mini di blog ini....

1. Seminar KSM : Pada awalnya acara ini mau dikemas dengan meriah dan berskala nasional, mendatangkan 2 keynote speaker yakni MenHan dan MenLu, sayanganya karena kekurangan sumber daya (manusia dan dana), akhirnya acara tersebut disederhanakan menjadi seminar "biasa" dengan mendatangkan akademisi dan praktisi di bidang terkait.

sesuai judul dan tema seminar " Behind The Enemy Lines : Strategi Menjaga Perbatasan dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI?" yang akhirnya gw ubah menjadi " Behind The Enemy Lines : Refleksi Diplomasi dan Pertahanan Nasional dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI?" sebab si ganteng Manggala Putra Gonjeszhenn punya obsesi mengundang Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri untuk menjadi keynote speaker. Setelah rasionalisasi dan rasionalisasi, akhirnya seminar tersebut, alhamdulillah jadi diadakan di Auditorium Pusat Studi Jepang, tanggal 1 Oktober 2009. Pembicaranya hanya 2 orang, yakni Prof. Hikmahanto Juwana, SH.,LL.M.,Ph.D. (pakar hukum internasional-yangdigosipinmaujadimenkopolhukam-yangjasakonsultasinya500US$perjam- which is pada hari yang sama gw juga ada kelas sama beliau =) dan Drs. Ali Mochtar Ngabalin, MA (atau M.Ag yah?, fungsionaris PBB, mantan anggota komisi I DPR 2004-2009, yang "agak2fenomenal" dan beberapa hari sebelum gw undang sempat bikin keributan di DPR)
yah, persiapan kita emang minim banget. Dana baru turun H-1 dari rektora, itu pun pake jatahnya KSM. POnya si Roby emang kurang koordinadsi (you know lah ya cara kerjanya Roby), ditambah anak2 KSM yang cuma sdikit yang bner2 membantu acara dari awal sampe akhir (sorry to say, cuma gw agak kecewa dengan cara kerjanya KSM yang kayak gini)
Untung ada NUril, Ka Vinda, Ka Sonia, Wildan, Lukman, dan beberapa orang yang masih mau bantu acara....billion thanks for you all =)

tapi, di atas semua itu.....alhamdulillah, acara berjalan sukses, audiens banyak, dan gw jadi ngerasain untuk pertama kalinya, sebagai koor acara merasa keberhasilan itu memang nyata kalo kita mau berusaha dan berdoa...=)
alhamdulillah....

2. Simposium Nasional Pendidikan "Membangun Visi Pendidikan Indonesia"

acara yang udah disiapin sejak bulan Juni, tapi baru mulai keliatan ada progress h-1 bulan...acara yang baru fix h-3 minggu...gw sebagai pembicara pusing bgt mikirin mau kayak gmana nih acara? alhamdulillah, atas izin Allah, semuanya berjalan lancar...walaupun audiensnya ga sebanyak yang kita harapkan....output dan dukungan dari berbagai pihak mudah2an bisa membuat acara ini layak untuk dijadikan "best proker se-UI....aminnnn"...
eh, enggak deng...cetek bgt kalo cita2nya cuma kayak gtu...yang jelas....acara ini outputnya buat suatu rekomendasi kebijakan pendidikan nasional yang insya Allah bakal didukung sama anggota DPR, khususnya dari PDIP dan GERINDRA (yg sevisi untuk mencabut UU BHP) dan mudah2an didukung langsung oleh SBY (FYI, rekomendasi hasil simposium ini udah sampe ke SBY langsung lho=)

Selain itu, di acara ini gw mendapat banyak pengalaman berharga : kesabaran dan konsistensi dalam menghadapi tantangan, punya banyak temen baru (Dhika, Arbie, Audry, and Sari, punya kenalan2 orang terkenal (mulai dari Profesor [HAR Tilaar-yang suaminya Martha Tilaar itu lho-, Sudiyarto-yang ngusulin anggaran pendidikan 20%-, Paulus Wirutomo -ini mah gw udah kenal], anggota DPR komisi X [bu Aan Rohanah-ustadzah PKS yg ternyata doi punya pesantren yang anak2nya banyak masuk IC angkatan2 skrg-], pak Ahmad Rizali {advisornya Klub Guru Indonesia, staf ahli di Pertamina, advisor Sampoerna Foundation}, mas Eko Prasetyo [penulis buku "orang miskin dilarang sekolah", sempet bikin gw bingung sebab beliau minta dijemput dari Jogja -______-]

dan yang bikin lebih surprise....kehadiran rektor UI, Prof. der.soz. Gumilar Rusliwa Soemantri yang tiba2 di tengah2 acara, memotong sesi tanya jawab di bagian pertama, lalu memberikan keterangan tentang "prestasi2 UI"...what the.....

di atas semua itu (lagi2) gw ga berhenti mengucapkan puji syukur dan alhamdulillah...=)
sekarang tinggal buku dan bundel diskusi kalo gtu yang blum beres...(ouch...)

3. FINAL OLIMPIADE ILMU SOSIAL 2009
yak, acara ini udah disiapkan lebih kurang 10 bulan yang lalu, tapi tetep aja gw baru sibuk2nya h-1 bulan (bahkan h- beberapa jam sebelum acara...hehhehe)
overall, acara berlangsung sukses. dengan pemenang OIS tahun ini SMAN 1 Samarinda (sayangnya IC ga ikutan tahun ini, coba kalo ikutan, pasti juara lagi deh...hehehe)
setelah menunggu tema dan soal yang ga jelas, alhamdulillah Patrya Pratama, senior gw di HI membantu menyelesaikan (membuat soal tersebut). Sempet agak bingung dengan maksud soal itu, ditambah sarannya suruh nyediain modem buat para finalis...akhirnya dengan keterbatasan fasilitas dan sarana, penyusunan presntasi final OIS berjalan lancar...alhamdulillah, gw dibantu GYa, jadi pas hari-H ga ribet ngurusin SEMUANYA (gila aja kalo gw urus semuanya)
Juri2 juga sempet bermasalah, yang tadinya dicari 5, kemudian baru bisa 4, yang akhirnya bner2 jadi 3...tapi juri2nya qualified bgt dong...ada Prof. Adrianus Meliala, mba INung, dan mba Erna Karim yang tiga2nya adalah kaprog dan kadept di FISIP UI....WAW....alhamdulillah juga ka Tyas ngebantuin jadi mc, trus ada Rizqan dan Tinton serta LO2 juri dan peserta yang banyak bantu gw, big thanks for you all =)


udah dulu ya....

masih ada PR potluck, VW, dan PLANET

OMG, minggu depan UTS



SMANGAT!!!

Wassalam...
Read More
Tman2, sudah sering dengar kan mengenai masalah-masalah perbatasan di Republik kita tercinta ini? Mulai dari masalah Sipadan-Ligitan, Amblat, dan kasus-kasus pulau terluar di Indonesia, semua menjadi masalah yang sampai saat ini masih belum ditemukan jalan keluar yang terbaik. Alih-alih menyelesaikan masalah, satu-satu pulau terluar kita hilang begitu saja. Nah, mau tau kira2 strategi apa aja yang cocok diterapkan untuk menjaga perbatasan kita? Bagaimana peran pemerintah seharusnya dalam melakukan diplomasi dan strategi pertahanan dalam menjaga perbatasan?

Yuk, ikutan....

Seminar Nasional "Behind The Enemy Lines" : Refleksi Strategi Diplomasi dan Pertahanan dalam Menjaga Kedaulatan NKRI

Pembicara :
1. Ali Mochtar Ngabalin (Anggota Komisi I DPR RI periode 2004-2009)
2. Prof. Hikmahanto Juwana, SH, LL.M, Ph.D (Guru Besar FHUI)

Waktu :
Kamis, 1 Oktober 2009
Pukul 10.00 - 13.00

Tempat : Auditorium Pusat Studi Jepang, UI Depok

O, ya seminar ini FREE OF CHARGE

Jadi, buat yang bingung kamis siang ga ada acara, ga ada kuliah, daripada bengong sendiri mending ikutan seminar aja yuk! Kan sekalian bisa nambah pengalaman, nambah ilmu, juga bisa nambah kenalan XD

Kami tunggu kehadirannya :-)

-Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya Universitas Indonesia- (KSM EP UI)
Read More
esai buat OIM tapi ga lolos...hehehe


DKI Jakarta merupakan kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2006, jumlah penduduk di wilayah DKI Jakarta tercatat sebesar 8,96 juta jiwa dan diperkirakan pada tahun 2011 jumlah penduduk tersebut akan membengkak menjadi 9,1 juta jiwa. Sementara itu, wilayah DKI Jakarta termasuk Kepulauan Seribu hanya sebesar 7.659,02 km2 . Wilayah daratan DKI Jakarta sendiri hanya sebesar 661,52 km2 . Itu Berarti pada tahun 2006 kepadatan penduduk di DKI Jakarta sebesar 13.545 penduduk per kilometer persegi dan kemungkinan pada tahun 2011 kepadatan penduduk tersebut naik menjadi 13.756 per kilometer persegi.

Kondisi yang demikian membuat pemerintah DKI Jakarta harus menyusun sebuah tata kelola perkotaan dan rencana pembangunan perkotaan yang baik. Selain dijadikan sebagai ibukota negara, Jakarta juga dijadikan sebagai pusat bisnis dan ekonomi di Indonesia. Artinya, banyak sekali aktivitas pemerintahan maupun perdagangan yang terjadi di wilayah DKI Jakarta. Kelancaran aktifitas tersebut tentu sangat dipengaruhi oleh tersedianya sarana infrastruktur seperti jalan raya dan gedung perkantoran yang baik. Selain itu, DKI Jakarta juga selayaknya menjadi sebuah kota yang nyaman bagi para penduduk yang tinggal di wilayah ini.
Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta 2010
Untuk mewujudkan suatu kota yang aman dan nyaman bagi para penduduknya, pemerintah daerah DKI Jakarta tentu perlu menata kotanya dengan baik. Rencana tata kota di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan istilah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) perlu dirumuskan oleh pemerintah daerah untuk mengatur daerahnya sehingga bisa dijadikan sebagai pedoman pembangunan di daerah tersebut. Pembuatan RTRW ini mengacu pada UU No. 26/2007 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah yang salah satu isinya menyebutkan bahwa setiap daerah di Indonesia harus membuat RTRW selama dua puluh tahun dan RTRW tersebut harus disahkan dengan peraturan daerah (Perda).
Pemerintah daerah DKI Jakarta sendiri pada tahun ini akan membuat RTRW baru untuk periode tahun 2010-2030, sebab RTRW yang berlaku dari 2005-2010 akan habis masa berlakunya pada bulan Oktober 2009. Permasalahannya, RTRW yang akan diresmikan oleh pemda DKI Jakarta tersebut mengesampingkan unsur keindahan, keteraturan dan kenyamanan kota. Ketua Program Studi Kajian Pengembangan Perkotaan Universitas Indonesia (UI) Rudy Tambunan dalam harian Seputar Indonesia (1/9/2009) mengatakan bahwa rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2010 DKI Jakarta yang sedang disusun hanya akan menimbulkan 18 masalah perkotaan diantaranya yakni memperparah banjir,transportasi,keindahan kota, penurunan permukaan tanah dan pemanfaatan ruang di Jakarta yang semakin tidak terkendali.
Implementasi kebijakan RTRW 2010 Provinsi DKI Jakarta menurut Perda No.1/2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2007-2012 antara lain ialah:
a. Program Pengembangan Kota Jakarta Pusat
Indikator kinerja yang akan dicapai antara lain: Dikembangkannya kawasan ekonomi prospektif skala internasional di kawasan Thamrin-Sudirman, Senayan, Kemayoran, Karet Tengsin, dan Waduk Melati; Dikembangkannya kawasan bernilai sejarah antara lain penataan kawasan Menteng; Ditingkatkannya dukungan infrastruktur kota untuk kawasan: Tanah Abang (pusat perdaganan tekstil), Mangga Dua (pusat perdagangan pakaian jadi), Kemayoran (pusat eksibisi dan informasi bisnis), Kawasan Senen; dukungan infrastruktur kota untuk Kawasan Pusat Pemerintahan Medan Merdeka, kawasan pusat perwakilan negara asing di Kuningan dan MH Thamrin, kawasan pusat kesenian di Taman Ismail Marzuki (TIM); dukungan infrastruktur kota untuk kawasan perdagangan/jasa dan campuran berintensitas tinggi dengan skala internasional di kawasan Kemayoran; Ditingkatkannya Kawasan terbuka hijau di Jakarta Pusat antara lain: kawasan hijau binaan Taman Merdeka, Taman Lapangan Banteng, sekitar Masjid Istiqlal, Kompleks Istana Negara dan Istana Merdeka, Taman Surapati, Taman Menteng, Kompleks MPR/DPR, Kompleks Manggala Wanabakti, lahan hijau pemakaman; Dilestarikannya kompleks Olahraga Senayan; dan Dukungan infrastruktur untuk mewujudkan pusat kota jasa terpadu (antara lain financial center skala nasional/regional) dengan mendorong pembangunan fisik vertikal.

b. Program Pengembangan Kota Jakarta Utara
Indikator kinerja yang akan dicapai antara lain: Fasilitasi pengembangan kawasan Pusat Niaga dan Jasa terpadu; Fasilitasi pengembangan pusat distribusi barang di Tanjung Priok dan distribusi bahan bakar minyak di Plumpang; Ditatanya kembali kawasan pantai lama secara terpadu dengan pengembangan reklamasi untuk memperbaiki kualitas lingkungan; Dikembangkannya kawasan reklamasi untuk pusat niaga dan jasa skala internasional, perumahan dan pariwisata; Dilestarikannya hutan lindung Angke Kapuk, cagar alam Muara Angke dan hutan wisata Kamal; Diintegrasikannya sistem jaringan angkutan (penumpang dan barang) darat dan laut dengan sistem transportasi makro; Regulasi untuk mengendalikan pemanfaatan ruang pada daerah hilir aliran sungai/kanal dan mempertahankan/mengembangkan kawasan terbuka hijau pada sempadannya; Dikembangkannya situ atau waduk baru di wilayah rawan banjir; Dikembangkannya Kawasan Ekonomi Khusus di Marunda; Dibangunnya fasilitas olahraga dengan mempertahankan kawasan hijau di Kelurahan Papanggo; dan Dikembangkannya Jakarta Utara sebagai kota pantai dan kawasan wisata bahari.
c. Program Pengembangan Kota Jakarta Barat
Indikator kinerja yang akan dicapai antara lain: Dikendalikannya pemanfaatan ruang pada daerah hilir aliran sungai/kanal dan mempertahankan/mengembangkan kawasan terbuka hijau pada sempadannya; Fasilitasi pengembangan kawasan perdagangan/jasa dan campuran berintensitas tinggi di Sentra Primer Barat dan Cengkareng; Dibangunnya waduk/situ dan parkir air untuk pengendalian banjir; Fasilitasi pengembangan pemukiman kepadatan sedang dan tinggi; Dikembangkannya pusat wisata budaya sejarah dan kota tua; dan Dikembangkannya Kawasan Glodok (pusat perdagangan elektronik).
d. Program Pengembangan Kota Jakarta Selatan
Indikator kinerja yang akan dicapai antara lain: Fasilitasi pengembangan kawasan ekonomi prospektif di kawasan Segitiga Kuningan, Casablanca, Manggarai, penataan kawasan Blok M, serta kawasan Pasar Minggu terpadu; pengembangan dan penataan kawasan Kebayoran sebagai kawasan bernilai sejarah; Fasilitasi pengembangan kawasan perwakilan negara asing khususnya di Segitiga Kuningan; Dikendalikannya pemanfaatan ruang pada DAS, kanal, situ dan waduk; Dikembangkannya pusat pembibitan dan penelitian tanaman dan perikanan; Dikembangkannya kawasan Perkampungan Budaya Betawi sebagai lingkungan Cagar Budaya; dan Dikembangkannya Kawasan Kemang dan Manggarai; Penataan Kawasan Mayestik.
e. Program Pengembangan Kota Jakarta Timur
Indikator kinerja yang akan dicapai antara lain: Ditingkatkannya jumlah kawasan hijau sebagai resapan air; Dilanjutkannya pengembangan Sentra Primer Timur di Pulo Gebang sebagai pusat kegiatan wilayah; Diselesaikannya jalan arteri dan pendukungnya; Relokasi kegiatan industri yang tidak ramah lingkungan; Ditingkatkannya sistem jaringan jalan Timur-Barat serta pembangunan terminal bus Pulogebang; Dikendalikannya pemanfaatan ruang pada DAS, kanal, situ dan waduk untuk pengendalian banjir dan resapan air; Dipertahankannya dan dikembangkannya kawasan terbuka hijau pada sempadan sungai dan kanal; dan Dikembangkannya kawasan ekonomi Jatinegara.
f. Program Pengembangan Kabupaten Kepulauan Seribu
Indikator kinerja yang akan dicapai antara lain: Dikembangkannya Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata bahari yang lestari; Dikembangkannya perekonomian berbasis SDA kelautan; Dikembangkannya kegiatan perikanan laut; dan Fasilitasi pembangunan pembangkit listrik tenaga gas.
Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta yang Belum Berwawasan Lingkungan
Melihat RTRW DKI Jakarta tahun 2005-2010 yang lalu, nampaknya apa yang dikatakn Rudy Tambunan boleh jadi benar. Sebab, jika kita melihat implementasi kebijakan RTRW provinsi DKI Jakarta menurut Perda No.1/2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2007-2012 diatas, implementasi kebijakan RTRW tersebut hanya bertumpu pada peningkatan kualitas ekonomi perkotaan dan lebih berorientasi pada rencana pembangunan gedung-gedung megah, pusat-pusat perbelanjaan, jalan-jalan lebar, dan taman-taman berpatung seperti yang disampaikan Komite Evaluasi Lingkungan Hidup Kota (KELK) di Kantor BPLHD (Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah) Parni Hadi pada tahun 2006.. Sementara restorasi (perindungan) ekologis dan pencegahan tingkat kerawanan bencana belum menjadi perhatian pemda DKI Jakarta. Akibatnya, masalah lingkungan pun semakin parah Padahal, tingkat kerawanan bencana di DKI Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan.
Hal itu terlihat dari perbandingan antara ruang terbuka yang semakin menyusut jumlahnya dan permukiman yang semakin bertambah luasnya sehingga menyebabkan air hujan yang turun hingga 2 miliar m3 per tahun namun yang terserap hanya 26,6%. Direktur Lingkungan Hidup Perkotaan Institut Hijau Indonesia Slamet Daroyni dalam harian Seputar Indonesia (1/9/2009) masifnya pembangunan gedung bertingkat berskala raksasa serta eksploitasi air tanah yang tidak terkontrol membuat permukaan tanah di Jakarta turun sebesar 0,80 cm per tahun. Situasi ini diperparah dengan pemanasan global dan siklus bulan yang menyebabkan permukaan air laut sebesar 0,57 meter per tahun.Akibatnya, umlah lokasi banjir di DKI Jakarta pun akan semakin bertambah. Pada 2007 daerah genangan banjir terdapat di 99 lokasi.Pada 2008, Jakarta diterjang banjir akibat air laut dari teluk Jakarta. Sementara pada 2009 terdapat 169 titik genangan yang dipicu akibat drainase yang buruk. Kondisi situ sebagai penangkap air juga sangat buruk. Slamet mengungkapkan, dari 226 situ di Jabodetabek hanya ada 33 situ yang layak, 144 situ dalam kondisi rusak dan 49 yang masih direhab.Di samping itu, ada juga situ yang telah diubah pemanfaatannya yaitu Situ Asem dan Salam (Bogor) dan Situ Bulakan (Tangerang) yang diubah menjadi perumahan.
Pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta pun cenderung tidak memprioritaskan penambahan kawasan ruang terbuka hijau (RTH) untuk melindungi wilayah DKI Jakarta dari bencana banjir. Pada Rencana Induk Djakarta tahun 1965-1985, ruang tebuka hijau di DKI Jakarta dialokasikan sebesar 37,2% dari total luas wilayah. Namun, semakin kesini, alokasi RTH tersebut semakin berkurang. Pada Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) 1985-2005, RTH di DKI Jakarta turun menjadi 26,1%. Kemudian tahun2000-2010 RTH di DKI Jakarta berkurang lagi menjadi 13,94%. Bahkan, dalam sebuah tulisan di Koran Tempo pada tahun 2007 menyebutkan bahwa RTH di Jakarta hanya tersisa 9,38 persen (minimal 27 persen) dari total luas wilayah. Jadi, tidak heran kawasan DKI Jakarta yang memang merupakan muara dari 13 sungai dan dua kanal besar serta tempat tempat buangan air wilayah Bogor, Puncak, dan Cianjur (Bopunjur) tidak bisa lepas dari bencana banjir.
Selain itu, pemerintah daerah (pemda) DKI Jakarta belum bisa menertibkan bangunan liar yang ada di bantaran kali dan bangunan-bangunan yang dibangun di tempat-tempat yang seharusnya digunakan sebagai RTH. Pemda DKI bahkan cenderung memutihkan (menghapuskan kesalahan) pelanggaran atas digunakannya RTH sebagai lahan komersil dan perumahan di beberapa kawasan seperti di daerah Senayan, Kemang, Pantai Indah Kapuk (PIK),Kelapa Gading, dan Sunter, sehingga daerah resapan air pun menjadi semakin berkurang.


Perlunya Transparansi dan Pelibatan Masyarakat dalam Penysunan Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta
Selama ini pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta cenderung tertutup dalam menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah dan Tata Ruang Kota (TRK), seperti yang dikatakan oleh planolog Universitas Trisakti pada harian Republika (24/8/2009) bahwa selama ini akses terhadap TRK cenderung tertutup, padahal transparasi TRK dan audit terhadap TRK tersebut sangat diperlukan. Transparansi dan audit tersebut diperlukan untuk mengevaluasi apakah izin yang diberikan oleh pemprov sesuai dengan pembangunan yang dijalankan. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyelewengan izin bangunan dan terpakainya lahan yang seharusnya dipakai sebagai ruang terbuka hijau.
Pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta Sendiri sejak masa pimpinan gubernur Sutiyoso sudah meminta masyarakat untuk aktif mengevaluasi RTRW yang dibuat oleh pemprov DKI Jakarta. Evaluasi tersebut dinilai Sutiyoso sebagai bentuk transparansi yang dikeluarkan oleh pemprov DKI Jakarta. Namun, menurut penulis transparansi dan pelibatan masyarakat dalam menyusun RTRW DKI Jakarta seharusnya bukan sekedar evaluasi RTRW yang sebelumnya.
Diperlukan peran aktif dari masyarakat untuk menyusun RTRW pada tahun 2010-2030 sehingga RTRW yang akan keluar nantinya bisa terkontrol dengan baik. Peran aktif masyarakat tersebut dapat berupa masuknya tim independen yang terdiri atas masyarakat yang paham mengenai tata ruang wilayah perkotaan (ahli planologi) yang membantu pemerintah daerah DKI Jakarta dalam menyusun RTRW tersebut. Selain itu, penyimpangan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam pemberian izin bangunan di tempat yang seharusnya menjadi ruang terbuka hijau pun dapat dihindari. Dengn demikian RTRW yang akan keluar nantinya tidak hanya menedepankan pembangunan infrastruktur ekonomi perkotaan, melaikan juga sebuah RTRW yang berwawasan lingkungan, sehingga akan tercipta tata ruang wilayah kota yang nyaman, bebas banjir, dan bersinergi dengan pembangunan ekonomi perkotaan.
Namun, hal itu tidak akan terjadi apabila pemerintah DKI Jakarta tidak mempunyai itikad baik dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan di DKI Jakarta. Masyarakatlah yang harus lebih aktif menekan pemerintah daerah untuk membuat dan melaksanakan RTRW yang berwawasan lingkungan. Langkah kongkret yang bisa diambil oleh masyarakat saat ini ialah memanfaatkan berbagai media massa seperti koran, majalah, dan internet untuk menyuarakan aspirasinya agar kehidupan di kota DKI Jakarta semakin tertib dan teratur. Selain itu, masukan langsung kepada pemerintah daerah dan pengawasan yang berkelanjutan juga diperlukan untuk mengontrol semua kebijakan pembangunan pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta yang tidak berwawasan lingkungan.
Sayangnya, masyarakat DKI Jakarta saat ini cenderung apatis dan tidak peduli terhadap permasalahan lingkungan di kotanya. Gaya hidup hedonis dan individualistis menyebabkan masyarakat lebih peduli terhadap keberadaan mall-mall dan pusat-pusat perbelanjaan ketimbang keberadaan ruang terbuka hijau. Jangankan untuk memikirkan tata ruang dan tata kota di wilayah DKI Jakarta, untuk mengubah perilaku masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan sulit dilakukan. Tulus Abadi mengungkapkan bahwa walaupun masyarakat DKI Jakarta cenderung lebih moderen daripada masyarakat di daerah lain di Indonesia, namun sifat ‘ndeso’nya yakni membuang sampah sembarangan masih mengakar dalam diri mereka. Padahal, jika terjadi bencana banjir mereka juga akan menanggung akibatnya.
Apa yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat yang sadar dan peduli lingkungan ialah memberikan contoh kepada mereka yang belum sadar mengenai hakikat perawatan dan pencegahan lingkungan dari bahaya bencana alam. Kita bisa melihat contohnya dari Mang Idin, warga asli betawi yang rela mengurus hutan dan membersihkan sampah di tepi kali Pesangrahan dengan tujuan mulia, menyelamatkan Jakarta dari bahaya bencana. Selain contoh, teguran halus dan sindiran juga dapat menjadi cara lain untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian diharapkan akan tercipta masyarakat DKI Jakarta yang lebih sadar dan peduli akan lingkungan, dapat mengubah perilaku ‘ndeso’nya untuk kemudian bergerak ke level yang lebih strategis yakni mengontrol pemerintahan dengan ikut masuk dan menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah di DKI Jakarta.
Kesimpulan
Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta yang disusun hingga saat ini masih menempatkan permasalahan lingkungan sebagai prioritas kesekian. Pembangunan infrasturktur ekonomi lebih digalakan dibandingkan pembangunan lingkungan dan restorasi lahan dari bahaya bencana alam, khususnya bencana banjir. Pengalihfungsian lahan untuk ruang terbuka hijau (RTH) menjadi lahan pemukiman dan lahan komersil merupakan bukti nyata pemerintah DKI Jakarta yang kurang peduli terhadap permasalahan lingkungan dalam pembangunan tata perkotaan. Padahal, wilayah DKI Jakarta yang merupakan tempat buangan air dari kawasan Bogor, Depok, Puncak, dan Cianjur sudah sangat berpotensi mengalami bencana banjir. Namun, preservasi lingkungan, seperti perawatan waduk, situ dan DAS belum menjadi prioritas pemerintah dalam menyusun RTRW DKI Jakarta 2010.
Melihat persoalan diatas, diperlukan kesadaran dari pemerintah dan masyarakat khususnya untuk peduli terhadap masalah lingkungan di wilayah DKI Jakarta. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam mempengaruhi kebijakan tata ruang wilayah kota DKI Jakarta sehingga tercipta tata ruang wilayah kota yang aman dan nyaman serta berwawasan lingkungan. Kesadaran dan kepedulian masyarakat tersebut dapat muncul apabila masyarakat yang sudah sadar dan peduli akan lingkungan dapat memberikan contoh yang baik seperti membuang sampah pada tempatnya dan menanam tanaman di bantaran kali. Hal itu dilakukan agar masyarakat yang masih apatis terhadap permasalahan lingkungan menjadi sadar dan peduli sehingga bisa membuang semua kebiasaan ‘ndeso’nya yang tidak berwawasan lingkungan seperti membuang sampah sembarangan. Dengan kesadaran dan kepedulian yang dimiliki masyarakat DKI Jakarta terhadap lingkungannya, diharapkan mereka akan aktif menjaga dan merawat lingkungan serta berperan aktif mengontrol segala kebijakan pembangunan pemerintah yang tidak berwawasan lingkungan. Dengan demikian, pembangunan tata ruang wilayah kota di DKI Jakarta yang berwawasan lingkungan bukan hanya sekedar mimpi melainkan menjadi kenyataan yang pada akhirnya akan memberikan kenyamanan hidup dan beraktivitas bagi para penduduk di DKI Jakarta.


Sumber Referensi


• Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1 Tahun 2008 Tentang Rencana Pembangunan Jangkan Menengah Daerah Tahun 2007-2012
• Harian Seputar Indonesia edisi Selasa, 1 September 2009
• Harian Kompas edisi Selasa, 1 September 2009
• http://m.infoanda.com/link.php?lh=AFUAXFUDBVMM,
Kompas Cyber Media, 1 Juni 2006
• http://korantempo.com/korantempo/2007/02/08/Opini/krn,20070208,58.id.html
• http://www.republika.co.id/berita/71464/2010_Jakarta_Terancam_tak_Punya_Rencana_Tata_Ruang
Read More